Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 296. Firasat Li Yuchen


__ADS_3

Di saat semua orang sedang istirahat, Raja Naga yang tidak pernah menyangka jika perkiraannya akan salah pun menjadi sangat kesal.


"Rowie! Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa jumlah manusia yang mati tidak seperti yang diperkirakan?" tanya Naga Hitam dengan nada suara yang tinggi sambil mencengkram tubuh Rowie dengan cakarnya.


"Maafkan saya, Rajaku. Saya juga tidak tau tapi saya akan segera mencaritau!" ucap Rowie dengan nafas yang tidak teratur dengan ekspresi wajah kesakitan.


Naga Hitam yang tidak ingin kehilangan Pion miliknya yang sangat berharga hanya karena emosi sesaatnya pun melepaskan Rowie lalu meletakkannya dengan kasar.


"Aku tidak ingin ada kesalahan lagi. Cepat cari tau dan selesai sumber masalahnya!" ucap Naga Hitam dengan suara yang tinggi yang tanpa sadar membuat seluruh tubuh Rowie ketakutan.


Rowie yang tidak ingin membuat Naga Hitam marah lagi dan menjadi penghambat Naga Hitam mewujudkan mimipinya pun bergegas ke Kota yang tidak memberikan sumbangan nyawa manusia sama sekali.


"Tujuan pertamaku adalah Kota Xilin! Aku harus pergi sekarang!" ucap Rowie dengan ekspresi wajah yang serius dengan tekad kuat yang terlihat jelas di sorot matanya.


Rowie yang terbang ke Kota Xilin pun berhenti saat melihat sebuah bendera di perbatasan Kota Xilin sehingga memutuskan turun untuk melihatnya.


"Bendera apa ini?" gumam Rowie dengan suara yang rendah sambil mengulurkan tangan menyentuh bendera tersebut dan menemukan sebuah Pola Formasi.


"Formasi? I-Ini.... Formasi Naga?" tanya Rowie dengan nada suara yang bingung dan penasaran di saat bersamaan.


Rowie yang telah menemukan alasannya pun kembali menemui Naga Hitam dan melaporkannya.


Naga Hitam yang mendengar pernyataan dari Rowie pun tertawa dengan sangat keras yang akhirnya membuat Rowie menatap dengan wajah kebingungan.


"Rajaku!" panggil Rowie dengan suara yang rendah karena melihat Naga Hitam sedang beristirahat.


"Ada apa? Apakah kau sudah tau penyebab kegagalanmu?" tanya Naga Hitam dengan nada suara yang sinis sambil menatap tajam ke arah Rowie.


"Benar, Rajaku. Saya menemukan bahwa Kota Xilin yang tidak memberikan nyawa apapun ternyata memiliki Formasi Perlindungan untuk Kotanya!" ucap Naga dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang dingin.


"Formasi Perlindungan apa maksudmu?" tanya Naga Hitak yang menjadi semakin bingung setelah mendengar perkataan Rowie.

__ADS_1


"Itu adalah Formasi tingkat Lima dan dari Polanya bisa dilihat bahwa Formasi itu milik Klan Naga, Rajaku!" ucap Naga Hitam dengan suara yang tegas dan penuh percaya diri.


"Begitu rupanya. Sudah kuduga, tidak mungkin Naga busuk dan jelek itu akan mati begitu saja. Ternyata dia telah memilih satu manusia untuk menjadi penerusnya!" ucap Naga Hitam dalam hati dengan tawa yang lebar.


Naga Hitam yang tidak ingin ada penghalang dalam rencananya menguasai Daratan Danzong pun meminta Rowie mencari keberadaan orang yang membuat Formasi itu.


Rowie yang yang tidak ingin gagal lagi pun kembali ke Kota Xilin lalu mengganti wujudnya menjadi manusia dan berpakaian yang seksi lalu memasuki Gerbang Kota Xilin tanpa hambatan.


Rowie yang tidak menyangka akan langsung menemukan orang yang bisa dijadikannya target untuk mendapatkan informasi pun bertemu dengan salah seorang Master Formasi..


Rowie yang tidak ingin membuang waktunya untuk mengorek informasi pun membuat Master Formasi itu pingsan lalu mencari informasi itu di dalam ingatannya.


Rowie yang berhasil mendapatkan yang diinginkannya pun meninggalkan Master Formasi itu dijalanan dan kembali ke Istana tempat Naga Hitam bersembunyi.


Keesokan paginya, Li Yuchen yang menyadari jika Serangan Hewan Buas akan terjadi lagi dalam waktu dekat pun menjadi sangat khawatir akan keselamatan Seo Xiqin.


“Aku akan pergi ke Istana Kaisar dan untuk kembali ke Akademi Yunlong aku membutuhkan waktu selama satu atau dua jam dengan menggunakan Segel Formasi Teleportasi. Aku tidak bisa membiarkan Seo Xiqin dalam bahaya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang cemas.


“Keluarlah, Burung Phoenix!” panggil Li Yuchen dengan ekpsresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


“Ada apa, Bos? Apakah Bos ingin mengajakku makan daging lagi?” tanya Burung Phoenix dengan nada suara yang ceria sambil terus terbang di hadapan Li Yuchen.


“Lebih dari itu. Aku ingin kau pergi ke tempat Istriku dan melindunginya hingga aku kembali. Aku ingin kau menjamin keselamatannya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang tegas dengan penekanan di akhir kalimat.


“Jika kau berhasil melakukan tugas ini dengan baik. Maka aku akan memberikanmu Daging Panggang sebanyak yang kau mau!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang penuh dengan percaya diri yang tinggi.


Burung Phoenix yang mendengar janji yang diucapkan oleh Li Yuchen padanya pun menjadi sangat bersemangat dan dengan senang hati melakukan tugas yang diperintahkan oleh Li Yuchen.


Burung Phoenix yang tau jika identitasnya sebagai Burung Phoenix tidak boleh ketahuan orang-orang pun mengubah wujudnya menjadi Burung Pipit yang kecil dan imut lalu bersiap untuk pergi.


Li Yuchen yang melihat Burung Phoenix yang telah berubah wujud terbang tinggi ke langit dan perlahan menghilang dari pandangannya pun tersenyum lega.

__ADS_1


“Maafkan aku yang tak bisa selalu bersamamu karenanya aku kirimkan Burung Phoenix itu padamu. Aku harap Burung Phoenixku bisa melindungimu!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang sedih sambil menatap keluar jendela.


Tepat setelah Burung Phoenix pergi, Li Yuchen mendengar suara pintu kamarnya diketok pun keluar dan melihat Pangeran Mahkota Su Lao dan Pangeran Su Wang yang telah berdiri di depan pintu kamarnya.


“Yang Mulia Pangeran!” panggil Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan alis yang mengkerut.


“Tuan Muda Li, bisakah kita pergi ke Istana sekarang? Yang Mulia Kaisar sedang menunggu disana!” ucap Pangeran Mahkota Su Lao dengan suara yang rendah dengan senyum yang lembut.


“Baiklah. Silahkan pimpin jalannya Yang Mulia!” ucap Li Yuchen dengan nada suara dan ekspresi wajah yang dingin.


Pangeran Mahkota Su Lao yang baru saja mendapatkan informasi tentang Li Yuchen pun menjadi sangat kagum dengan Li Yuchen dan berniat untuk membuat Li Yuchen berada di pihaknya.


Namun, Li Yuchen yang tidak tertarik bicara dengan siapapun saat ini pun hanya mengabaikan setiap pertanyaan yang diajukan oleh Pangeran Mahkota Su Lao sehingga membuat Pangeran Mahkota Su Lao menjadi kesal.


Pangeran Su Wang yang sangat mengenal sifat Pangeran Mahkota Su Lao yang tempramental pun mencoba menenangkan Pangeran Mahkota hingga akhirnya Pangeran Mahkota Su Lao memilih ikut diam selama perjalanan.


Li Yuchen yang senang karena tidak perlu berada di dalam Kereta Kuda selama seharian pun akhirnya sampai di Kota Kekaisaran setelah harus berpindah tempat Teleportasi sebanyak tiga kali.


“Tuan Muda Li, kita telah sampai di Kota Kekaisaran dan setengah jam lagi kita akan berada di Istana!” ucap Pangeran Wang dengan senyum yang lebar dan ekspresi wajah yang bersahabat.


Li Yuchen yang mendengarnya pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu tiba-tiba Li Yuchen merasakan sesuatu yang tidak nyaman pada tubuhnya.


“Ada apa ini? Kenapa perasaanku tidak enak? Apakah akan terjadi sesuatu yang buruk lagi?” tanya Li Yuchen pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bingung sambil memegang jantungnya.


Pangeran Wang yang melihat sikap Li Yuchen yang terlihat sangat aneh dan berbeda pun menjadi penasaran.


“Tuan Muda Li, apakah anda baik-baik saja? Apakah anda sakit? Apakah kita perlu berhenti untuk istirahat sebentar sebelum menemui Yang Mulia Kaisar?” tanya Pangeran Wang dengan nada suara yang khawatir.


“Tidak! Tidak perlu. Kita bisa pergi ke Istana sekarang!” ucap Li Yuchen dengan suara yang tegas dengan senyum kecil dengan tatapan mata yang cemas.


#Bersambung#

__ADS_1


Firasat apa yang dimiliki Li Yuchen? Apa yang akan dibicarakan Li Yuchen dengan Kaisar Su Yongkang? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...


__ADS_2