
Li Yuchen yang telah melarikan diri dari bencana yang tidak perlu berencana kembali ke Rumah Orangtuanya yang lama tapi Bibi Bai yang melihatnya menghentikan Li Yuchen.
“Tuan Muda, anda mau kemana?” tanya Bibi Bai dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
“Aku tidak bisa mengatakan kepada siapapun jika masih ada racun di dalam tubuhku jika tidak maka Li Ouyang dan Li Fan yang memiliki dendam padaku akan menggunakan kesempatan ini untuk balas dendam!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius.
“Aku juga tidak ingin bertemu dengan Qier di saat seperti ini. Aku harus mencari cara untuk melarikan diri paling tidak hingga hari perjamuan tiba!” ucap Li Yuchen lagi dalam hati dengan tekad yang kuat.
“Aku ingin melakukan Latihan Tertutup sekarang! Aku merasa akan segera naik tingkat!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar.
Bibi Bai yang sangat senang dengan semagat Li Yuchen yang ingin menjadi Pria yang kuat pun mengantarkan Li Yuchen ke Ruang Latihan yang ditujukkan untuk Pewaris Keluarga Li.
Li Yuchen yang tidak mengharapkan ruangan yang bagus pun menerima ruangan itu dengan senang hati terutama saat melihat wanita tua yang selama ini merawat pemilik tubuh dengan tulus tersenyum bahagia.
Li Yuchen yang telah menutup Ruangan Latihan dengan rapat pun dengan cepat masuk ke dalam Giok Naga Hijau Emas dan menyembuhkan dirinya di dalam Pagoda.
Di saat yang sama, Mo Yunhe yang telah mendapatkan posisinya kembali sebagai Nyonya Kediaman Keluarga Li pun mengganti pakaian lamanya menjadi pakaiannya yang selama ini.
Mo Yunhe yang melihat Seo Xiqin yang sedang duduk bersantai di taman bersama dua pelayan pribadinya pun mengingat dengan sangat jelas sikap Seo Xiqin yang begitu sombong dan menentang perkataannya.
“Aku tidak bisa membiarkannya terus-menerus menjadi Istri Chen’er. Aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak bisa memiliki menantu yang akan selalu menentang perkataanku!” ucap Mo Yunhe dengan suara yang rendah sambil menatap Seo Xiqin dengan tatapan yang tajam.
Mo Yunhe yang telah memiliki rencana pun kembali ke kamarnya bersama beberapa pelayannya.
“Apakah Madam tidak ingin menemui Nyonya Muda?” tanya salah seorang pelayan yang melihat Mo Yunhe berdiri diam di depan tanpa pergerakan.
“Tidak. Kita kembali saja sekarang. Aku sangat lelah!” ucap MoYunhe dengan nada suara yang datar dan ekspresi wajah yang dingin yang lalu berbalik arah.
__ADS_1
Mo Yunhe yang sangat tidak menyukai Seo Xiqin pun mengingat dengan sangat jelas saat Wei Lan datang menemui Li Yuchen bersama Kepala Keluarga Wei.
“Aku ingat! Saat itu, Nona Wei datang bersama Kepala Keluarga Wei dan berbincang dengan Chen’er cukup lama dan aku ingat jika Nona Wei bersikap tidak biasa seperti seseorang yang sedang jatuh cinta!” ucap Mo Yunhe dengan senyum yang licik.
“Jika seperti itu, maka ini akan sangat mudah. Bagaimana jika aku membuat Nona Wei sebagai Selir Chen’er dan membantunya mendapatkan hati Chen’er lalu menjadikannya sebagai Istri Sah Chen’er menggantikan Seo Xiqin!” ucap Mo Yunhe dengan ekspresi wajah yang bahagia dan tawa yang sangat lebar.
Mo Yunhe yang tidak sabar memulai rencananya pun mengundang Wei Lan datang ke Kediaman Keluarga Li dan pergi menemuinya secara pribadi.
Seo Xiqin yang sedang bersantai sambil mengingat ekspresi wajah Li Yuchen yang ketakutan saat ditatapnya dengan tajam pun tertawa kecil.
“Nyonya Muda terlihat sangat senang. Apakah Nyonya Muda mengingat hal yang sangat lucu karena itulah tertawa kecil seperti itu!” ucap salah seorang Pelayan yang sedang menuangkan teh untuk Seo Xiqin.
“Benar. Aku mengingat kejadian yang sangat lucu dan karena itulah aku tertawa!” ucap Seo Xiqin yang membenarkan pertanyaan pelayannya.
“Jika kejadian itu sangat lucu. Apakah Nyonya Muda bersedia menceritakannya kepada kami? Kami pun sangat penasaran dengan kejadian yang membuat Nyonya Muda bisa tertawa seperti itu.” Ucap pelayan yang menatap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang penasaran.
“Agh! Kejadian itu...” ucap Seo Xiqin yang berhenti bicara dengan ekspresi wajah yang canggung dan tawa yang kaku.
Lalu, saat Seo Xiqin bingung mengatakan sesuatu tiba-tiba Sui’er datang menghampiri dengan terburu-buru.
“Nyonya Muda!” panggil Sui’er dengan nada suara yang tergesa-gesa dengan ekspresi wajah yang panik dengan keringat yang mengalir sangat banyak ke dahinya.
Seo Xiqin yang penasaran dengan yang telah terjadi pun mengusir semua Pelayan yang berkumpul di dekatnya pun pergi.
“Katakan padaku, ada apa Sui’er? Kenapa kau sangat panik?” tanya Sui’er dengan ekspresi wajah yang penasaran.
“Nyonya Muda, saya melihat Nona Wei datang ke Kediaman Keluarga Li dan saat ini Nona Wei sedang duduk bersama Madam di Taman Timur!” ucap Sui’er yang telah mendekat dan berbisik di telinga Seo Xiqin karena tidak ingin melakukan kesalahan yang akan merugikan Seo Xiqin.
__ADS_1
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Sui’er sangat mengerti tujuan Sui’er dan mempertanyakan sikap Mo Yunhe yang mengundang Wei Lan.
“Sepertinya Ibu Mertuaku memiliki rencana lain dengan Nona Wei.” Gumam Seo Xiqin dengan senyum sinis dan tatapan mata yang tajam.
“Aku yang telah bersumpah di Kota Xilin bahwa aku tidak akan membiarkan kejadian di Kehidupan Pertamaku sebagai Permaisuri Ji’er terulang lagi. Aku harus melakukan sesuatu pada Ibu Mertuaku ini!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan senyum yang jahat.
“Hanya karena kau adalah Ibu dari Suamiku, aku tidak akan melakukan hal yang buruk padamu tapi aku tidak akan diam saja jika kau mengusikku!” ucap Seo Xiqin lagi dalam hati dengan mata yang tajam.
Seo Xiqin yang telah bersiap dengan rencana cadangan pun memberikan perintah khusus kepada Bibi Yi yang baru saja datang menemuinya bersama Luo’er.
“Nyonya Muda, saya sudah memanggil Manager Toko Pakaian Meili kemari dan mereka telah membawakan semua yang dibutuhkan oleh Nyonya untuk Perjamuan nanti.” Ucap Bibi Yi dengan ekspresi wajah yang patuh dengan sikap yang sopan.
Bibi Yi yang telah mengikuti Seo Xiqin dan Li Yuchen sejak lama sangat sadar jika Seo Xiqin adalah majikan kedua yang harus dilayaninya dengan sangat baik tanpa kekurangan apapun.
Bibi Yi juga sadar jika Li Yuchen sangat memperhatikan dan menempatkan Seo Xiqin di urutan utama jadi Bibi Yi memiliki pemahaman sendiri bahwa dirinya harus melakukan apapun yang diperintahkan Seo Xiqin.
“Terima kasih. Kalau begitu kita kesana sekarang tapi sebelum itu. Bibi Yi, bisakah kau kirim orang kita untuk menyelidiki isi pembicaraan Ibu Mertuaku dan juga Nona Wei saat ini?” tanya Seo Xiqin dengan kilatan tajam ke arah Bibi Yi.
Bibi Yi yang mendengar permintaan Seo Xiqin pun mengingat kembali sikap Mo Yunhe kepada Li Yuchen saat Pertandingan Generasi Muda Keluarga Li.
“Berdasarkan informasi yang aku baca, hubungan Tuan Muda dan Madam Mo tidak terlalu dekat bahkan saat aku melihat secara langsung sikap Madam Mo kepada Tuan Muda Li kemarin. Aku mengerti maksud Nyonya Muda memintaku mengirim orang untuk memata-matai!” ucap Bibi Yi dalam hati dengan wajah yang dingin.
“Tentu saja, Nyonya Muda. Saya akan segera melaporkan hasilnya nanti!” ucap Bibi Yi yang menatap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
Seo Xiqin yang harus mempersiapkan semuanya untuk Perjamuan pun pergi bersama Sui’er dan Luo’er dan meninggalkan Bibi Yi yang masih berdiri di Taman tersebut.
“Aku akan terus menggenggam cinta Chen gege dan tidak akan pernah membiarkan serangga pengganggu mengganggu hubungan kami!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
#Bersambung#
Apa yang telah dipikirkan oleh Seo Xiqin untuk membalas Mo Yunhe dan Wei Lan jika ikut campur dalam pernikahannya? Lalu, apa respon Li Yuchen setelah tau rencana Mo Yunhe untuknya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya