Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 403. Chen Luei


__ADS_3

Li Yuchen yang pergi ke sebuah tempat dengan ditemani Ketua Yan Zhugo pun menjadi sangat terkejut saat melihat sebuah kapal yang sangat besar bahkan lebih besar dari sebuah Gunung.


“Bos, apakah itu Kapal Terbang Dimensi yang dimaksud oleh Senior Yan?” tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang menunjukkan rasa ingin tau yang tinggi.


“Benar. Itu adalah Kapal Terbang Dimensi yang akan menjadi kendaraan kita untuk bisa ke Daratan Wuzhou.” Ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas.


Yan Zhugo yang telah membeli tiket khusus untuk Li Yuchen dan Ye Zhin pun menyerahkan tiket tersebut dan melakukan salah perpisahan.


Li Yuchen yang tau jika Kapal Terbang Dimensi itu akan segera berangkat akhirnya membuat keduanya menaiki kapal dan melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan kepada semua orang yang datang mengantar kepergiannya.


Di dalam Kapal Terbang Dimensi, setiap penumpang yang memiliki tiket memiliki kamar masing-masing selama perjalanan dengan tujuan membuat penumpang yang pergi dengan perjalanan yang jauh merasa nyaman.


“Ye Zhin, aku akan beristirahat. Kau pun beristirahatlah karena perjalanan kita masih sangat jauh!” ucap Li yuchen yang memberikan peringatan kepada Ye Zhin untuk tidak berkeliaran kemanapun dan mendapatkan masalah yang tidak seharusnya.


“Baik, bos! Jangan cemas! Aku tidak akan melanggar perkataanmu.” Ucap Ye Zhin dengan percaya diri dengan ekspresi wajah yang terlihat jujur.


Namun di saat keduanya sedang beristirahat, Kapal Terbang Dimensi yang sedang mengudara tiba-tiba diserang oleh sekelompok Perampok Dimensi.


“Sial, apa yang dilakukan orang-orang ini? Kenapa mereka menyerang kita padahal aku sudah membayar uang keamanan?” tanya Nahkoda Kapal dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tangan yang terkepal erat memegang kemudi kapal.


“Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian ingin menyerang kami kembali! Bukankah kita sepakat jika untuk tidak saling mengganggu karena aku telah membayar uang yang kalian inginkan!” ucap Nahkoda kapal dengan suara yang lantang.


“Aku tidak akan menyerang kalian jika kalian bersedia menyerahkan wanita-wanita cantik yang ada di dalam kapal ini!” ucap salah seorang perampok dnegan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang kotor.


Nahkoda kapal yang tidak akan pernah mau menyerahkan penumpangnay kepada orang lain pun menarik penuh mesin Kapal Terbang Dimensi dan berharap Kapal milik Perangka tertinggal jauh dan mereka bisa pergi menjauh saat membutuhkan bantuan.


“Nona, kau tenang saja. tidak akan ada yang akan membawamu pergi. Nona kau harus berpegangan yang kuat karena kita akan pergi melarikan diri dari mereka semua secepat mungkin.” Ucap Nahkoda kapal dengan senyum yang menenangkan.


Sementara itu, Li Yuchen yang sedang berada di dalam Giok Naga Hijau Emas sambil berusaha membuka Batu untuk mengetahui Jenis Kristal yang ada di dalamnya tiba-tiba kembali ke tubuhnya yang asli saat tubuhnya tiba-tiba tersungkur ke lantai.


“Aduh! Apa yang terjadi? Kenapa kapalnya bergoyang? Arrgghhh, kepalaku terasa sangat sakit!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kesal sambil memegang kepalanya yang mulai terasa sakit.


Li Yuchen yang penasaran dengan yang terjadi pun memutuskan untuk keluar dan mencari tau dan menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan.

__ADS_1


“Perampok Dimensi? Bagaimana mereka bisa ada disini?” tanya Li yuchen dengan ekpsresi wajah yang bingung dengan alis yang mengkerut kesal.


Di saat Li Yuchen sedang berjalan untuk membantu mengusir Perampok Dimensi menjauh tiba-tiba seorang wanita jatuh dari atas langit.


Li Yuchen yang sangat sigap ternyata dapat dengan mudah menangkap tubuh wanita tersebut ke dalam pangkuannya.


Di saat Li Yuchen yang masih belum bisa memahami situasi yang dihadapinya sebenarnya tiba-tiba sebuah serangan yang sangat kuat muncul ke arahnya.


“Bos, awas!” teriak Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar dengan nada suara yang terdengar sangat cemas.


“Nona Luei! Awas di atas anda!” teriak seorang pria yang telah berumur dengan tangan di arahkan ke depan mencoba memberikan peringatan akan bahaya.


Li Yuchen yang mendengar suara teriakan yang sangat keras dari mulut Ye Zhin pun dengan cepat membuat Formasi untuk melindunginya dan wanita yang ada di dalam pangkuannya.


Formasi Perlindungan tingkat Enam yang dibuat ternyata tidak dapat dihancurkan dengan mudah hingga akhirnya memberikan Li Yuchen waktu untuk menurunkan tubuh wanita yang tiba-tiba muncul.


“Maafkan saya, Nona!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang sopan sambil bergerak menurunkan Chen Luei dengan lembut.


“Tarian Cakar Naga!” ucap Li yuchen dengan nada suara yang datar sambil menggerakkan Energi yang terkumpul di ujung pedang ke arah Ketua Perampok Dimensi.


Ketua Perampok Dimensi yang berpikir bahwa itu adalah serangan yang lemah dan dapat dihancurkan dengan mudah bahkan merasa jika dirinya bisa pergi kapanpun tidak menyangka jika tubuhnya tidak bisa digerakkan.


“A-apa yang terjadi padaku? Kenapa tubuhku tiba-tiba tidak bisa digerakkan?” ucap Ketua Perampok Dimensi dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan nada suara yang gagap dan tubuh yang bergetar ketakutan.


Ketua Perampok Dimensi yang mendapatkan serangan telak dari Li Yuchen pun kehilangan keseimbangannya hingga akhirnya terjatuh ke atas kapalanya.


Li Yuchen yang tidak memiliki rasa iba ataupu kasihan pun berniat memenggal kepala Ketua Perampok Dimensi karena telah mengganggu waktunya namun tiba-tiba Chen Luei berteriak dengan sangat keras ke arah Li Yuchen.


“Berhenti! Tolong jangan hukum dia. Aku ingin tau siapa orang yang telah membayarmu untuk mencelakaiku!” ucap Chen Luei dengan tatapan mata yang berbinar memohon kepada Li Yuchen.


Li yuchen yang malas meladeni hal yang akan merepotkannya pun menarik pedangnya dan menyimpannya lalu memutuskan untuk pergi tapi ternyata Ketua Perampok Dimensi tersebut bergerak dan menyerang Chen Luei.


Li Yuchen yang merasakan ada bahaya pun secara refleks menarik kembali pedangnya dan menebas kepala Ketua Perampok Dimensi itu hingga terputus.

__ADS_1


Chen Luei yang melihat pemandangan yang sangat berdarah di depannya pun berteriak dengann sangat keras.


Chen Luei yang akhirnya tersadar setelah melihat satu-satunya kunci akan identitas orang yang berniat buruk padamu telah meninggal pun menjadi sangat marah dan kesal.


“A-Apa? Mati? Orang ini mati begitu saja!” gumam Chen Luei dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah tidak percaya.


Chen Luei yang sangat marah pun berbalik arah untuk melampiaskan kemarahannya tidak bisa menemukan Li yuchen karena Li Yuchen sudah pergi terlebih dahulu pun menjadi semakin kesal.


Chen Luei yang tidak bisa menutupi perasaan marah, kesal dan emosinya dengan spontan melepaskan sepatunya dan melemparkanya ke arah Li yuchen sambil berharap sendalnya itu bisa mengenai kepada Li yuchen.


Namun, Li Yuchen yang memiliki insting yang kuat dengan cepat menendang sepatu yang dilemparkan ke arahnya ke luar Kapal terbang hingga akhirnya sepatu tersebut menghilang tak tau dimana.


Chen Luei yang melihat sepatunya menghilang pun menjadi sangat marah dan kesal dan dengan cepat berlari ke arah Li yuchen dan melampiaskan kemarahannya.


"Dasar Pria yang tidak punya hati! Kenapa kau buang sepatuku? Lihat! Sekarang aku tidak memakai sepatu?"


"Lalu kenapa juga kau membunuh Ketua Perampok Dimensi itu? Bukankah aku sudah bilang untuk tidak membunuhnya? Lalu sekarang bagaimana aku bisa tau orang yang mengirimnya?"


Li Yuchen yang baru pertama kali bertemu dengan wanita gila yang marah-marah saat ditolong dan wanita yang bahagia saat orang lain menderita karena ulahnya pun memutuskan untuk pergi dan mengabaikannya.


"Wanita ini tidak perlu diladeni karena akan membuang-buang waktu dan energiku saja!" ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang malas.


Di saat Li Yuchen memutuskan untuk pergi dan mengabaikan, Chen Luei yang tidak senang perlakuan Li Yuchen berniat menghentikan Li Yuchen dengan menepuk pundaknya tapi sebelum tangan Chen Luei menyentuh pundak Li Yuchen posisi tubuh Chen Luei telah berpindah di bawah Li Yuchen.


"Kau ini wanita yang sangat menyebalkan! Apakah kau tidak bisa diam? Aku telah menyelamatkan nyawamu dua kali tapi kau malah marah-marah padaku. Apakah begini caramu memperlakukan penyelamatmu?" sindir Li Yuchen dengan nada suara yang sarkastk dengan kata-kata yang kasar dan ekspresi wajah serta tatapan mata yang dingin lalu berdiri dan pergi meninggalkan Chen Luei yang terdiam di tempatnya.


Chen Luei yang tidak pernah dekat dengan pria manapun tiba-tiba memiliki jarak yang sangat dekat dengan Li Yuchen langsung merasa jika pipi dan tubuhnya sangat panas.


"Apa yang terjadi padaku? kenapa aku menjadi seperti ini?" tanya Chen Luei dalam hati sambil memegang kedua pipinya dengan wajah yang memerah seperti tomat.


Bersambung


Siapakah Chen Luei sebenarnya? Apa identitas tersembunyinya? Bagaimana kisah keduanya di Daratan Wuzhou? Tunggu di BAB selanjutnya ya...

__ADS_1


__ADS_2