Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 120. Pasrah


__ADS_3

Seo Xiqin yang masih tidak bisa menerima perbuatan Li Yuchen yang langsung menyetujui perkataan Hun Yin pun hanya diam menahan kekesalannya lalu mengusir Sui’er dan Luo’er keluar dari kamarnya dan meninggalkan dirinya berdua dengan Li Yuchen.


"Tinggalkan kami berdua!" perintah Seo Xiqin dengan nada suara yang dingin dan ekspresi wajah yang serius sambil berbalik arah membelakangi Li Yuchen dan kedua pelayannya.


“Baik, Nona!” ucap Sui’er dan Luo’er secara bersamaan dengan kepala tertunduk lalu pergi meninggalkan Seo Xiqin dan Li Yuchen berdua.


Li Yuchen yang menyadari suhu ruangan telah berubah menjadi sangat canggung dan dingin pun mencoba mencairkan suasana.


“Ehem, Qier kamarmu ternyata sangat nyaman dan bersih. Sesuai dengan yang diharapkan dari Qierku yang cantik.” Ucap Li Yuchen dengan senyum yang canggung dengan ekspresi wajah yang bingung sambil mencoba membujuk Seo Xiqin yang hanya berdiri mematung.


Seo Xiqin yang tidak merasakan apapun saat mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi semakin kesal dan akhirnya berbalik dan menatap tajam ke arah Li Yuchen dengan tatapan yang siap menerkam mangsanya.


Li Yuchen yang mendapatkan tatapan seperti itu dari Seo Xiqin pun menelah salivanya dengan sangat berat dengan ekspresi wajah yang takut dan cemas di saat bersamaan.


Seo Xiqin yang mengetahui hanya tinggal dirinya berdua di ruangan itu pun mengeluarkan semua kekesalannya pada Li Yuchen.


"Apa yang sedang Chen gege pikirkan? Kenapa Chen gege dengan mudahnya setuju dengan perkataan wanita tua itu?" tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang kesal sambil menatap tajam ke arah Li Yuchen sambil duduk di atas tempat tidurnya.


"Hah, jika aku pergi dari rumah ini maka aku tidak akan bisa membalas dendamku di masa lalu kepada mereka berdua!" ucap Seo Xiqin dalam hati sambil meremas selimut yang ada di sekitarnya dengan eskpresi wajah yang berat untuk dijelaskan.


Li Yuchen yang mengerti kegelisahan Seo Xiqin pun memutuskan untuk memberitaunya rencananya yang sebenarnya.


"Hah! Meskipun marah dan kesal tapi Istriku tetap memanggilku dengan lembut. Itu berarti Qier tidak benar-benar marah tapi hanya merasa cemas dengan masa depannya. Aku harus meyakinkannya." ucap Li Yuchen dalam hati sambil tersenyum lembut ke arah Seo Xiqin.


"Chen gege tidak tau alasan Qier marah seperti ini tapi jangan khawatir dan percayalah Chen gege sudah menyiapkan rumah yang nyaman untuk kita tinggali daripada bersama dengan orang-orang yang toxin itu." ucap Li Yuchen dengan eskpresi wajah yang santai sambil menggerakkan tangan dengan sikap yang cuek.


"Hah, apa aku harus benar melepaskan balas dendamku tapi menjauh dari mereka juga bukan lah pilihan yang buruk jika ingin terus hidup nyaman seperti keinginanku." ucap Seo Xiqin dalam hati sambil mendesah panjang lalu menatap Li Yuchen dengan seksama.


"Qier mengerti. Qier akan segera mengemasi barang-barangku dan kita akan keluar sore ini seperti yang Chen gege katakan." ucap Seo Xiqin yang telah dapat mengendalikan amarah dan dirinya sendiri.

__ADS_1


Li Yuchen yang senang mendengar perkataan Seo Xiqin pun melompat kegirangan dan menghampiri Seo Xiqin lalu memeluknya dan kemudian pergi.


"Kau memang istriku yang paling pengertian. Aku janji tidak akan mengecewakanmu. Aku harus pergi sekarang dan mempersiapkannya sekarang." ucap Li Yuchen sambil memeluk singkat Seo Xiqin lalu melepaskannya dan pergi keluar dari Kediaman Keluarga Seo sebelum Seo Xiqin merespon sikap Li Yuchen yang langsung memeluknya.


"Dasar! Suami Mesum!" ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang rendah dengan salah satu tangan di pipinya dengan wajah yang memerah karena malu.


Li Yuchen yang pergi meninggalkan Kediaman Keluarga Seo pun berjalan dengan santai ke jalanan dengan identitas Tetua Yu dan mendengarkan beberapa gosip yang tersebar di Kota Jinlin.


"Hei, apa kau dengar beritanya?"


"Berita apa maksudmu? Jika kau bilang ada tiga Tuan Muda dari Keluarga Ye dan Keluarga Wu yang ketahuan adu pedang di salah Restoran semalam, aku sudah mendengarnya!"


"Agh, kalau berita itu benar adanya karena saat kejadian itu aku ada di sana dan apa kau tau kenapa mereka sampai bisa seperti itu?"


"Aku dengar jika Ketiga Tuan Muda itu melakukan hal tidak senonoh itu karena mabuk tapi menurutku hal itu sangat tidak mungkin!"


"Aku juga dengar berita bahwa Nona Tertua Keluarga Seo ternyata lebih cantik daripada Nona Seo Wan'er!"


"Benarkah? Aku jadi penasaran dengan wajahnya! Hahhaa.."


Li Yuchen yang mendengar gosip yang berbeda di setiap langkahnya pun tersenyum puas dan cemas di saat yang bersamaan.


"Ye Zhin melakukan tugasnya dengan sangat baik. Besok aku akan ke rumahnya dan menyembuhkan Paman dan Bibinya tapi aku juga tidak menyukai rasa penasaran orang-orang pada Qierku." ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang tak menentu sambil terus berjalan sambil melihat ke sekeliling.


"Aku akan terus meminta Qier memakai cadarnya saat di luar karena aku tidak ingin pria-pria itu melihat kecantikan Qierku. Hanya aku yang boleh menikmati kecantikan dan keindahan itu!" ucap Li Yuchen dengan senyum yang terlihat sangat jelek saat membayangkan wajah cantik Seo Xiqin sebelum berangkat ke Aula Utama pagi tadi.


Li Yuchen yang telah berada di depan pintu Menara Formasi Shinzu langsung mendapatkan perhatian ekstra dari semua pelayan terutama Pelayan wanita dan Master Formasi Wanita serta Pengunjung yang datang yang berharap bertemu dan bicara dengan Li Yuchen.


"Selamat datang Tetua Yu." ucap Seorang Pelayan wanita dengan senyum yang manis dengan sikap yang sopan sambil menundukkan kepalanya sedikit.

__ADS_1


Li Yuchen yang melihatnya hanya menundukkan kepala sedikit dengan wajah tanpa ekspresi sambil berjalan masuk menuju ke ruangannya.


Namun saat Li Yuchen ingin melangkah naik ke lantai dua, Wu Ruxin datang dan menghentikan Li Yuchen.


"Tu-tunggu Tetua Yu!" teriak Wu Ruxin dengan suara yang sangat keras dengan terburu-buru dengan satu tangan ke depan mencoba menghentikan Li Yuchen.


"Hah, untunglah Tetua Yu mendengarku dan akhirnya berhenti." ucap Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang kelelahan dengan nafas yang tidak beraturan.


Li Yuchen yang tidak tau apapun hanya berdiri diam tanpa sepatah katapun dan menunggu sampai Wu Ruxin tenang lalu mengatakan alasannya menghentikan dirinya.


"Hmm, maaf membuatmu merasa tidak nyaman Tetua Yu. Apakah anda datang untuk Pelelangan?" tanya Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang penuh dengan rasa penasaran.


"Ya!" jawan Li Yuchen singkat dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar lalu berjalan menaiki anak tangga.


"Agh! Kalau begitu, apakah Tetua Yu mau mengikuti Pelelangan? Banyak sekali harta karun dan benda bagus yang dilelang." ucap Wu Ruxin dengan semangat yang menggebu-gebu tapi tidak mendapatkan respon apapun dari Li Yuchen.


"Hmmm, aku tidak tau apa yang Tetua Yu inginkan tapi jika ada sesuatu yang Tetua Yu sukai dari beberapa benda pusaka atau harta karun yang dilelang hari ini maka kami akan menyimpannya untuk Tetua Yu." ucap Wu Ruxin dengan wajah yang malu-malu dengan pipi yang memerah.


Wu Ruxin yang tidak ingin mengganggu Li Yuchen lagi pun menyerahkan katalog yang isinya tentang harta karun yang akan dilelang.


Li Yuchen yang tidak mengerti apa maksud Wu Ruxin melakukan hal itu pun tidak punya pilihan lain selain mengambil katalog tersebut dan menyimpannya.


"Agh, saya permisi Tetua Yu. Silahkan hubungi saya jika ada yang menarik perhatian Tetua Yu." ucap Wu Ruxin dengan senyum yang manis dan malu-mlu dengan nada suara yang lembut.


"Baiklah. Terima kasih." ucap Li Yuchen tanpa maksud apapun sambil berjalan meninggalkan Wu Ruxin yang masih berdiri di tempatnya.


#Bersambung#


Maaf untuk beberapa hari ke depan author sangat sibuk tapi akan diusahakan tetap update seperti biasa tapi kemungkinan 1 bab perhari dan itupun sore atau malam.. Mohon dimaklumi.. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2