
Li Yuchen yang melihat Seo Xiqin yang termenung pun memanggilnya beberapa kali untuk mencoba menyadarkan Seo Xiqin.
“Qier! Qier! Qier!” panggil Li Yuchen dengan nada suara yang lembut setelah mengusir Luo’er dan Sui’er keluar setelah membantu Seo Xiqin berhias.
“Agh! Chen gege! Ma-maaf... A-aku...” ucap Seo Xiqin yang gagap karena sedang melamun dengan ekspresi wajah yang bingung.
“Ada apa? Apakah kau gugup karena akan bertemu dengan Ayahmu? Jangan khawatir. Aku ada di sampingmu.” Ucap Li Yuchen yang tidak mengetahui yang dilamunkan Seo Xiqin pun menatap dengan ekpsresi wajah yang penuh percaya diri sambil menggenggam tangan Seo Xiqin dengan tatapan mata yang khawatir.
“Terima kasih, Chen gege!” jawab singkat Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang memerah sambil berjalan mengikuti Li Yuchen menuju ke Ruang Tamu menemui Seo Hong dengan diikuti Sui’er dan Luo’er di belakangnya.
Setelah beberapa saat akhirnya Li Yuchen yang datang bersama Seo Xiqin masuk ke dalam ruangan yang ternyata Seo Hong telah duduk menunggu dengan minuman serta makanan kering di atas meja.
“Menantu memberi hormat kepada Ayah Mertua!” ucap Li Yuchen dengan tangan yang diletakkan di depan seperti memberi hormat dengan kepala sedikit tertunduk.
Seo Xiqin yang melihat Li Yuchen langsung memberi hormat saat bertemu dengan Seo Hong pun menjadi sangat terharu dan kemudian mengikuti tindakan Li Yuchen.
“Anak memberi hormat kepada Ayah!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang datar dengan tatapan mata yang dingin lurus ke bawah dengan Sui’er dan Luo’er yang membungkukkan tubuhnya di belakang Seo Xiqin.
Seo Hong yang merasa sangat senang langsung mengambil peran sebagai Ayah yang baik hati di hadapan Li Yuchen dan Seo Xiqin.
“Tidak perlu bersikap formal! Bukankah kita adalah Keluarga?” ucap Seo Hong dengan tawa yang ceria dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Terima kasih Ayah Mertua!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang sopan sambil mengajak Seo Xiqin duduk di sampingnya dengan penuh perhatian.
Seo Hong yang melihat Li Yuchen memperlakukan Seo Xiqin dengan sangat baik pun menjadikan senyum di wajahnya berubah menjadi senyum licik dengan ide-ide serta pikiran yang jahat.
__ADS_1
“Hah! Sepertinya Qier telah seratus persen menguasai Suaminya. Jika seperti itu maka aku hanya perlu menggunakan anak ini untuk membuat Li Yuchen menuruti perkataanku.” Ucap Seo Hong dalam hati sambil meminum tehnya dengan pandangan mata mengawasi yang tak lepas dari interaksi Seo Xiqin dan Li Yuchen yang ada di depannya.
Seo Hong yang ingin mencapai tujuannya pun meminta waktu untuk berbicara bersama Seo Xiqin dan Li Yuchen yang telah mendapatkan persetujuan dari Seo Xiqin pun pergi meninggalkan keduanya dengan Sui’er dan Luo’er tetap berdiri di dekat Seo Xiqin.
“Tetaplah disini dan lindungilah Nyonyamu. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan hancurkan benda yang aku berikan pada kalian berdua!” ucap Li Yuchen dengan suara yang rendah yang hanya di dengar Sui’er dan Luo’er sambil berjalan keluar ruangan.
Sui’er dan Luo’er yang menyadari jika Li Yuchen sangat mencintai Nonanya dan akan melakukan apapun untuk keselamatan dan kebahagiaan Seo Xiqin pun akhirnya menggenggam batu kecil yang tersembunyi di tangan kanan keduanya.
Seo Hong yang tidak melihat Li Yuchen lagi pun langsung mengubah ekspresi wajah dan nada suaranya di hadapan Seo Xiqin.
“Hah! Ternyata kau sudah mengetahuinya sejak awal tentang identitas asli dari Suamimu!” sindir Seo Hong dengan nada suara yang sinis dengan tatapan mata tajam dan ekspresi wajah yang dingin.
“Tapi aku senang karena kau berhasil mengambil hatinya dan membuatnya memperlakukanmu dengan sangat baik karena dengan begitu baru bisa menunjukkan nilaimu untuk Keluarga Seo!” ucap Seo Hong dengan nada suara yang sombong dengan kata-kata yang terdengar kasar dan tatapan mata yang merendahkan.
Seo Xiqin yang melihat wajah asli Seo Hong hanya menghirup tehnya dengan tenang karena telah berhasil melihat kebenaran alasan kedatang Seo Hong menemuinya.
“Apa maksud kedatangan Ayah kemari sebenarnya?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang datar dengan tatapan mata yang tajam.
“Kau cukup pintar untuk bertanya. Aku ingin kau mengajak Li Yuchen kembali ke Kediaman Keluarga Seo.” Ucap Seo Hong dengan penuh percaya diri dengan tatapan mata yang merendahkan ke arah Seo Xiqin.
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Seo Hong mengingat Kehidupan Keduanya sebelum bereinkarnasi dimana sikap Seo Hong padanya yang sangat dingin dan menganggap keberadaannya seperti serangga yang harus segera disingkirkan.
“Hah! Kau benar-benar orangtua yang buruk! Baik di Kehidupanku yang lalu maupun Kehidupanku yang sekarang! Kau tidak pantas aku panggil Ayah atau dihomati seperti orangtua!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang datar.
“Maafkan aku Ayah. Aku tidak bisa melakukan itu.” Ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang datar dan tatapan mata yang tajam lurus ke depan.
__ADS_1
Seo Hong yang tidak menyangka jika Seo Xiqin akan menolak permintaannya pun menjadi sangat marah dan memukul meja dengan sangat keras.
“Apa maksudmu tidak bisa? Apa kau ingin menolak permintaan Ayahmu sendiri?” tanya Seo Hong yang berdiri dengan nada suara yang tinggi dan ekspresi wajah yang marah.
“Maafkan aku, Ayah! Aku tidak bisa melakukan apapun dengan itu. Bukankah Ayah dan Bibi sendiri yang meminta Aku dan Chen gege pergi dari Kediaman Keluarga Seo?” tanya Seo Xiqin dengan tatapan mata yang tajam sambil menatap Seo Hong dengan menyerang kata-katanya sendiri.
Seo Hong yang berpikir jika Seo Xiqin sakit hati karena telah diusir dari Kediaman Keluarga Seo sehari setelah Hari Pernikahannya itu pun langsung melunakkan ekspresinya.
“Ehem! Ayah tidak bermaksud mengusirmu. Bukankah Seorang Wanita yang sudah menikah harus pergi dari rumah orangtuanya untuk tinggal bersama Keluarga Suaminya? Ayah hanya mengikuti perkataan Ibumu dan juga mengikuti tradisi yang ada di masyarakat kita.” Ucap Seo Hong yang berdalih membela dirinya dari amarah Seo Xiqin dengan wajah yang masih mempertahankan wibawanya.
“Hah! Apakah dia pikir aku adalah anak kecil yang akan percaya dengan perkataannya?” tanya Seo Xiqin dalam hati tanpa mengubah ekspresi wajahnya sedikitpun.
“Maafkan aku, Ayah. Aku tetap tidak bisa menuruti permintaanmu.” Ucap Seo Xiqin lagi dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar sambil menundukkan kepalanya dengan sangat sopan.
Seo Hong yang tidak bisa melakukan apapun kepada Seo Xiqin karena khawatir akan membuat Li Yuchen marah mengingat perhatian yang diberikan Li Yuchen kepada Seo Xiqin.
Seo Hong yang tidak ingin terbawa emosi pun menggenggam tangannya dengan sangat erat dan keluar dari ruangan tersebut dengan perasaan yang kesal.
“Ayah tidak ingin mendengar jawabanmu sekarang. Jika kau tidak ingin kembali bersama Suamimu maka jangan salahkan Ayah untuk menghancurkan barang-barang peninggalan Ibumu!” ancam Seo Hong dengan nada suara yang rendah dengan penakanan di setiap katanya.
“Selamat jalan, Ayah! Sui’er! Luo’er! Antar Ayahku ke pintu gerbang!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang datar dan tatapan mata yang tajam sambil menggenggam tangannya dengan sangat erat sambil melihat bayangan ketiganya perlahan menjauh.
“Hah! Ingin mengancamku dengan barang-barang Ibuku! Maaf, Ayah! Ancamanmu tidak berguna untukku karena semua milik Ibuku telah aku simpan di dalam Cincin Peninggalan Ibu!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang dingin sambil berjalan kembali ke kamarnya.
#Bersambung#
__ADS_1
Hmmm, Author spoiler sedikit ya.. BAB selanjutnya akan menceritakan tentang tiga pelakor yang menggoda MC sehingga membuat Xiqin menolak menyerahkan MC dan terjadilah adegan +21...