
Li Yuchen yang telah sampai di Menara Formasi Shinzu disambut dengan sangat baik oleh semua pelayan dan penjaga.
"Selamat datang, Tuan Muda Yu!" ucap seorang Pelayan yang berpakain sangat seksi menyambut kedatangan Li Yuchen.
"Aku ingin menonton Pelelangan!" ucap Li Yuchen sambil menyerahkan Kartu berwarna kuning dengan wajah tanpa ekspresi.
"Baiklah. Silahkan ikuti saya, Tuan Muda." ucap Pelayan tersebut dengan senyum yang sangat cantik sambil berjalan mendahului Li Yuchen dengan cara jalan yang anggun tapi seksi.
Li Yuchen yang melihat wanita itu merasa sedikit aneh dan tidak nyaman.
"Apakah semua Pelayan wanita yang bekerja di Menara Formasi Shinzu berpakaian seksi seperti itu? Tapi sepertinya tidak. Hah! Uang memang segalanya!" ucap Li Yuchen dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepala berulang kali
Pelayan yang melihat sikap Li Yuchen berfikir jika Li Yuchen tergoda padanya dan akan menjadikannya sebagai salah satu wanitanya.
"Tuan Muda Yu pasti tidak tahan dengan kecantikan dan keindahan tubuhku karena itu lah dirinya menggeleng-gelengkan kepala untuk menyadarkan dirinya sendri agar tidak menjadi buas. Jangan ditahan Tuan Muda Yu, aku siap menjadi melayanimu!" ucap Pelayan tersebut dalam hati dengan tawa kecil dan sikap penuh percaya diri.
Di sisi lain, Wu Ruxin yang memerintahkan seorang pelayan yang melayani Li Yuchen melihat sikap Li Yuchen merasa jika rencananya telah berhasil.
"Tuan Muda Yu adalah pria muda dan tidak akan ada seorangpun pria yang akan menolak diberikan wanita cantik dan seksi. Aku akan menyerahkan urusan ini kepada Ji'er dan jika dia berhasil merayu Tuan Muda Yu tidak hanya dia akan menjadi Wanitanya tapi juga akan diangkat menjadi Master Formasi." ucap Wu Ruxin dalam hati dengan penuh percaya diri.
Li Yuchen yang telah diantar ke sebuah ruangan yang luas dengan isi yang lengkap dan mewah merasa sedikit tidak nyaman.
"Apakah ini Ruangan yang diberikan Nona Wu untukku?" tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dan nada bicara yang aneh.
"Benar, Tuan Muda Yu. Saya juga diperintahkan Nona Wu untuk melayani anda. Jika Tuan Muda Yu membutuhkan sesuatu, Tuan Muda dapat memerintahkan saya melakukan apapun termasuk urusan yang bersifat pribadi." ucap Ji'er, Pelayan yang diperintahkan Wu Ruxin melayani Li Yuchen dengan nada bicara yang berani dan terdengar menggoda.
"Bersifat pribadi?" ulang Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan alis yang terangkat satu di balik topengnya.
__ADS_1
"Benar Tuan Muda." ucap Ji'er yang membernarkan pernyataannya dengan senyum yang cantik dan menggoda dengan wajah yang malu-malu.
Li Yuchen yang mendengar pernyataan berani dari gadis muda yang sedang berdiri di depannya tidak bisa menghentikan dirinya untuk tidak merasa terganggu.
"Hah! Aku tidak membutuhkanmu. Panggilkan Nona Wu kemari. Katakan padanya ada yang ingin aku katakan padanya." ucap Li Yuchen sambil menghapus wajahnya dengan kasar dengan ekspresi wajah yang kesal.
"Baiklah. Harap Tuan Muda menunggu sebentar." ucap Ji'er dengan ekspresi wajah yang bingung dengan terburu-buru yang langsung berbalik dan berjalan keluar ruangan menemui Wu Ruxin.
"Hah! Apa yang difikirkan Nona Wu? Kenapa dia sampai memberikan wanita seperti ini menjadi pelayanku? Apakah dia fikir aku sama seperti dengan Tuan Muda yang lain yang mata keranjang?" ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang depresi sambil merenggangkan tubuhnya di kursi dengan tangan di letakkan menutup matanya.
Tak butuh waktu lama, Wu Ruxin yang mengetahui bahwa Li Yuchen memanggilnya pun bergegas menuju Ruangan Li Yuchen.
"Ada apa Tuan Muda Yu memanggilku? Apakah dia tidak senang dengan ruangan yang aku berikan? Tapi itu adalah ruangan yang sangat spesial yang dimiliki Menara Formasiku." gumam Wu Ruxin dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung dengan banyak sekali pertanyaan yang memenuhi isi kepalanya.
Wu Ruxin yang telah berdiri di depan pintu Ruang Li Yuchen pun mengetuh pintu dan meminta izin dengan sangat sopan.
"Tuan Muda Yu, Ini aku Wu Ruxin. Apakakh aku boleh masuk?" tanya Wu Ruxin dengan nada bicara yang sangat sopan dan lembut.
"Masukla Nona Wu!" ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang datar dan tanpa ekspresi.
"Tuan Muda Yu memanggil saya. Apakah ada sesuatu yang anda inginkan? Apakah ruangan yang saya berikan kurang luas dan nyaman? Atau anda kurang puas dengan wanita yang saya kirimkan untuk melayani anda?" tanya Wu Ruxin tanpa henti yang akhirnya membuat Li Yuchen sulit mencerna semua yang dikatakannya.
"Nona Wu, hentikan! Bisakah anda bertanya satu-satu? Saya kesulitan menjawab pertanyaan yang sangat banyak itu." ucap Li Yuchen dengan suara yang putus asa sambil menarik nafas panjang.
"Maafkan saya, Tuan Muda Yu karena telah membuat anda merasa tidak nyaman dengan pertanyaan-pertanyaan saya." ucap Wu Ruxi dengan kepala yang tertunduk meminta maaf di hadapan Li Yuchen.
Li Yuchen yang menyadari adanya perubahan sikap yang aneh pada Nona Wu pun mencoba mencari tau inti masalahnya.
__ADS_1
"Hah! Anda tidak perlu meminta maaf pada saya seperti itu. Saya tidak membutuhkan ruangan yang luas apalagi wanita muda untuk melayani saya. Saya bukan pria seperti yang anda fikirkan. Saya harap Nona Wu tidak salah paham." ucap Li Yuchen dengan singkat sambil memijat kepalanya yang terasa pusing.
"Saya tidak tau tujuan Nona Wu melakukan ini. Jadi lebih baik Nona Wu katakan yang sebenarnya jika tidak saya tidak bisa menerima semua fasilitas yang Nona Wu berikan." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam seperti elang.
Wu Ruxin yang tidak menyangka jika niatnya telah terbaca dengan mudah oleh Li Yuchen pun akhirnya tidak punya pilihan lain selain mengaku dan berkata jujur.
"Maafkan sikap saya yang berlebihan Tuan Muda Yu. Sebenarnya Ketua Menara Formasi Shinzu yang memerintahkan saya melakukan ini. Jika Tuan Muda Yu ingin tau alasannya, Tuan Muda Yu dapat menemuinya setelah Acara Pelelangan ini berakhir." ucap Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang jujur dan nada bicara yang jelas dan serius.
"Baiklah!" ucap Li Yuchen dengan singkat sambil menganggukkan kepala setuju.
"Jika Tuan Muda Yu tidak keberatan, saya akan berada di sini untuk membantu Tuan Muda Yu untuk menawar barang untuk anda. Jika ada barang yang Tuan Muda inginkan, TuaN Muda Yu dapat mengatakannya pada saya dan barang tersebut akan menjadi milik Tuan Muda. Itulah yang dikatakan Ketua Menara Formasi Shinzu." ucap Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang serius sambil tersenyum lembut dann manis.
Li Yuchen yang ingin fokus dipelelangan pun hanya mengangguk tanda mengerti dan membaca sebuah buku yang menjadi katalog barang-barang yang akan dilelang hari itu.
Di tempat lain, Seo Xiqin yang mengetahui akan adanya Pelelangan di Menara Formasi Shinzu pun memutuskan untuk keluar dan melihat-lihat bersama kedua pelayan pribadinya.
"Nona, kenapa anda selalu memakai pakaian sederhana dan memakai cadar saat berada di luar?" tanya Sui'er dengan ekspresi wajah yang bingung sambil berjalan di samping kanan Sei Xiqin.
"Aku tidak ingin mengundang banyak masalah padaku nantinya. Ingat! Aku adalah wanita yang telah bertunangan dan akan segera menikah. Aku tidak ingin disebut sebagai wanita yang tidak memiliki moral karena memiliki banyak hubungan dengan banyak pria." ucap Seo Xiqin dengan nada bicara yang serius dan pandangan lurus ke depan.
Sui'er yang tidak mengerti maksud Seo Xiqin semakin penasaran dengan pria yang akan menikahi Nonanya itu.
"Kenapa Nona sangat ingin menjaga perasaan pria itu? Bukankah dia hanya seorang pecundang dari Keluarga Li dan bahkan ayahnya diturunkan dari posisi Kepala Keluarga." ucap Sui'er dalam hati dengan ekspresi wajahh yang bingung.
Luo'er yang juga memiliki pemikiran yang sama dengan Sui'er tidak bisa mengatakan apapun karena dirinya tidak ingin membuat masalah untuk Seo Xiqin.
#Bersambung#
__ADS_1