Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 277. Kesepian Seumur Hidup


__ADS_3

Li Yuchen yang mendengar perkataan Burung Phoenix pun menghentikan serangannya dan Burung Phoenix yang menyadari bahwa ini adalah kesempatannya untuk bisa selamat pun memeluk kaki Li Yuchen dengan sayapnya.


“Bos, ampuni aku! Aku janji akan menjadi Hewan Kontrak yang setia dan akan selalu menuruti perintahmu. Oleh karena itu Bos maafkan aku kali ini saja!” ucap Burung Phoenix yang berpura-pura menangis di hadapan Li Yuchen.


Li Yuchen yang tau jika Burung Phoenix adalah Hewan Suci yang memiliki kecerdasan seperti manusia pun menjitak kepala Burung Phoenix dengan sangat keras.


“Hapus air mata buayamu! Kau kira aku tidak tau jika kau sedang berpura-pura!” ucap Li Yuchen yang masih mengangkat tangannya yang masih terkepal dengan ekspresi wajah yang menahan kesal dan amarah.


“Aku akan memaafkanmu kali ini tapi jika kau mengulanginya lagi maka aku tidak akan mengampunimu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kesal lalu menyingkirkan sayap Burung Phoenix yang memeluk kakinya.


“Aku akan melakukan Pelatihan Tertutup dan jangan coba-coba menggangguku jika tidak maka kau akan tanggung sendiri resikonya!” ucap Li Yuchen dengan nada suara dan ekspresi wajah yang mengancam dengan tatapan mata yang tajam dan menusuk.


Li Yuchen yang berjalan masuk kembali ke dalam Pagoda pun menelan lima puluh botol Pil Terobosan dengan isi sepuluh Pil perbotol lalu menyerap satu persatu Inti Kristal yang dimilikinya.


“Kurang! Sial! Semakin tinggi tingkatan Kultivasi yang aku inginkan semakin banyak juga Inti Kristal yang aku butuhkan!” gumam Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang frustasi melihat Inti Kristal Hewan Buas yang dimilikinya berkurang drastis.


Li Yuchen yang akhirnya menghabiskan semua Inti Kristal miliknya kecuali Inti Kristal yang berwarna merah pun akhirnya merasakan adanya tanda sakit yang teramat sangat di dalam tubuhnya.


Li Yuchen yang sudah merasakan rasa sakit ini berkali-kali tetap tidak terbiasa dengan rasa sakit saat peningkatan tingakatan secara instan.


“Aaarrggghhhhhh!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang kesakitan dengan mata yang terbuka lebar.


Li Yuchen yang merasakan rasa sakit itu selama berhari-hari di dalam Giok Naga Hijau Emas akhirnya merasakan luapan Energi yang keluar dari dalam tubuhnya.


Energi yang sangat banyak itu pun meledak dan menciptakan bom asap yang mengeluarkan suara yang keras hingga membuat Burung Phoenix yang menunggu di luar Pagoda terkejut.


“Bos! Apakah kau baik-baik saja?” tanya Burung Phoenix dengann suara yang terburu-buru dan terdengar sangat panik.


“Aku baik-baik saja. Aku berhasil naik tingkat menjadi Level Surgawi tingkat Dua. Meskipun hanya naik satu tingkat. Ini jauh lebih baik daripada tidak sama sekali mengingat banyaknya Pil Terobosan dan Inti Kristal Hewan Buas yang telah aku habiskan!” gumam Li Yuchen yang melihat energi yang mengelilingi tubuhnya.


Li Yuchen yang keluar dari dalam asap itu tidak menyangka jika pakaiannya telah berubah menjadi hitam dan ikut menjadi korban ledakan.

__ADS_1


Li Yuchen yang tau jika semua yang terjadi di dalam Giok Naga Hijau Emas akan dirasakan juga oleh tubuh aslinya di dunia nyata pun langsung mengganti pakaiannya.


“Selamat Bos. Kau telah naik tingkat lagi!” ucap Burung Phoenix dengan senyum yang lebar dengan ekspresi wajah yang ikut senang dengan berita kenaikan tingkat Li Yuchen.


“Hmmm, aku harusnya bisa naik satu atau dua tingkat lagi jika kau tidak menghabiskan Inti Kristal Hewan Buas milikku!” sindir Li Yuchen dengan pandangan mata yang sinis yang membuat Burung Phoenix menjadi murung.


“Maaf,B Bos! Lainkali aku tidak akan mengulanginya lagi!” ucap Burung Phoenix dengan ekspresi wajah yang sedih.


Li Yuchen yang tidak tega melihatnya pun menepuk-nepuk kepala Burung Phoenix dengan perlahan dan menenangkannya.


“Sudahlah. Aku sedang senang karena berhasil naik tingkat jadi aku akan mengajakmu keluar melihat Dunia Luar!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum kecil di bibirnya.


“Kau telah berevolusi menjadi Burung Phoenix Remaja jadi kau pasti bisa mengubah bentukmu menjadi seperti burung pada umumnya, bukan?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang menyelidik.


“Jika kau ingin ikut keluar denganku. Kau tidak bisa keluar dengan penampilan seperti ini apalagi Kekuatanmu masih belum cukup untuk melindungi dirimu sendiri!” sindir Li Yuchen dengan senyum yang licik.


Burung Phoenix yang masuk dalam perangkap Li Yuchen pun menganggukkan kepalanya lalu mengubah bentuknya menjadi burung pipit kecil yang berbulu sangat cantik.


“Tentu saja! Aku akan membawamu keluar nanti tapi aku harus kembali terlebih dahulu sekarang lalu menjemputmu!” ucap Li Yuchen dengan percaya diri dan senyum kemenangan.


Burung Phoenix yang masih muda hanya percaya kepada Li Yuchen pun menganggukkan kepala dengan patuh menunggu Li Yuchen kembali ke dalam Giok Naga dan menjemputnya.


Li Yuchen yang telah kembali ke Dunia Nyata tidak menyangka jika matahari telah berubah menjadi gelap dan semakin larut.


“Hmmm, keburuntungan yang sangat bagus! Aku bisa mempersingkat waktu untuk naik tingkat. Sungguh sangat menakjubkan! Aku harus menyimpan rahasia ini baik-baik. Jangan sampai ada orang lain yang mengetahuinya!” gumam Li Yuchen yang kemudian terbaring santai di atas tempat tidurnya.


Lalu saat Li Yuchen ingin memejamkan matanya kembali, seseorang datang dan menyusup ke dalam Kamar Li Yuchen.


“Siapa itu? Keluarlah! Atau aku yang akan memaksamu keluar dengan caraku!” ancama Li Yuchen dengan nada suara yang dingin dan tatapan mata yang waspada.


Putri Su Qingqing yang ternyata menyusup ke dalam kamar Li Yuchen pun menampakkan dirinya di bawah sinar bulan.

__ADS_1


Li Yuchen yang melihat kehadiran Putri Su Qingqing di tengah malam di dalam kamarnya pun mengerutkan alisnya dan menatap aneh ke arah Putri Su Qingqing.


Putri Su Qingqing yang menyadari jika sikap Li Yuchen padanya saat ini sangat tidak bersahabat bahkan seperti kehadirannya tidak diterima dengan baik membuat Putri Su Qingqing menggigit bibir bawahnya.


“Tuan Muda Li, kau sudah mengetahui keuntungan jika menikahiku dan mendapatkan keperawananku bahkan kau pun bilang bahwa aku adalah wanita yang cantik dan juga anggun! Lalu kenapa kau seperti tidak memiliki niat untuk menjadi Suamiku?” tanya Putri Su Qingqing dengan ekspresi wajah yang marah.


Putri Su Qingqing yang terus merasa gelisah setelah mendengar jawaban dan melihat sikap Li Yuchen di hadapan Kaisar Su Yongkang dan Para Pangeran dan Putri pun merasa jika harga dirinya sebagai wanita telah hancur.


“Apakah tujuan kedatangan Tuan Putri Su Qingqing kemari tengah malam seperti ini hanya untuk bertanya hal ini?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung yang tidak mengerti yang dirasakan oleh Putri Su Qingqing.


“Apakah pertanyaanku ini sangat tidak penting sampai Tuan Muda Li bersikap sangat cuek dan dingin?” sindir Putri Su Qingqing dengann tatapan mata yang tajam.


Li Yuchen yang tidak bisa mengerti perasaan wanita lain selain Seo Xiqin pun menjadi bingung dengan masalah dari sikapnya.


“Hah! Apa maksdu ucapan Putri? Apakah Putri ingin aku bersikap pura-pura lembut dan manis di hadapanmu? Apakah Tuan Putri ingin aku menerima perjodohan yang dibuat Kaisar Su Yongkang?” tanya Li Yuchen dengan sikap yang cuek sambil berjalan menuju kursi kosong yang ada di hadapannya.


“Jika itu yang Tuan Putri inginkan apakah Tuan Putri bersedia menjadi Selir selamanya dan hidup kesepian seumur hidupmu?” tanya Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam dengann ekspresi wajah yang dingin dan serius di saat bersamaan.


“Tuan Putri pasti sudah mengetahui bukan bahwa aku telah memiliki Seorang Istri dan aku sangat mencintainya. Aku bahkan tidak pernah berniat untuk mengambil wanita lain menjadi Istri, Selir ataupun Wanitaku. Lalu apakah Putri ingin hidup selamanya menderita dengan cinta yang tak akan terbalas selamanya?” sindir Li Yuchen dengan aura dingin yang memenuhi kamar tersebut.


Putri Su Qingqing yang mendengar setiap kata-kata penolakan dari dalam mulut Li Yuchen membuta hati Putri Su Qingqing bagaikan tertusuk anak panah yang tak terhitung jumlahnya. Rasa sakit yang dirasakan hatinya membuat air mata mengalir keluar dari mata indah Putri Su Qingqing.


Putri Su Qingqing yang selama ini selalu melihat Ibunya, Selir Kekaisaran Han Lian, yang sangat sering menangis, tidak tenang, cemas dan tidak bahagia karena harus terus bertarung mendapatkan perhatian dari Kaisar Su Yongkang dengan Permaisuri dan wanita-wanita lain yang selalu dibawa oleh Kaisar Su Yongkang untuk menghangatkan ranjangnya.


Ingatan itu membuat Putri Su Qingqing menatap miris kepada dirinya yang ingin mengambil pilihan hidup yang sama dengan Selir Kekaisaran Han Lian.


“Apakah aku benar-benar ingin hidup seperti itu selamanya?” tanya Putri Su Qingqing pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang sedih sambil mengepalkan tangannya dengan erat dan menggigit bibir bawahnya.


#Bersambung#


Apakah Putri Su Qingqing akan memilih menjadi Selir Li Yuchen dan hidup sendiri selamanya ataukah melepaskan Li Yuchen? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2