
Nanggong Tianyi yang mendengar sindiran pedas dari mulut Li Yuchen pun menghela nafas panjang dan berbalik arah dan menendang kedua Penjaga itu sangat kuat hingga memuntahkan darah.
“Mulai saat ini, kalian berdua bukan lagi Penjaga Keamanan Kota Xilin! Semua hak dan fasilitas yang kalian terima akan diambil kembali!” teriak Nanggong Tianyi dengan sangat keras sambil memastikan semua orang yang ada di sana mendengar perkataannya termasuk beberapa Penjaga yang mengikutinya.
Nanggong Tianyi yang tidak ingin melihat dua orang yang membuat masalah bagia Kota Xilin lagi pun menghela nafas panjang lalu berbalik arah menatap Li Yuchen.
Nanggong Tianyi yang melihat Li Yuchen berdiri dengan sangat tegap dengan tubuh dan kepala yang tertutup jubah pun dapat memahami yang terjadi dalam sekali lihat.
“Orang ini bukanlah orang sembarangan! Dengan sengaja menggunakan jubah hitam untuk menutupi identitasnya, siapa orang ini sebenarnya?” tanya Nanggong Tianyi dalam hati dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang tajam.
“Saya tidak berani membela orang yang bersalah. Saya yakin jika Master menyegel mereka berdua berarti mereka telah membuat kesalahan yang sangat berat karena itu saya akan menyerahkan nasib keduanya pada anda!” ucap Nanggong Tianyi yang bisa membaca situasi dengan tatapan mata yang seperti elang.
“Bagus jika kau mengerti!” ucap Li Yuchen yang tidak perduli sambil tersenyum sinis sambil menatap dua penjaga yang ada di depannya.
“Aktifkan!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah.
Nanggong Tianyi yang melihat Li Yuchen tersenyum sinis membuat Nanggong Tianyi merasakan firasat buruk sehingga tanpa sadar Nanggong Tianyi pun berbalik arah melihat dua orang penjaga yang tersegel dalam Segel Formasi.
Di saat bersamaan, Tubuh dua orang Penjaga yang terkurung di dalam Segel Formasi tiba-tiba langsung bereaksi setelah Li Yuchen mengaktifkan Formasinya.
Dalam waktu singkat kedua tubuh Penjaga tersebut membesar satu per satu seperti balon dan saat berada dalam situasi tertentu tubuhnya pun meledak tanpa meninggalkan apapun kecuali darah yang terciprat sangat banyak.
Li Yuchen yang tidak ingin kereta kuda yang diduduki Seo Xiqin terkena darah pun secara diam-diam telah membangun Segel Perlindungan yang membuat cipratan darah itu seakan terkena dinding transparan.
“Hmmm, untunglah aku sudah membuat Dua Segel Formasi jika tidak kereta kuda yang ditempati Qier pasti akan bau amis darah dari dua orang idiot ini!” ucap Li Yuchen sambil tersenyum puas.
Berbanding terbalik dengan suasana hati Li Yuchen semua orang yang ada di tempat itu pun langsung berteriak ketakutan tak terkecuali Penjaga Keamanan dan Orang-orang Tua bahkan anak kecil yang melihat kejadian itu pun langsung menangis tersedu-sedu.
“Aaaagghhhh!”
“Apa yang telah terjadi?”
__ADS_1
“Tidak! Tu-tubuhnya hancur! Aaaarrgghhhh!”
“Uwaaahhh! Uwaahhhh! Uwaaahhh!”
“Iiibuuuu! Aaayyaahhhh!”
Nanggong Tianyi yang melihat perbuatan Li Yuchen hanya bisa berdiri di tempatnya dengan tatapan mata yang kosong lalu terduduk dalam posisi berlutut di hadapan gumpalan darah kedua penjaga yang baru saja meninggal dihadapannya.
“Hah!” gumam Naggong Tianyi dengan tatapan mata yang terbuka lebar dengan ekspresi wajah yang membiru ketakutan dengan tubuh yang bergetar.
“A-apa yang telah terjadi?” tanya Nanggong Tianyi yang masih belum sadarkan diri dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan tatapan mata kebingungan.
Sementara itu, Li Yuchen yang tidak peduli dengan orang-orang disekitarnya pun melompat ke atas kereta kuda dan duduk di kursinya lalu melajukan keretanya masuk ke dalam Pintu Gerbang.
Penjaga yang berdiri di sekitar Gerbang pun langsung membuka Pintu Gerbang dengan sangat lebar tanpa sadar dengan ekspresi wajah yang masih terkejut dan tubuh yang bergetar.
Li Yuchen yang melihat sikap Penjaga Keamanan Kota Xilin yang menundukkan kepala dengan ekspresi wajah yang ketakutan membuat perasaan familiar yang sering dialaminya saat menjadi Kaisar Legenda yang Tirani di Daratan Wuzhou.
Seo Xiqin yang melihat perbuatan Li Yuchen kepada Penjaga Gerbang yang memiliki niat buruk padanya itu tidak memiliki perasaan kasihan ataupun iba sama sekali kecuali Sui’er, Luo’er dan Bibi Yi yang langsung kehilangan selera makannya.
“Di saat kau melakukan sebuah kesalahan dan menyalahgunakan jabatanmu maka jangan pernah menyalahkan orang lain untuk nasib buruk yang akan kau terima saat melakukan kejahatannya!” ucap Seo Xiqin dengan suara yang rendah dengan mata yang tertutup dengan sikap yang anggun dan elegan.
“Aagghhh! Melihat Tuan Besar melakukan itu. Perutku yang lapar tiba-tiba sudah tidak lapar lagi!” gumam Sui’er dengan wajah yang lelah.
“Aku telah kehilangan selera makanku sekarang! Tidak tau berapa lama selera makanku akan kembali!” ucap Bibi Yi dengan ekspresi wajah yang sedih dan nada suara yang rendah yang hanya ditanggapi anggukan persetujuan dari Luo’er dan Sui’er.
Li Yuchen yang membawa kereta kuda masuk ke dalam Kota Xilin mulai mengkhawatirkan ketenangan yang diimpikannya.
“Hah! Setelah kejadian ini, Kota Xilin akan menjadi sangat sibuk dan berisiki. Aku harus segera mencari tempat untuk bersembunyi beberapa hari!” gumam Li Yuchen sambil melihat jalanan yang ada di depannya.
Li Yuchen yang tidak ingin identitasnya ketahuan pun memasuki Gang Sempit dan menyerahkan kereta kudanya kepada seorang anak kecil untuk dititipkan di tempat penitipan sambil dibersihkan lalu menyerahkan uang perak dalam jumlah yang banyak.
__ADS_1
“Apakah kau bisa melakukan tugas ini dengan baik?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang menyelidik dengan nada suara yang penasaran.
“Tenang saja, Tuan. Anda tidak perlu khawatir. Aku pasti akan menjaga kereta kuda anda dengan sangat baik dan membersihkannya hingga tidak akan ada satu debu pun yang menempel!” ucap anak kecil itu dengan nada suara dan ekspresi wajah yang percaya diri.
“Baiklah. Ini uangmu!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang pasrah sambil menyerahkan uang upah yang pantas untuk anak kecil tersebut.
“Terima kasih banyak Tuan untuk kepercayaan anda. Saya tidak akan mengecewakan anda.” Ucap Anak kecil tersebut sambil menundukkan kepala dengan ekspresi wajah yang bahagia saat melihat jumlah uang perak yang diterimanya.
Anak kecil yang tidak ingin kehilangan pekerjaan dan uang yang ada di tangannya pun langsung menaiki kereta kuda dan membawanya pergi dengan sangat cepat.
Seo Xiqin yang mengkhawatirkan Li Yuchen setelah yang dilakukannya di Pintu Gerbang pun menatap Li Yuchen dengan tatapan mata yang cemas.
“Chen gege! Sebaiknya kau melepas jubah hitam itu jika tidak maka identitasmu akan ketahuan nanti!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang khawatir.
“Baiklah.” Ucap Li Yuchen yang langsung menyimpan jubah hitam tersebut ke dalam Tas Qiankun miliknya.
Li Yuchen dan yang lainnya yang sudah sangat lelah selama perjalanan pun memutuskan untuk menginap di salah Penginapan yang besar di Kota Xilin.
“Wah! Penginapan ini besar sekali!” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan tatapan mata yang tidak bisa lepas dari setiap sudut yang ada di Penginapan tersebut.
“Benar sekali! Lihatlah! Aku tidak pernah melihat lampu yang sangat besar dan indah seperti itu seumur hidupku!” gumam Luo’er yang ikut melihat-lihat benda yang ada di dalam Penginapan.
“Nona pasti akan merasa nyaman tinggal di sini untuk sementara waktu!” ucap Bibi Yi dengan nada suara yang ceria dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang lebar.
“Aku sangat yakin jika Penginapan ini pasti memiliki Menu Makanan yang sangat enak. Sayang sekali, aku telah kehilangan nafsu makanku saat melihat kejadian yang tidak terduga!” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang sedih dan kecewa yang langsung disusul dengan ekspresi wajah yang kecewa di wajah Luo’er dan Bibi Yi.
Seo Xiqin yang mendengar perkataan pelayannya itu pun hanya tertawa kecil sambil terus menatap interior di dalam Penginapan yang pertama kali di lihatnya.
#Bersambung#
Apakah ada yang bisa menebak bagaimana sikap Nanggong Tianyi selanjutnya? Apakah perubahan yang terjadi setelah kedatangan Li Yuchen di Kota Xilin?
__ADS_1