Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 178. Kedatangan Wu Ruxin & Ye Rui


__ADS_3

Wu Ruxin yang melihat isi gulungan yang didapatkannya setelah membayar dengan harga yang mahal ternyata tidak sesuai dengan harapannya pun membuat Wu Ruxin kehilangan kesabarannya.


“Informasi apa ini? Apa ini yang dinamakan informasi? Kenapa hanya menuliskan alamatnya saja? Ini namanya perampokan!” ucap Wu Ruxin dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal serta tatapan mata yang sangat tajam.


Wu Ruxin yang kesal tidak bisa melakukan apapun karena uang telah dibayarkan dan akan sangat sia-sia jika dirinya tidak bergerak dan mencaritau kebenaran informasinya.


“Hah! Aku harus tenang! Aku tidak boleh marah-marah seperti ini!” gumam Wu Ruxin dengan mata tertutup sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan.


“Aku harus pergi dan melihat dengan mata kepalaku sendiri tentang kebenaran informasi ini. Jika informasi ini salah maka aku pasti akan membuat Asosiasi Bayangan Hitam itu hancur meskipun harus menggunakan nama Keluarga Wu dan Menara Formasi Shinzu!” ucap Wu Ruxin dengan ekpsresi wajah yang kesal sambil menarik nafas panjang.


Wu Ruxin yang tidak menyerah dengan mudah pun mencari alamat yang tertera di dalam gulungan dengann kecepatan yang cepat.


Di sisi lain, Ye Rui yang juga merasa sangat cemas dan khawatir karena tidak dapat bertemu Li Yuchen saat keluar dari Portal Makam Kuno ternyata juga memerintahkan orangnya untuk mendapatkan informasi mengenai Li Yuchen.


“Bagaimana? Apakah kau sudah mendapatkan informasi apakah Tetua Yu telah keluar dari Makam Kuno?” tanya Ye Rui dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang tergesa-gesa.


“Maafkan saya Nona. Saya tidak menemukan informasi apapun mengenai keberadaan Tetua Yu tapi sesuai perintah Nona Ye saya telah mengikuti Tuan Muda Kedua.” Ucap Chu dengan kepala tertunduk sambil bersujud dengan satu kaki di hadapan Ye Rui.


“Lalu bagaimana hasilnya? Apakah Ye Zhin bertemu dengan seseorang?” tanya Ye Rui dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan rasa ingin tau yang tinggi.


“Maafkan saya Nona. Saya kehilangan jejak Tuan Muda Kedua. Sepertinya Tuan Muda Kedua menyadari jika dirinya diikuti.” Ucap Chu dengan kepala tertunduk dengann ekspresi wajah yang bersalah.


Ye Rui yang merasa sangat kesal karena tidak mendapatkan informasi berharga satu pun melemparkan vas bunga yang ada di dekatnya ke lantai dengan sangat keras hingga hancur berkeping-keping.


Namun tidak disangka, saat “Bodoh!” teriak Ye Rui dengan nada suara yang sangat tinggi dengan ekspresi wajah yang sangat marah dengan mata yang melotot tajam ke arah Penjaga yang ada di depannya yang sedang bersujud dengan ekspresi wajah yang takut dan khawatir.

__ADS_1


“Nona tenanglah. Meskipun saya tidak mengetahui apakah Tetua Yu telah keluar dari Portal Makam Kuno atau tidak dan juga gagal dalam mengikuti Tuan Muda Kedua tapi saya berhasil mendapatkan informasi mengenai tempat tinggal Tuan Muda Li sesuai dengan perintah ketiga Nona!” ucap Chu dengan terburu-buru dengan ekspresi wajah yang serius.


Ye Rui yang mendengar perkataan Chu pun langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi cerah dan sorot matanya pun bercahaya kembali seolah telah menemukan cahaya kehidupannya kembali.


“Dimana? Cepat katakan padaku!” ucap Ye Rui dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang cerah dengan penuh semangat.


Chu yang melihat perubahan sikap dan nada bicara Ye Rui pun merasa sangat lega dan langsung berdiri lalu membisikkan alamatnya ke telinga Ye Rui.


Ye Rui yang telah mendapatkan informasi yang sangat dibutuhkannya pun langsung mengusir Chu pergi.


“Baiklah, kau boleh pergi sekarang!” ucap Ye Rui dengan ekspresi wajah yang datar dengan nada suara yang tegas seolah kesadarannya telah kembali.


“Terima kasih, Nona!” ucap Chu dengan patuh sambil menganggukkan kepalanya lalu bergegas pergi meninggalkan Ye Rui sendiri.


Di tempat lain, Seo Xiqin yang tidak ingin Li Yuchen menyalahkan dirinya sendiri karena belum bisa mendapatkan cara untuk menyembuhkan penyakitnya pun akhirnya membuat Seo Xiqin benar-benar memutuskan untuk melupakan rencananya untuk membuat Li Yuchen mabuk.


“Apa yang aku lakukan? Aku tidak seharusnya memikirkan hal bodoh itu. Chen gege sudah mau membantuku memperbaiki Pedangku yang rusak bahkan Chen gege telah melakukan banyak hal untuk menekan penyakitku dan sekarang Chen gege malah menyalahkan dirinya sendiri karena tidak berhasil menemukan cara untuk menyembuhkanku!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung.


“Tidak! Aku tidak boleh menjadi orang yang tidak tau balas budi! Aku tidak boleh memainkan trik untuk menipu Chen gege yang sudah sangat baik padaku!” ucap Seo Xiqin dalam hati lagi dengan sorot mata yang tajam seolah telah membulatkan pikirannya.


“Bukankah aku sudah berencana untuk memulai hubungan yang baik dengan Chen gege dan meskipun harus berpisah aku ingin berpisah dengan baik-baik. Aku tidak boleh menipu Chen gege! Jika harus tidak bersama, kenapa tidak? Bukankah hanya tidur di ranjang yang sama?” ucap Seo Xiqin lagi dalam hati dengan ekpsresi wajah yang serius.


“Tidak! Chen gege jangan menyalahkan diri sendiri. Qier bahkan tidak tau jika ada obat yang bisa menekan penyakit ini. Qier pikir selamanya Qier akan menderita penyakit dan mungkin suatu saat nanti meninggal karena penyakit ini.” Ucap Seo Xiqin dengan senyum yang hambar dengan sorot mata yang menunjukkan kesedihan.


Li Yuchen yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun langsung memeluk Seo Xiqin ke dalam pelukannya hingga akhirnya membuat Seo Xiqin menangis menumpahkan ketakutan akan kematian di Kehidupan keduanya.

__ADS_1


“Qier jangan takut. Ada Chen gege di sini! Chen gege tidak akan membiarkan Qier menderita karena penyakit ini lagi apalagi harus kehilangan nyawa karena penyakit ini. Chen gege pasti akan menemukan cara untuk kesembuhan Qier!” ucap Li Yuchen dengan penuh keyakinan dengan nada suara yang penuh dengan rasa percaya diri sambil menarik Seo Xiqin ke dalam pelukannya.


“Terima kasih, Chen gege!” ucap Seo Xiqin yang membalas pelukan Li Yuchen dan membenamkan kepalanya di dada Li Yuchen sambil meneteskan air mata kebahagiaan.


“Terima kasih! Terima kasih untuk semuanya Chen gege! Terima kasih karena telah sangat peduli kepada Qier! Qier tidak bisa membalasnya dengan apapun tapi Qier janji jika Chen gege menemukan orang yang Chen gege sayang dengan setulus hati Qier pasti akan mendukung dan menyetujuinya dengan sepenuh hati!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan senyum yang bahagia.


Di depan pintu gerbang, Ye Rui telah sampai di depan pintu gerbang Kediaman Li Yuchen tidak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan Wu Ruxin yang juga telah ada di depan pintu gerbang rumah Li Yuchen.


Ye Rui yang tidak senang dengan kedatangan Wu Ruxin pun menatapnya dengan tajam dan menyindirnya dengan kata-kata yang pedas.


“Hmmm, ada keperluan apa Nona Wu keluar malam-malam begini? Apakah Nona Wu tidak takut dimarahi oleh Tuan Muda Wu?” sindir Ye Rui dengan tatapan mata yang sinis dengan nada suara yang sarkastik.


“Apa yang dilakukan wanita ini di sini? Apa jangan-jangan dia juga sudah tau jika ini adalah rumah Tetua Yu atau Tuan Muda Li?” tanya Ye Rui dalam hati dengan senyum yang lembut.


“Nona Ye tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu hal yang tidak ada hubungannya dengan anda! Bukankah Nona Ye harus lebih mengkhawatirkan masalah hubungan antara tiga Keluarga Besar yang disebabkan oleh Nona Ye di Makam Kuno?” tanya Wu Ruxin dengan nada suara yang tidak kalah sinis dengan tatapan mata yang merendahkan.


“Beraninya dia menekanku dengan Kakakku! Apakah dia pikir aku takut? Hmmm! Jangan bermimpi! Lihat bagaimana kau menjawabnya sekarang!” ucap Wu Ruxin dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.


Ye Rui yang mendengar perkataan Wu Ruxin pun menjadi kesal karena mengingatkannya dengan kejadian yang ingin dilupakannya tadi siang.


Meskipun keduanya sama-sama tidak ingin kalah akhirnya keduanya pun menarik nafas panjang bersama dan memutuskan untuk mengesampingkan urusan pribadi mereka dalam diam.


#Bersambung#


Akankah yang akan terjadi selanjutnya ya? Hmmm, kira-kira berhasilkah Li Yuchen menghabiskan malam bersama Seo Xiqin? Lalu apakah Wu Ruxin dan Ye Rui dapat bertemu dengan Li Yuchen pada akhirnya? Tebak di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2