
Tetua Han yang tidak memperdulikan teriakan dan ucapan Ye Rui yang memintanya untuk berhenti memohon pun memilih untuk menghiraukannya dan hanya menatap dengan tatapan yang lemas.
"Tuan Muda Yu! Pria tua ini tidak memiliki apapun dan siapapun lagi di dunia. Jika Tuan Muda Yu ingin mencabut nyawa murid saya. Tolong! Tolong cabut saja nyawa saya yang tidak berharga ini." ucap Tetua Han dengan air mata yang sangat tulus yang mengalir ke pipi Tetua Han dengan nada suara yang terdengar sangat lelah dan raut wajah yang penuh dengan kekecewaan.
Ye Rui yang melihat Tetua Han yang memberikannya tatapan tidak berdaya dan kecewa yang sangat dalam membuat hati Ye Rui menjadi hancur. Perasaan bersalah itu pun menghantui diri Ye Rui hingga membuatnya terus menangis dan terus memohon kepada Tetua Han untuk membiarkannya menerima hukuman dari perbuatannya.
"Tidak! Jangan cabut nyawa guruku! Ini semua salahku, aku yang bersalah! Cabut saja nyawaku dan lepaskan guruku. Huuuhhh...Huhhh...Huuhhh...." ucap Ye Rui dengan nada suara yang tinggi dengan air mata yang terus mengalir ke pipinya tanpa henti.
Tetua Han yang mendengar pernyataan Ye Rui hanya menghela nafas yang panjang dan memohon kepada Li Yuchen untuk menghukumnya saja dan melepaskan muridnya.
"Tuan Muda Yu, saya tau anda adalah orang yang baik. Anda tidak akan melakukan sesuatu hal yang buruk kepada orang yang tidak mengganggu anda atau berbuat salah karena itulah saya mohon izinkan saya menggantikan posisi murid hamba. Semua yang telah terjadi karena kesalahan saya yang tidak bisa mengajari murid hamba dengan baik dan ini adalah kegagalan saya sebagai orang guru. Saya berhak mendapatkan hukumannya." ucap Tetua Han yang perlahan bangun dari sujud dengan nada suara yang rendah tapi terdengar penuh luka di hatinya dengan ekspresi wajah kecewa dan sedih di saat bersamaan.
"Saya sudah hidup terlalu lama dan bahkan tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini tapi murid saya masih muda dan perjalanannya masih panjang. Oleh karena itu, silahkan Tuan Muda Yu ambil nyawa saya dan lepaskan murid saya ini." ucap Tetua Han sambil melangkah maju dua langkah sambil berdiri tegap dengan mata tertutup seolah pasrah dengan semua yang akan dilakukan Li Yuchen padanya.
"Tidak! Guru! Jangan lakukan itu guru! Ini salah murid, murid bersalah." ucap Ye Rui dengan teriakan yang sangat keras seperti teriakan putus asa dengan air mata yang tiada hentinya mengalir.
Li Yuchen yang hanya diam melihat pertunjukan antara murid dan guru di depannya itu tidak bisa berkata-kata lagi karena semua yang terjadi membuat kepala Li Yuchen sakit karena pusing.
"Merepotkan!" ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah tapi masih dapat terdengar jelas di telinga Tetua Han dengan ekspresi wajah yang malas.
"Mengambil murid yang berbakat tapi keras kepala itu sangat merepotkan dan menyusahkan diri sendiri. Inilah karma yang dimiliki Tetua Han karena memiliki murid seperti Nona Ye ini." ucap Li Yuchen dalam hati sambil menundukkan kepalanya lalu menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menarik nafas yang panjang.
Li Yuchen yang melihat sikap Tetua Han yang telah siap mengorbankan nyawanya untuk muridnya yang tidak berbakti membuat hati kecil Li Yuchen sakit.
"Pengorbanan ini membuatku sakit!" ucap Li Yuchen dalam hati sambil membayangkan Permaisurinya yang telah lama pergi bahkan Li Yuchenn sudah tidak bisa mengingat wajahnya lagi tapi sosoknya masih terkenang selalu.
Li Yuchen yang memikirkan kebaikan hati dan ketulusan hati Tetua Han pun memutuskan untuk tidak menyiksa Ye Rui dan mencabut nyawanya tapi melakukan sesuatu yang lain sebagai balasannya.
__ADS_1
"Kau adalah guru yang baik. Kau telah memberikan semua yang kau miliki tapi sayang kau tidak beruntung karena memiliki murid yang tidak berbakti dan tidak tau caranya berterima kasih." ucap Li Yuchen dengan nada suara yang terdengar sedih dengan tatapan mata yang kecewa di saat itu juga saat melihat sosok gadis muda yang awalnya sangat cantik penuh dengan semangat telah berubah menjadi seorang wanita yang tidak bisa kenali lagi dalam kondisi yang memperihatinkan.
Li Yuchen pun memutuskan untuk memberikan hukuman lain yang akan ditanggung Ye Rui seumur hidupnya dan hukuman itu akan selalu tersimpan dalam ingatan Ye Rui tentang kesalahan terbesarnya.
"Aku akan mengabulkan permintaanmu Tetua Han. Aku akan melepaskan muridmu ini dari Segel Formasi yang dibuat olehku tapi meskipun begitu sikap dan sifat buruknya tidak dapat ditoleransi. Dia akan mendapatkan hukuman lain yang akan selalu mengingatkannya tentang kesalahannya yang sampai membuat guru yang telah mengajarkan semuanya padanya bersujud di hadapan orang lain demi untuk menyelamatkan nyawanya." ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang datar dan ekspresi wajah yang kejam dengan senyum yang misterius.
Tetua Han yang mengetahui nyawa muridnya itu dapat diselamatkan pun merasa sangat bersyukur dan lega bahkan hukuman apapun yang diberikan Li Yuchen kepada Ye Rui dapat diterimanya dengan ikhlas.
"Tuan Muda Yu dapat melakukan apapun padanya karena mulai saat ini dia bukan lagi muridku." ucap Tetua Han sambil membuang wajahnya ke arah lain dengan raut wajah yang lega.
Li Yuchen yang mendengar perkataan Tetua Han tidak akan mengatakan apapun lagi dan hanya melakukan apa yang telah dikatakannya.
Li Yuchen pun menarik kembali Segel Formasi yang telah dibuatnya dan juga menarik semua nafsu membunuh yang telah dikeluarkannya dalam waktu bersamaan.
"Segel mati!" ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dan dalam waktu singkat Kertas Segel Formasi itu pun terbakar dan Pola Formasi yang berada di bawah tubuh Ye Rui pun menghilang.
Ye Rui yang telah terbebas dari Segel Formasi dan tekanan yang membuatnya kesulitan bernafas dan bergerak pun mencoba bergerak ke arah Tetua Han dengan tubuh yang lama.
"Gu-guru!" panggil Ye Rui dengan suara yang rendah dan terbata-bata dengan ekspresi wajah kelelahan dan sedih sambil menatap punggung Tetua Han yang tidak mau menoleh ke arahnya.
Li Yuchen yang melihat Ye Rui mulai bergerak dan melarikan diri dari hukumannya yang lain pun segera meletakkan Segel Jiwa kepada Ye Rui yang mana Segel Jiwa ini efeknya jauh lebih kuat daripada yang diberikan kepad Ye Zhin.
"Segel Jiwa Kematian!" ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang fokus ke arah Ye Rui dengan ekspresi wajah yang serius.
Ye Rui yang awalnya ingin menemui Tetua Han tiba-tiba tidak bisa menggerakkan tubuhnya seolah seluruh tubuhnya terkunci dan dirinya hanya bisa melihat dan mendengar.
"A-apa yang terjadi padaku? Guru!" panggil Ye Rui dalam hati karena tidak bisa menggerakkan bibir dan mengeluarkan suaranya sambil terus menatap punggung Tetua Han yang dingin.
__ADS_1
Ye Rui yang tidak bisa bergerak tiba-tiba merasakan adanya guncangan seolah jiwanya terpisah dari tubuhnya yang membuat Ye Rui merasakan rasa sakit sesaat lalu menghilang bahkan tubuhnya yang tidak dapat digerakkan akhirnya dapat bergerak dengan bebas seolah tidak terjadi apapun.
"Tubuhku! Tubuhku dapat digerakkan lagi! Aku juga bisa berbicara lagi." ucap Ye Rui dengan suara yang bahagia dengan ekspresi wajah tidak percaya.
Li Yuchen mengikat jiwa Ye Rui ke dalam alam bawah sadarnya dan mengikatnya dengan rantai emas yang sangat kuat. Li Yuchen memutuskan untuk menjadikan Ye Rui sebagai budaknya yang tidak punya pilihan lain selain patuh dengan perintahnya.
"Nyawamu akan selamanya berada di tanganku. Ingatlah ini, satu kesalahan yang kau buat akan membahayakan nyawa semua orang yang ada di dekatmu. Jadi jaga sikapmu mulai sekarang." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dan cuek.
Ye Rui yang mendengar perkataan Li Yuchen pun merasa seakan dunianya runtuh. Kebanggaan yang dimilikinya selama ini telah sirna begitu saja dengan kenyataan bahwa dirinya telah menjadi budak.
"Aku adalah seorang budak!" gumam Ye Rui dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang sedih dan tidak percaya akan kenyataan.
Li Yuchen yang tidak memiliki masalah apapun lagi dengan Ye Rui mengabaikan Ye Rui yang masih terjerat dalam fikirannya sendiri pun menoleh menatap Tetua Han yang hanya menatap lantai dengan tatapan kosong.
"Tetua Han, aku harap anda tidak akan menyalahku untuk semua yang terjadi?" tanya Li Yuchen dengan nada suara yang datar karena di dalam hati Li Yuchen dirinya tidak ingin memiliki musuh apalagi sampai bermusuhan dengan orang yang baik dan bijaksana seperti Tetua Han.
"Tidak sama sekali Tuan Muda Yu. Saya yakin anda pasti memiliki alasan untuk semuanya." ucap Tetua Han dengan sikap yang bijaksana sambil menggelengkan kepalanya dengan lemah.
"Baiklah. Aku mengerti. Meskipun Nona Ye adalah budakku tapi selamanya dia tetap muridmu Tetua Han. Aku tidak akan memperlakukannya dengan buruk asalkan dia menjaga sikapnya dan menghilangkan kesombongan yang ada pada dirinya." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dan sorot mata yang tajam.
Tetua Han yang mendengar penjelasan Li Yuchen menjadi sangat senang dan merasa bersyukur karena penilaiannya terhadap Li Yuchen tidaklah salah.
"Terima kasih Tuan Muda Yu." ucap Tetua Han sambil menundukkan kepalanya karena rasa syukur yang tinggi sambil tersenyum bahagia di hadapan Li Yuchen.
Di saat keadaan telah menjadi damai kembali, ada seseorang yang datang dan mengacaukan suasana yang penuh haru hingga membuat Li Yuchen harus banyak menarik nafas panjang.
#Bersambung#
__ADS_1
Nah loh, ada yang mengacaukan mood MC kita ni, kira-kira siapa ya? Jawab di kolom komentar ya..