Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 382. Penolakan Semua Organisasi


__ADS_3

Ibu Asuh Nam yang mendapatkan perintah dari Putri Pertama Qi Shuwen dengan cepat pergi ke Markas Organisasi Tengkorak.


Namun saat Ibu Asuh Nam mengatakan tujuan kedatangannya permintaan itu ditolak secara langsung tanpa penjelasan.


“Aku ingin mencari tau tentang Li Yuchen. Orang yang menjadi Perwakilan dari Daratan Danzong dalam Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan yang lolos dalam Pertandingan Babak Ketiga!” ucap Ibu Asuh Nam dengan kepala yang tertutup dengan jubah hitam dengan kepala terangkat dengan ekspresi wajah yang percaya diri.


“Maafkan kami. Kami menolak permintaan ini! Kami tidak bisa memberikan informasi mengenai orang yang kau cari! Silahkan keluar!” ucap Ketua Chu Feng dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang serius.


“Tu-tunggu! Aku akan membayar berapapun harganya jika kau bersedia memberikan informasi tentangnya!” ucap Bibi Asuh Nam dengan nada suara yang terburu-buru setelah melihat Ketua Chu Feng berdiri dari kursinya.


“Aku tidak membutuhkan uangmu! Kau bisa keluar sekarang dan mencarinya di tempat lain tapi disini tidak akan memberikanmu apapun!” ucap Ketua Chu Feng dengan tatapan mata yang tajam.


Ibu Asuh Nam yang mendengar perkataan Ketua Chu Feng pun menjadi sangat terkejut dan membuka matanya dengan sangat lebar karena kejadian yang tak terduga.


“Tu-tunggu! Apakah permintaanku ditolak? Tidak mungkin! Bagaimana mungkin Ketua dari Organisasi rendah seperti itu berani menolak permintaan Nonaku?” gumam Ibu Asuh Nam dengan ekspresi wajah yang masih terkejut.


“Tidak! Ini tidak bisa terjadi! Aku tidak bisa kembali dengan tangan kosong. Aku harus keluar dan mencari informasinya di tempat yang lain!” ucap Ibu Asuh Nam yang mengubah rencananya dengan ekspresi wajah yang antusias.


Ibu Asuh Nam yang tak ingin menyerah begitu saja pun pergi ke beberapa tempat yang menjual informasi di Daratan Yunzan tapi tak seorangpun yang mau mengatakan apapun tentang Li Yuchen.


“Siapa orang ini sebenarnya? Kenapa tidak ada seorangpun yang mau mengatakan apapun tentang Li Yuchen?” gumam Ibu Asuh Nam dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat kusut sambil memijat keningnya yang terasa sangat sakit.


Ibu Asuh Nam yang tidak bisa mendapatkan apapun setelah pergi seharian pun akhirnya kembali dan melaporkan semuanya kepada Putri Pertama Qi Shuwen.


Sementara itu, Ketua Chu Feng yang berdiri di dalam ruangannya sambil menatap ke luar jendela menunggu kedatangan seseorang menjadi sangat lega setelah mendengar suara orang yang ditunggunya akhirnya tiba.


“Bagaimana? Apakah kau sudah melaksanakan semua perintahku?” tanya Ketua Chu Feng dengan nada suara yang tegas dan tatapan mata yang dingin.


“Tentu saja, Tuan. Saat ini tidak akan ada seorangpun yang akan membocorkan tentang Tuan Muda Li Yuchen!” ucap Seorang Pria yang berlutut di hadapan Ketua Chu Feng dengan sangat patuh.


“Bagus! Kau boleh pergi sekarang!” ucap Ketua Chu Feng yang mengusir Pelayannya itu keluar lalu menatap keluar ruangan dengan wajah yang serius.

__ADS_1


“Orang yang memiliki Bakat yang luar biasa baik itu dibidang Alkemia, Formasi, ataupun Judi Batu tidak bisa untuk dijadikan musuh! Aku tidak ingin mengambil resiko besar dengan menjadi musuh orang yang akan berjaya di masa depan!” ucap Ketua Chu Feng dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.


Di sisi lain, Putri Pertama Qi Shuwen yang mendengar Ibu Asuhnya telah kembali dengan cepat mempersilahkannya masuk.


“Bagaimana? Apakah kau mendapatkan informasinya?” tanya Putri Pertama Qi Shuwen dengan ekspresi wajah yang penasarann dengan nada suara yang terburu-buru.


“Mohon ampuni hamba, Yang Mulia. Hamba telah gagal menjalankan tugas dari anda! Saya tidak bisa mendapatkan informasia apapun mengenai Tuan Muda Li Yuchen!” ucap Ibu Asuh Nam yang langsung berlutut di hadapan Putri Pertama Qi Shuwen dengan ekspresi wajah yang menyesal.


“Apa? Apakah kau tidak bilang bahwa aku akan membayar berapapun kepada Ketua Organisasi Tengkorak?” tanya Putri Pertama Qi Shuwen dengan nada suara yang tinggi dengan mata yang melotot tajam.


“Saya sudah mengatakan semua seperti yang Yang Mulia katakan tapi Ketua Organisasi Tengkorak menolak memberikan informasi tersebut!” ucap Ibu Asuh Nam sambil mengangkat kepalanya dengan posisi yang masih berlutut di lantai.


“Ketua Organisasi Tengkorak menolak jumlah uang yang saya tawarkan dan yang lebih aneh lagi adalah semua tempat yang saya datangi tidak ada yang mau memberikan informasi apapun mengenai Tuan Muda Li Yuchen!” ucap Ibu Asuh Nam dengan ekspresi wajah yang bingung.


“Apa? Bagaimana mungkin? Apakah kau tidak berbohong?” tanya Putri Pertama Qi Shuwen dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.


“Saya bersumpah atas nama Surga dan Neraka Yang Mulia. Saya tidak pernah berbohong. Jika saya berbohong biarkanlah Surga yang menghukum saya sekarang juga!” ucap Ibu Asuh dengan penuh percaya diri.


“Siapa kau sebenarnya Li Yuchen? Kenapa sangat sulit mendapatkan informasi tentangmu? Lalu bagaimana kau bisa mengambil hati Ayahandaku untuk bisa menjadikanku Calon Istrimu?” tanya Putri Pertama Qi Shuwen dengan ekspresi wajah yang bertanya-tanya dengan tatapan mata yang penasaran.


Waktu pun berlalu, Tiga hari yang diumumkan Kaisar Qi untuk Perandingan di Babak Ketiga telah tiba.


Kaisar Qi yang datang bersama Permasisuri You dan juga Putra Mahkota Qi Houran serta Putri-putrinya langsung mengambil posisi yang telah ditetapkan.


Seo Xiqin yang juga telah datang lebih awal untuk bisa melihat Li Yuchen ternyata sengaja datang ke tempat Peserta yang menjadi Perwakilan Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan.


Seo Xiqin yang akhirnya bisa melihat Li Yuchen datang dengan cepat mengembangkan senyumnya dan memasang wajah yang gembira.


“Chen gege!” panggil Seo Xiqin dengan suara yang lembut dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan tatapan mata yang menunjukkan kerinduan yang dalam.


Li Yuchen yang melihat Seo Xiqin berdiri di hadapannya dengan tubuh yang lemah menjadi sangat khawatir dan cemas.

__ADS_1


“Qier! Apa yang kau lakukan disini? Apakah kau baik-baik saja? Apakah kau merasa tidak nyaman? Apakah ada bagian tubuhmu yang sakit?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan nada suara yang terdengar sangat cemas dan khawatir sambil bergerak dengan cepat menghampiri Seo Xiqin yang berdiri di hadapannya.


Seo Xiqin yang telah bersusah payah meminta izin kepada Ketua Du Lang agar bisa bertemu dengan Li Yuchen pun memberikan kode kepada Ketua Du Lang dan Anping untuk memberikannya waktu bicara berdua.


Ketua Du Lang dan Anping yang dapat mengerti pun dengan cepat meninggalkan Seo Xiqin di ruangan tersebut dan menunggu di luar.


“Nona, anda harus ingat bahwa anda tidak punya waktu yang banyak!” ucap Ketua Du Lang dengan nada suara yang khawatir.


“Tentu saja, Paman Du. Terima kasih karena telah mengerti!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut di balik cadarnya.


Tepat setelah Ketua Du Lang meninggalkan ruangan tersebut bersama Anping, Anggota Kelompok Li Yuchen yang lain dan juga Master Qiang dengan cepat pergi dan membiarkan Li Yuchen berdua bersama dengan Seo Xiqin kecuali Ye Zhin.


“Nyonya Bos! Aku sangat senang bisa melihatmu lagi!” ucap Ye Zhin dengan nada suara yang ceria dengan ekspresi wajah yang bahagia.


“Aku pun ikut senang bisa melihatmu tetap bersama dengan Chen gege bagaimanapun keadaannya. Terima kasih banyak, Tuan Muda Ye.!” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang tulus karena menyadari bahwa selama dirinya tidak ada Li Yuchen tidak sendiri karena masih ada Ye Zhin yang akan selalu menjadi Saudara terbaik Li Yuchen.


Li Yuchen yang tidak ingin waktunya dengan Seo Xiqin terganggu dengan kehadiran Ye Zhin pun dengan cepat mengusir Ye Zhin keluar.


“Apakah tugas yang aku berikan padamu masih belum cukup banyak Ye Zhin? Oleh karena itu, kau masih punya banyak waktu untuk berdiri di sini dan menggangguku dan Qier! Jika seperti itu maka aku akan...” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang sinis.


Ye Zhin yang sudah merasa cukup lelah dengan dua tugas yang diberikan Li Yuchen kepadanya dengan cepat pergi meninggalkan tempat tersebut sebelum Li Yuchen menambahkannya tugas yang lain.


“Gawat! Aku harus segera pergi! Aku bia menjadi mayat hidup yang kehabisan darah jika mendapatkan tugas lagi!” gumam Ye Zhin dengan suara yang rendah dengan mata yang terbuka lebar.


“Tidak! Aku sudah merasa cukup lelah dengan tugas membantu dan melindungi Luenli dan belum lagi dengan tugas baru untuk menjebak Permaisuri You dan Keluarganya! Aku harus pergi! Aku masih ingin tetap waras!” ucap Ye Zhin dalam hati yang dengan secepat kilat meninggalkan tempat tersebut.


Seo Xiqin yang melihat tingkah laku dan sikap Ye Zhin yang tidak pernah berubah pun tertawa kecil dan menatap dengan sedikit rasa kasihan.


#Bersambung#


Apa alasan Seo Xiqin datang menemui Li Yuchen ya? Lalu bagaimana Seo Xiqin meyakinkan Ketua Du Lang untuk menyetujui permintaannya? Tebak di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2