Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 337. Ketua Du Lang


__ADS_3

Seo Xiqin yang tidak ingin anak perempuan yang diinginkannya terluka karena terkena pukulan cambuk dari seorang pria gendut yang sedang berdiri di hadapannya pun menarik cambuk tersebut dan membuangnya.


“Apa yang kau lakukan? Beraninya kau ikut campur dalam urusanku!” teriak pria gendut itu dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang marah.


Pria Gendut itu yang tidak mengenal Seo Xiqin sama sekali pun dengan cepat melayangkan tinjunya ke arah Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang tidak ingin diam saja dan berniat untuk melawan ternyata tidak sempat mengeluarkan kekuatannya karena pria gendut itu ternyata sudah termundur ke belakang beberapa meter oleh penjaga yang datang bersama Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang tidak perduli dengan teriakan dari pria gendut yang marah karena dirinya ikut campur pun menyerahkan semua urusan kepada Penjaga yang dikirim oleh Mu Hanyuan untuk menjaganya.


“Aku serahkan pria gendut itu padamu, Ketua Du Lang!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara dan ekspresi wajah yang datar.


“Serahkan saja semuanya pada saya, Nona Muda!” ucap Ketua Du Lang dengan ekspresi wajah yang datar sambil menundukkan kepalanya kepada Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang berjalan ke arah anak perempuan yang dikatakan Burung Phoenix sebagai pemilik tubuh spesial pun mengulurkan tangannya ke anak perempuan tersebut.


“Apakah kau baik-baik saja?” tanya Seo Xiqin dengan suara yang ramah dan senyum yang ramah serta ekspresi wajah yang bersahabat.


Anak Perempuan yang tidak pernah mendapatkan bantuan dari orang lain seumur hidupnya terutama dari seorang wanita cantik seperti Seo Xiqin pun menjadi takut.


“Jangan khawatir! Aku datang untuk membantumu! Aku tidak akan menyakitimu!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut sambil mengulurkan tangannya.


Anak Perempuan yang mendengar ucapan dan melihat senyum lembut di wajah Seo Xiqin pun akhirnya membuka hatinya untuk mengambil uluran tangan Seo Xiqin dan berdiri di belakang Seo Xiqin.


Sementara itu, Pria Gendut yang tidak terima diperlakukan buruk seperti itu pun mengamuk ternyata adalah salah satu Tetua di Kediaman Chang yang menjadi Keluarga Pedagang Sukses di Daratan Wuzhou.


Chang Lu yang tidak bisa menahan amarahnya pun memanggil semua penjaga yang ada untuk menghajar Ketua Du Lang yang bepakaian serba hitam dengan Lambang Klan Es di dadanya.


“Siapa kau? Orang-orang rendahan tidak tau malu! Beraninya kalian ikut campur dalam urusanku! Aku tidak akan pernah mengampuni kalian semua!” teriak pria gendut itu dengan suara yang sangat keras.


“Penjaga! Dimana penjaga? Hajar orang ini untukku!” teriak pria gendut itu dengan suara yang sangat keras dengan mata yang melotot tajam sambil mengancungkan telunjuknya ke arah Penjaga berpakaian hitam.

__ADS_1


Namun tiba-tiba seorang pria yang lebih tua bertubuh kurus datang menghampiri Chang Lu dan memberitaukan identitas pria yang berpakaian hitam.


“Tunggu, Tuan! Jangan lakukan itu! Anda tidak boleh menyerang mereka!” teriak pria kurus itu dengan suara yang lantang dengan suara yang terburu-buru dengan keringat yang mengalir sangat banyak ke seluruh tubuhnya.


“Apa maksudmu aku tidak boleh menyerang mereka? Mereka telah menggangguku dan menghancurkan kesenanganku!” teriak Chang Lu dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang marah.


“Tuan, mohon lihatlah lambang yang ada di dada sebelah kanan Tuan berpakaian hitam itu!” ucap pria kurus itu dengan nada suara yang rendah dengan wajah yang ketakutan.


Chang Lu yang mendengarkan perkataan Kasim di Kediamannya itu pun menatap dengan seksama lambang yang tertera di dada Ketua Du Lang.


Chang Lu yang akhirnya mengingat arti dari Lambang itu pun langsung terduduk dalam posisi berlutut di hadapan Ketua Du Lang dengan wajah yang pucat.


“Ke-Ketua Du Lang! Mo-mohon maafkan saya! Saya sangat bersalah karena telah gagal mengenali anda! Saya mohon ampuni saya!” ucap Chang Lu dengan nada suara yang terdengar sangat menyesal dengan ekspresi wajah yang memelas sambil memohon meminta maaf kepada Ketua Du Lang.


Ketua Du Lang yang tidak memiliki kewenangan untuk memaafkan orang yang berani menyakiti Nona yang dilindunginya pun mengalihkan pandangannya ke arah Seo Xiqin.


Chang Lu yang sadar jika nyawanya tidak akan bisa selamat jika Seo Xiqin tidak memberikan maaf untuknya pun bersujud dan memohon ampun kepada Seo Xiqin.


“Aku tidak senang dengan yang telah kau lakukan! Beraninya kau memukul seorang anak perempuan dengan cambuk dengan sangat keras seperti itu!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang kesal.


Anak Perempuan yang khawatir Seo Xiqin akan dalam masalah karenanya pun menarik ujung pakaian Seo Xiqin dan menatap Seo Xiqin dengan mata merahnya.


Seo Xiqin yang menginginkan anak perempuan itu bersamanya pun memutuskan untuk membeli anak perempuan itu.


“Aku tidak akan mempermasalahkan hal ini jika kau mau memberikan anak ini padaku!” ucap Seo Xiqin dengan suara yang tegas.


Chang Lu yang menemukan secercah harapan untuk menyelamatkan nyawanya pun tidak ingin melepaskannya dengan mudah.


“Tentu! Tentu saja Nona bisa mengambilnya! Jika Nona menyukai anak ini maka mulai saat ini anak ini menjadi milikmu!” ucap Chang Lu dengan nada suara yang terburu-buru dengan senyum yang lebar.


“Aku tidak menginginkan anak ini secara gratis. Aku akan memberikannya kepadamu!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius sambil melemparkan sebotol Pil Penyembuh tingkat Tiga yang diberika Li Yuchen kepadanya.

__ADS_1


Chang Lu yang menyadari bahwa Pil dan Kerta Formasi sangatlah berharga karena sangat sedikit orang bisa menjadi Master Alkemia dan Master Formasi kecuali jika orang tersebut memiliki bakat sejak lahir pun merasa sangat senang mendapatkan Pil Penyembuh dari Seo Xiqin.


“Terima kasih! Terima kasih banyak, Nona! Anda sangat baik! Saya berjanji saya tidak akan melakukan hal ini lagi dan saya tidak akan muncul lagi di hadapan anda!” ucap Chang Lu dengan penuh semangat dengan ekspresi wajah yang bahagia lalu dengan cepat meninggalkan tempat tersebut bersama Kasim yang datang menemuinya.


Pelayan yang datang bersama Seo Xiqin melihat dua budak lain yang ditinggal sendirian pun bertanya kepada Seo Xiqin.


“Nona! Bagaiman dengan nasib kedua budak ini?” tanya Pelayan itu dengan suara yang datar dengan wajah tanpa ekspresi.


“Bawa mereka pulang bersamaku. Biarkan mereka bekerja di halamanku dan berikan mereka pakaian, makanan dan tempat tinggal yang layak!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang tegas.


Pelayan yang mendapatkan perintah dari Seo Xiqin pun membawa kedua budak lain itu pergi menuju kereta kuda dan membiarkan Seo Xiqin pergi menjelajahi pasar bersama Ketua Du Lang.


Seo Xiqin yang merasa jika dirinya berhasil mendapatkan kesempatan untuk bisa melarikan diri dari pengawasan mata-mata Mu Hanyuan pun membisikkan sesuatu kepada anak perempuan itu untuk membantunya melarikan diri.


Di tempat yang lain, Li Yuchen yang telah keluar dari kamarnya pun pergi menemui Ye Zhin dan Shanyuan.


“Tuan Muda, aku senang anda telah keluar.” Ucap Shanyuan dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lebar.


“Ada apa? Apakah ada berita penting?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan nada suara yang datar.


Ye Zhin yang mendapatkan kabar dari Putri Su Qingqing pun menyerahkan sebuah surat kepada Li Yuchen.


“Bos, ini adalah surat yang dikirimkan oleh Pangeran Su Weiguo melalui Putri Su Qingqing!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang serius sambil menyerahkan sebuah surat kepada Li Yuchen.


Li Yuchen yang membuka surat tersebut dengan perlahan pun akhirnya mengetahui bahwa Kaisar Su Yangkong memanggilnya ke Istana masalah Pertandingan Persahabatan antar Dinasti.


“Kita kembali ke Kota Kekaisaran sekarang dan menghadap Yang Mulia Kaisar Su Yongkang!” ucap Li Yuchen dengan suara yang tegas.


#Bersambung#


Apa yang terjadi dengan Pertandingan Persahabatan Antar Dinasti? Apa yang akan dikatakan Kaisar Su Yongkang pada Li Yuchen? lalu apakah Seo Xiqin berhasil melarikan diri? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...

__ADS_1


__ADS_2