
Li Yuchen yang tidak ingin berdebat dengan Li Chuan dan Mo Yunhe dan membuang waktunya yang berharga pun memutuskan untuk segera pergi.
“Jangan cemas. Aku punya cara sendiri untuk masalah itu.” Ucap Li Yuchen yang berjalan menuju pintu keluar membiarkan semuanya tetap berdiri di tempat.
“Nanti akan ada orang yang datang! Ayah dan Ibu harus mengikutinya!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang cuek dan ekspresi wajah yang dingin.
Setelah mengatakan yang ingin dikatakannya, Li Yuchen pun pergi menuju ke tempat Pertandingan Generasi Muda Keluarga Li yang ternyata sudah mulai.
Li Yuchen yang menyelinap masuk di antara kerumunan penonton dan peserta pun melihat pertandingan yang sedang berlangsung di depan matanya.
“Pemenangnya adalah Li Ouyang!” ucap wasit yang menjadi Juri dalam pertandingan itu dengan percaya diri dan suara yang tegas.
Orang-orang yang menonton pertandingan ternyata sangat antusias terutama saat mengetahui Li Ouyang berhasil menang menuju babak selanjutnya.
“Tuan Muda Li Ouyang!” teriak beberapa orang penonton dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan suara yang keras.
Pertandingan Generasi Muda Keluarga Li adalah pertandingan yang selalu diadakan untuk menentukan Pewaris Keluarga Li saat Kepala Keluarga Li meninggal atau mendapatkan masalah yang sangat serius.
Pertandingan yang terjadi seharian dengan Peserta berasal dari Keluarga Li dari jalur Utama sedangkan yang berasal dari Keluarga Cabang tidak memiliki kesempatan mengikuti pertandingan.
Pertandingan ini adalah Pertandingan yang sangat penting karena itu semua Kepala Keluarga di Kota Kunlun datang menghadirinya. Tidak hanya itu bahkan Ketua dan Tetua dari Paviliun Huanfu dan juga Menara Formasi Shinzu pun diundang untuk melihat pertandingan.
Asosiasi Kesatria Bayangan yang merupakan Organisasi yang baru muncul dan menjadi sangat terkenal beberapa waktu terakhir juga datang melihat pertandingan.
Li Yuchen yang berdiri melihat wajah orang yang dikenalnya duduk di atas melihat pertandingan dari jarak yang tinggi pun tersenyum dengan senyuman yang misterius.
Sementara itu, pertandingan yang terus berlangsung diantara Generasi Muda Keluarga Li pun membuat Li Fan yang memiliki tingkat Kultivasi tepat di bawah Li Ouyang dapat dengan mudah mengalahkan orang-orang yang berada di bawahnya.
“Dasar sampah! Beraninya orang-orang lemah sepertimu mengikuti Pertandingan ini dan bermimpi menjadi Pewaris Keluarga Li!” ucap Li Fan dengan nada suara dan tatapan mata yang merendahkan.
Li Fan yang merasa sangat bangga akan dirinya pun menantang semua orang untuk maju untuk melawannya karena untuk membuat dirinya pantas untuk menjadi Pewaris Keluarga Li, Li Fan harus mengalahkan semua orang termasuk Li Ouyang.
“Ayo, siapa lagi! Maju sini dan lawan aku!” teriak Li Fan dengan suara yang tinggi dan keras serta ekspresi wajah serta sikap yang sombong dan kepala yang terangkat ke atas.
Semua orang yang mendengar perkataan Li Fan pun saling menatap dan memasang ekspresi wajah yang takut dan cemas tapi hal itu sangat berbeda dengan Li Yuchen yang merasa sangat senang mendengar perkataan Li Fan.
Li Yuchen yang telah menantikan situasi itu pun melompat ke atas arena pertandingan dan berdiri di hadapan Li Fan sambil tersenyum.
__ADS_1
Li Fan yang melihat Li Yuchen berdiri di depannya dengan ekspresi wajah yang percaya diri tidak bisa menahan rasa kesal dan amarahnya.
“Hah! Apa yang dilakukan sampah ini disini? Apakah kau ingin dipukuli dan menjadi lumpuh seperti Ayahmu?” sindir Li Fan dengan suara yang keras dan tinggi serta tatapan mata yang merendahkan yang di arahkan ke arah Li yuchen.
Li Yuchen yang tidak terpengaruh dengan perkataan Li Fan pun tersenyum sinis dan menatap lurus ke arah Li Fan sehingga membuat Li Fan merasa terabaikan.
“Huh! Kau berani tidak menjawabku. Sepertinya sampah tidak berguna sepertimu tidak akan tau rasanya berhenti sebelum mendapatkan pelajaran!” ucap Li Fan dengan ekspresi wajah yang memerah karena menahan kesal.
Li Fan yang sangat kesal pun mengalirkan Energinya ke sekitarnya sehingga membuat Penonton yang berada di bawah panggung merasakan dampaknya.
Li Fan yang tidak senang melihat Li Yuchen yang masih dapat tersenyum melihat energi yang dikeluarkannya pun kehilangan kesabarannya.
Li Fan pun melompat dari tempatnya berdiri dan mengarahkan tinjunya ke arah Li Yuchen dengan Energi Langit dan Bumi yang meluap-luap.
Tepat saat pukulan Li Fan dipikir mengenai Li Yuchen, asap yang sangat banyak pun keluar dikarenakan serangan yang disebabkan oleh Li Fan.
Semua orang yang berpikir jika Li Yuchen telah habis dan tidak akan bisa bertahan dari serangan Li Fan pun sibuk memberikan sorakan kemenangan kepada Li Fan.
“Bagus sekali Tuan Muda Li Fan!”
“Tuan Muda Li Fan memang sangat hebat! Inilah yang diharapkan dari Putra Kepala Keluarga!”
Li Fan yang mencoba meninju Li Yuchen tidak menyangka jika tinju itu dapat dengan mudah ditahan oleh Li Yuchen dengan tangan kosong.
Tidak hanya Li Fan, semua orang yang melihat kejadian itu pun ikut terkejut mengingat reputasi Li Yuchen sebagai Sampah Tidak Berguna selama ini.
Li Fan yang merasakan ada sesuatu yang salah pun melepaskan tinjunya lalu bergerak mundur dan menjauh dari Li Yuchen.
Li Yuchen yang melihat reaksi Li Fan dan orang-orang disekitarnya saat dirinya berhasil manahan serangan dari Li Fan dengan satu tangan pun tersenyum dan berjalan maju ke arah Li Fan lalu mempersempit jarak di antara keduanya.
“Hmmm, bagaimana rasanya? Apakah masih menyenangkan rasanya saat tidak bisa memukul orang yang kau sebut Sampah Tidak Berguna?” tanya Li Yuchen dengan senyum kecil dan tatapan mata yang merendahkan.
“Ka-kau! Sejak kapan kau bisa berkultivasi?” tanya Li Fan dengan teriakan yang keras dan ekspresi wajah yang terkejut serta mata yang terbuka lebar.
“Apakah itu penting sekarang? Karena yang terpenting adalah membuat orang yang sombong sepertimu tidak bisa lagi mengangkat kepalanya ke atas.” Ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang sinis.
Li Yuchen yang ingin memberikan pelajaran kepada Li Fan untuk semua perbuatannya sebelumnya yang selalu membuli pemilik tubuh saat pemilik tubuh masih hidup.
__ADS_1
Li Yuchen yang ingin membalaskan dendam pemilik tubuh kepada seluruh orang yang telah merendahkannya pun menghilang dari hadapan Li Fan.
Li Fan yang melihat Li Yuchen tiba-tiba menghilang pun menjadi sangat terkejut dan sebelum keterkejutan itu menghilang Li Yuchen pun muncul tepat dibelakang Li Fan dan mencoba memukul punggung Li Fan.
Li Fan yang bisa merasakan keberadaan orang di belakangnya pun memutar tubuhnya dan menahan serangan Li Yuchen dengan kedua tangannya tapi kekuatan yang dikeluarkan Li Yuchen ternyata sangatlah besar sehingga membuat Li Fan mundur ke belakang hampir melewati garis.
Li Fan yang terus mendapatkan kejutan dari Li Yuchen pun tidak bisa mengubah ekspresi terkejutnya.
Li Yuchen yang ingin membuat Li Fan menderita pun tanpa henti menyerangnya sehingga memaksa Li Fan berada di posisi bertahan.
Semua orang yang melihat perlawanan dari Li Yuchen pun mulai berbalik mendukung Li Yuchen sehingga membuat Li Fan menjadi kesal.
“Aaargghhh! Dasar sampah! Apakah kau pikir pukulan seperti ini dapat mengalahkanku? Hah!” teriak Li Fan dengan ekspresi wajah yang kesal dan marah dengan suara teriakan yang sangat keras serta tatapan mata yang tajam.
“Benarkah? Tapi sepertinya tidak seperti itu!” ucap Li Yuchen dengan senyum kecil dan tatapan mata yang merendahkan ke arah Li Fan.
Tepat setelah Li Yuchen mengatakan hal itu, Li Fan pun merasakan ada sesuatu yang salah pada dirinya.
“A-apa yang terjadi padaku?” ucap Li Fan dengan nada suara yang gagap dan ekspresi wajah yang bingung.
Li Fan yang tiba-tiba tidak bisa merasakan kekuatan kakinya pun duduk dalam posisi berlutut di hadapan Li Yuchen.
“Ka-kakiku!” teriak Li Fan dengan suara yang keras dengan mata yang terbuka lebar dan ekspresi wajah yang terkejut dan bingung di saat bersamaan.
Li Yuchen yang melihat akibat dari setiap serangan yang diberikannya kepada Li Fan pun menajdi sangat senang.
“Hmmm, akhirnya bereaksi juga!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah dan ekspresi wajah yang senang.
Li Yuchen yang ingin memberikan serangan terakhir pada Li Fan pun maju ke depan dan menghajar Li Fan dengan kakinya.
“Jangan terkejut! Ini hanya permulaan dan aku masih belum selesai!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang senang dengan senyum yang jahat.
Li Ouyang yang merasa jika Li Fan akan berada dalam bahaya pun melompat menuju arena dan menahan serangan Li Yuchen.
“Ti-tidak!” teriak Li Ouyang dengan sangat keras sambil melompat dengan sangat cepat menuju ke arah Li Fan dengan ekspresi wajah yang cemas.
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah Li Ouyang berhasil menyelamatkan Li Fan dari tendangan Li Yuchen? Apa yang akan dilakukan Li Ouyang selanjutnya? Tebak di kolom komentar ya..