
Walikota Ma yang sangat senang melihat Segel Formasi Perlindungan yang dibuat Li Yuchen pun memutuskan untuk membuat Pesta di Kediamannya.
“Bagus! Bagus sekali!” Teriak Walikota Ma Guo dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan tawa yang sangat lebar.
“Tetua Li! Anda sungguh adalah orang yang sangat hebat. Kota Xilin akan selalu menyambut kedatangan anda dengan tangan terbuka!” ucap Walikota Ma Guo lagi dengan nada suara yang ceria.
“Untuk merayakan keberhasilan Segel Formasi Perlindungan Kota Xilin, Kota Xilin akan merayakan Pesat dan Kediaman Walikota akan mengadakan Perjamuan untuk Tetua Li!” ucap Walikota Ma dengan suara yang sangat keras dengan wajah yang sangat bahagia.
Li Yuchen yang tidak tertarik sama sekali dengan Pesta ataupun Perjamuan yang ingin diselenggarakan oleh Walikota Ma pun menatap Walikota Ma dengan ekspresi wajah yang bersalah.
“Maafkan saya, Walikota Ma. Saya tidak bisa menghadiri Perjamuan itu karena saya harus segera pergi ke Kediaman Keluarga Li!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius.
Seo Xiqin yang awalnya khawatir jika Li Yuchen bersedia untuk datang ke Perjamuan tersebut pun menjadi sangat terkejut saat mendengar jawaban Li Yuchen.
“Chen gege!” gumam Li Yuchen dengan tatapan mata yang bingung dan ekspresi wajah yang lega yang tidak bisa disembunyikan dari wajahnya.
Ma Ye Li yang tidak ingin membiarkan Li Yuchen pergi begitu saja dan membuatnya kehilangan kesempatan untuk mendekati dan mengambil hati Li Yuchen pun mencoba untuk menghentikan keputusan Li Yuchen.
“Tetua Li! Apakah rencana anda untuk ke Kediaman Keluarga Li tidak bisa ditunda sehari saja?” tanya Ma Ye Li dengan ekspresi wajah yang cemas dan khawatir di saat bersamaan.
“Benar sekali, Tetua Li. Saya rasa anda pasti sangat lelah setelah membuat Segel Formasi yang sangat hebat itu dan anda pasti membutuhkan waktu untuk memulihkan kekuatan anda. Mengikuti Perjamuan ini pasti akan membantu Tetua Li pulih kembali lebih cepat!” ucap Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang menyesal dengan tatapan mata yang penuh harap.
“Saya harap Tetua Qi tidak menolak untuk menghadiri Perjamuan ini. Kediaman Walikota pasti akan memberikan Pesta Perjamuan yang sangat besar!” ucap Walikota Ma dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
“Maafkan saya tapi saya menolak untuk datang. Jika Walikota Ma ingin melaksanakan Perjamuan dan Pesta maka Walikota Ma bisa melakukannya tanpa diriku!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bersalah dengan tatapan mata yang lurus ke depan.
“Aku tidak tertarik datang ke Perjamuan yang dipenuhi dengan orang-orang serakah yang mencoba mendekatiku karena mengetahui Kekuatan dan Bakatku!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang sedih.
Walikota Ma yang tidak ingin menyinggung Li Yuchen pun menyerah untuk memaksa Li Yuchen untuk datang ke Perjamuan yang ingin dilaksanakannya.
__ADS_1
“Baiklah. Jika itu yang diinginkan oleh Tetua Li maka Kediaman Walikota Ma tidak akan memaksa ataupun menunda kepergian Tetua Li. Kota Xilin harap Tetua Li tidak akan melupakan Kota Xilin!” ucap Walikota Ma Guo dengan ekspresi wajah yang pasrah dengan ekspresi wajah yang sedih.
Li Yuchen yang senang melihat Walikota Ma tidak memaksanya pun menyerahkan Pengontrolan Segel Formasi Perlindungan yang dibuatnya kepada Ma Guo dan Tetua Feng.
Ketua Qin yang tidak ingin menyerah begitu saja pun mencoba membujuk Li Yuchen dengan menggunakan Seo Xiqin tapi Seo Xiqin yang juga tidak tertarik dengan Perjamuan pun menolak untuk membantu.
“Maafkan saya, Ketua Qin! Saya tidak bisa membantu anda untuk membujuk Chen gege! Chen gege sudah membuat keputusan dan aku tidak bisa mengubahnya!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menggelengkan kepalanya dengan pelan.
Ma Ye Li yang tidak terima dengan Seo Xiqin yang menolak permintaan Ketua Qin pun menjadi marah dan berteriak dengan sangat keras di hadapan Seo Xiqin sehingga membuat orang-orang yang fokus mengagumi Formasi yang dibuat Li Yuchen mengalihkan pandangannya pada Ma Ye Li dan Seo Xiqin.
“Bohong! Apa kau pikir aku tidak mengetahui niat busukmu? Kau ingin menguasai Tetua Li untuk dirimu sendiri dan tidak ingin memberikan kesempatan kepadaku untuk dekat dengan Tetua Li. Kau pasti takut jika Tetua Li jatuh cinta padaku dan meninggalkanmu!” teriak Ma Ye Li dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang marah dengan tangan yang terkepal dengan sangat erat karena kesal.
“Plak!” suara tamparan yang mendarat sangat keras di pipi kanan Ma Ye Li.
“Kau! Kau berani menamparku!” teriak Ma Ye Li dengan nada suara yang lebih keras dan tinggi dengan mata yang melotot tajam ke arah Seo Xiqin.
“Plak!” suara tamparan lagi yang mendarat dengan sangat mulus di pipi kiri Ma Ye Li.
“Apakah Nona Ma tidak bisa berpikir jernih sekarang setelah ditolak berkali-kali oleh Chen gege? Apakah sekarang Nona Ma mencoba membuatku merasa tidak percaya diri?” tanya Seo Xiqin lagi dengan ekspresi wajah yang kesal karena merasa jika posisi terancam.
“Apakah Nona Ma tidak malu ingin mengambil posisiku sebagai Istri Sah dihadapan Istri Sah yang asli di hadapan semua orang?” tanya Seo Xiqin lagi dengan tatapan mata yang dingin merendahkan.
Ma Ye Li yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun merasa sangat malu dan takut terlebih saat melihat mata semua orang yang ada di tempat itu menatapnya dengan tatapan mata merendahkan.
Walikota Ma Guo yang melihat suasana yang awalnya bahagia dan suka cita berubah menjadi hancur pun berjalan maju diantara Ma Ye Li dan Seo Xiqin.
Walikota Ma yang merasa sangat kecewa pada Ma Ye Li pun berbalik arah menatap Ma Ye Li dan menampar Ma Ye Li dengan sangat keras hingga membuat Ma Ye Li terjatuh ke lantai dengan sudut bibir yang meneteskan darah.
“Cepat minta maaf pada Nyonya Li! Jika tidak maka aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai Putriku lagi!” teriak Ma Guo dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang marah.
__ADS_1
Ma Ye Li yang melihat Ma Guo menatapnya dengan tatapan mata yang tajam dan penuh amarah serta berani mendaratkan tamparan di pipinya pun sangat membenci Seo Xiqin yang berhasil mendapatkan hati Li Yuchen.
Ma Ye Li yang tidak ingin kehilangan Posisinya sebagai Putri Tertua Kediaman Walikota pun mengubah posisinya dan bersujud di hadapan Seo Xiqin dan menundukkan kepalanya hingga menyentuh lantai.
“Nyonya Li! Tolong ampuni kesalahan saya! Saya tidak akan memiliki pemikiran buruk itu lagi!” ucap Ma Ye Li dengan sangat keras sambil menggenggam pasir yang ada di tanah dengan sangat keras dengan tatapan mata yang penuh amarah sambil terus memukulkan dahinya ke tanah dengan sangat keras hingga berdarah.
Seo Xiqin yang tidak menyangka jika Ma Ye Li akan menghilangkan harga dirinya untuk meminta maaf di hadapannya pun menjadi sangat terkejut.
Li Yuchen yang hanya berdiri di samping melihat Seo Xiqin menghadapi wanita-wanita yang mencoba menaiki ranjangnya pun tersenyum senang.
“Sepertinya di Kehidupan ini, aku tidak akan perlu merasa cemas pada wanita-wanita gila yang ingin mendekatiku!” gumam Li Yuchen dengan suara rendah yang masih dapat didengar oleh Ketua dan Tetua dari Paviliun Huanfu yang berdiri di dekatnya.
Li Yuchen yang tau Seo Xiqin kesulitan mengendalikan situasi yang terjadi pun membantu Seo Xiqin untuk menyelesaikannya dengan baik.
“Nona Ma sudah mengetahui kesalahannya dan sepertinya mendapatkan pelajaran dari kejadian ini jadi Nona Ma silahkan angkat kepalamu!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang datar sambil merangkul pinggang Seo Xiqin dengan sangat lembut hingga membuat Seo Xiqin berdiri di pelukannya.
Semua orang yang melihat sikap Li Yuchen terhadap Seo Xiqin pun menjadi terkejut dan tersenyum sambil menggelengkan kepala.
“Nona Seo sangat beruntung karena mendapakan cinta dari Suaminya! Sungguh cinta masa muda adalah cinta yang sangat bergelora dan membara!” ucap Ketua Lu dengan nada suara yang rendah tapi dapat didengar semua orang sambil tersenyum kecil.
Ma Ye Li yang mendengar perkataan Ketua Lu pun menjadi semakin panas dan membakar hati Ma Ye Li lalu membuat Ma Ye Li menjadi sangat membenci Seo Xiqin dan sangat ingin memisahkan hubungan keduanya.
Li Yuchen yang melihat semua rakyat Kota Xilin dan Bangsawan Kota Xilin telah bergerak dengan sangat cepat menuju Tembok Kota Xilin bagian Utara pun menatap Seo Xiqin dengann tatapan lembut dan penuh kasih.
“Apakah Qier siap meninggalkan Kota Xilin menuju Kediaman Keluarga Li?” tanya Li Yuchen dengan suara rendah sambil berbisik lembut di telinga Seo Xiqin.
“Tentu saja. Qier akan selalu ikut kemanapun Chen gege membawa Qier pergi!” ucap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang penuh keyakinan dan senyum yang lembut dan menyejukkan.
#Bersambung#
__ADS_1
Setelah ini Li Yuchen akan pergi ke Kota Kunlun menuju Kediaman Keluarga Li. Apakah yang akan dihadapi Li Yuchen selanjutnya? Jangan lupa baca BAB selanjutnya ya...