
Sementara itu, Hua Ping yang mendengar kabar bahwa wanita yang akan membantunya mencapai Level Keabadian bergegas ke Aula Utama menyambut kedatangan Mu Shushu.
Namun saat, Mu Shushu turun dari kereta kuda dengan gaun yang indah dan sikap yang anggun ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan Hua Ping.
"Apa maksud semua ini? Siapa kau?" teriak Hua Ping dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang kesal.
"Ha-hamba Mu Shushu, Putri Pertama Keluarga Mu dan saya datang atas Titah Kaisar yang akan menjadikan saya sebagai Selir Kekaisaran Kehormatan!" ucap Mu Shushu dengan suara yang datar dengan tubuh yang bergetar ketakutan.
"Kasim Qong!" teriak Hua Ping dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata yang tajam dan dingin.
"Hamba menghadap Yang Mulia Kaisar!" tanya Kasim Qong dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah dan tatapan mata ketakutan.
"Apa yang dikatakannya itu benar? Apakah kau yang memintanya untuk memasuki Istana untuk menjadi Selirku?" tanya Hua Ping dengan tatapan mata yang tajam.
"Be-benar Yang Mulia. Berdasarkan isi Titah Kaisar bahwa Putri Keluarga Mu akan memasuki Istana dan hanya Nona Mu Shushu satu-satunya Putri Keluarga Mu yang masih lajang saat saya sampai di Kediaman Mu!" ucap Kasim Qong dengan ekspresi wajah yang ketakutan.
Hua Ping yang mendengar perkataan Kasim Qong pun menatap dengan ekspresi wajah yang marah lalu tiba-tiba Hua Fan yang datang mengunjungi Istana Kekaisaran karena ingin bertemu dengan Selir baru Hua Ping memberikan penjelasan yang membuat Hua Ping semakin marah.
“Apa maksudmu denagn satu-satunya dengan Putri Keluarga Mu yang masih lajang? Apakah kau pikir ramalan itu bohong?” teriak Hua Ping dengan suara yang lantang sambil mengarahkan pedangnya ke leher Kasim Qong.
“Kakak tenanglah. Yang dikatakan oleh Kasim Qong benar. Nona Mu Shushu adalah Putri dari Keluarga Mu yang masih lajang saat ini!” ucap Hua Fan yang menjadi saksi Kasim Qong.
“Tapi satu jam sebelum kedatangan Kasim Qong ke Kediaman Mu ada satu Nona Muda lain di Keluarga Mu yang masih lajang!” ucap Hua Fan yang terdengar sangat berbelit-belit di telinga Hua Ping.
“Apa maksud ucapanmu Fan’er? Jangan berkata yang berbelit-belit dan membuat Kakakmu ini semakin kesal!” ucap Hua Ping dengan nada suara ancaman yang tidak main-main sehingga tanpa sadar membuat Hua Fan merasakan niat membunuh yang kuat mengarah ke lehernya.
“A-agh! Nona Muda Mu yang lain itu telah menikah dengan Pria lain setelah Kasim Qong datang sehingga hanya menyisahkan Nona Muda Mu Shushu yang masih lajang di Keluarga Mu!” ucap Hua Fan dengan ekspresi wajah yang serius.
Hua Ping yang sangat kesal karena orangnya yang tidak bisa bergerak cepat hingga membuat orang lain mendapatkan wanita yang diinginkannya pun tidak bisa menahan amarahnya lagi dan hanya dalam sekali tebasan kepala Kasim Qong telah berpisah dari tubuhnya.
__ADS_1
Mu Shushu yang tidak pernah melihat pembunuhan yang sangat brutal seperti itu di depan matanya pun menjadi sangat terkejut hingga akhirnya terjatuh ke tanah dengan tubuh yang bergetar ketakutan.
Hua Fan yang telah terbiasa dengan keberutalan Hua Ping ternyata masih belum terbiasa menerima itu semua sehingga masih bisa merasakan ketakutan di sekujur tubuhnya.
Hua Ping yang tidak bisa melepaskan wanita yang akan menjadikannya sebagai Kultivator Abadi dan menjadi Manusia Setengah Dewa pun memanggil Jenderal Istana.
“Zu Ming! Siapkan tandu singgahsanaku! Kita ke Kediaman Keluarga Mu sekarang dan menjemput Permaisuriku yang sebenarnya!” ucap Hua Ping dengan suara yang lantang!”
Hua Ping yang menaiki tandu khusus yang biasa dinaikinya saat keluar Istana dengan sangat cepat bergerak bersama Jenderal Zu Ming dan meninggalkan kereta kuda yang dinaiki oleh Mu Shushu menuju Kediaman Keluarga Mu.
Jenderal Zu Ming yang tidak ingin melakukan kesalahan yang sama dan membuat nyawanya dan keluarganya hilang pun berdiri dengan tegap mengumumkan kedatangan Hua Ping.
“Buka pintunya! Kaisar Hua Ping dari Daratan Wuzhou datang! Kepala Keluarga Mu datang menyambut kedatangan Kaisar Hua Ping!” teriak Jenderal Zu Ming dengan suara yang lantang yang akhirnya membuat Kediaman Keluarga Mu yang telah tenang menjadi hidup kembali.
Mu Hunyuan dan kedua Tetua yang merasakan firasat buruk ternyata telah berdiri di depan pintu Kediaman Keluarga Mu menunggu kedatangan Hua Ping.
“Salam hormat kepada Yang Mulia Kaisar! Semoga Yang Mulia selalu sehat dan berjaya!” ucap Mu Hunyuan dan yang lainnya secara bersamaan.
Hua Ping yang tidak bisa melihat wajah orang-orang saat semuanya berlutut di hadapannya pun memberikan perintah kepada semuanya untuk mengangkat kepalanya.
Namun, Hua Ping yang lagi-lagi tak bisa menemukan keberadaan Seo Xiqin dari semua orang yang ada pun menjadi sangat marah dan kesal.
“Apakah kalian sedang bermain-main dengan Titah yang telah aku berikan?” teriak Hua Ping dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang marah dengan tangan yang terkepal erat menahan amarahnya.
“Te-Tentu saja Tidak Yang Mulia. Kami telah mengirim Putri Keluarga Mu ke Istana Kekaisaran untuk menjadi Selir Kekaisaran Kehormatan!” ucap Tetua Xu dengan suara yang gagap di awal dengan ekspresi wajah yang canggung.
“Apakah kau pikir wanita yang kau kirim itu adalah wanita yang aku maksud di dalam Titahku? Dia bukanlah orangnya! Orang yang harusnya menjadi Selir Kekaisaran Kehormatanku... Agh, tidak! Orang yang seharusnya menjadi Permaisuriku adalah Seo Xiqin!” ucap Hua Ping dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang sinis.
Mu Hunyuan dan kedua Tetua yang mendengar nama Seo Xiqin yang disebutkan oleh Hua Ping merasakan aliran darah yang harusnya mengalir ke seluruh tubuhnya terhenti dan menyebabkan wajah semua orang menjadi pucat.
__ADS_1
“Ma-maafkan hamba, Yang Mulia tapi Seo Xiqin telah menikah saat Titah yang dibawa oleh Kasim Qong dan Jenderal Zu Ming datang!” ucap Mu Hunyuan dengan ekpsresi wajah yang sangat cemas.
“Benar, Yang Mulia. Seo Xiqin telah menjadi Istri orang lain dan oleh sebab itu lah Mu Shushu yang datang ke Istana untuk memenuhi Titah Kaisar!” ucap Tetua Xu yang mencoba menyelamatkan posisi Putrinya.
Hua Ping yang telah sangat marah dan kesal setelah menyadari bahwa orangnya telat dalam melaksanakan perintahnya menjadi semakin marah saat Tetua Xu mengingatkannya akan kejadian itu.
“Apa kau ingin aku mengulangi Titahku lagi? Apakah Keluarga Mu berniat melakuan pemberontakan dengan melawan Titah Kaisar?” teriak Hua Ping dengan tatapan mata yang tajam.
“Ampun Yang Mulia. Keluarga Mu tidak bernia melakukan itu semua tapi sungguh Seo Xiqin telah menikah saat Titah itu datang dan kami tidak bisa melakukan apapun. Harap Yang Mulia Kaisar dapat berbelas kasih!” ucap Mu Hunyuan sambil bersujud kembali.
“Harap Yang Mulia Kaisar dapat berbelas kasih!” ucap semua orang secara bersamaan mengikuti perkataan dan tindakan Mu Hunyuan yang berlutut di hadapan Hua Ping.
Hua Ping yang telah memutuskan untuk tidak akan kembali ke Istana Kekaisaran tanpa Seo Xiqin pun membuat keputusan yang sangat mengejutkan.
“Aku sebagai Kaisar di Daratan Wuzhou menyatakan bahwa Pernikahan Seo Xiqin tidaklah Sah. Seo Xiqin akan memasuki Istana Kekaisaran sekarang juga dan menjadi pendampingku, Permaisuri Daratan Wuzhou!” teriak Hua Ping dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang serius.
“Yang Mulia, tolong tarik kembali Titah anda! Anda tidak bisa memisahkan Seorang Istri dari Suaminya yang telah terikat dalam Pernikahan di bawah Altar Dewa!” teriak Mu Hunyuan dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang takut dan cemas di saat bersamaan.
Tepat setelah Mu Hunyuan mengatakan keberatannya langit yang awalnya cerah berubah menjadi gelap seakan hujan akan segera turun.
Tak lama setelah perubahan cuaca yang sangat drastis itu ternyata sebuah Petir Malapetaka keluar dari Langit mulai bergemuruh di atas Langit dan siap kapapun untuk menyambar Hua Ping.
Hua Ping yang tidak peduli meski Langit menghalanginya ternyata telah membuat keputusan untuk menjadikan Seo Xiqin Permaisurinya apapun yang terjadi.
“Datanglah kemari Petir Malapetaka! Aku tidak akan pernah mengubah keputusanku meskipun Langit menghalangiku!” teriak Hua Ping dengan suara yang lantang.
#Bersambung#
Bagaimana nasib Hua Ping? Apakah dia berhasil melawan Petir Malapetaka itu? Lalu apakah Li Yuchen yang telah pergi mencari keberadaan Mu Hanqin dapat menghentikan tindakan gila Hua Ping? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...
__ADS_1