
Waktu pun berlalu, Li Yuchen yang tetap berada di dalam kamarnya selama sisa waktunya di atas Kapal Terbang Dimensi akhirnya sampai di Daratan Wuzhou.
"Bos, apakah kita benar-benar telah berada di Daratan Wuzhou?" tanya Ye Zhin yang memasang ekspresi wajah tidak percaya.
"Apakah kau merasakan perbedaan Energi Langit dan Bumi yang ada di tempat ini?" tanya Li Yuchen balik dengan ekspresi wajah yang datar yang dijawab dengan anggukan cepat oleh Ye Zhin.
"Jika seperti itu maka kau bisa dapat mengetahui dengan pasti bahwa kita telah benar-benar sampai di Daratan Wuzhou tapi kita tidak tau dimana tempat ini sebenarnya!" ucap Li Yuchen dengan pandangan mata yang bergerak cepat msncari petunjuk sambil mengingat kondisinya sebelum dirinya bereinkarnasi.
Di saat Li Yuchen sedang berbicara tiba-tiba Li Yuchen melihat wajah yang tak asing menghampirinya.
"Tuan, terima kasih atas bantuan anda sebelumnya dan mohon maafkan sikap Nonaku yang sangat tidak sopan!" ucap Seorang Pria Tua sambil menundukkan kepalanya sedikit.
Li Yuchen yang mendengar permintaan maaf dari orang yang tidak seharusnya mengatakan hal itu pun berbalik arah dan pergi menjau.
Chen Luei yang melihat sikap sombong Li Yuchen saat menghadapi Pria tua yang berdiri di depanya yang telah menurunkan harga dirinya untuk mengucapkan terima kasih dan permintaam maaf pun menjadi marah.
"Hei, kau! Kenapa kau tidak berhenti? Apakah Ibumu tidak memberimu pelajaran tentang sopan santun?" sindir Chen Luei dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang kesal.
__ADS_1
Chen Luei yang melihat Li Yuchen dan Ye Zhin tetap tidak berhenti dan terus berjalan mengabaikan kata-kata darinya pun menjadi semakin kesal.
"Sial! Beraninya dia mengabaikanku. Apakah dia berpikir bahwa aku ini tidak terlihat dan tidak pantas untuk didengarkan?" tanya Chen Luei dalam hati dengan tangan yang terkepal erat.
"Hah! Pantas saja kau menjadi manusia yang tidak punya aturan dan tidak punya sopan santun. Orang sepertimu memang pantas tidak memiliki Keluarga dan orang yang mencintaimu karena tak akan ada seorangpun yang mau bersama Pria sepertimu!" ucap Chen Luei dengan santainya dengan ekspresi wajah yang cuek.
Li Yuchen yang tidak memiliki ikatan emosional yang kuat tentang nama Ibu ataupun Ayah dibanding yang lainnya tetap bisa bersikap cuek di depan orang lain.
Namun jika perkataan orang-orang yang tidak mengenalnya dengan dekat berani mengatakan hal yang buruk tentangnya dan Seo Xiqin emosi terpendam yang biasanya dapat dikendalikan bisa meledak dengan sangat mudah.
Li Yuchen yang tak terima dengan perkataan Chen Luein dengan nada suara yang terdengae merendahkan itu pun menjadi sangat marah.
Chen Luei yang terkena Jarum Perak tiba-tiba merasa tubuhnya menjadi kaku dan tak bisa bergerak sama sekali.
"A-apa yang terjadi padaku? Ke-kenapa tangan dan kaki tak bisa digerakkan?" tanya Chen Luei dengan suara yang gagap dan ekspresi wajah yang panik.
"No-Nona Muda, ada apa? Apa maksud perkataanmu?" tanya Pria tua yang berdiri di samping Chen Luei dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir bersamaan.
__ADS_1
Li Yuchen yang telah berbalik arah dan berjalan kembali ke arah Chen Luei pun akhirnya berdiri tepat di hadapan Chen Luei.
"Sebenarnya siapa disini orang yang tidak sopan dan tidak punya etika? Jika kau bertanya kepada semua orang yang ada disini maka kau akan mengetahui bahwa kau adalah orang itu!" sindir Li Yuchen dengan kata-kata yang pedas dengan ekspresi wajah yang dingin.
Pria Tua yang merasa sangat khawatir pada Chen Luei pun berniat untuk mengatakan sesuatu untuk membantu Chen Luei tapi Li Yuchen yang tak ingin mendengar apapun pun mengeluarkan Aura Membunuh yang kuat yang ditunjukkan kepada pria tua tersebut.
Pria tua yang tak bisa mengalahkan Aura Membunuh milik Li Yuchen pun terbatuk-batuk karena sangat kesulitan bernafas.
Li Yuchen yang tak ingin melepaskan Chen Luei begitu saja setelah sikap dan semua yang dilakukan Chen Luei padanya pun ikut menambahkan Aura membunuh itu ke arah Chen Luei lalu menarik Jarum Perak yang menekan tubuh Chen Luei agar tidak bisa bergerak sama sekali.
Chen Luei yang baru pertama kali merasakan Aura Membunuh yang begitu pekat bahkan lebih dekat ke Aura Kematian karena terlalu banyak membunuh manusia pun membuat Chen Luei kesulitan bernafas hingga berada pada kondisi yang sangat memprihatinkan.
"Jika aku tidak ingat ini bukanlah wilayahku dan aku tidak tau aturan serta hukumannya kerena membunuh seseorang maka saat ini aku sudah mengambil nyawamu!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas.
"Aku tidak ingin bertemu ataupun melihatmu lagi jadi bersembunyilah dari pandangan mataku jika tidak maka saat aku melihatmu maka itu sebagai saat terakhir jiwamu ada di dalam tubuhmu ini!" ancam Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam.
#Bersambung#
__ADS_1
Bagaimana kondisi Chen Luei setelah mendapatkan ancaman pembunuhan dari Li Yuchen? Pertualangan Apa yang akan terjadi pada Li Yuchen di Daratan Wuzhou selanjutnya? Tunggu di BAB selanjutnya ya..