
Li Yuchen yang pergi meninggalkan Restoran bersama Ye Zhin pun pergi mencari Penginapan tapi Li Yuchen yang merasakan ada orang yang mengikutinya sejak awal dirinya keluar dari Restoran memustuskan untuk menjebak orang tersebut.
"Ye Zhin, apakah kau merasakannya juga?" tanya Li Yuchen secara langsung dengan nada suara yang setengah berbisik.
"Ya, Bos. Orang ini sepertinya sengaja mengikuti kita dan berniat bicara enam mata dengan kita, Bos setelah melihat situasi dimana dia tidak menyembunyikan hawa keberadaannya!" jawab Ye Zhin dengan nada suara yang tegas.
"Kalau begitu, kita cari tempat yang sepi untuk membuatnya keluar!" ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam.
Keduanya pun pergi ke salah satu gang yang sempit dan juga sepi lalu berhenti di tengah-tengah saat tak ada seorangpun di sekitar.
"Tuan, silahkan keluar! Tidak ada seorangpun disini!" ucap Li Yuchen dengan suara yang sedikit tinggi dengan ekspresi wajah yang dingin.
Tepat setelah Li Yuchen mengatakan hal itu ada seorang Pria yang berpakaian seperti Bangsawan turun dari atas sambil memakai penutup kepala yang sangat lebar.
Li Yuchen yang tiba-tiba merasakan Aura yang sangat familiar dari arah orang yang ada di depannya itu pun menjadi penasaran.
"Siapa orang ini? Kenapa aku merasakan perasaan rindu yang teramat sangat padanya?" tanya Li Yuchen pada dirinya sendiri dalam hati dengan mata yang terbuka lebar.
Pria tersebut pun melepaskan topinya dan menyimpannya ke ruang Penyimpanan karena hanya dalam hitungan menit topi tersebut telah menghilang.
Li Yuchen yang melihat wajah, postur dan juga sikap orang yang ada di depannya pun tanpa sadar tertawa dengan sangat keras.
Ye Zhin dan pria yang berdiri di hadapan Li Yuchen pun menjadi sangat bingung saat melihat Li Yuchen tertawa dengan sangat lepas.
Li Yuchen yang mengenal dengan sangat baik pria yang berdiri di hadapannya hanya bisa tertawa melihat situasinya saat ini.
"Guru! Ayah Angkat! Keluargaku satu-satunya! Tidak disangka aku akan bertemu dengannya lagi di Kehidupan Kedua ini di hari pertama aku menginjakkan kaki di Daratan Wuzhou!" ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
Li Yuchen yang mengingat dengan jelas nama pria yang berdiri di depannya adalah Song Qizheng, pria yang menemukannya saat tidak sadarkan diri di dalam Hutan Terlarang setelah hampir di makan Hewan Buas
Song Qizheng yang memiliki hati yang baik meskipun sangat menyukai wanita dan mata keranjang pun membawa Li Yuchen bersamanya ke Sekte Langit dan menyembuhkannya.
Song Qizheng yang tau jika Li Yuchen melupakan sebagian besar masa lalunya pun memutuskan untuk mengangkat Li Yuchen menjadi muridnya dan itu adalah alasan Li Yuchen menjadi Murid Inti dari Sekte Langit.
Li Yuchen yang tak memiliki siapapun menganggap Song Qizheng sebagai Guru sekaligus Ayahnya dan menjadikan Song Qizheng satu-satunya Keluarga yang dimilikinya.
Li Yuchen yang melihat Song Qizheng berdiri di depannya dengan sikap yang sama seperti dulu membuat Li Yuchen mengingat kembali kenangannya bersama Song Qizheng.
"Guru..." ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah dan hanya dapat didengar dirinya sendiri dengan sedikit kilatan kerinduan yang mendalam.
Song Qizheng yang berada di dalam Restoran yang sama dengan Li Yuchen menjadi sangat kagum dengan kemampuan Li Yuchen pun berniat untuk mengangkat Li Yuchen menjadi muridnya.
"Hei, anak muda. Kalian ingin menjadi Murid dari Sekte Langit, bukan? Sungguh hal yang sangat kebetulan." ucap Song Qizheng dengan nada suara yang tegas dan ceria.
Ye Zhin yang tidak percaya pada Song Qizheng pun berniat untuk menteriakki Song Qizheng sebagai penipu tapi dihentikan oleh Li Yuchen dengan memberikan kode dengan menggelengkan kepala pelan.
Li Yuchen yang tidak menyangka jika di kehidupan ini Dewa dirinya pun bisa menjadi Murid Song Qizheng dan menjadikannya salah satu Keluarganya yang berharga.
"Murid memberi hormat kepada Guru!" jawab Li Yuchen sambil membungkukkan kepalanya dan memberikan salam penghormatan.
"Bos! Apa yang kau lakukan?" teriak Ye Zhin dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang tidak percaya dengan penglihatannya.
"Diamlah! Dan ikuti saja aku!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas sambil menekan kepala Ye Zhin ke bawah.
Ye Zhin yang tidak bisa melakukan apapun hanya pasrah melakukan seperti yang dikatakan Li Yuchen meskipun tidak tau apapun.
__ADS_1
"Mohon maafkan ketidaksopanan teman saya, Guru tapi saya mohon terimalah dia juga menjadi muridmu!" ucap Li Yuchen yang masih membungkukkan tubuhnya.
Song Qizheng yang mendengar perkataan Li Yuchen pun tertawa lebar dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia.
"Kalian telah memberikan penghormatan padaku sebagai Guru jadi aku tidak akan mempermasalahkan hal kecil. Mulai sekarang kalian berdua adalah Muridku!" ucap Song Qizheng dengan nada suara yang ceria.
"Ambillah ini! Ini adalah Token sekaligus pintu masuk menuju Sekte Langit! Kalian cukup meneteskan darah ke atasnya dan kalian akan sah menjadi Murid Sekte Langit!" ucap Song Qizheng dengan percaya diri.
Li Yuchen pun mengambil Token tersebut dan dengan cepat meneteskan darahnya. Ye Zhin yang melihat yang dilakukan Li Yuchen pun melakukan hal yang sama.
Tak lama kemudian, sebuah cahaya yang sangat terang muncul dari arah Token yang ditetesi darah lalu perlahan cahaya itu meredup.
Di saat keduanya membuka mata, Keduanya melihat Song Qizheng telah berdiri di atas pedangnya yang melayang.
"Guru masih ada urusan lain dan Guru akan menunggu kalian di Sekte Langit!" ucap Song Qizheng dengan senyum yang lebar lalu pergi menghilang di langit.
Ye Zhin yang tidak tahan mengatakan yang ada di dalam pikirannya pun dengan cepat mengatakannya kepada Li Yuchen.
"Bos, apa kau sudah gila? Bagaimana kau bisa percaya dengan perkataannya begitu saja? Bagaimana jika dia itu penipu atau penjahat yang ingin mengambil nyawamu?" teriak Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang ketakutan.
"Kau itu terlalu banyak bicara dan bepikir yang tidak-tidak! Orang itu benar-benar Guru di Sekte Langit dan saat ini kita telah menjadi Murid Sekte Langit!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang cuek.
"A-Apa? Apakah kau serius, Bos?" tanya Ye Zhin dengan nada suara yang gagap dan ekspresi wajah yang terkejut.
"Tentu saja. Sebaiknya sekarang kau menyimpan Token itu!" ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil bergerak mencari Penginapan untuk beristirahat.
#Bersambung#
__ADS_1
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Li Yuchen akan langsung ke Sekte Langit atau menemui Seo Xiqin? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya..