
Li Yuchen yang melihat Ketua Chu Feng tidak bergerak bicara tentang informasi mengenai Seo Xiqin setelah membuatnya kesal.
"Setengah dari Kristal ini akan menjadi milikmu jika informasi yang kau berikan bisa memuaskanku tapi jika tidak Ketua Chu harus memberikan kompensasi telah membuang waktuku yang berharga!" ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang dingin.
Ketua Chu Feng yang melihat setengah Kristal Jade Hijau ada di depan matanya membuat keinginan untuk memiliki semua Kristal yang dikeluarkan Li Yuchen semakin besar.
"Ehem! Saya mengatakan ini bukan karena hadiah yang Tuan Muda Li berikan. Ini semua karena ketulusanku yang ingin melihat Tuan Muda Li bisa bersama dengan Nona Seo Xiqin selamanya!" ucap Ketua Chu Feng dengan kata-kata yang manis dan senyum yang lebar.
"Uhuk! Aku akan mengatakan yang semuanya sekarang!" ucap Ketua Chu Feng dengan suara batuk yang keras mencoba mencairkan suasana yang tegang dan canggung karena tatapan mata yang sinis yang ditunjukkan Li Yuchen kepadanya.
"Sebenarnya tepat setelah Nona Seo Xiqin berniat meninggalkan Podium dan kembali ke tempatnya istirahat Seorang Kasim Kekaisaran datang meminta Nona Seo Xiqin pergi menemui seseorang!" ucap Ketua Chu Feng dengan nada suara yang bermain-main.
Ketua Chu Feng yang melirik sesekali ke arah Li Yuchen untuk melihat reaksinya tidak menyangka bahwa Li Yuchen tidak menunjukkan reaksi apapun namun saat kalimat selanjutnya diucapkan reaksi yang diinginkan itupun akhirnya muncul.
"Orang yang meminta bertemu adalah Putra Mahkota Qi Houran dari Daratan Yunzan dan orang ini terkenal dengan perbuatan kejinya pada setiap wanita yang menarik perhatiannya!" ucap Ketua Chu Feng dengan keyakinan penuh.
Li Yuchen yang mendengar perkataan Ketua Chu Feng pun menjadi sangat kesal dan mengubah tujuannya untuk memberikan Putra Mahkota Qi Houran pelajaran.
"Dia berani meletakkan pikiran jahatnya kepada Qier! Aku pasti akan membuatmu mendapatkan pelajarannya!" ucap Li Yuchen dalam hati dengan mata yang tajam dan niat membunuh yang kuat.
__ADS_1
Ketua Chu Feng yang tak ingin merasa bersalah karena telah memberikan informasi yang sedikit demi bayaran yang banyak pun mengeluarkan sebuah map cokelat dan meletakkannya di atas meja.
"Di dalam sini ada informasi mengenai Putra Mahkota Qi Houran yang akan sangat berguna." ucap Ketua Chu Feng dengan senyum yang lebar.
Li Yuchen yang tak ingin menyia-nyiakan informasi apapun akhirnya mengambil map cokelat tersebut dan membukanya secara perlahan.
Li Yuchen yang membaca informasi tersebut pun menyadari penyebab Putra Mahkota Qi Houran bisa berbuat kejam sesuka hatinya.
"Kaisar dan Permaisuri selalu menutup mata untuk semua perbuatan Putra Mahkota Qi Houran dan wanita yang menjadi korban dari Putra Mahkota Qi Houran akan di masukkan ke dalam Istana lalu diberi gelar Selir! Sungguh tidak masuk di akal!" ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah emosi.
"Aku tidak akan pernah membiarkan orang seperti itu bisa melakukan apapun sesuka hatinya dan bahkan menjadi Seorang Kaisar!" ucap Li Yuchen dalam hati dengan tekad yang kuat dan pandangan mata lurus ke depan.
"Ketua Chu, apakah kau memiliki informasi mengenai Putra Kaisar yang lain yang ada di luar Istana?" tanya Li Yuchen dengan senyum yang jahat.
"Hmmm, tentu saja saya memilikinya dan saya akan memberikannya secara gratis kali ini karena saya sebenarnya pun tidak ingin orang yang tidak berguna itu menjadi Putra Mahkota dan menjadi Kaisar Qi dari Daratan Yunzan di masa depan!" ucap Ketua Chu Feng dengan ekspresi wajah yang kesal dan tatapan mata yang tajam.
Ketua Chu Feng yang mengeluarkan selembar kertas dari dalam bajunya pun meletakkan potrek wajah seorang anak laki-laki yang masih muda yang terlihat cukup tampan di atas meja.
"Bagaimana kau bisa membuktikan bahwa anak ini memiliki darah Keluarga Kekaisaran Daratan Yunzan?" tanta Li Yuchen dengan alis yang mengkerut karena bingung.
__ADS_1
"Keluarga Kekaisaran Qi memiliki satu ciri khusus yaitu Tanda bintang di lehernya dan anak ini pun memilikinya juga!" ucap Ketua Chu Feng dengan senyum percaya diri.
Li Yuchen yang mendapatkan semua informasi yang dibutuhkannya pun meninggakkan Markas Organisasi Tengkorak dengan cepat lalu pergi menuju ke Rumah B***il untuk menemui Putra Mahkota Qi Houran.
"Selamat datang Pengunjung yang terhormat. Silahkan masuk dan nikmati pertunjukannya." ucap seorang wanita cantik dengan pakaian terbuka dan suara yang sangat menggoda.
"Berikan aku ruangan VVIP dengan makanan dan minuman yang lezat!" ucap Li Yuchen sambil mengeluarkan sekantong uang emas lalu menyerahkannya kepada Pelayan yang ada di depannya.
Pelayan yang berpikir jika dirinya telah bertemu dengan orang kaya lainnya yang bodoh pun dengan cepat mengambil kantong uang emas tersebut dan menunjukkan jalan ke Ruang VVIP yang diinginkan Li Yuchen.
"Tuan Tampan, mohon tunggu disini sebentar makanan dan minumannya aka segera datang!" ucap Pelayan tersebut sambil membungkukkan tubuhnya sedikit qqq indoor
"Aku ingin bertemu dengan orang yang berani meletakkan niat jahat pada Qier dan menyakiti anakku yang sedang dam kandungannya dan membuatnya menyesali perbuatan tersebut seumur hidupnya!" ucap Li Yuchen dengan senyum yang jahat.
Li Yuchen yang berhasil masuk ke dalam Rumah Bo**il dan dapat dengan mudah memesan kamar yang berada di samping kamar Putra Mahkota Qi Houran.
"Hmmm, orang itu tepat berada di sebelah dan pastinya sedang bersenang-senang dengan wanita-wanita cantik!" ucap Li Yuchen dengan senyum yang jahat.
#Bersambung#
__ADS_1
Apa yang akan dilakukan Li Yuchen kepada Putra Mahkota Qi Houran? Lalu akankah Li Yuchen dapat menemukan Putra Kaisar Daratan Yunzan yang lain? Tunggu jawabannya di Bab selanjutnya.