Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 312. Kepergian Seo Xiqin (END SEASON 1)


__ADS_3

Li Yuchen yang telah mengerahkan semua kemampuannya untuk menyerang Mu Dao tapi sesuatu hal tak terduga terjadi.


Mu Dao yang terkurung dalam Formasi tingkat Lima Li Yuchen ternyata berhasil menghamcurkan Formasi itu dengan jurus yang dikeluarkannya.


Tak hanya itu, Mu Dao yang melihat adanya Api Berapi Hitam yang ingin membakar tubuhnya langsung menghindah dan saat salah satu Bola Api Berapi Hitam mengarah tepat ke arahnya.


Mu Dao membuang salah satu senjatanya dan menjadikan senjata itu sebagai tumbal untuk menyelamatkan diri.


Mu Dao yang sedikit terkejut pun tertawa bahagia saat melihat ada seseorang di Daratan Danzong yang bisa membuatnya sedikit bersemangat.


"Keluarkan! Keluarkan semuanya!" teriak Mu Dao dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan tawa yang sangat lebar.


Li Yuchen yang melihat semua serangannya tak ada yang berhasil dan dapat dihancurkan dengan mudah pun merasa sangat kesal.


"Sial! Semua serangan tidak berguna di matanya!" ucap Li Yuchen dengan mata yang menatap penuh kebencian dengan tangan yang terkepal erat menahan kemarahan.


Mu Dao yang tak ingin diam saja menerima pun mulai melakukan serangan balasan tapi dihentikan oleh Mu Wu yang hanya diam melihat dari kejauhan.


"Apa yang kau lakukan? Berhentilah bermain-main! Jangan lupakan tujuan kedatangan kita kemari!" ucap Mu Wu dengan tatapan mata yang tajam dengan nada suara yang datar dan ekspresi wajah yang dingin.


Mu Dao yang berniat menyerang Li Yuchen dan menyalurkan keinginan bertarungnya pun menghentikan niatnya lalu mengubah sikapnya 180 derajat.


"Aku sebenarnya sangat ingin bermain denganmu tapi aku tidak punya waktu jadi aku akan mengakhiri ini di sini!" ucap Mu Dao dengan senyum yang jahat.


Mu Dao yang terus menyerang Li Yuchen dengan niat membunuh pun terus menyerang tanpa ampun hingga membuat Li Yuchen kesulitan untuk menyerang balik.


Li Yuchen yang kehabisan waktu pun kehilangan wujud setengah naganya yang membuat kekuatan Li Yuchen berkurang drastis sehingga membuat Li Yuchen menjadi mainan Mu Dao.


Seo Xiqin yang melihat Li Yuchen tak bisa bertahan lagi karena tubuh setengah Naganya menghilang pun menjadi sangat khawatir.


"Chen gege! Tidak! Aku tidak ingin Chen gege menderita karenaku!" ucap Seo Xiqin dengan suara yang rendah dengan tekad yang kuat untuk menyelamatkan nyawa Li Yuchen.

__ADS_1


"Hentikan! Nyonya Bos, kau tidak boleh keluar! Serahkan semuanya pada Bos. Aku yakin Bos pasti bisa menangani masalah ini!" ucap Burung Phoenix dengan ekspresi wajah yang cemas.


"Tidak Que! Chen gege tidak akan bisa menangani mereka. Aku mengenal mereka berdua. Mereka bukan berasal dari tempat ini! Mereka adalah orang-orang dari Keluarga Ibuku!" ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata kerinduan di wajahnya.


Burung Phoenix yang telah berjanji akan terus bersama Seo Xiqin dan melindunginya pun mengubah wujudnya menjadi Burung Pipit kembali lalu terbang di hadapan Seo Xiqin.


"Jika keputusan yang dibuat Nyonya Bos tidak bisa diubah kembali. Bawa aku! Bawa aku bersamamu!" ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang tegas.


"Aku adalah Hewan Kotrak Bos. Jika Nyonya Bos membawaku meskipun jarak antara Nyonya Bos dan Bos sangatlah jauh. Bos akan bisa menemukan Nyonya dimanapun Nyonya berada!" ucap Burung Phoenix dengan tatapan mata yang memancarkan cahaya keyakinan penuh.


Seo Xiqin yang sadar jika dirinya ikut pergi bersama Mu Dao dan Mu Wu maka kemungkinan untuk kembali ataupun bertemu dengan Li Yuchen sangatlah kecil.


"Aku mengerti. Jika masih ada harapan untuk bertemu dengan Chen gege meskipun itu sangatlah kecil. Aku pasti akan mengambilnya!" gumam Seo Xiqin dengan nada suara yang rendah sambil melihat pertarungan tak imbang antara Mu Dao dan Li Yuchen.


"Kemarilah! Kau harus bersembunyi jika kau ingin ikut denganku!" ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius.


Seo Xiqin yang akhirnya bisa mengendalikan Hawa Dingin yang keluar dari dalam tubuhnya pun memutuskan untuk keluar.


Tepat saat Mu Dao mencekik leher Li Yuchen dengan sangat keras dan berniat mematahkannya, Seo Xiqin pun keluar.


Mu Wu yang hanya diam saja akhirnya melihat Seo Xiqin keluar pun bergerak menghampiri Seo Xiqin dan memberi hormat.


"Senang bertemu denganmu lagi, Nona. Nona, sudah waktunya anda kembali. Kepala Keluarga telah menunggu anda!" ucap Mu Wu dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lembut.


Seo Xiqin yang tidak menghiraukan ucapan Mu Wu pun menatap Mu Dao yang masih mencengkram leher Li Yuchen.


Mu Wu yang mengerti maksud tujuan Seo Xiqin sebenarnya pun tersenyum lebar dan mengatakan sesuatu.


"Jika Nona mau kembali bersama kami. Kami akan melepaskan pria itu tapi jika tidak maka kami terpaksa harus membunuhnya dan membawa Nona secara paksa!" ucap Mu Wu yang mencoba mengancam Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang mendapat ancaman dari Mu Wu pun tertawa dengan sangat keras lalu mengubah ekspresi wajahnya dengan cepat.

__ADS_1


“Jika kau melakukan itu, kau mungkin bisa membawaku tapi hanya mayatku karena di saat suamiku tidak ada, di saat itu juga aku tidak akan ada lagi di dunia ini!” ancam Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


Mu Dao yang sedang memegang leher Li Yuchen pun langsung menatap Mu Wu dan saat Mu Wu memberikan kode untuk melepaskan Li Yuchen.


Mu Dao yang tidak senang dengan keputusan Mu Wu hanya bisa diam dan menurut lalu melemparkan Li Yuchen jauh hingga terseret mundur ke belakang sampai menabrak Pohon dengan sangat keras.


Seo Xiqin yang melihat Li Yuchen yang diperlakukan seperti sebuah benda pun menjadi sangat kesal dan menatap tajam ke arah Mu Dao lalu bergerak menghampiri Li Yuchen.


“Chen gege!” panggil Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang cemas dengan nada suara yang khawatir.


Li Yuchen merasa seluruh tubuhnya sangat sakit seolah tulang-tulangnya akan lepas pun menatap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang sedih dan marah di saat bersamaan.


Mu Wu yang tidak tertarik dengan drama antara Seo Xiqin dan Li Yuchen pun meminta Seo Xiqin untuk segera ikut bersamanya ke Daratan Wuzhou.


“Nona! Sudah waktunya pergi. Anda tidak bisa disini lebih lama lagi!” ucap Mu Dao dengan nada suara yang lembut dengan senyum yang lebar.


Seo Xiqin yang mendengar hal itu pun menggigit bibir bawahnya dengan sangat erat sambil menatap Li Yuchen yang sedang kesakitan.


“Jangan pergi!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sedih dengan nada suara yang terdengar sangat pilu.


“Maafkan aku, chen gege! Ini demi kebaikan semua orang!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang sangat berat dengan tatapan mata sedih sambil mengeluarkan kekuatan es untuk membuat Li Yuchen tertidur sementara waktu.


“Qi-Qier....” ucap Li Yuchen dengan suara yang sangat rendah dengan mata yang terasa sangat berat dan perlahan kehilangan kesadarannya.


Seo Xiqin yang harus meninggalkan Li Yuchen pun meminta Tetua Xue Xiaochi dan Ketua Lu Changlin untuk merawat dan menjaga Li Yuchen untuknya.


“Guru! Ketua! Aku mohon jaga Chen gege!” ucap Seo Xiqin dengan tatapan mata yang sedih dengan ekspresi wajah yang tidak rela.


“Jangan pergi! Guru tidak bisa membiarkanmu mengorbankan dirimu! Guru masih bisa bertarung dan melindungimu!” ucap Tetua Xue Xiaochi dengan ekspresi wajah yang khawatir.


“Maafkan aku Guru. Aku tidak bisa. Ini adalah keputusan yang telah aku buat. Maafkan semua kesalahan Murid!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang dingin lalu menundukkan kepalanya dan terbang pergi bersama Mu Dao dan Mu Wu meninggalkan Akademi Yunlong.

__ADS_1


Bersambung


Apa yang akan dilakukan Li Yuchen selanjutnya ya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...


__ADS_2