
Sui'er dan Luo'er yang berada tidak jauh dari kamar Seo Xiqin tiba-tiba mendengar suara yang sangat keras berasal dari kamar Seo Xiqin
"Ada apa itu?" tanya Sui'er dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan nada suara yang bertanya-tanya.
"Apakah terjadi sesuatu pada Nona?" tanya Luo'er yang langsung menatap Sui'er yang berdiri di sampingnya dengan ekspresi wajah yang bingung.
Sui’er dan Luo’er yang khawatir dengan keadaan dan kondisi Seo Xiqin pun berlari dan bergegas masuk ke dalam kamar dan sangat terkejut saat melihat keadaan Seo Xiqin.
“Nona!” teriak Sui’er dan Luo’er secara bersamaan sambil berlari menuju ke arah Seo Xiqin yang sedang terbaring di lantai dalam posisi tidak sadarkan diri.
Sui’er dan Luo’er pun mengangkat Seo Xiqin ke atas tempat tidur dan menutup rapat pintu kamar dan jendela.
“Apa yang terjadi pada Nona?” tanya Sui’er yang sedang bediri di belakang Luo’er yang sedang memeriksa kondisi Seo Xiqin.
“A-aku rasa Penyakit lama Nona kambuh dan aku tidak tau alasannya kenapa bisa kambuh lagi dalam waktu yang singkat.” Ucap Luo’er dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menatap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang sedih.
“Apakah Nona akan baik-baik saja?” tanya Sui’er lagi yang merasa sangat khawatir dengan ekspresi wajah cemas yang tidak bisa ditutupi.
“Aku tidak tau. Aku bahkan merasa jika kamar ini terasa semakin lama semakin dingin bahkan hawa dinginnya menjadi semakin meningkat dari terakhir Penyakit Nona kambuh!” ucap Luo’er dengan ekspresi wajah yang bingung sambil memeluk dirinya sendiri sambil melihat ke sekeliling yang telah membeku menjadi es.
Sui’er yang merasakan sama pun melihat ke sekeliling dan melihat adanya peti yang berisi semua pakaian yang diberikan Li Yuchen sebagai Hadiah Pernikahan.
“Tu-tunggu! Bukankah itu adalah Pakaian dan Kain berkualitas tinggi yang diberikan Tuan Muda Li kepada Nona?” tanya Sui’er dengan ekspresi wajah yang cerah
“Benar! Itu semua adalah Hadiah Pernikahan Nona!” jawab Luo’er yang tidak mengerti maksud Sui’er pun hanya menatap bingung.
“Bukankah kita telah menemukan solusi untuk Penyakit Nona?” tanya Sui’er dengan ekspresi wajah yang cerah dan penuh semangat tapi hanya tatapan bingung yang didapatnya dari Luo’er.
__ADS_1
“Oh ayo lah. Apa kau lupa jika Tuan Muda Li juga memberikan Nona beberapa Tanaman Obat langka dan juga Pil yang sangat banyak. Di antara semua itu, bukankah Tuan Muda Li juga memberikan Pil Penyembuh tingkat Empat?” tanya Sui’er dengan ekspresi wajah yang ceria.
“Tuan Muda Li memang memberikan Nona Pil Penyembuh tingkat Empat tapi...” ucap Luo’er yang terhenti karena dipotong oleh Sui’er yang terlalu bersemangat.
“Nah jika begitu, kita bisa memberikan Nona Pil Penyembuh tingkat Empat dan Penyakit lama Nona dapat dengan mudah disembuhkan. Bukankah Pil Penyembuh dapat menyembuhkan berbagai Penyakit dan menetralkan racun?” ucap Sui’er dengan menggebu-gebu sambil menarik Luo’er berdiri menghadapnya.
“Itu tidak mungkin!” ucap Luo’er sambil melepaskan tangannya dari genggaman Sui’er dan menghadap Seo Xiqin lalu menundukkan kepala sedih.
“Apa maksudmu tidak mungkin? Nona pasti dapat terbebas dari Penyakit ini jika ada Pil Penyembuh tingkat Empat ini.” Ucap Sui’er yang keras kepala dengan mata yang melotot tajam dengan suara yang tingg sambil menarik bahu Luo’er dengan kasar.
Luo’er yang tau jika Sui’er sangat mengkhawatirkan Seo Xiqin tapi kondisinya saat ini sangat berbeda sehingga membuat Luo’er harus melakukan sesuatu yang sedikit kasar untuk menyadarkan Sui’er dari ilusinya.
“Plak!” suara tamparan di pipi kanan Sui’er.
“Nona tidak akan bisa sembuh dengan Pil itu atau Pil lainnya yang diberikan Tuan Muda Li karena semua Pil tersebut disimpan Nona di dalam Cincin pemberian Nyonya.” Ucap Luo’er dengan nada suara yang tinggi dengan mata yang menatap tajam.
“Kita hanya bisa menunggu hingga Nona berhasil melawan Penyakit ini sendiri dan selama itu kita bisa berdoa agar Nona bisa berhasil seperti biasanya.” Ucap Luo’er dengan ekspresi wajah yang sedih sambil berjongkok menggenggam tangan Seo Xiqin dengan sangat erat.
Sui’er yang mendengar penjelasan Luo’er hanya bisa diam dan menangis di samping Luo’er lalu berdoa untuk keselamatan Seo Xiqin.
Sementara itu, Li Yuchen yang telah kembali ke Kediaman Keluarga Seo melihat Seo Wan’er yang sedang berjalan di atas jembatan menuju Gazebo yang ada di tengah Danau bersama dua orang Pelayan Muda yang mengikuti di belakangnya.
“Hmm, sepertinya Gagak telah kembali menjadi Bebek tapi meskipun begitu tidak akan bisa berubah menjadi Angsa!” sindir Li Yuchen yang sedang berdiri di atas Pohon yang berbalik ingin pergi tapi tiba-tiba tertahan saat mendengar perkataan Seo Wan’er.
“Hmmm, dasar Xiqin sialan! Beraninya dia mengabaikanku! Aku akan menjadi Istri dari Walikota Jinlin di masa depan dan aku juga akan memberikannya pelajaran yang tidak akan dapat dilupakannya!” ucap Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang kesal dan marah sambil berjalan menuju Gazebo dengan tangan terkepal dengan sangat erat.
“Apakah kalian berdua telah melakukan seperti yang aku perintahkan?” tanya Seo Wan’er dengan tatapan mata yang tajam dan nada suara yang penuh tekanan.
__ADS_1
“Sudah Nona. Kami sudah melepaskan Ular seperti yang Nona inginkan ke dalam Halaman Nona Xiqin dan Ular itu sekarang pasti telah berhasil masuk ke dalam rumah Nona Xiqin!” ucap Seorang Pelayan dengan ekspresi wajah yang sinis sambil tersenyum jahat.
“Bagus sekali! Xiqin yang bukan Seorang Kultivator pasti tidak akan bisa mendeteksi adanya Ular itu dan tidak akan bisa melawan dan hanya ada satu akhir untuknya yaitu Kematian!” ucap Seo Xiqin sambil tertawa dengan sangat keras dengan diikuti dua pelayan lainnya.
Li Yuchen yang mendengar perkataan Seo Wan’er pun menjadi sangat marah dan kesal lalu melemparkan selembar daun ke arah Seo Wan’er.
Seo Wan’er yang berjalan dengan tawa yang sangat keras tiba-tiba merasa kehilangan keseimbangannya karena adanya angin yang berhembus dengan sangat kencang hingga membuatnya terjatu ke dalam Danau.
“Agh! Ti-tidak!” teriak Seo Wan’er yang telah kehilangan keseimbangan dan terjebur ke dalam Danau.
“Kau ingin Istriku mati karena dipatok oleh Ular maka sekarang kau harus menderita dan berjuang melawan Maut dari Gerbang Kematian Dewa Yama. Jika kau berhasil maka kau masih akan hidup tapi jika tidak maka kau akan tenggelam dan membusuk di dalam Danau itu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kejam dengan tatapan mata yang penuh dengan amarah yang menggebu-gebu.
Li Yuchen yang sangat mengkhawatirkan Seo Xiqin pun bergegas kembali ke Halaman Seo Xiqin dan merasakan Ular yang dikeluarkan Seo Wan’er telah berada di dalam rumah.
“Ular ini telah ada di dalam dan aku harus segera menemukannya lalu membunuhnya agar tidak ada yang menjadi korban. Semoga Istriku baik-baik saja.” Ucap Li Yuchen yang selalu berharap keselamatan Seo Xiqin.
Li Yuchen yang pertama kali menginjakkan kaki ke dalam rumah tiba-tiba merasakan adanya aura berbeda yang menyelimuti seluruh rumah dengan sangat cepat.
“Apa ini? Kenapa aku merasakan adanya Aura yang berbeda di sini? Apakah terjadi sesuatu pada Qier-ku?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung sambil berlari masuk ke dalam rumah menuju ke kamar Seo Xiqin.
Namun di saat Li Yuchen hampir sampai tiba-tiba ada dua orang yang menghadangnya dan menolak membiarkannya pergi menemui Seo Xiqin.
#Bersambung#
Ada yang bisa tebak siapakah orang yang menghadang Mc? Apakah MC bisa bertemu dengan Seo Xiqin? Apakah Penyakit lama Seo Xiqin akan ketahuan MC? Dan bagaimana nasib Seo Wan’er selanjutnya? Baca di Bab Selanjutnya ya.. Author Crazy Update untuk hari ini dan besok.
Selamat Hari Raya Idul Adha bagi yang merayakan...
__ADS_1
😘😍😘😍