Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 346. Hukuman Pelayan Kurang Ajar


__ADS_3

Ji Zheifeng yang melihat jumlah uang yang sangat banyak dapat dikeluarkan oleh Li yuchen dengan mudahnya tanpa berkedip pun langsung merasa penasaran dengan latar belakangnya.


“Siapa orang ini sebenarnya? Kenapa dia bisa mengeluarkan uang sebanyak ini tanpa berkedip?” tanya Ji Zheifeng dalam hati dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang bersahabat.


Ji Zheifeng yang tidak ingin bertindak gegabah pun menyetujui permintaan Li Yuchen untuk membeli Penginapannya dan menyerahkan semuanya kepada Li Yuchen namun sesuatu terjadi.


“Karena Tuan telah membeli Penginapan maka mulai saat ini Penginapan ini telah resmi menjadi milik anda!” ucap Ji Zheifeng dengan senyum yang lembut sambil menyerahkan surat kepemilikan dari Penginapan kepada Li Yuchen.


“Agh! Tunggu dulu!, Tuan Muda Ji! Saya hanya akan menjadi Pemilik Penginapan ini dan saya masih akan menyerahkan pengurusan Penginapan ini kepada anda!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang lebar.


“Tuan Muda Ji tidak perlu khawatir karena saya akan memberikan tiga puluh persen hasil dari Pendapatan Penginapan ini kepada anda. Bagaimana? Apakah anda setuju?” tanya Li Yuchen dengan penuh percaya diri.


Ji Zheifeng yang berpikir jika dirinya akan kehilangan Penginapan itu sepenuhnya pun menjadi sangat senang dengan tawaran yang diberikan Li Yuchen.


“Tidak buruk! Ternyata Tuan Muda Li adalah orang yang pandai membaca situasi dan melihat peluang!” ucap Ji Zheifeng dalam hati dengan senyum yang lebar.


“Baiklah. Kalau begitu saya akan memberikan surat perjanjian yang lain kepada anda.” Ucap Ji Zheifeng dengan ekspresi wajah yang bersahabat.


“Pelayan akan mengantar anda ke ruangan anda dan juga membawakan makanan anda ke atas!” ucap Ji Zheifeng yang langsung memberikan kode kepada beberapa Pelayan yang ada di dekatnya.


Master Qiang dan yang lainnya yang diantar ke ruangan yang sangat luas dan mewah dengan hidangan makanan yang sangat banyak dan terlihat lezat pun langsung terkejut.


“Apakah itu makanan untuk kami semua?” tanya Ye Zhin kepada Pelayan yang berdiri dengan sangat sopan di samping.


“Tentu saja, Tuan. Silahkan menikmati hidangannya dan jika ada yang Tuan butuhkan silahkan hubungi saya.” Ucap salah satu pelayan sambil menundukkan kepalanya.


Ye Zhin yang sangat kelaparan dan lelah pun dengan cepat mengambil tempat duduk dan mencicipi makanan tersebut satu per satu.


“Wah, makanannya enak sekali! Bos, kau memang yang terbaik!” ucap Ye Zhin dengan senyum yang lebar dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil mengancungkan jempol ke arah Li Yuchen.


“Uhuk! Uhuk! Uhuk!” ucap Ye Zhin yang tiba-tiba tersedak makanannya sendiri karena terlalu terburu-buru.


“Apa kau tidak bisa makan dengan pelan-pelan? Makanan itu tidak akan ada yang akan mengambilnya! Kau bisa memesan sebanyak yang kau mau nantinya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kesal sambil memukul punggung Ye Zhin dengan sangat keras.


“Te-terima kasih, Bos!” ucap Ye Zhin dengan suara yang lemah dengan ekspresi wajah yang kesakitan karena tersangkut makanan.


Semua orang yang awalnya tegang dan terkejut pun tertawa dengan sangat keras melihat tingkat laku Ye Zhin yang sangat tidak masuk akal.


Sementara itu, Seo Xiqin yang telah kembali ke Kediaman Keluarga Mu setelah mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung pun tanpa sadar terus memeluk perutnya yang masih rata.


"Ternyata benar bahwa aku sedang mengandung anak Chen gege!" gumam Seo Xiqin dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang sedih.

__ADS_1


Burung Phoenix yang selalu berada di samping Seo Xiqin menyadari bahwa Seo Xiqin sedih pun mencoba menghiburnya.


"Nyonyq Bos tidak boleh sedih. Kalau Nyonya Bos sedih maka Tuan Kecil pun akan sedih di dalam sini!" ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang lembut.


Seo Xiqin yang mendengar perkataan Burung Phoenix pun menyadari akan situasinya dan dengan cepat membuat keputusan penting.


"Yang kau katakan itu sangat benar. Aku tidak boleh bersedih. Aku harus semangat karena aku yakin Chen gege pasti akan datang menjemputku!" ucap Seo Xiqin dengan keyakinan penuh di wajahnya.


Seo Xiqin yang tiba-tiba mengingat tentang Ibunya pun memutuskan untuk mencari Mu Hunyuan.


"Aku harus bertemu dengan Bibi. Aku harus mencari tau tentang Ibu. Aku ingin bertemu dengannya!" ucap Seo Xiqin dengan tekad yang kuat.


Namun sebelum Seo Xiqin bisa bertemu dengan Mu Hunyuan. Pintu kamar Seo Xiqin yang tertutup terbuka sangat lebar.


"Nona, apakah anda sudah selesai beristirahat?" tanya seorang Pelayan dengan ekspresi wajah yang datar dan cuek.


Seo Xiqin yang telah tinggal di Kediaman Keluarga Mu selama satu minggu tidak pernah mendapatkan perlakuan yang buruk kecuali diabaikan oleh beberapa Pelayan.


Meskipun begitu, Seo Xiqin yang tidak juga perduli pada orang lain kecuali dirinya sendiri pun tidak mengambil hati perlakuan Pelayan yang ada di sekitarnya.


"Nona, saya telah selesai membantu ketiga budak yang telah anda beli dan ketiganya telah ada disini!" ucap Pelayan tersebut dengan ekspresi wajah yang datar dan cuek sambil membiarkan tiga budak yang dibawa Seo Xiqin masuk.


"Apakah itu Anping dan dua orang lainnya yang aku bawa kemari?" tanya Seo Xiqin dalam hati dengan tatapan mata yang bingung.


"Kenapa sepertinya ketiganya terlihat lebih menyedihkan saat aku membawanya kemari? Apakah mereka diperlakukan buruk oleh pelayan-pelayan ini?" tanya Seo Xiqin dalam hati dengan tatapan mata yang curiga.


Seo Xiqin yang telah berjanji pada dirinya sendiri bahwa dirinya tidak akan pernah diremehkan orang lain ataupun membiarka orangnya menderita lagi karenanya pun memutuskan untuk membalas semuanya.


"Tunggu! Siapa namamu?" tanya Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang bersahabat.


"Namaku Luwen! Apakah ada lagi yang Nona butuhkan?" tanya Luwen dengan sikap yang sombong dengan ekspresi wajah yang dingin.


"Putraku! Lihatlah yang Ibumu ini lakukan! Jangan pernah diam saja saat ada orang lain yang mengganggumu ataupu oranmu!" ucap Seo Xiqin sambil mengelus pelan perutnya lalu berdiri.


Seo Xiqin yang tak diam saja pun mengalirkan Energi Es miliknya ke ujung kakinya lalu menghentakkannya ke tanah dengan lembut.


Lalu dalam waktu yang singkat es pun menjalar dengan sangat cepat ke seluruh tempat dan dengan sengaja mengubah bangunan tempat tinggalnya menjadi benteng es dimana tak seorangpun bisa keluar dan masuk ke dalamnya sesuka hatinya.


Seo Xiqin yang telah mendapatkan bantuan dari Mu Hunyuan untuk mengendalikan Kekuatan Es miliknya pun membuat dirinya tidak pernah merasakan rasa sakit yang selama ini dirasakannya.


Pelayan yang melihat dengan mata kepalanya sendiri bahwa bangunan dapat berubah menjadi es dalam waktu singkat pun menjadi sangat takut.

__ADS_1


"Apakah kau yang membuat ketiganya menjadi seperti ini?" tanya Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dan tatapan mata yang ramah sambil mengarahkan puluhan jarum es ke arah Luwen dengan sengaja.


"Mo-mohon ampuni hamba, Nona. Saya bersalah. Saya tidak akan mengulangi kesalahan hamba. Saya mohon ampuni hamba, Nona!" ucap Luwen sambil bersujud di hadapan Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang tak perduli dengan setiap kata maaf yang diucapkan oleh Luwen pun mengalihkan pandangannya ke arah Anping.


"Kalian bertiga!" panggil Seo Xiqin dengan nada suara dan ekspresi wajah yang datar dengan tatapan mata yang tajam.


"Apakah kalian takut padaku?" tanya Seo Xiqin dengan nada suara dan ekspresi wajay yang datar.


Anping yang pernah merasakan kebaikan Seo Xiqin sebelumnya tidak yakin jika ini adalah Seo Xiqin yang sebenarnya.


"Tidak, Nona! Saya tidak takut pada anda sama sekali!" jawab Anping dengan tegas dengan kepercayaan diri yang tinggi yang lalu diikuti dua orang lainnya.


Seo Xiqin yang mendengar perkataan Anping dan dua lainnya pun menjadi sangat senang lalu tersenyum lebar.


Seo Xiqin yang masih menyimpan Kertas Segel Formasi Teleportasi yang diberikan Li Yuchen padanya sebelum dirinya dibawa oleh Mu Dao dan Mu Wu pun mengaktifkannya untuk membawa semua Pelayan yang tersebar di Kediamannya.


Hanya dalam waktu singkat lima pelayan lain yang bekerja untuk Seo Xiqin tela berdiri di hadapan Seo Xiqin dengan ekspresi wajah ketakutan.


"Hmm, semuanya telah berkumpul. Sekarang katakan padaku, siapa yang telah membuat ketiganya menjadi seperti ini?" tanya Seo Xiqin dengan nada suara yang dingin.


Tepat setelah pertanyaan itu dilontarkan, tak ada seorangpun Pelayan yang berbicara. Kelimanya menundukkan kepalanya sambil berlutut di hadapan Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang tidak punya kesabaran yang banyak pun dengan cepat mengarahkan satu buah jarum esnya ke kaki Luwen hingga membuat Luwen berteriak kesakitan karena darah segar yang mengalir sangat banyak.


Semua Pelayan yang melihat tindakan Seo Xiqin menjadi sangat terkejut dan tidak percaya.


"Apakah semuanya telah sepakat untuk diam? Jikq seperti itu maka aku akan membantu kalian untuk diam selamanya!" ucap Seo Xiqin dengan senyum yang jahat sambil menambah jumlah jarum es tersebut dua kali lipat.


Seo Xiqin yang sudah mengetahui orang yang melakukannya dari Burung Phoenix pun menggerakkan jarum esnya dan menancapkannya ke tubuh ketiga Pelayan yang berbuat salah.


Sementara itu, dua pelayan lain yang tidak dibunuh terdiam membisu dengan tatapan mata yang ketakutan.


Seo Xiqin yang tidak ingin dua pelayan lainnya bicara pun memotong lidah keduanya dengan pisau es lalu membekukan darahnya.


Tak hanya sampai disitu, Seo Xiqin yang tidak ingin bersikap setengah-setengah dengan yang telah diputuskannya pun melangkah maju ke depan.


"Kalian berdua dipecat! Jangan katakan pada siapapun insiden ini jika tidak maka kalian dan seluruh keluarga kalian akan mengalami nasib yang sama dengan ketiganya!" ancam Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius.


#Bersambung#

__ADS_1


__ADS_2