
Setelah Wu Ruxin menyatakan bahwa Tripod Dewa Petir telah menjadi milik Li Yuchen. Seorang Pelayan datang ke Ruangan VVIP tempat Li Yuchen berada dan membawa Tripod Dewa Petir yang telah dibeli lalu menyerahkannya kepada Ji'er untuk diserahkan kepada Li Yuchen.
Ji'er yang menerima Tripod Dewa Petir itu pun membawanya masuk ke dalam dan berniat untuk langsung menyerahkannya kepada Li Yuchen tapi tidak menyangka Li Yuchen tidak memberikan respon yang diinginkannya.
"Aku akan memberikan Tripod ini langsung kepada Tuan Muda Yu dan saat Tuan Muda Yu menerimanya aku akan menunjukkan sisi terbaikku karena aku tidak mau kehilangan ikan besar." ucap Ji'er dalam hati karena masih memiliki niat untuk menjadi salah seorang wanita Li Yuchen.
"Tuan Muda Yu, ini adalah Tripod Dewa Petir yang anda inginkan." ucap Ji'er dengan sangat sopan dengan senyum yang lembut dan ekspresi wajah yang terlihat sangat anggun dan cantik.
Li Yuchen yang dapat membaca gerakan kurang baik dari Ji'er pun memutuskan untuk tidak menjawab perkataan Ji'er dan memilih mengabaikannya. Li Yuchen pun langsung menatap wajah Seo Xiqin yang ada di depannya dan memberikan Tripod itu padanya.
"Nona Seo, silahkan anda bawa Tripod itu. Tripod Dewa Petir ini sekarang telah menjadi milik anda." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil menunjuk ke arah Tripod Dewa Petir yang ada di tangan Ji'er.
Seo Xiqin yang tidak bisa berhenti memandang Tripod Dewa Petir yang telihat sangat indah dan berkelas itu pun menjadi sangat senang setelah mendengar pernyataan Li yuchen.
"Terima kasih banyak Tuan Muda Yu." ucap Seo Xiqin sambil menundukkan kepalanya dengan anggun yang langsung membuat Li Yuchen bergerak menghentikannya.
"Anda tidak perlu melakukannya sampai seperti ini Nona Seo. Saya dengan tulus memberikannya pada Nona Seo." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang tidak nyaman sambil menggaruk-garus pipinya dengan jari telunjuknya.
"Baiklah. Kalau begitu, saya akan menerimanya dengan senang hati. Jika Tuan Muda Yu membutuhkan bantuan saya maka Tuan Muda Yu dapat mengatakannya secara langsung." ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dan ramah di balik cadarnya sambil memerintahkan Luo'er untuk mengambil Tripod Dewa Petir yang ada di tangan Ji'er.
__ADS_1
Tripod Dewa Petir yang telah ada diambil Luo'er pun disimpan Seo Xiqin ke dalam cincin yang diberikan ibunya padanya sebelum kepergiannya.
"Sekarang aku telah memiliki Tanaman Obat, Tripod dan juga Buku untuk belajar Alkemia. Kali ini, Luo'er pasti dapat berhasil menjadi Seorang Alkemia yang hebat." ucap Seo Xiqin dalam hati dengan senyum bahagia sambil menyentuh cincin yang tergantung di lehernya seperti kalung.
Li Yuchen yang melihatnya pun hanya tersenyum senang karena dapat membantu Seo Xiqin.
"Senyum dan wajah yang bahagia yang ditunjukkan Gadis Bakpau tidak tau apa yang terjadi membuatku sangat senang dan ingin selalu menjaga senyuman itu. Aku merasa seperti ada benang takdir yang mengikat kami berdua." ucap Li Yuchen dalam hati sambil memalingkan wajahnya ke Acara Pelelangan yang telah dilanjutkan.
Sementara itu, Wu Ruxin yang menjadi penanggung jawab sekaligus orang yang melakukan Pelelangan itu pun melanjutkan Acaranya. Wu Ruxin pun menepuk tangannya dengan sangat keras untuk memberikan kode kepada Pelayan untuk membawa keluar Harta Karun terakhir yang akan dilelang.
"Baiklah. Untuk semua hadirin yang datang, Sebelum Acara Lelang ini ditutup, saya akan mengeluarkan Satu Harta Karun terakhir yang akan dilelang yaitu Kertas Segel Surga Neraka yang berwarna emas. Harta Karun ini ditemukan di dalam Jurang yang sangat dalam dan gelap yang disebut dengan Gerbang Neraka yang ada di Daratan Yunzhou." ucap Wu Ruxin dengan penuh semangat dan ekspresi wajah yang sangat antusias karena jujur di dalam hatinya pun sangat ingin memiliki Kertas Segel Formasi itu.
Setelah Wu Ruxin mengatakan itu, tidak ada seorangpun orang yang berada di depan Panggung Pelelangan menawar Harta Karun tersebut kecuali Empat Keluarga Besar yang ada di dalam Ruang VIP yang pada akhirnya membuat semua orang berbisik dengan suara yang dapat didengar orang lain.
"Meskipun kita memilikinya, kita tidak akan mungkin bisa menggunakannya karena Kertas Segel Formasi itu hanya dapat digunakan oleh Seorang Master Formasi."
"Benar sekali, harganya pun sangat mahal dan bisa jadi sampai Jutaan Tael Perak untuk dapat memiliki Kertas Formasi tersebut."
"Meskipun kita memiliki uang dan dapat membawanya pergi dari Menara Formasi Shinzu bukan berarti kita dapat membawanya pulang dengan selamat. Pasti akan banyak orang yang berniat untuk merebut Segel Formasi itu."
__ADS_1
Di sisi lain, Li Yuchen yang mengetahui Harta Karun yang menjadi incarannya telah dilelang pun tidak ingin kehilangan kesempatan untuk memilikinya tapi Li Yuchen tidak ingin berhutang terlalu banyak kepada Menara Formasi Shinzu sehingga memutuskan untuk menawar Kertas Segel itu menurut aturan berapapun biayanya.
"Jika aku menginginkan Kertas Segel Formasi itu, Menara Formasi Shinzu pasti akan memberikannya kepadaku secara gratis tapi itu hanya akan membuatku semakin banyak berhutang budi dan tidak memiliki kemampuan untuk menolak keinginan mereka." ucap Li Yuchen yang masih melihat Pelelangann dari jauh sambil meminum tehnya dengan ekspresi wajah yang santai.
"Aku harus menawar Kertas Segel Formasi itu seperti yang dilakukan orang-orang yang ada di bawah." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil meletakkan cangkir tehnya ke atas meja.
Sementara itu, Keempat Keluarga Besar dari Kota Jinlin yang telah menempatkan mata mereka pada Segel Formasi Surga Neraka pun mulai menawar meskipun tidak memiliki Anggota Keluarga yang Seorang Master Formasi.
"Aku harus mendapatkan Kertas Segel Formasi ini berapapun harganya. Aku tidak bisa pulang dengan tangan kosong." ucap Seo Hong dengan ekspresi wajah yang serius sambil melihat ke arah Kertas Segel Formasi yang sedang di pajang di belakang Wu Ruxin.
"Tapi Tuanku, kenapa kau sangat menginginkan Segel Formasi itu sementara kita tidak memiliki anak yang Seorang Master Formasi?" tanya Hun Yin dengan ekspresi wajah yang bingung karena tidak mengerti apapun yang ada di dalam fikiran Seo Hong
"Kau tidak perlu tau apa yang aku ingin lakukan pada Segel Formasi itu, kau bahkan sebagai Istri Sah tidak bisa memberikanku Seorang Anak Laki-laki." ucap Seo Hong dengan nada menyindir sambil meihat sinis kepada Hun Yin yang berdiri di sampingnya.
Hun Yin yang mendengar nada dan ekspresi wajah yang tidak bersahabat dari suaminya itu hanya bisa mengepalkan tangannya menahan semua hinaan itu karena Hun Yin tau sebagai wanita dirinya tidak punya pilihan lain kecuali diam dan pura-pura tidak mendengar apapun jika tidak ingin Posisinya digantikan dengan Selir-selir dari suaminya.
"Kau tunggu saja saat Wan'erku berhasil menikahi Tuan Muda Jin, aku akan memberikanmu racun dan membuatmu menderita hingga ajal menjemputmu dan aku akan menjual semua selirmu itu ke Rumah Bordil." ucap Hun Yin dalam hati dengan tatapan mata yang penuh dengan amarah dan kebencian sambil meremas sapu tangan yang ada di tangannya dengan sangat kuat.
#Bersambung#
__ADS_1