
Kaisar Qi yang mengetahui Li Yuchen telah meninggalkan Istana dengan cepat memanggil Tabib Istana ke tempatnya dan memeriksa kondisi Kaisar Qi.
“Bagaimana? Apakah bisa mengetahui racun apa yang ada pada diriku? Lalu cara untuk menghilangkan racun ini?” tanya Kaisar Qi dengan terburu-buru dengan ekspresi wajah yang cemas dan takut di saat bersamaan.
“Mohon ampuni kekurangan hamba Yang Mulia. Saya sungguh tidak tau racun apa ini dan saya pun tidak tau cara untuk menghilangkannya!” ucap tabib Istana dengan ekspresi wajah yang bersalah sambil bersujud di lantai dengan tubuh yang bergetar.
Kaisar Qi yang mendengar perkataan Tabib Istana pun menjadi sangat marah sehingga tanpa ada pikiran yang panjang Kaisar Qi membalik nampan teh yang ada di samping tempat tidurnya hingga pecah bersama dengan benda lain yang ada di atasnya hingga berkeping-keping.
"Yang Mulia, mohon tenanglah. Saya berjanji, saya akam mencari orang yang dapat membantu anda untuk menyembuhkannya!" ucap Tabib Istana dengan terburu-buru dengan ekspresi wajah yang ketakutan.
"Penjaga! Bawa Tabib Istana keluar! Aku tidak ingin melihatnya lagi!" teriak Kaisar Qi dengan ekspresi wajah yang kesal.
Kaisar Qi yang menyadari bahwa dirinya tidak akan bisa sembuh dari racun tersebut jika Li Yuchen tidak memberinya racun tersebut.
"Aku tidak bisa diam saja. Aku harus segera menurunkan Putra Mahkota dan memberikan tanah itu padanya. Jika tidak maka nyawaku yang akan menjadi taruhannya!" ucap Kaisar Qi dengan suara yang rendah dengan tekad yang kuat.
Kaisar Qi yang telah membuat keputusan baru pun memanggil Kasim Heon datang untuk menemuinya.
"Kasim Heon!” teriak Kaisar Qi dengan suara yang sangat keras dengan nada suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang serius hingga akhirnya membuat Kasim Heon datang dengan terburu-buru.
“Hamba disini Yang Mulia!” ucap Kasim Heon dengan suara yang rendah dengan keringat yang mengalir sangat banyak ke pipinya dengan kepala tertunduk ke bawah.
“Apakah penyelidikanmu telah selesai?” tanya Kaisar Qi dengan nada suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang tidak senang dengan mata yang melotot tajam.
“I-Iya Yang Mulia. I-ini adalah hasil penyelidikannya!” ucap Kasim Heon sambil mengambil salah satu gulungan yang dibawa oleh pengikutnya lalu menyerahkannya kepada Kaisar Qi.
Kaisar Qi yang berharap bahwa informasi yang diberikan oleh Li Yuchen itu salah ternyata benar semua sehingga membuat sakit di kepala Kaisar Qi semakin terasa.
“Panggil Permaisuri You kemari!” ucap Kaisar Qi dengan suara yang lemah dengan wajah yang sedang menahan rasa sakit sambil memegang kepalanya yang terasa sangat berat.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, Permaisuri You yang sedang berada di Istananya dibawa dengan paksa untuk menghadap Kaisar Qi.
Kaisar Qi yang sangat marah mengetahui kejahatan yang dilakukan oleh Permaisuri You pun melemparkan bukti yang ada di tangannya ke bawah kaki Permaisuri You tanpa berkata apapun.
Permaisuri You yang tidak tau apapun dengan cepat mengambil gulungan itu dan membacanya hingga perubahan wajah Permaisuri You terlihat dengan sangat jelas.
“Yang Mulia! Mohon tegakkan keadilan untuk saya! Ini semua fitnah! Saya tidak pernah melakukan perbuatan kejam seperti yang dituduhkan kepada saya!” ucap Permaisuri Qi dengan suara yang sedikit tinggi dengan ekspresi wajah yang bersalah dengan mata yang berkaca-kaca sambil berlutut di lantai Istana.
Kaisar Qi yang melihat Permaisuri You yang telah bersamanya sangat lama tidak mau mengakui kesalahannya dan bahkan berani berbohong membuat Kaisar Qi menjadi semakin marah.
“Permaisuri!” teriak Kaisar Qi dengan suara yang lantang dan sangat keras dengan ekspresi wajah yang marah serta mata yang melotot dengan sangat tajam.
Kasim Heon yang merasakan ancaman dari tubuh Kaisar Qi pun menjadi sangat cemas sehingga dengan cepat maju ke depan dan memberikan nasehat kepada Permaisuri You.
“Yang Mulia, katakan saja yang sebenarnya dan jangan mencoba untuk berbohong! Semua bukti telah ada di depan mata!” ucap Kasim Heon dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang kasihan.
Permaisuri You yang mendengar perkataan Kasim Heon dengan cepat bergerak dan meminta bantuan Kasim Heon untuk meyakinkan Kaisar Qi bahwa dirinya tidak bersalah.
Permaisuri You yang merasa jika dirinya tidak akan bisa mengelak ataupun membela dirinya lagi tiba-tiba mendengar suara yang sangat berisik dari luar.
Putra Mahkota Qi Houran yang sedang beristirahat di Istananya dengan cepat pergi ke Aula Utama menemui Kaisar Qi saat mengetahui tuduhan yang ditunjukkan kepada Permaisuri You.
“Ayahanda! Tolong, jangan percaya dengan semua bukti-bukti itu. Saya yakin bahwa itu semua adalah fitnah. Ibunda tidak akan mungkin melakukan itu semua!” ucap Putra Mahkota Qi Houran dengan suara yang sedikit tinggi sambil bergerak dengan cepat berdiri di hadapan Permaisuri You yang sedang belutut di lantai Istana.
Kaisar Qi yang melihat Putra Mahkota Qi Houran berdiri di hadapannya membela Permaisuri You pun menjadi sangat marah.
“Pengawal! Apa yang kalian lakukan? Kenapa membiarkan Putra Mahkota ada di sini? Cepat! Bawa Putra Mahkota kembali ke Istananya dan jangan biarkan Putra Mahkota keluar tanpa ada berita dariku!” ucap Kaisar Qi dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.
Putra Mahkot Qi Houran yang tidak terima diusir dari Ruangan itu pun memberontak tapi Jenderal Istana yang telah sampai di Aula melihat sikap kekanak-kanakan Putra Mahkota Qi Houran dengan cepat memukul tengkuk leher Putra Mahkota dan membuatnya kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
“Mohon maafkan keterlambatan hamba, Yang Mulia! Saya akan membawa Yang Mulia Putra Mahkota kembali ke Istananya segera!” ucap Jenderal Istana dengan ekspresi wajah yang patuh.
Permaisuri You yang melihat Putra Mahkota Qi Houran terbaring tidak sadarkan diri dengan menjadi sangat marah dan mencoba untuk menghajar Jenderal Istana tapi dihentikan oleh beberapa Penjaga yang berjaga di sisi Permaisuri You.
“Beraninya kau memukul Putra Mahkota Kekaisaran Qi! Apakah kau sudah tidak sayang kepalamu dan kepala keluargamu?” teriak Permaisuri You dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang marah.
“Lepaskan aku! Aku ingin melihat Putra Mahkota!” teriak Permaisuri You dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang kesal.
Jenderal Istana yang tidak perduli dengan teriakan Permaisuri You yang mulai mengancam nyawanya dengan cepat mengangkat tubuh Putra Mahkota Qi Houran dan membawanya kembali ke Istananya.
Kaisar Qi yang melihat Permaisuri masih bersikap sesuka hatinya pun menjadi sangat tidak senang dan dengan cepat memberikan hukuman kepada Permaisuri You.
“Bawa Permaisuri ke Istana Dingin!” teriak Kaisar Qi dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang tidak peduli sambil menggerak-gerakkan tangannya mengusir Permaisuri You untuk segera pergi.
Permaisuri You yang tidak terima dibawa ke Istana Dingin pun mencoba untuk menolak dan memberontak tapi tidak mendapatkan tanggapan apapun dari Kaisar Qi.
“Yang Mulia! Tolong ampuni, hamba! Saya mohon, jangan letakkan saya di Istana Dingin!” teriak Permaisuri You dengan suara yang lantang dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti di ujung matanya.
Kaisar Qi yang telah meletakkan Permaisur You ke dalam Istana Dingin dengan cepat memberi perintah untuk menyita semua harta milik Keluarga You dan memasukkan semuanya ke dalam Istana.
Hanya dalam satu hari, Istana Kekaisaran yang awalnya tenang telah berubah menjadi lautan darah dimana dua posisi penting di dalam Istana diturunkan secara bersamaan.
“Kalendar Yinli, Permaisuri You yang telah sengaja melakukan kejahatan pembunuhan kepada setiap Pangeran yang lahir karena kecemburuan akan diturunkan Posisi dan akan tinggal di Istana Dingin selamanya!" ucap Kasim Heon dengan suara yang lantang memberikan pengumuman kepada semua orang yang menunggu di luar Istana Kekaisaran.
"Putra Mahkota Qi Houran yang selama ini melakukan berbagai perbuatan yang tercela akan diturunkan posisinya dari Putra Mahkota menjadi Pangeran Timur!" ucap Kasim Heon dengan ekspresi wajah datar.
"Keluarga You yang telah melakukan berbagai kejahatan untuk membantu Permaisuri dan Putra Mahkota menutupi kejahatannya dan juga melakukan berbagai korupsi sehingga merugikan Kekaisaran akan dihukum penggal tiga keturunannya!" ucap Kasim Heon dengan suara yang lantang.
Tepat setelah Pengumuman yang sangat menggemparkan itu di keluarkan semua Keluarga Bangsawan dan juga Penjabat Kekaisaran menjadi sangat ramai.
__ADS_1
#Bersambung#
Hmmm, tamat sudah riwayat Putra Mahkota Qi Houran dan orang-orangnya. Kira-kira apa lagi yang akan dilakukan Li Yuchen? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..