Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 37. Menerobos Tingkat Tujuh


__ADS_3

Wu Peng yang melihat keadaan di Kediaman Wu telah berubah menjadi sangat kacau pun memerintahkan Kepala Pelayan untuk membawa mayat Lady Wei pergi.


"Singkirkan mayat wanita itu begitu pula dengan barang dan orang yang berhubungan dengannya." ucap Wu Peng yang memberikan perintah dengan nada bicara yang dingin dan tatapan mata yang tajam.


"Baik, Tuan Muda!" ucap Kepala Pelayan dengan patuh sambil menganggukkan kepalanya.


Wu Peng yang tidak ingin tinggal lebih lama lagi di tempat yang sama dengan orang-orang yang selama ini memandang rendah dirinya, ibunya dan adiknya pun berbalik arah dan pergi.


Namun, sebelum kepergian Wu Peng, Kepala Pelayan yang tidak mengetahui apapun tentang Segel Formasi menjadi bingung cara dirinya memperlakukan Wu Gui yang masih terpengaruh dalam Segel Formasi.


"Tuan Muda, bagaimana dengan ..." ucap Kepala Pelayan yang tertunda dengan ekspresi wajah yang bingung.


"Biarkan saja sampah itu seperti itu, jangan mendekatinya dalam jarak 10 meter jika kau tidak ingin ikut terjebak bersamanya." ucap Wu Peng dengan wajah tanpa ekspresi sambil menoleh ke arah Kepala Pelayan.


"Dia akan tetap seperti itu selama sepuluh hari dan tidak akan ada yang bisa membatalkan Segel tersebut kecuali Master Formasi itu sendiri atau Master Formasi tingkat Empat bahkan aku sendiri tidak bisa melakukan apapun dan aku bisa ikut terjebak dalam Segel tersebut jika masih berani menolongnya." ucap Wu Peng dengan tatapan menghina ke arah Wu Gui yang terus berteriak kesakitan.


"Aku dapat mencoba membebaskan sampah ini dengan resiko Garis Keturunan Keluarga Wu putus sampai di sini!" ucap Wu Peng dengan nada yang dingin dan tatapan yang tajam ke arah Wu Zhong yang telah duduk di atas kursi kerjanya dengan kepala bertopang di tangan kanan.


Wu Peng pun pergi meninggalkan Kediaman Keluarga Wu dan pergi ke Menara Formasi Shinzu untuk menenangkan diri.


Saat dirinya tiba, Wu Peng ternyata telah ditunggu oleh Yuo. Yuo yang melihat Wu Peng datang segera membisikkan sesuatu yang membuat Wu Peng semangat kembali.


"Tuan Muda, maaf saya tidak tau identitas dari orang tersebut tapi Pelayan Nona Shu pasti mengetahuinya dan saya telah menangkap orangnya lalu meletakkannya ke dalam Ruang Rahasia." ucap Yuo dengan suara yang sangat rendah.


"Apa kau yakin dia mengetahuinya?" tanya Wu Peng dengan tatapan mata menyelidik sambil menatap Yuo.


"Saya sangat yakin, Tuan Muda. Pelayan itu bersikap sangat aneh saat berada di sebuah Penginapan dan saat saya ingin mencari tau saya menyadari terdapat Segel Pelindung terpasang di salah satu kamar seperti yang Tuan Muda ajarkan." ucap Yuo dengan ekspresi wajah yang serius dan mata yang berbinar.


Wu Peng yang merasa menemukan titik terang pun bergegas menemui Pelayan itu dan menggunakan cara baik-baik untuk mendapatkan infotmasi tersebut.


Namun Pelayan tersebut sangat loyal dan bersedia mati daripada mengatakan informasi yang dimilikinya.


"Tuan Muda Wu, apakah anda tidak malu menculik seorang Pelayan rendahan sepertiku? Jika Nona Shu tau, Nona Shu tidak akan diam saja." ucap Pelayan tersebut mencoba mempertahankan kewarasannya.


"Kau adalah tawananku sekarang dan kau berani mengancamku." ucap Wu Peng dengan tatapan mata yang dingin.

__ADS_1


"Aku tidak akan memberimu informasi apapun. Lebih aku mati daripada aku mengatakan sepatah kata untuk untuk." ucap Pelayan tersebut dengan tekad yang sangat erat.


"Jika itu yang kau inginkan maka matilah tanpa dapat bereinkarnasi." ucap Wu Peng dengan tatapan membunuh dengan wajah yang sangat dingin.


Wu Peng yang marah menggunakan Segel Pengikat Jiwa untuk membaca semua ingatan orang yang Jiwanya telah terperangkap.


Setelah mendapatkan informasi yang diinginkannya, Wu Peng pun menghancurkan jiwanya hingga berkeping-keping agar Pelayan tersebut tidak dapat bereikarnasi kembali.


"Ini adalah hukuma untuk orang yang berani melawan perkataanku." ucap Wu Peng dengan anda yang dingin lalu berbalik pergi.


"Urus mayatnya dan jangan tinggalkan jejak sedikit pun." ucap Wu Peng memberi peringatan kepada Yuo yang berdiri di dekat mayat Pelayan tersebut.


"Saya mengerti, Tuan Muda!" ucap Yuo dengan wajah yang patuh sambil menganggukkan kepalanya.


"Li Yuchen! Aku harus membuatmu berada di pihaku!" ucap Wu Peng dengan wajah yang serius sambil terus berjalan menjauh dari Ruang Rahasia.


Sementara itu, Li Yuchen yang telah menderita sangat lama akhirnya merasakan jika terobosannya telah ada di depan matanya pun mengambil Pil Penyembuhan dalam Giok Naga dan memakannya sehingga tubuh Li Yuchen yang telah kehabisan tenaga dapat pulih kembali.


"Aku tidak bisa menyerah begitu saja. Aku harus bisa naik tingkat kali ini. Aku tidak bisa kehilangan kesempatan emas ini." ucap Li Yuchen dengan wajah yang penuh dengan keringat dan tekad yang kuat pantang menyerah.


Li Yuchen yang memiliki banyak energi Qi di dalam tubuhnya pun mengalirkan energi tersebut ke Tujuh Titik Meridiannya hingga terisi penuh.


Energi yang meluap-luap dari dalam tubuh Li Yuchen pun akhirnya dapat membuat Li Yuchen naik tingkat dengan sangat cepat tanpa ada hambatan.


"Aaaarrggghhhh!" teriak Li Yuchen dengan sangat keras dengan tangan dan kaki yang terbentang lebar melepaskan semua rasa sakit yang menyiksanya.


"Level Bumi tingkat Empat!"


"Level Bumi tingkat Lima!"


"Level Bumi tingkat Enam!"


"Level Bumi tingkat Tujuh!"


Li Yuchen yang berhasil naik tingkat sebanyak empat kali secara berturut-turut pun mulai duduk bersilah kembali dengan mata terpejam.

__ADS_1


"Aku harus segera menstabilkan energi yang ada di dalam tubuhku agar tidak menghancurkan pondasi yang telah aku bangun dari awal." gumam Li Yuchen sambil mengambil posisi yang cocok dan mulai berkonsentrasi.


Li Yuchen pun mulai menstabilkan energi yang ada di dalam tubuhnya dikarenakan naik tingkat secara instan.


Setelah satu jam berlalu akhirnya Li Yuchen berhasil beradaptasi dengan kekuatan yang baru saja didapatkannya.


"Aku berhasil! Sekarang aku telah berada di tingkat Tujuh. Ternyata Inti Kristal ini sangat bagus untuk melakukan terobosan meskipun rasa sakitnya sangat luar biasa tapi hasil yang didapatkan sungguh tidak mengecewakan!" ucap Li Yuchen sambil berdiri dengan menggenggam tangannya dengan sangat erat merasakan kekuatan yang beredar di seluruh tubuhnya.


Li Yuchen yang telah berhasil naik tingkat tidak menyangka jika dirinya masih dapat merasakan lapar.


"Kruukukk! Krruukkkukkk!" suara perut Li Yuchen yang berbunyi dengan sangat keras.


"Hah! Perutku sakit sekali! Aku sudah sehari semalam tidak makan wajar saja perutku berbunyi dengan sangat keras. Aku harus segera keluar dan makan sesuatu yang enak untuk merayakan keberhasilanku naik tingkat lagi." ucap Li Yuchen dengan gembira sambil melompat dengan ceria menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang penuh dengan keringat setelah melakukan terobosan.


Li Yuchen yang telah rapi kembali tidak menyadari adanya perubahan besar di salah satu Keluarga Besar di Kota Jinlin itu ternyata telah menghabiskan 10 mangkok mie di Kedai Makan saat dirinya bertemu Seo Xiqin.


Li Yuchen yang telah kenyang pun duduk bersandar di kursi dengan perut yang penuh.


"Hah, perutku sudah kenyang. Sekarang apa yang harus aku lakukan?" ucap Li Yuchen dengan santai sambil bersandar di kursi.


Saat Li Yuchen sedang bersantai, Li Yuchen tidak sengaja mendengar tentang Pelelangan yang akan terjadi siang ini di Menara Formasi Shinzu.


"Apa kau tau akan ada Pelelangan besar siang ini di Menara Formasi Shinzu?"


"Ya aku tau itu. Pelelangan kali ini memiliki banyak sekali harta karun dan salah satunya adalah Kuas Tinta dan Kertas Simbol Emas."


"Tidak hanya itu ada juga Harta Karun lain yang akan dilelangkan siang ini. Semoga saja aku bisa mendapatkan sesuatu untuk dibawa pulang."


Li Yuchen yang mendengar hal itu pun berencana pergi ke Menara Formasi Shinzu.


"Sepertinya aku harus pergi kesana. Mungkin saja aku bisa menemukan Harta Karun yang bagus untuk Alkemia dan Formasi." gumam Li Yuchen dengan senyum misterius sambil memanggil Pelayan untuk membayar makanannya.


Li Yuchen yang merasa sangat beruntung tidak menyadari jika ini adalah jebakan yang telah dibuat seseorang untuk dapat mendapatkan hatinya.


#Bersambung#

__ADS_1


__ADS_2