
Seo Xiqin yang ditinggal sendirian di dalam Kamar Pengantin merasa sangat lapar dan haus pun membuka kerudungnya dan mencoba mencicipi kue yang ada di atas meja.
"Hah! Akhirnya aku bisa santai dan beristirahat juga. Aku lapar sekali!" ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang kelelahan sambil melihat makanan yang ada di depannya.
"Wah, kue ini terlihat sangat enak. Sepertinya tidak masalah jika aku makan satu." ucap Seo Xiqin sambil mengambil satu kue osmatus dengan bentuk bunga berwarna kuning keemasan.
Namun di saat Seo Xiqin ingin memasukkan kue ke dalam mulutnya, Luo’er dan Sui’er datang dan masuk ke dalam Kamar Pengantin dengan terburu-buru.
“Jangan Nona! Anda tidak boleh menyentuh makanan yang ada di atas meja ini!” ucap Sui’er dengan terburu-buru mencegah Seo Xiqin memakan kue yang telah ada di tangan Seo Xiqin.
“Kenapa aku tidak boleh memakannya? Apakah makanan ini ada racunnya?” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah kecewa dan nada suara waspada dengan tatapan mata yang tajam.
“Di dalamnya tidak ada racun tapi...” ucap Luo’er dengan lembut sambil mengambil kembali kue yang ada di tangan Seo Xiqin dengan sumpit lalu meletakkannya ke tempatnya semula.
“Tapi apa? Kenapa aku tidak boleh makan?” teriak Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang kesal dengan nada bicara orang yang sedang merajuk.
“Nona tidak boleh memakan ini sendiri. Makanan ini disiapkan agar Nona dapat memakannya bersama Tuan Muda Li.” Ucap Luo’er dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang serius.
“Hmmm, Chen gege tidak akan marah jika kue yang ada di meja itu hilang satu. Kenapa kalian bedua mempesulitnya?” ucap Seo Xiqin dengan nada protes dengan ekspresi wajah yang kesal.
“Hah! Nona telah menikah dan kami bedua tidak seharusnya memanggil Nona lagi tapi Nyonya. Saya tau jika Tuan Muda Li sangat perhatian kepada Nona tapi Nona harus ingat jika perasaan Pria tidak bisa ditebak.” Ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang sedih sambil memegang pundak Seo Xiqin yang sedang duduk di kursi di depan meja makan.
Seo Xiqin yang sangat mengerti perkataan Sui’er pun hanya bisa menganggukkan kepala dan patuh untuk tidak menyentuh satu makanan pun yang ada di atas meja.
“Nona, kami harap Nona tidak marah pada kami karena kami melakukan semua ini demi kebaikan Nona.” Ucap Luo’er dengan ekspresi wajah yang sedih hingga akhirnya ketiganya saling berpelukan dalam waktu yang singkat.
__ADS_1
Setelah mengatakan yang ingin dikatakan, Sui’er dan Luo’er membantu Seo Xiqin merapikan kembali makeup-nya dan memakai kembali kerudung merahnya lalu menunggu hingga Li Yuchen kembali ke Kamar.
Sementara itu, Li Yuchen yang telah mengantar kepergian orang-orang yang telah mengetahui identitasnya yang lain pun kembali ke Aula Utama dan sekedar menuangkan beberapa cangkir minuman ke dalam cangkir tamu yang datang satu per satu.
Li Yuchen yang berpura-pura menjadi orang yang lemah dan tidak berguna hanya bisa tersenyum dan diam saat Tuan Muda dari Keluarga Kaya dan Keluarga Bangsawan yang diundang menjahilinya.
“Hahaha... Lihatlah orang itu. Mimpi apa dia sampai bisa menikahi Nona Pertama Keluarga Seo yang sangat cantik bagaikan Dewi?”
“Aku sangat tidak senang dengan Pernikahan ini. Jika saja aku tau jika Paman Seo memiliki Putri yang sangat cantik seperti itu, aku pasti telah jauh-jauh hari melamarnya dan menjadikannya Istriku!”
“Sia-sia saja wanita cantik itu menjadi Istri Seorang Pria tidak berguna seperti ini! Kasihan sekali nasib Nona Seo!”
Li Yuchen yang telah melaksanakan tugasnya menuangkan minuman ke beberapa tamu pun menghadap Seo Hong dan memberi hormat lalu pergi menemui Seo Xiqin yang telah menunggunya.
“Agh! Ya..ya... ya... Menikahi Putriku yang cantik itu adalah berkah bagimu jadi jangan pernah sakiti dia jika tidak masih banyak Tuan Muda yang lain yang mau menjadikannya Istri!” ancam Seo Hong dengan ekspresi wajah yang tidak puas dengan nada suara yang sinis dengan tatapan mata yang merendahkan.
“Ayah tidak perlu khawatir. Aku tidak akan pernah menyakitinya karena dia adalah Istriku dan kebahagiaannya adalah prioritas utamaku. Aku tidak akan pernah melepaskan Istriku dan untuk lalat-lalat yang mencoba mendekati Istriku mereka pasti akan merasakan akibatnya.” Ucap Li Yuchen dengan nada suara yang dingin dengan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yang serius sehingga membuat semua orang yang mendengar menjadi ketakutan sesaat lalu berbalik tubuh dan pergi meninggalkan semua orang.
Li Yuchen yang telah keluar dari Aula Utama pun hanya berjalan dengan santai menuju ke Kamar Pengantinnya sambil bersiul riang.
“Ingin mengambil Gadis Bakpauku! Apa kalian mampu?” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Hmmm, Coba lewati dulu Gerbang Kematian kalian dalam satu bulan ini. Jika berhasil maka aku akan mempertimbangkan untuk menjadikan kalian lawanku!” ucap Li Yuchen dengan senyum iblisnya karena Li Yuchen diam-diam telah menyebarkan bubuk bunga teratai hitam kepada orang-orang yang berniat memiliki Seo Xiqin.
Li Yuchen yang telah berjarak sepuluh meter dari Kamar Pengantinnya tiba-tiba merasakan tubuhnya sangat panas dan jantungnya berdetak sangat cepat.
__ADS_1
“Apa yang terjadi padaku? Apakah aku sakit? Atau apakah aku terlalu banyak bermain-main dengan orang-orang bodoh itu?” gumam Li Yuchen yang menyentuh pipinya yang terasa panas dan jantungnya yang tidak berdetak dengan beraturan.
“Hah! Aku harus tenang. Sekarang Seo Xiqin telah resmi menjadi Istriku dan aku akan menghabiskan malam yang panjang malam ini bersamanya.” Ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah dengan senyum yang terlihat sangat menjijikkan dengan wajah yang ceria.
“Istriku! Suamimu datang!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras dengan langkah yang besar sambil membuka pintu Kamar Pengantin dengan sangat lebar.
Li Yuchen yang melihat ada seorang wanita yang berpakaian pengantin dengan memakai kerudung pengantin berwarna merah sedang duduk di atas tempat tidur membuat jantung Li Yuchen semakin tidak karuan.
“Ayolah jantung! Kita berdamai saja! Kenapa kau tidak bisa diajak kompromi di saat seperti ini!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil menyentuh dadanya dengan ekspresi wajah yang tegang.
Li Yuchen yang gugup pun menutup pintu Kamar Pengantin dengan perlahan dan menguncinya dengan sangat rapat dari dalam dan tak lupa menyisipkan Segel Formasi ke balik Pintu.
“Aku telah mengaktifkan Segel Formasi Perlindungan dan Segel Formasi ini akan aktif sampai besok pagi jadi tidak akan ada seorangpun yang akan mengganggu acara pentingku malam ini! Hihihi...” ucap Li Yuchen dalam hati dengan tawa kecil yang sangat rendah dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Li Yuchen yang telah tidak sabar pun berjalan menuju ke arah Seo Xiqin yang sedang duduk di atas tempat tidur lalu membuka kerudungnya dengan perlahan dan menikmati kecantikan langka yang dimiliki oleh Seo Xiqin.
“Wow! Cantik sekali Istriku! Tidak menyangka jika wanita yang aku temui pertama kali setelah hampir mati ditangan wanita gila itu ternyata adalah Istri sekarang!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil meletakkan kurudung merah itu ke atas kasur.
“Dewa sangat menyayangiku, dia tidak hanya memberiku kesempatan untuk membalas dendam tapi juga memberiku wanita yang cantik dan juga baik hati ini untuk menjadi Istriku!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil duduk di samping Seo Xiqin sambil terus memandang wajah Seo Xiqin yang sedang duduk dengan kepala tertunduk di sampingnya.
Namun, sebelum Li Yuchen mengatakan atau melakukan sesuatu, Seo Xiqin pun mengangkat wajahnya dan menatap Li Yuchen lalu mengatakan sesuatu yang sangat mengejutkan.
#Bersambung#
Ayo ditebak, apa yang dikatakan Seo Xiqin pada Li Yuchen ya? Dan apakah Acara Malam Pertama yang telah dinantikan Li Yuchen akan terjadi? Hehehe... Jawab di kolom komentar ya..
__ADS_1