Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 135. Guling Pembatas


__ADS_3

Seo Xiqin yang tiba-tiba tersadar dari suasana yang sangat romantis itu pun langsung membuka matanya dan melihat Li Yuchen yang telah siap untuk menciumnya pun langsung melaukan sesuatu untuk menghentikannya.


“Ti-tida!” teriak Seo Xiqin yang langsung menutup mulutnya dengan tangan hingga bibir Li Yuchen bersentuhan dengan tangan Seo Xiqin yang memiliki aroma yang sangat manis dan wangi.


Li Yuchen merasa sayang gagal mendapatkan ciuman dari Seo Xiqin pun saat melihat wajah Seo Xiqin yang memerah karena malu dengan mata yang terbuka lebar pun membuat Li Yuchen memiliki niat menjahili Seo Xiqin.


Li Yuchen mengeluarkan lidahnya dan menjilat tangan Seo Xiqin hingga membuat seluruh tubuh Seo Xiqin bergetar karena sentuhan lembut dari lidah Li Yuchen.


Seo Xiqin yang merasa jantungnya sudah dalam keadaan tidak sehat dan akan meledak kapanpun pun mendorong Li Yuchen dengan sangat kuat lalu menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya hingga ke kepala.


“Aaaarrggghhh!” teriak Seo Xiqin dengan suara yang keras dan tenaga yang kuat mendorong Li Yuchen hingga terduduk dalam posisi terkejut dengan mata terbuka lebar.


Li Yuchen yang melihat Seo Xiqin terbungkus selimut pun teringat dengan kejadian di malam pertama keduanya hingga membuat Li Yuchen tersenyum mengingat kenangann itu.


Li Yuchen yang tau jika Seo Xiqin masih belum tidur dan hanya bersembunyi di balik selimut dengan wajah yang sangat merah karena malu pun mencoba menjahili Seo Xiqin.


“Aduuhh! Dadaku sakit sekali!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang sedikit tinggi dengan sedikit jeritan kesakitan dengan ekspersi wajah yang dibuat kesakitan.


Seo Xiqin yang mendengar suara kesakitan Li Yuchen pun membuka penutup selimutnya sedikit dan mencoba mengintip kondisi Li Yuchen.


Seo Xiqin yang melihat eskpresi wajah kesakitan dan kelelahan di wajah Li Yuchen pun menjadi sangat panik.


“Chen gege! Apa yang terjadi? Dimana letak sakitnya?” tanya Seo Xiqin yang telah duduk kembali berhadapan dengan Li Yuchen dengan tubuh yang tidak tertutup selimut dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatrir di saat bersamaan.


“A-aku baik-baik saja. Se-sepertinya aku perlu istirahat.” Ucap Li Yuchen dengan gugup sambil menggaruk-garuk rambut bagian belakangnya sambil melihat ke arah lain.


Seo Xiqin yang menyadari jika dirinya tidak memakai pakain yang benar pun langsung menarik selimut dan meneriaki Li Yuchen.


“Dasar Mesum!” teriak Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang kesal samping meninju Li Yuchen yang tidak siap menghadapi pukulan Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang melihat Li Yuchen yang tersungkur ke lantai dengan kepala ke bawah dengan mata yang bengkak karena dipukuli pun membuat Seo Xiqin merasa bersalah dan iba.


“Agh! A-apakah aku sudah keterlalua memukulnya?” gumam Seo Xiqin dengan ekspri wajah yang cemas sambil melihat Li Yuchen yang berada di lantai.

__ADS_1


“A-aku sebaiknya bersikap lebih lembut lagi dan memaafkannya lagipula itu pasti ketidaksengajaan. Chen gege juga sudah berniat untuk membantuku menyembuhkan penyakitku. Aku harus memperlakukannya dengan lebih lembut.” Ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius.


Seo Xiqin pun mengambil piama tidurnya dan berjalan mendekati Li Yuchen lalu membantunya bangun.


“Chen gege! Apakah kau baik-baik saja? Maafkan Qier yang berlebihan.” Ucap Seo Xiqin sambil membantu Li Yuchen bangun dan memapahnya menuju ke ranjang.


Li Yuchen yang melihat sikap Seo Xiqin yang menjadi lebih manis dan kalem pun menjadi sangat senang dan meneruskan aktingnya untuk pura-pura sakit agar mendapatkan perhatian lebih dari Seo Xiqin.


“Chen gege istirahatlah di sini. Qier akan tidur di sofa saja.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


Li Yuchen yang merasa jika rencananya untuk tidur bersama satu ranjang dengannya pun mencoba membujuk Seo Xiqin hingga akhirnya Seo Xiqin menyerah.


“Tu-tunggu! Chen gege saja yang tidur di sofa. Qier tidur di sini saja. Qier masih belum sembuh sepenuhnya jadi Qier harus tidur di sini.” Ucap Li Yuchen sambil menepuk-nepuk tempat tidur meminta Seo Xiqin untuk tidur di tempat tidur.


“A-apa? Tidak! Chen gege sedang tidak sehat sekarang jadi Chen gege yang harus tidur di ranjang.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang marah dengan tangan di pinggang yang akhirnya menunjukkan dua buah benda besar dan kenyal ke depan wajah Li Yuchen hingga membuat Li Yuchen terkejut dengan wajah yang memerah.


“Ehem! Jika seperti itu kita berdua tidur bersama saja di ranjang ini.” Ucap Li Yuchen dengan batuk kecil dengan wajah yang menghadap ke arah lain.


“Baiklah.” Ucap Seo Xiqin yang menganggukkan kepala dengann senyum yang menunjukkan persetujuan.


Li Yuchen yang tidak tau isi yang ada di kepala Seo Xiqin pun tersenyum senang dan mengambil posisi kanan dan berbaring menunggu Seo Xiqin ikut berbaring.


Seo Xiqin yang tidak ingin memberikan kesempatan Li Yuchen untuk mengambil kesempatan darinya pun meletakkan dua bantal guling di tengah-tengah dan membuat garis pembatas antara keduanya.


“Ini adalah batas di antara kit berdua dan Chen gege tidak boleh melewati batas ini dan jika Chen gege melanggar. Chen gege akan merasakan akibatnya.” Ucap Seo Xiqin dengan senyum maut seperti Iblis Wanita yang berpakaian seksi dan menggoda tapi mematikan.


Li Yuchen yang mendengar ancaman Seo Xiqin pun menelan salivanya dan menatap Seo Xiqin dengan tatapan takut.


Seo Xiqin yang puas dan bahagia pun berbalik arah dan membelakangi Li Yuchen sambil menarik selimutnya lalu mencoba tertidur.


Li Yuchen yang awalnya sangat lelah dan sangat ingin beristirahat tiba-tiba kehilangan rasa kantuknya hingga membuat matanya menjadi sangat segar.


“Hah! Aku punya seorang Istri tapi tidak bisa aku sentuh dan hanya bisa dilihat! Oh Dewa, apakah ini hukuman darimu? Kenapa kau kejam sekali?” gumam Li Yuchen yang terbaring dengan mata terbuka dengan dua tangan terlipat di atas perutnya dengan ekspresi wajah yang sedih dan terlihat sangat menyedihkan.

__ADS_1


Sementara itu, di Kediaman Walikota, Jin Qiu yang sangat kesal dan marah pun meminum banyak sekali anggur hingga berguci-guci pun akhirnya mabuk berat.


Ye Zhin yang mengawasi dari jauh pun yang melihat Jin Qui telah mabuk berat dan wajahnya telah berubah merah karena obat perangsang yang diletakkannya di salah satu guci anggur pun melemparkan sebuah bom asam yang langsung menyebarkan aroma manis dari tubuh wanita hingga membuat Jin Qui semakin terangsang.


Ye Zhin yang tidak ingin Jin Qui salah menodai wanita pun meniupkan panah kecil dari sebuah suling bambu mini ke arah leher Jin Qui yang membuat Jin Qui jatuh pingsan.


“Akhirnya B*** ini masuk perangkap juga dan sekarang bagaimana aku mengangkatnya!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang frustasi sambi melihat tubuh Jin Qui yang terbaring di lantai dengan barat badan yang mencapai 100 kg lebih.


Ye Zhin yang kesulitan mengangkat beban tubuh Jin Qui pun memilih menyeretnya keluar dengan sekuat tenaga.


“Gila! B*** ini makan apa saja? Kenapa berat sekali? Sepertinya tidak hanya tubuhnya yang berat tapi juga dosanya sangat berat.” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang kesal dan kelelahan di saat bersamaan.


Ye Zhin yang kesal pun menggerutu dengan suara yang rendah dan tiba-tiba mendengar ada suara beberapa wanita datang.


Ye Zhin pun langsung menendang Jin Qui dengan energinya dengan sekuat tenaga hingga kepala menabrak batu besar tapi untungnya tidak ada darah yang keluar bahkan Jin Qui masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.


“Orang ini benar-benar seperti B*** bahkan dia tidak terbangun setelah aku tendang menabrak batu besar ini


“Tu-tunggu! Siapa yang datang?” gumam Ye Zhin sambil mengintip dari balik batu dengan telinga yang tajam dan mata yang menyipit.


Sementara itu, Seorang wanita muda dengan pakaian yang sangat indah dan cantik dengan bibir yang merah dan tubuh yang sangat wangi pun berjalan mendekat bersama dengan dua orang pelayan muda yang juga berjalan di samping kiri dan kanannya.


“Nona pasti akan mendapatkan hati Tuan Walikota dengan kecantikan dan keindahan tubuh Nona dan cepat atau labat Nona juga akan berhasil mengandung lalu melahirkan Calon Walikota baru di Kota Jinlin ini.” Ucap salah seorang pelayan dengan mulut yang sangat manis.


“Benar sekali. Aku sangat yakin Nona pasti akan menjadi yang paling favorit.” Ucap Pelayan lainnya dengan tawa yang mengelilingi ketiganya.


Ye Zhin yang melihat ketiganya berjalan semakin dekat pun memiliki rencana yang sangat bagus dengan senyum jahat serta tanduk iblis di atas kepalanya.


“Hehehe... Tamat sudah riwayatmu kali ini B*** busuk!” ucap Ye Zhin yang mengeluarkan kutukan dari mulutnya dengan aura jahat yang sangat kuat.


#Bersambung#


Kira-kira apa akhir dari malam panjang Li Yuchen dan Seo Xiqin nanti ya? Lalu bagaimana Ye Zhin menghabisi Jin Qui? Jawab di kolom komentar ya

__ADS_1


__ADS_2