Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 313 Taruhan


__ADS_3

Li Yuchen yang terluka parah hanya terbaring di atas tempat tidur dan tidak sadarkan diri selama satu minggu lamanya akhirnya membuka matanya kembali.


Li Yuchen yang langsung berteriak memanggil nama Seo Xiqin sesaat dirinya sadar pun langsung ditenangkan oleh Ye Zhin.


“Qier!” teriak Li Yuchen dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan sambil bergerak meninggalkan tempat tidurnya menuju keluar.


“Tu-tunggu Bos! Anda tidak boleh pergi keluar! Anda masih sakit!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menahan tubuh Li Yuchen yang terus memaksa untuk keluar.


“Aku baik-baik saja. Apa yang kau lakukan? Menyingkirlah! Aku ingin menghentikan Qier pergi!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kebingung dengan tatapan mata yang masih terperangkap di masa lalu.


Ye Zhin yang sangat tak tega melihat kondisi Li Yuchen yang sangat sedih dan sangat terpukul saat kehilangan Seo Xiqin pun tak bisa diam saja.


“Maafkan aku Bos!” ucap Ye Zhin dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang bersalah dengan tatapan mata yang sedih sambil menampar wajah Li Yuchen.


“Bos! Nyonya Bos sudah pergi! Tidak ada gunanya kau mencarinya sekarang! Kau tidak akan bisa membawanya kembali dengan kondisimu saat ini!” ucap Ye Zhin dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang serius.


Li Yuchen yang mendengar ucapan Ye Zhin pun terdiam dan termenung lalu terduduk kembali di atas tempat tidurnya dengan ekspresi wajah yang tak percaya dengan mata terbuka lebar.


“Kau harus tenang Bos! Nyonya Bos, tidak dibawa oleh orang lain melainkan Keluarganya sendiri karena itu Nyonya Bos pasti akan aman disana!” ucap Ye Zhin yang mencoba menenangkan Li Yuchen yang dalam kondisi linglung.


“Kau harus segera sehat Bos! lalu kau juga harus meningkatkan kekuatanmu dengan cepat. Hanya dengan cara itu, kau bisa membawa Nyonya Bos kembali ke sisimu!” ucap Ye Zhin dengan penuh keyakinan.


Li Yuchen yang mendengar ucapan Ye Zhin pun menatap Ye Zhin dengan tatapan mata yang menunjukkan tekad yang kuat.


“Kekuatan! Benar, hanya kekuatan yang bisa membawa Qier kembali padaku! Jika aku menjadi orang terkuat di Tiga Daratan maka tidak akan ada seorangpun yang akan memisahkan kami!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius.


Sementara itu, Akademi Yunlong yang mengalami dua kali serangan dalam waktu yang sangat singkat pun perlahan bangkit.


Murid-murid yang pergi melakukan misi dan menjelajahi Daratan Danzong pun satu per satu kembali lalu membantu membangun kembali Akademi Yunlong.


Kaisar Su Yongkang yang mendengar kabar bahwa Li Yuchen kehilangan istrinya pun berniat membatalkan rencana pertunangan Putri Su Qingqing dan Ye Zhin.

__ADS_1


“Tidak, Ayah! Aku tidak ingin membatalkan pertunangan ini!” ucap Putri Su Qingqing dengan suara yang lantang dan tegas dengan tekad yang kuat.


“Jangan bodoh! Apa kau tidak bisa mengambil kesempatan yang bagus ini?” tanya Ratu Han Lian dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang menunjukkan keserakahan dan keinginan akan kekuatan.


“Aku tidak bodoh! Ayah dan Ibu yang tidak mengerti sama sekali! Apa kalian pikir Tuan Muda Li akan semudah itu menyerah?” sindir Putri Su Qingqing dengan suara yang sangat keras.


“Tuan Muda Li tidak seperti laki-laki yang lain. Dia adalah laki-laki yang setia hanya pada satu wanita. Tuan Muda Li pasti akan melakukan berbagai cara untuk bisa membawa Nona Seo Xiqin kembali!” ucap Putri Su Qingqing dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang percaya diri.


“Tidak ada laki-laki yang seperti itu bahkan Ayahmu, Yang Mulia Kaisar memiliki dua orang Istri dan puluhan Gundik!” ucap Ratu Han Lian dengan suara yang lantang dengan mata yang melotot tajam.


Kaisar Su Yongkang yang mendengar ucapan Ratu Han Lian tidak bisa mengelak karena itu adalah kenyataannya tapi perkataan Putri Su Qingqing membuat Kaisar Su Yongkang berpikir ulang.


“Apakah kau yakin dengan ucapanmu?” tanya Kaisar Su Yongkang dengan nada suara yang terdengar penasaran dengan jawaban Putri Su Qingqing.


“Yang Mulia...!” panggil Ratu Han Lian dengan nada suara yang sangat panjang dengan ekspresi wajah yang tidak senang tapi hanya mendapatkan tatapan mata yang tajam sebagai balasannya dari Kaisar Su Yongkang.


“Putri Su Qingqing yang mendengar pertanyaan Kaisar Su Yongkang pun menjawabnya dengan penuh percaya diri yang membuat Kaisar tersenyum misterius.


“Tapi jika Tuan Muda Li memutusakan untuk tidak membawa Nona Seo Xiqin kembali, Ayah harus berjanji tidak akan membicarakan masalah ini lagi!” ucap Putri Su Qingqing dengan nada suara yang tegas.


Ratu Han Lian yang berada di Ruangan yang sama pun bergerak menjadi saksi akan Taruhan itu yang ditulis dan ditandatangani langsung oleh Putri Su Qingqing dan Kaisar Su Yongkang.


Di sisi lain, Seo Xiqin yang telah sampai di Daratan Wuzhou pun merasa sangat lemah dan kepalanya sangat pusing.


“Nona, apakah anda baik-baik saja? Kita akan segera sampai di Kediaman Keluarga Mu!” ucap Mu Wu dengan nada suara yang lembut tapi ditanggapi dingin oleh Seo Xiqin.


Mu Hanyuan yang telah menunggu kedatangan Seo Xiqin pun tersenyum sangat lebar saat melihat Seo Xiqin muncul di hadapannya.


“Akhirnya kau kembali juga!” uap Mu Hanyuan yang mengabaikan posisinya sebagai Kepala Keluarga Mu dan langsung berlari memeluk Seo Xiqin dengan sangat erat.


Seo Xiqin yang tidak mengenal sama sekali Mu Hanyuan tidak ingin membalas sama sekali pelukan itu dan hanya berdiam menunggu Mu Hanyuan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Namun saat melihat wajah Mu Hanyuan, Seo Xiqin merasakan sesuatu yang berbeda. Seo Xiqin merasa jika wajah Mu Hanyuan sangat mirip dengan seseorang yang dikenalnya.


“Siapa wanita ini? Kenapa wajahnya mengingatkanku pada Ibu?” tanya Seo Xiqin dalam hati dengan tatapan mata yang dingin dan ekspresi wajah yang datar.


“Kau pasti tidak mengenalku. Namaku Mu Hanyuan. Aku adalah Kepala Keluarga Mu dan Pemimpin Klan Es sekaligus Bibimu. Aku adalah adik dari Ibumu!” ucap Mu Hanyuan dengan tatapan mata yang sayup dengan ekspresi wajah yang sedih.


Seo Xiqin yang mendengarnya pun menjadi sedikit emosional lalu dengan cepat mengedarkan penglihatannya ke sekitar mencari keberadaan Ibunya.


“Ibu? Dimana Ibuku?” tanya Seo Xiqin dengan nada suara yang terdengar buru-buru dengan ekspresi wajah yang penasaran.


“Kita bicarakan itu di dalam. Di sini bukanlah tempat yang tepat!” ucap Mu Hanyuan dengan senyum yang lembut sambil menuntun Seo Xiqin masuk ke dalam dengan lembut.


Seo Xiqin yang melihat hidangan yang sangat banyak terhidang di atas meja tiba-tiba merasa sangat tidak nyaman. Perasaan mual, pusing dan keinginan ingin muntah muncul ke permukaan dengan sangat cepat yang membuat Mu Hanyuan sangat cemas.


“Xiqin! Apakah kau baik-baik saja? Tabib! Cepat panggilkan tabib!” teriak Mu Hanyuan dengan suara yang lantang dan keras dengan ekspresi wajah yang panik.


“Ti-tidak! Jangan panggil Tabib! Aku baik-baik saja. Sepertinya aku hanya kelelahan dan membutuhkan istirahat yang banyak!” ucap Seo Xiqin yang mencoba menghentikan Mu Hanyuan.


“Aku mengerti. Maafkan Bibimu ini yang tidak kompeten. Sebaiknya sekarang kau kembali ke Kediamanmu dan beristirahat!” ucap Mu Hanyuan dengan ekspresi wajah yang sedikit tenang.


Mu Hanyuan yang tidak ingin kehilangan Seo Xiqin seperti dirinya kehilangan Mu Hanqin pun memanggil pelayan dan meminta pelayan tersebut membawa Seo Xiqin ke tempat yang telah disiapkannya dengan sepenuh hati.


Seo Xiqin yang diantar ke kamarnya tidak merasakan perasaan kagum ataupun bahagia dan saat Pelayan itu ingin membantu Seo Xiqin membersihkan dirinya. Seo Xiqin menolaknya dengan tegas.


“Aku bisa sendiri. Kalian bisa kembali. Aku akan memanggil saat membutuhkan bantuan!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang lembut dengan tatapan mata yang waspada.


Seo Xiqin yang ditinggal sendirian pun mulai memikirkan semua yang terjadi padanya sesaat dirinya sampai di Daratan Wuzhou.


“Apakah aku benar-benar hanya kelelahan? Hmmm, atau ada nyawa lain di dalam sini?” tanya Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang sedih sambil memeluk perutnya masih terlihat sangat rata.


#Bersambung#

__ADS_1


Apakah Seo Xiqin hamil? Siapa yang akan memenangkan taruhan yang dibuat oleh Kaisar Su Yongkang dan Putri Su Qingqing? Tebak di kolom komentar ya...


__ADS_2