
“Maaf Tuan Muda, anda tidak bisa maju lebih dari ini. Harap Tuan Muda mengerti!” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar sambil menundukkan kepalanya.
“Aku ingin bertemu dengan Qier. Jadi menyingkirlah.” Ucap Li Yuchen yang terburu-buru dengan ekspresi wajah yang kesal.
“Maaf Tuan Muda tapi anda tidak bisa bertemu dengan Nona karena saat ini Nona sedang ingin sendiri.” Ucap Luo’er dengan nada suara yang rendah dengan sikap yang sopan sambil menundukkan kepalanya.
Li Yuchen yang mendengar penolakan dari Luo’er dan Sui’er menjadi semakin cemas dan khawatir dengan kondisi Seo Xiqin.
“Apa yang terjadi padanya? Apakah Ular itu telah masuk ke dalam kamar dan mematuknya? Tidak! Ini tidak bisa dibiarkan saja. Aku harus masuk dan melihat keadaan Qier!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan sorot mata yang menunjukkan tekad yang bulat.
“Minggir! Jangan halangi aku. Aku ingin menemui Istriku!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang marah dengan tatapan mata yang tajam.
Sui’er dan Luo’er yang tidak ingin Li Yuchen mengetahui Penyakit Lama Seo Xiqin pun mengeluarkan pedang dan juga ramuan racun untuk menakuti Li Yuchen dan berharap agar Li Yuchen untuk menyerah.
“Maafkan kelancangan kami Tuan Muda tapi kami bebar-benar tidak bisa membiarkan Tuan Muda masuk ke dalam. Sebaiknya Tuan Muda kembali.” Ucap Sui’e dan Luo’er secara begantian dengan ekspresi wajah yang serius.
“Hah! Kenapa kalian berdua membuat semuanya menjadi sangat sulit?” tanya Li Yuchen yang merasa frustasi sambil menarik kasar wajahnya dengan tangan.
“Aku tidak bisa menyakiti mereka berdua karena mereka berdua adalah orang yang sangat berarti bagi Istriku tapi aku juga tidak bisa diam saja di sini.” Ucap Li Yuchen dalam hati sambil mengembuskan nafas dengan kasar dengan ekspresi wajah yang kesal.
Li Yuchen yang mendapatkan rintangan dari Sui’er dan Luo’er pun melemparkan jarum perak ke titik beku di dalam tubuh Sui’er dan Luo’er dengan sangat cepat.
“A-apa yang kau lempar barusan? Ke-kenapa aku tidak bisa menggerakkan tubuhku?” teriak Sui’er dengan suara yang sangat keras dengan wajah yang memerah karena kesal dan marah tapi tidak bisa melakukan apapun.
“Aku tidak melakukan apapun yang membahayakan kalian berdua karena aku tau jika terjadi sesuatu pada kalian bedua Istriku yang cantik itu pasti akan sangat marah.” Ucap Li Yuchen dengan senyum jahil sambil menatap rendah ke arah Sui’er yang marah-marah.
__ADS_1
“Kau sudah tau akibatnya jika menyakiti kami jadi lepaskan ini sekarang!” teriak Sui’er yang marah-marah dan hanya mendapatkan pengabaian dari Li Yuchen yang menutup telinganya mendengar teriakan Sui’er.
Luo’er yang memiliki tempramen yang sangat berbeda dengan Sui’er pun meminta Li Yuchen melepaskan mereka dengan baik-baik tapi di tolak Li Yuchen dengan tatapan yang sinis.
“Tuan Muda Li, tolong lepaskan totokan ini. Kami sungguh tidak bisa membiarkan anda masuk ke dalam!” ucap Luo’er dengan ekspresi wajah yang tenang dengan nada suara yang rendah dan lembut.
“Maaf juga tapi aku tidak bisa melepaskan totokan itu. Jika ingin bebas maka harus berusaha sendiri. Aku harus segera menemui Istriku dan aku janji akan melepaskan kalian jika aku sudah bertemu dengan Istriku jadi selamat tinggal!” ucap Li Yuchen dengan senyum kemenangan sambil berjalan menuju kamar Seo Xiqin sambil melambaikan tangannya.
Sui’er yang kesal hanya bisa berteriak memanggil Li Yuchen untuk kembali tapi tidak membuahkan hasil apapun hingga akhirnya Luo’er pun mengeluarkan kata-kata yang membuat Sui’er terdiam.
“Berisik! Apa dengan dirimu berteriak seperti itu, Tuan Muda Li akan kembali dan menurut? Itu tidak mungkin jadi berhentilah berteriak. Gendang telingaku sakit mendengarnya.” Ucap Luo’er dengan tatapan mata yang tajam dengan nada suara yang merendahkan.
“Kita memang harus melakukan sesuatu tapi yang kau harus lakukan adalah diam saat ini karena aku sedang berusaha melepaskan totokan jarum perak di dadaku!” ucap Luo’er dengan nada suara yang sinis sambil memejamkan matanya dan memfokuskan energinya untuk menekan jarum perak keluar dari kulitnya.
Sementara itu, Li Yuchen yang sangat penasaran dengan keadaan Seo Xiqin pun berlari dengan kecepatan penuh menuju ke kamar Li Yuchen.
Li Yuchen yang melihat sekeliling yang telah berubah menjadi terselimuti es hingga beberapa barang membeku dan tiba-tiba Li Yuchen menemukan sesuatu yang menjadi alasan kedatangannya.
“Ternyata Ular ini telah menjadi Ular beku di dalam ruangan ini! Hahaha...” ucap Li Yuchen dengan humor yang dimilikinya sendiri sambil menghancurkan es dan menarik keluar ular yang telah membeku.
“Aku telah menghancurkan ular itu menjadi serpihan es dan sekarang aku harus mencari kebedaan Qier.” Ucap Li Yuchen pada dirinya sendiri sambil berjalan menuju ke tempat tidur.
Li Yuchen yang melihat Seo Xiqin yang terbaring di atas tempat tidur dengan mata terpejam dengan tubuh yang sangat dingin pun menjadi sangat terkejut dan menarik Seo Xiqin ke dalam pelukannya.
“Qier! Apa yang terjadi padamu?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dan cemas sambil memeluk Seo Xiqin dengan sangat erat.
__ADS_1
Li Yuchen yang menyadari perubahan Aura yang ada di dalam rumah itu disebabkan dari Hawa Dingin yang dikeluarkan dari dalam tubuh Seo Xiqin.
“Hawa Dingin berasal dari dalam tubuh Qier! Sebenarnya apa yang terjadi padanya?” tanya Li Yuchen pada dirinya sendiri dengan tatapan mata yang sedih.
Li Yuchen yang sangat mengkhawatirkan Seo Xiqin pun meletakkan kembali tubuh Seo Xiqin ke atas ranjang dengan perlahan lalu memeriksa keadaannya dengan membaca detak nadinya.
Namun di saat Li Yuchen baru berhasil menemukan akar masalahnya tiba-tiba pintu kamar dibuka dengan sangat keras.
“Nona!” teriak Sui’er dan Luo’er dengan ekspresi wajah yang cemas dann khawatir sambil berjalan menuju ke tempat Seo Xiqin terbaring.
Li Yuchen yang ditarik paksa oleh Sui’er dan terpaksa mundur karena Sui’er telah menghunuskan pedangnya ke arah Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang marah.
“Tuan Muda Li, anda sudah sangat keterlaluan dengan menerobos masuk ke dalam kamar Nona Xiqin!” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang marah dengan tatapan mata yang membunuh.
“Aku tidak bersikap keterlaluann ataupun melewati batas. Nona mu adalah Istriku yang Sah dan Suami yang masuk ke dalam kamar Istrinya bukanlah hal yang salah.” Ucap Li Yuchen dengan penuh percaya diri sambil berjalan maju ke arah Pedang yang di arahkan ke lehernya sambil tersenyum merendahkan.
“Seorang Suami menemui Istri di dalam kamar adalah hal yang wajar dan pelayan yang menerobos masuk ke dalam kamar dimana Sepasang Suami Istri berada bukanlah sikap yang bermoral!” sindir Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam sambil mengalirkan tenaga menjentikkan jari melempar Pedang Sui’er jauh ke arah lain.
Li Yuchen yang menyadari situasi yang sangat berbahaya yang dialami Seo Xiqin tidak bisa bermain-main lagi bersama dengan dua pelayan bodoh milik Istrinya yang tidak tau apapun.
Li Yuchen telah melepaskan segel di Meredian yang menutup tingkat Kultivasinya yang sebenarnya pun membuat Sui’er dan Luo’er terkejut.
“Le-level Bumi tingkat Tujuh!” ucap Sui’er dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan keringat yang mengalir sangat banyak sambil melangkah mundur satu langkah.
Luo’er yang juga hanya duduk di samping Seo Xiqin memeriksa keadaan Seo Xiqin yang semakin memburuk menjadi sangat terkejut mendengar perkataan Sui’er hingga membuat Luo’er terdiam dengan tangan di mulut.
__ADS_1
#Bersambung#
Hmmm, apakah rahasia MC kita akan terbongkar? Apakah Seo Xiqin dapat segera sadar kembali? Jawab di kolom komentar ya..