Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 87. Mencari Info


__ADS_3

Li Yuchen yang melihat Nona Shu yang sedang duduk di lantai dalam kondisi tidak sadarkan diri pun memikirkan hukuman yang akan diberikannya dengan satu alis yang naik ke atas.


"Hmmm, apa yang harus aku lakukan pada wanita ini? Apa aku bunuh saja dia? Atau aku biarkan dia hidup tapi ambil keuntungan darinya? Tapi jika membiarkannya hidup, bukankah itu akan memberikanku masalah untuk ke depannya?" tanya Li Yuchen pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menatap Nona Shu dengan sambil meletakkan tangannya di bawah dagu seperti sedang berfikir.


“Hah! Aku harus mencari tau terlebih dahulu siapa wanita ini sebenarnya lalu memutuskan apa yang akan aku lakukan padanya!” ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang sangat berat sambil menarik nafas panjang lalu menarik paksa wajahnya ke bawah.


"Jika aku ingin tau identitasnya maka aku harus mengikatnya terlebih dahulu agar tidak bisa melarikan diri." ucap Li Yuchen lagi dengan nada suara yang berat sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal


Li Yuchen yang telah memutuskan untuk menimbang tindakan yang akan dilakukannya nanti pun mengeluarkan sebuah pil dari dalam Penyimpanannya di dalam Giok Naga Hijau Emas berbentuk racun kepada Nona Shu.


“Jika aku mengikatnya dengan tali atau rantai, itu mengharuskanku untuk menyentuhnya dan itu membuatku frustasi. Sebaiknya aku memeberikannya sesuatu untuk mengikatnya agar bergantung padaku dan secara otomatis tidak memiliki pilihan lain untuk tidak melarikan diri." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan berdiri di depan Nona Shu sambil menatap tajam ke arah Nona Shu yang setengah telanjang.


"Aku akan memberikannya Racun. Benar! Memberikannya racun adalah solusi terbaik. Racun yang tidak akan ada seorangpun yang memiliki cara untuk menawarnya kecuali diriku." ucap Li Yuchen dengan senyum penuh misterius dengan ekspresi wajah yang bahagia.


"Racun ini akan aku gunakan untuk mengikatnya agar tidak berani bertindak yang aneh-aneh lagi. Aku tidak tau apakah aku masih bisa berfikir jernih jika dia melakukan hal seperti itu lagi.” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang datar.


Li Yuchen pun memasukkan Pil Racun berwarna hijau daun yang disimpannya di dalam Tas Qiankun miliknya ke dalam mulut Nona Shu secara paksa dan memberikannya air agar Nona Shu dapat menelannya dengan mudah.

__ADS_1


“Hah! Kau harus merasakan akibat dari perbuatanmu. Pil itu akan menjadi pengingat untukmu untuk tidak melakukan hal yang akan membuatku emosi.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang terdengar sangat kesal.


Setelah memastikan Pil itu telah tertelan, Li Yuchen pun mencabut Dupa Obat Perangsang agar Nona Shu dapat segera sadar lalu memasukkan sisa Dupa itu ke dalam Giok Naga Hijau Emas.


"Aku akan menyimpan Sisa Dupa ini ke dalam Giok Naga Hijau Emas mungkin saja akan ada gunanya nanti di kemudian hari." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dengan suara yang rendah.


Setelah beberapa menit, Nona Shu yang tidak sadarkan diri pun mendapatkan kesadarannya kembali meski dalam kondisi yang kurang baik.


“Apa yang terjadi padaku? Kenapa kepalaku terasa sangat sakit?” tanya Nona Shu pada dirinya sendiri dengan mata yang masih terpejam sambil memegang kepalanya dengan satu tangan.


Li Yuchen yang melihat Nona Shu sudah mulai sadarkan diri pun mulai melakukan semua yang telah diputuskannya dengan ekspresi wajah yang serius.


Nona Shu yang mendengar perkataan Li Yuchen pun langsung mendapatkan kesadaran penuhnya dengan mata yang terbuka lebar.


“Tu-Tuan Muda Li! Sa-saya mohon ampuni saya! Saya mengaku salah! Saya telah melakukan kesalahan. Saya tidak akan berani melakukan hal itu lagi!” ucap Nona Shu dengan suara yang sangat kerasa sambil bersujud dengan kepala dibenturkan ke lantai berulang kali mencoba mengambil simpati Li Yuchen.


“Aku tidak terikat tali atau tambang maupun rantai tapi itu semua percuma saja karena aku tidak akan bisa melarikan diri? Aku masih ingin hidup!" ucap Nona Shu dalam hati dengab ekspresi wajah yang ketakukan da sorot mata yang menunjukkan jika dirinya ingin tetap hidup.

__ADS_1


"Aku tidak bisa meremehkan Seorang Master Formasi dan Master Alkemia terlebih dengan lengan yang patah itu akan membuatku kesulitan bergerak! Satu-satunya cara adalah membujuknya untuk membebaskanku secara sukarela.” ucap Nona Shu dalam hati sambil menggigit bibirnya dengan tangan tergenggam dengan sangat keras karena perasaan ingin hidup yang sangat tinggi.


“Apakah kau fikir aku akan melepaskanmu dengan mudah setelah yang telah kau lakukan? Apakah kau fikir aku adalah orang yang sangat baik hati?” tanya Li Yuchen dengan senyum sinis sambil duduk di depan kursi yang ada di depan Nona Shu.


“Tuan Muda Li, saya akan memberikan apapun asalkan anda mau melepaskan nyawa saya. Sa-saya bukan hanya Menejer dari Toko Pakaian Meili tapi juga Putri Tunggal dari Pemilik Toko Meili. Ayahku sangat menyayangiku dan aku yakin dia akan melakukan apapun untuk keselamatanku.” Ucap Nona Shu dengan pecaya diri sambil mengangkat kepalanya menatap mata Li Yuchen dengan sorot mata yang tajam dengan tubuh yang tidak tertutup dengan sempurna.


“Ayahku adalah orang yang penyayang dan pengertian. Aku yakin dia akan memberikan semua yang diinginkan Tuan Muda Li dan pasti akan melakukan apapun untuk keselamatanku!” ucap Nona Shu dengan ekspresi wajah yang cerah dengan senyum yang indah dengan gestur tubuh yang menggoda.


“Aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah Tuan Muda Li. Jangan panggil aku Nona Shu jika aku tidak bisa menjadi wanitamu. Saat kau membawaku menemui ayahku, aku akan langsung mengatakan jika kau telah menodaiku dan ayahku pasti akan memaksamu untuk menikahiku.” Ucap Nona Shu dalam hati dengan senyum percaya diri dengan senyum yang manis karena merasa mendapatkan alasan untuk bertahan hidup dan mendapatkan tujuannya.


Li Yuchen yang bisa merasakan adanya niat yang buruk di hati Nona Shu saat dirinya melihat perubahan yang ada pada bola mata Nona Shu.


“Wanita ini sudah dalam kondisi yang tidak menguntungkan tapi masih saja mencoba untuk mengelabuiku!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang datar dengan nada


Nona Shu yang tidak menyadari jika Li Yuchen bisa mengetahui semua yang sedang difikirkannya pun terus menerus berbohong yang membuat Li Yuchen tertawa dengan sangat keras.


"Hahhaha... ", ucap Li Yuchen dengan yang sagat keras sambil menepuk jidatnya untuk menunjukkan kebodohan Nona Shu.

__ADS_1


#Bersambung#


__ADS_2