
Ye Rui yang kehilangan kesempatan untuk dapat membuat Li Yuchen bergabung dengan Paviliun Huanfu pun menjadi sangat marah dan kesal kepada Wu Ruxin yang mengganggu rencananya.
"Aku tidak akan melepaskanmu karena telah mengganggu rencanaku. Tunggu dan lihat saja nanti. Aku akan membuatmu membayar perbuatanmu ini." ucap Ye Rui dalam hati dengan ekspresi wajah yang penuh dengan amarah dan tangan yang tenggenggam dengan sangat erat karena menahan emosi.
"Dasar wanita bar-bar!" ucap Ye Rui dengan nada bicara yang tinggi dan sinis dengan tatapan mata yang merendahkan sambil melihat Wu Ruxin dengan niat membunuh.
Ye Rui yang tidak ingin menyia-nyiakan waktunya bersama dengan Wu Ruxin yang telah mengacaukan rencananya itu pun memilih pergi dan kembali ke Paviliun Huanfu lalu melaporkan semuanya kepada Tetua Han.
"Daripada aku di sini lebih baik aku pergi dan kembali ke Paviliun Huanfu lalu menemui Guruku untuk meminta solusi dari masalah ini." ucap Ye Rui dalam hati sambil mendengus kesal ke arah Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang kesal dan tatapan mata penuh dengan permusuhan.
Wu Ruxin yang mendapatkan punggung belakang dari Ye Rui tidak mempermasalahkannya bahkan Wu Ruxin menjadi sangat senang karena berhasil menjauhkan Ye Rui dengan Li Yuchen.
"Hmm! Jangan bermimpi kau bisa dekat dengan Tetua Yu!" ucap Wu Ruxin dengan nada yang sinis dan sorot mata penuh permusuhan dengan ekspresi wajah yang cuek sambil berbalik arah kembali ke Menara Formasi Shinzu.
Di sisi lain, Seo Xiqin yang telah kembali ke kamarnya bersama Sui’er dan Luo’er pun segera berbaring di atas tempat tidurnya karena kelelahan.
“Hah! Fisik dan Batinku lelah sekali!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang lesu dan lemas dengan nada bicara yang rendah.
Sui’er dan Luo’er yang melihat Seo Xiqin mengeluh karena kelelahan pun tidak tinggal diam dan memilih untuk memijat kaki dan pundak Seo Xiqin dengan lembut hingga membuat Seo Xiqin rileks kembali.
“Hah! Nyaman sekali! Lebih kuat sedikit, tolong.” Pinta Seo Xiqin dengan nada yang bahagia dengan wajah memerah karena sangat nyaman.
Sui’er dan Luo’er yang melihat sikap dan tingkah laku Seo Xiqin seperti anak kecil membuat keduanya tertawa kecil.
__ADS_1
“Nona, benar-benar seperti anak kecil jika seperti ini.” Ucap Luo’er dengan tawa kecil yang menghiasi wajahnya dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Benar sekali. Padahal Nona sebentar lagi akan menikah tapi sikap Nona masih saja seperti anak kecil.” Ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan tawa kecil yang ditutupi dengan tangannya sambil terus memijat kaki Seo Xiqin.
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Sui’er pun segera tersadar jika Li Yuchen akan segera ke Kediaman Keluarga Seo keesokan harinya.
“Menikah?” ucap Seo Xiqin yang berulang sambil kembali ke posisi duduk yang membuat Sui’er dan Luo’er terkejut sambil membuat ekspresi wajah yang terkejut dan bingung di saat bersamaan sambil menatap wajah Sui’er dan Luo’er secara bergantian.
“Aku hampir saja lupa. Tuan Muda Li akan datang ke Kediaman Seo besok. Aku harus segera bersiap-siap.” Ucap Seo Xiqin dalam hati dengan mata yang terbuka lebar.
Seo Xiqin yang sudah mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan pun segera mempersiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan Li Yuchen.
“Luo’er, apakah ramuan yang aku minta kau buat telah selesai?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius sambil menatap mata Luo’er yang berdiri di samping kirinya.
“Aku tau dan itu lah tujuanku memerintahkanmu membuatnya.” Ucap Seo Xiqin dengan senyum penuh dengan misteri yang membuat Luo’er menatap bingung.
Seo Xiqin yang telah menyelesaikan urusannya dengan Luo’er pun mengalihkan pandangannya ke arah Sui’er yang berdiri di sampingnya.
“Mulai besok siapkan makanan lebih karena aku punya perasaan akan ada tamu yang datang ke Kediaman Seo besok.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius sambil menatap tajam ke arah Sui’er.
“Baiklah, Nona.” Ucap Sui’er dengan patuh dengan ekspresi wajah yang bingung dengan nada suara yang datar.
Sementara itu, Li Yuchen yang telah memasang semua Perlindungan yang dibutuhkannya pun memulai membuat Pil Penyembuhan, Pil Terobosan dan beberapa Kertas Segel Penyerangan serta Kertas Segel Perlindungan.
__ADS_1
Li Yuchen yang telah menguasai Alkemia dan Formasi dalam waktu yang lama terlebih dirinya telah berulang kali membuat Pil serta Kertas Segel sehingga membuat Li Yuchen tidak mengalami kesulitan saat membuat keduanya dan hanya memakan waktu yang singkat.
"Hah! Ternyata semakin sering aku membuat Segel Formasi maka semakin cepat juga kecepatan tanganku dalam membuat Pola Formasi di atas Selembar Kertas Formasi ini." ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang takjub dan terkejut dengan kehebatan dirinya sendiri dengan senyum puas melihat lembar demi lembaran hasil dari goresan tangannya.
"Aku pasti akan mendapatkan uang yang banyak dengan semua Segel Formas ini." ucap Li Yuchen dengan suara yang keras dengan tawa yang terlihat sangat menjijikkan karena Li Yuchen hanya memikirkan uang saat ini.
Li Yuchen yang melihat botol-botol Pil Penyembuhan dan Pil Terobosan yang berhasil dibuatnya itu pun langsung mengerutkan dahinya dengan ekspresi wajah yang bingung.
"Apa yang harus aku lakukan pada botol-botol ini? Aku tidak bisa membawanya ke Menara Formasi Shinzu karena aku yakin tidak akan ada Acara Lelang dalam waktu dekat." gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah dengan satu tangan menyentuh dagunya karena berfikir dengan sangat keras.
"Apa aku harus ke Pavilliun Huanfu? Tapi aku sangat malas jika berurusan dengan gadis itu. Gadis itu sangat cerewet dan merepotkan. Aku akan sangat lelah jika bicara dengannya." ucap Li Yuchen dengan ******* panjang dengan kepala yang berdenyut-denyut saat mengingat kejadian siang tadi.
"Hah! Lebih baik aku simpan saja dulu Pil-pil ini. Aku akan memutuskannya nanti apakah akan menjualnya di Paviliun Huanfu atau menyimpannya." ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah dengan tubuh yang lemas karena perutnya telah berbunyi dengan sangat keras.
Li Yuchen yang hanya berada di Level Bumi tidak bisa dikatakan Seorang Immortal karena masih bisa merasakan lapar dan haus bahkan Li Yuchen masih membutuhkan tidur sehingga membuat Li Yuchen semakin memantapkan dirinya untuk segera menaikkan Level Kultivasinya ke Ranah Langit.
“Kruyuk! Kruyuk! Kruyuk!” suara perut Li Yuchen yang berbunyi dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang lemas.
"Perut dan mata ini sungguh menyebalkan. Aku masih harus terkurung di dalam tubuh Mortal ini dan masih harus tersiksa dengan perasaan lapar, haus dan kantuk. Aku harus segera kembali ke Hutan dan meningkatkan Level Kultivasiku agar tidak merasa kesusahan lagi." gumam Li yuchen dengan nada suara yang kesal sambil terbaring terlentang di atas tempat tidur.
Li Yuchen yang sangat lapar pun membuka Segel Formasi yang dipasangnya dan berjalan keluar mencari Restoran terdekat untuk mengisi perutnya tapi tidak disangka ada seseorang yang telah menunggu dirinya keluar sejak sore.
#Bersambung#
__ADS_1