
Wu Ruxin dan Ye Rui yang telah mengatur pikiran dan hatinya pun memutuskan untuk melakukan gencatan senjata demi keberhasilan misi bersama.
“Ehem! Sepertinya kita berdua memiliki tujuan yang sama datang kemari!” ucap Ye Rui yang langsung menurunkan egonya sambil menatap Wu Ruxin yang masih berdiri di hadapannya.
“Ya, sepertinya seperti itu jadi apakah kita selesaikan nanti urusan kita dan mencari tau kebenaran informasi yang kita dapatkan?” tanya Wu Ruxin yang juga sudah menurunkan egonya dengan berbicara dengan nada yang lembut kepada Ye Rui.
Wu Ruxin dan Ye Rui pun mengetuk pintu gerbang rumah Li Yuchen dengan sangat keras tapi tidak mendapatkan jawaban apapun hingga akhirnya keduanya memutuskan untuk mengetuk pintu lebih keras.
Penjaga yang menjaga pintu yang mendengar suara ketukan pintu pun merasa sangat aneh dengan adanya tamu yang datang di pukul yang sudah cukup larut.
“Aku akan membuka pintu. Kau panggil Kepala Pelayan!” ucap salah seorang penjaga kepada rekannya dengan ekspresi wajah yang serius.
“Baiklah!” ucap penjaga tersebut yang langsung berlari masuk ke dalam kediaman dan melaporkan semuanya kepada Bibi Yi.
Bibi Yi yang mendengarnya pun menjadi terkejut dan langsung berlari menuju ke pintu gerbang dan melihat tamu yang datang di pukul yang tidak seharusnya tamu bertamu.
“Sialan! Siapa yang datang dijam segini? Beraninya dia mengganggu malam indah Tuan Besar dan Nyonya!” gumam Bibi Yi dengan ekspresi wajah yang kesa dengan nada suara yang tinggi.
Di depan pintu gerbang, penjaga yang membuka gerbang menjadi sangat terkejut karena melihat dua orang wanita muda yang sangat cantik datang.
“Maafkan kelancangan saya tapi siapa kedua Nona ini dan ada keperluan apa datang kemari?” tanya Penjaga dengan kepala tertunduk dengan sopan dengan nada suara yang lembut.
“Dasar Pelayan rendahan! Apakah kau tidak belajar etika? Apakah kau tidak bisa membiarkan kami masuk daripada menanyai kami seperti ini? Kami adalah tamu!” teriak Ye Rui yang langsung meledak saat melihat seorang pria yang bertubuh kecil memakai seragam penjaga datang membuka pintu dan menginterogasinya.
“Maafkan saya tapi saya tidak bisa membiarkan siapapun masuk ke dalam tanpa mengetahui identitas dan tujuan orang yang datang dengan jelas! Itu adalah perintah dari Tuan Besar! Mohon kedua Nona mengerti!” ucap Penjaga dengan kepala tertunduk dengan ekspresi wajah yang merasa bersalah.
“Apakah kau tidak mengenal kami berdua? Apakah kau tidak tau siapa kami?” tanya Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang kesal sambil menahan emosinya sambil menatap Penjaga yang berdiri di depannya dengan tatapan yang tajam.
“Apakah pelayan rendahan seperti kami harus mengetahui identitas semua tamu yang datang kemari satu per satu?” tanya Penjaga tersebut yang juga sudah kesal karena mendapatkan tatapan mata merendahkan dari Wu Ruxin dan Ye Rui.
“Kau!” teriak Ye Rui dengan nada suara yang keras setelah mendengar penjelasan Penjaga tersebut sambil mengangkat cambuknya yang siap mengenai tubuh Penjaga tersebut.
“Hentikan!” teriak Bibi Yi yang datang dan langsung melemparkan batu kerikil ke tangan Ye Rui hingga membuat Ye Rui melepaskan cambuk yang ada di tangannya dengan kasar.
__ADS_1
“Harap bersikap sopan! Kedua Nona mengaku sebagai tamu tapi sikap kedua Nona tidak menunjukkan itu sama sekali!” ucap Bibi Yi dengan nada suara yang sinis dengan kata-kata yang kasar serta ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam.
Ye Rui dan Wu Ruxin yang tidak menyadari kedatangan Bibi Yi menjadi sangat terkejut saat merasakan tekanan kekuatan yang keluar dari tubuh Bibi Yi.
“Sial! Ini adalah tekanan Kultivator Level Langit!” ucap Wu Ruxin dan Ye Rui dalam hati dengan ekspresi wajah terkejut dan mata yang terbuka lebar.
Wu Ruxin yang tidak ingin memiliki masalah dengan orang-orang milik Li Yuchen pun langsung menundukkan kepalanya dan menunjukkan permintaan maafnya sambil menarik Ye Rui untuk mengikuti dirinya.
“Apa yang kau lakukan? Cepat tundukkan kepalamu!” bisik Wu Ruxin dengan mata yang melotot tajam dengan ekspresi wajah yang kesal.
“Maafkan ketidaksopanan kami! Kami tidak bermaksud untuk mengganggu tapi kami berdua datang kemari untuk hal yang sangat penting. Kami berharap dapat bertemu dengan Tuan Muda Li saat ini juga!” ucap Wu Ruxin dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang penuh dengan wibawa.
Bibi Yi yang mendengar perkataan Wu Ruxin dan perubahan sikap yang dilakukan Wu Ruxin dengan sangat cepat membuat Bibi Yi merasa tidak senang.
“Maafkan kelancangan saya tapi saat ini Tuan Muda Li sedang tidak dapat diganggu! Mohon Kedua Nona datang keesokan harinya!” ucap Bibi dengan kepala tertunduk dengan nada suara yang tegas dengan sikap yang sopan.
Ye Rui yang mendengar perkataan Bibi Yi yang menolaknya untuk masuk pun menjadi sangat marah dan kesal hingga memutuskan untuk bekerjasama dengan Wu ruxin untuk menggunakan latar belakang dan kekuatan yang dimiliki mereka untuk menekan Bibi Yi.
“Kau tidak tau siapa kami dan kau berani menolak kedatangan kami? Apakah kau siap menerima konsekuensinya jika melawan kami?” ucap Wu Ruxin yang ikut dalam permainan Ye Rui dengan ekspresi wajah yang sombong.
Bibi Yi yang mendengar Wu Ruxin dan Ye Rui menyebutkan nama Keluarga mereka pun akhirnya membuat Bibi Yi mengetahui identitasnya tapi hal itu tidak membuat Bibi Yi takut sama sekali.
“Maafkan ketidaktahuan kami! Nona Ye! Nona Wu! Tapi saya sungguh tidak bisa mengizinkan Nona Ye dan Wu masuk ke dalam tanpa ada izin dari Tuan Besar!” ucap Bibi Yi tanpa ada penyesalan sedikitpun dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
Ye Rui yang mendengarnya pun menjadi sangat kesal tapi tidak bisa mengatakan apapun lagi hingga akhirnya Wu Ruxin pun memulai pembicaraan.
“Baiklah. Kalau begitu, bisakah kau sampaikan kepada Tuanmu jika kami datang kemari untuk bertemu dengannya karena ada hal yang sangat penting yang ingin dibicarakan?” tanya Wu Ruxin sambil menarik nafas panjang menahan amarah dan emosinya dengan senyum yang lembut.
“Baiklah. Harap Kedua Nona bersabar menunggu!” ucap Bibi Yi yang meninggalkan Wu Ruxin dan Ye Rui berdiri di depan pintu gerbang bersama dua penjaga yang memasang palang dengan tombak mereka.
Bibi Yi yang sebenarnya tidak ingin mengganggu waktu berdua Li Yuchen dan Seo Xiqin yang sedang memproses memberikan Tuan Muda kecil pada Kediaman itu pun merasa langkahnya sangatlah berat.
“Hah! Aku harap Tuan Besar tidak marah saat aku datang menyampaikan berita ini!” gumam Bibi Yi dengan ekspresi wajah yang berat sambil menarik nafas panjang.
__ADS_1
Bibi yang telah berdiri di depan pintu pun mengetuk pintu dengan sangat pelan lalu menyampaikan informasi tentang keberadaan Wu Ruxin dan Ye Rui di luar ruangan dengan jantung yang berdetak dengan sangat cepat.
“Tok! Tok! Tok!” suara pintu di ketuk.
“Tuan Besar, maaf mengganggu waktu anda tapi ada tamu yang datang yang memaksa ingin bertemu dengan anda sekarang!” ucap Bibi Yi dengan nada suara yang gugup.
Seo Xiqin yang sedang berada di dalam pelukan Li Yuchen pun langsung mendorong Li Yuchen untuk menjauh dan mengatur posisinya untuk menjauh.
Li Yuchen yang melihat reaksi Seo Xiqin pun menjadi sangat kesal dan mengubah ekspresi wajah yang awalnya bahagia menjadi dingin.
“Siapa?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dan dingin dengan ekspresi wajah yang tidak senang dengan sorot mata yang menahan amarah.
“Nona Ye Rui dari Kediaman Keluarga Ye dan Nona Wu Ruxin dari Kediaman Keluarga Wu!” ucap Bibi Yi dengan ekspresi wajah ketakutan dan nada suara yang bergetar.
Seo Xiqin yang juga ada di dalam ruangan yang sama mendengar perkataan Bibi Yi langsung menatap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dan rasa penasaran yang tinggi.
“Kenapa Nona Ye dan Nona Wu datang kemari malam-malam begini dan memaksa ingin bertemu dengan Chen gege?” tanya Seo Xiqin dalam hati dengan perasaan yang tidak menentu.
“Kenapa aku merasa sangat tidak senang saat mendengar ada wanita lain yang ingin bertemu dengan Chen gege?” ucap Seo Xiqin lagi dalam hati dengan mata terpejam dengan ekspresi wajah yang menahan perasaan cemburu yang masih belum bisa dimengerti oleh Seo Xiqin.
Li Yuchen yang mendengar nama Wu Ruxin dan Ye Rui disebutkan pun membuat kepala Li Yuchen tiba-tiba sakit dan mengingat tentang tatapan berbeda keduanya saat di Makam Kuno setelah mengetahui identitasnya yang asli.
“Hah! Mau apa mereka berdua kemari? Aku harap hal ini tidak akan membuat Qier marah dan salah paham!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil menghela nafas panjang sambil mengusap kasar wajahnya yang kesal.
“Usir mereka berdua! Katakan aku sedang sibuk dan tidak menerima siapapun datang bertamu!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang kesal.
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen tiba-tiba merasakan perasaan lega dan bahagia yang tidak tau darimana asalnya hingga membuat wajah Seo Xiqin yang awalnya merengut pun menjadi tersenyum bahagia.
Bibi Yi yang mendengar jawaban Li Yuchen pun merasa sangat lega dan bergerak pergi menuju ke depan Pintu Gerbang.
#Bersambung#
Apa yang akan dilakukan Wu Ruxin dan Ye Rui setelah mendengar jawaban dari Li Yuchen? Akankah keduanya menyerah dengan mudah?
__ADS_1