Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 359. Cedera Parah


__ADS_3

Li Yuchen yang tau jika Nanggong Ruan tidak memiliki kemungkinan menang melawan Liao Hunyun pun menggunakan kekuatannya untuk memasuki alam bawah sadar Nanggong Ruan.


"Mengaku kalah sekarang jika kau masih ingin memiliki harapan di masa depan!" ucap Li Yuchen di dalam pikiran Nanggong Ruan dengan suara yang sangat keras.


Lalu, tepat setelah Li Yuchen mengatakan hal tersebut, Nanggong Ruan yang akhirnya menyadari situasinya pun mengaku kalah.


Namun hal itu tidak membuat serangan yang diterima berhenti, Li Yuchen yang tak bisa diam saja saat melihat Nanggong Ruan akan dibuat cacat pun maju ke atas Arena.


"Segel Formasi Perlindungan! Lonceng Emas Budha!" ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah lalu dengan cepat sebuah lonceng yang sangat besar menutupi tubuh Nanggong Ruan dan melindunginya dari serangan Liao Hunyuan.


"Siapa itu? Beraninya kau mengganggu jalannya pertandingan!" teriak Liao Hunyuan dengan suara yang lantang dengan mata yang terbuka lebar karena menahan amarah.


"Aku yang melakukannya. Itu semua karena Nanggong Ruan telah mengaku kalah tapi kau masih tidak berhenti menghajarnya!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang datar dan tatapan mata yang cuek.


"Agh, aku tidak mendengarnya lagipula panitia tidak mengatakan apapun untuk menghentikan pertandingan!" sindir Liao Hunyuan dengan senyum yang lebar dan tatapan mata yang merendahkan.


Li Yuchen yang tidak senang saat melihat kondisi Nanggong Ruan yang sangat parah pun mengalihkan pandangannya ke arah Nan Luo.


Nan Luo yang menyadari kesalahannya pun langsung berjalan maju ke depan dan mengumumkan hasil pertandingan.


"Pertandingan Ketujuh dimenangkan oleh Liao Hunyuan dari Daratan Yunzan!" teriak Nan Luo dengan senyum yang canggung tapi langsung disambut ceria oleh semua orang yang menonton pertandingan tersebut.


Yun Tianxing, Han Mouyun dan Ye Zhin yang hanya berdiri di tempatnya dengan cepat naik ke atas Arena Pertandingan dan membantu mengangkat Nanggong Ruan kembali bersama ujung tombaknya yang masih tersisa.


Li Yuchen yang melihat Nanggong Ruan terbaring tidak berdaya seperti itu pun menatap tajam ke arah Liao Hunyuan.


"Kau sangat senang bermain dengan nyawa orang lain maka jangan takut saat permainan denganku dimulai!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang serius.


Liao Hunyuan yang biasanya santai menghadapi ancaman orang lain tiba-tiba merasakan sedikit perasaan takut dan cemas saat menatap mata Li Yuchen.


Liao Hunyuan yang tidak ingin berdiri di atas Arena terlalu lama pun kembali ke tempatnya dan disambut dengan ucapan selamat dari Rekannya kecuali Bai Hongyu yang hanya berdiri diam melihat langit.


Sementara itu, Li Yuchen yang telah kembali ke tempat duduknya pun melihat Master Qiang yang sedang memeriksa kondisi Nanggong Ruan.


Master Qiang yang tidak berpikir jika Nanggong Ruan akan mendapatkan perlakuan yang sangat kejam hanya bisa menggelengkan kepalanya sebagai tanda menyerah.


"Saya hanya bisa menyelamatkan nyawa Tuan Muda Nanggong tapi saya tidak bisa melakukan apapun dengan masalah meridiannya!" ucap Master Qiang dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang sangat menyesal.

__ADS_1


Li Yuchen yang menyadari maksud ucapan Master Qiang pun memilih pergi dan melihat ke depan ke arah Seo Xiqin dengan tatapan mata kerinduan.


Burung Phoenix yang bisa merasakan yang dirasakan Li Yuchen pun terbang ke arah Li Yuchen dan duduk di pundak Li Yuchen.


“Bos! Jangan khawatir. Setelah pertandingan ini, Bos dan Nyonya Bos pasti akan bisa bersama kembali!” ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang menenangkan.


Li Yuhchen yang tak menjawab apapun perkataan Burung Phoenix hanya melihat Nan Luo mengumumkan hasil dari Babak Penyisihan.


“Pertandingan terakhir yang tidak memiliki lawan akan langsung dinyatakan menang!” ucap Nan Luo dengan suara yang keras dan penuh semangat sambil mengalihkan pandangannya ke arah papan besar yang ada di belakangnya.


“Berdasarkan hasil dari Pertandingan Babak Penyisihan maka Pertandingan selanjutnya akan ditentukan dengan Pertarungan antar delapan Peserta!” ucap Nan Luo dengan ekspresi wajah yang serius.


“Kedelapan Peserta yang akan bertanding selanjutnya akan diberi waktu tiga hari untuk pemulihan lalu Pertandingan selanjutnya akan dimulai!” ucap Nan Luo dengan ekspresi wajah yang serius dan senyum yang lebar.


“Pemenang dari Pertandingan selanjutnya akan mengikuti Pertandingan di Babak Akhir yang akan menentukan yang terbaik di Tiga Daratan!” ucap Nan Luo dengan suara yang sangat semangat dan ekspresi wajah yang bahagia.


Li Yuchen dan ketiga anggotanya yang lain yang bisa memenangkan Pertandingan pun kembali ke Penginapan sambil membawa Nanggong Ruan yang terluka.


Li Yuchen yang ingin menemui Seo Xiqin pun mengirim Burung Phoenix kembali kepada Seo Xiqin agar dirinya bisa mencari keberadaan Seo Xiqin.


“Pergi! Termani Qier! Jaga dia dengan baik! Aku akan segera datang dan menemuinya segera!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas sambil melemparkan Burung Phoenix ke atas.


“Nona! Pertandingan selesai! Kita harus segera kembali sekarang!” ucap Ketua Du Lang dengan nada suara yang datar dan wajah tanpa ekspresi.


“Aku tidak akan pergi tanpa Que! Aku akan tetap disini dan menunggu Que kembali!” ucap Seo Xiqin dalam hati sambil menatap dingin ke arah Ketua Du Lang.


“Bawa kembali Que padaku dan kita akan kembali saat itu juga!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang tegas.


Kesatria yang datang bersama Ketua Du Lang untuk melindungi Seo Xiqin mendengar permintaan Seo Xiqin yang tidak masuk akal pun menjadi bingung.


“Quer? Siapa Que?”


“Apakah kau tau siapa yang dimaksud oleh Nona?”


“Aku tidak tau! Aku pun penasaran dengan wajahnya!”


Ketua Du Lang yang bingung dengan perkataan Seo Xiqin pun mengangkat kepalanya dan bertanya dengan percaya diri.

__ADS_1


“Maaf, Nona. Que? Siapakah dia?” tanya Ketua Du Lang dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang bingung.


“Kau sudah pernah bertemu dengannya bahkan kau sering melihatnya bersamaku. Apakah kau tidak bisa menebak siapa Que?” tanya Seo Xiqin dengan tatapan mata yang sinis dan kata-kata yang tajam.


“Ketua Du Lang adalah Kesatria yang akan setia pada Keluarga Mu dan bisa dibilang sebagai anjing dari Kepala Keluarga Mu, Bibiku!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.


“Dia melindungiku dan berada di sampingku hanya karena permintaan Bibiku terlebih dia akan selalu melaporkan semuanya pada Bibi yang membuatku tak bisa mempercayainya ataupun orang lain!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang sangat dingin.


Ketua Du Lang yang mendengar pertanyaan Seo Xiqin pun menundukkan kepalanya lalu berlutut dengan satu kaki dan diikuti Kesatria lainnya.


“Jangan khawatir, Nona. Saya pasti akan segera menemukannya!” ucap Ketua Du Lang dengan tekad yang kuat terlihat jelas di wajahnya.


Namun, sebelum Ketua Du Lang berdiri dari tempatnya Burung Phoenix yang telah kembali pun langsung terbang dan mendarat dengan sempuran di jari-jari Seo Xiqin.


“Nyonya Bos! Aku kembali!” teriak Burung Phoenix kepada Seo Xiqin yang hanya didengar dengan bahasa burung oleh orang-orang di sekitar Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang telah bersama dengan Burung Phoenix pun berniat untuk kembali ke Kediamannya tapi seseorang datang menemui Seo Xiqin.


“Maafkan kelancangan saya, Nona. Saya adalah Pelayan Pribadi Yang Mulia Putra Mahkota Kekaisaran dari Daratan Yunzan. Saya ingin menyampaikan pesan bahwa Yang Mulia Putra Mahkota ingin bertemu dengan Nona!” ucap Pelayan Pria tersebut dengan ekspresi wajah yang percaya diri dan senyum yang lebar.


Seo Xiqin yang mendengar perkataan Pelayan Pria tersebut mengubah ekspresi wajahnya menjadi sangat dingin bahkan lebih dingin daripada Gunung Es.


Seo Xiqin yang tidak ingin menerima permintaan itu pun mengalihkan pandangannya ke arah Ketua Du Lang.


“Ketua Du Lang!” panggil Seo Xiqin dengan nada suara yang dingin dan ekspresi wajah yang datar yang membuat Pelayan Pria tersebut bingung karena Seo Xiqin tidak langsung menjawab permintaannya.


“Apakah posisi siapa yang lebih tinggi? Posisiku sebagai Calon Kepala Keluarga Klan Es atau Calon Kaisar selanjutnya dari Daratan Danzong?” tanya Seo Xiqin dengan nada suara yang dingin dan tatapan mata yang tajam.


“Nona tidak perlu khawatir. Tidak akan ada yang bisa menekan anda untuk melakukan sesuatu yang tidak Nona inginkan!” ucap Ketua Du Lang dengan nada suara yang tegas dan terdengar penuh percaya diri.


Seo Xiqin yang mendengar jawaban yang sangat ditunggu olehnya pun tersenyum bahagia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Pelayan Muda yang masih bingung dengan percakapan yang terjadi antara Seo Xiqin dan Ketua Du Lang.


“Sampaikan pesanku kepada Tuanmu bahwa aku tak punya waktu untuk bertemu dengannya!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang tegas lalu berjalan dengan anggun meninggalkan Pelayan Muda yang sedang berdiri termenung.


Burung Phoenix yang melihat Seorang Pelayan berani meminta Seo Xiqin menemui Pria lain yang belum tentu lebih hebat dari Li Yuchen pun berbuat sesuatu.


“Dasar burung sialan! Beraninya kau mengeluarkan t*i di atas kepalaku!” teriak Pelayan Muda itu dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang marah sambil bergerak-gerak mengambil Burung Phoenix yang terbang di atas kepalanya.

__ADS_1


#Bersambung#


Bagaimana reaksi Putra Mahkota Daratan Danzong saat ditolak oleh Seo Xiqin? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...


__ADS_2