Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 218. Master Jiang


__ADS_3

Li Yuchen dan Seo Xiqin yang telah menempuh perjalanan dengan menggunakan kereta kuda selama beberapa hari dan beberapa kali menggunakan Segel Formasi Teleportasi untuk mempersingkat waktu pun akhirnya sampai di Kota Kunlun, Ibu Kota Daratan Danzong.


Li Yuchen yang tidak mengetahui dengan pasti hubungan Pemilik Tubuh dan orangtuanya pun merasa sedikit cemas sehingga Li Yuchen pun memutuskan untuk mengunpulkan informasi terlebih dahulu.


“Qier! Kita akan menginap di Penginapan dulu untuk beberapa hari ke depan karena Chen gege memiliki sesuatu yang penting sebelum kembali ke Kediaman Keluarga Li!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil duduk di dalam kereta kuda di samping Seo Xiqin.


“Hmmm, baiklah Chen gege!” jawab Seo Xiqin yang tidak berani bertanya alasannya karena takut akan membuat Li Yuchen marah.


Li Yuchen yang telah mengantar Seo Xiqin beristirahat di salah satu Penginapan Mewah di Kota Kunlun pun pergi menuju ke Markas Kesatria Bayangan sendirian.


“Aku ingin bertemu dengan Xu Fu. Katakan padanya Kaisar telah datang!” ucap Li Yuchen yang langsung duduk di sebuah kursi kosong saat Seorang Pelayan datang menghampirinya.


Pelayan yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi bingung dan mengatakannya kepada Manager Restoran tempatnya bekerja.


Manager Restoran yang mendapatkan pesan dari Li Yuchen pun menjadi sangat terkejut dan buru-buru menghampiri Li Yuchen yang sedang duduk dengan ekspresi wajah yang hormat.


“Tu-Tuan Muda! Si-silahkan ikuti saya!” ucap Manager itu dengan suara yang bergetar dengan keringat yang mengalir ke dahinya sangat banyak dengan ekspresi wajah yang cemas.


“Siapa namamu?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah dan nada suara yang dingin tanpa ekspresi.


“Tuan Muda bisa memanggil saya Manager Yun!” ucap Manager tersebut dengan dengan senyum yang kaku dan ekspresi wajah yang canggung.


Li Yuchen yang mendapatkan nama dari orang yang menghampirinya pun pergi mengikutinya menuju lantai dua ke sebuah ruangan yang ada di ujung koridor lalu tiba-tiba saat Manaeger Yun menggeser sebuah lukisan terdapat sebuah mekanisme berbeda yang menunjukkan sebuah pintu rahasia.


Li Yuchen yang masuk ke dalam pun akhirnya melihat sebuah cahaya yang sangat terang setelah berjalan di sebuah lorong gelap selama beberapa menit.


Li Yuchen yang sampai di sebuah Taman Bunga yang sangat indah dengan Seorang Pria Muda yang berwajah tampann sedang memainkan alat musik Guqin.

__ADS_1


Manager Yun yang sangat menyukai permainan alat musik yang dilakukan oleh Pria Muda itu pun langsung memasang ekspresi wajah yang memuji.


Li Yuchen yang berjalan semakin dekat pun tidak menyembunyikan aura kedatangannya sama sekali sehingga membuat Pria Muda itu pun menghentikan permainan Guqinnya.


Pria Muda yang ternyata sangat mengenal Li Yuchen pun langsung berdiri dan memberikan hormat kepada Li Yuchen yang sedang berada di depannya.


“Selamat datang, Tuan Muda di Markas Kesatria Bayangan! Pelayanmu ini datang memberi hormat!” ucap Pria Muda itu dengan ekspresi wajah yang jujur dengan senyum bahagia.


“Kau tidak perlu melakukan hal itu. Kau adalah Master di sini jadi kau harus bisa menjaga wibawamu di hadapan anak buahmu!” saran Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar.


“Pelayan akan selalu menuruti nasehat, Tuan Muda!” ucap Pria itu dengan ekspresi wajah yang senang dengan kepala tertunduk ke bawah.


“Siapkan teh dan makanan terenak yang kita miliki untuk Tuan Muda Li!” ucap Pria Muda itu dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.


“Baik, Master Jiang!” ucap Manager Yun dengan ekspresi wajah yang patuh sambil memberikan hormat dan berjalan mundur meninggalkan tempat tersebut.


“Aku ingin mengetahui Informasi mengenai Kediaman Keluarga Li! Semuanya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil memberikan tekanan di satu kata terakhir.


Master Jiang yang mendengar perkataan Li Yuchen pun mengeluarkan sebuah Amplop Cokelat dengan ukurn yang sedang dan menyerahkannya kepada Li Yuchen.


Li Yuchen yang tidak ingin menunggu pun membaca Informasi tersebut secara langsung dan tidak menyadari kedatang Pelayan yang membawa minuman dan makanan untuknya.


“I-ini... Hahaha... Tidak disangka ternyata Dewa selalu berpihak padaku. Aku pasti akan menggunakan semua informasi ini dnegan sangat baik untuk mengembalikan semuanya seperti semula!” ucap Li Yuchen dengan senyum jahat di ujung sudut bibirnya.


Li Yuchen yang tidak ingin isi yang ada di dalam Amplop Cokelat itu dibaca pun mengeluarkan Apii Berapi Hitam lalu melemparkan bagian terkecil dari Api Berapi Hitam.


Dalam waktu singkat, Kertas yang ada di Kantong Cokelat pun menghilang menjadi debu bersamaan dengan padamnya Api Berapi Hitam.

__ADS_1


“Apakah masih ada informasi berharga lainnya?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan tatapan mata yang menatap dengan rasa ingin tau yang tinggi.


“Tidak ada, Tuan Muda!” ucap Master Jiang dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.


“Semenjak Tuan Muda memberikan perintah khusus ini. Kami sudah memasukkan beberapa mata-mata di Kediaman Li dan Tuan Muda bisa mengetahui orang kita dengan melihat tanda Bunga Mawar di beberapa bagian tubuhnya!” ucap Master Jiang lagi dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang terdengar sangat gugup.


Li Yuchen yang sudah mendapatkan Informasi mengenai Kediaman Keluarga Li yang diinginkannya pun kembali ke Penginapan dan beristirahat.


Li Yuchen yang berbaring di tempat tidur pun langsung masuk ke dalam Giok Naga Hijau Emas dengan sangat cepat.


“Hah! Aku sangat penasaran dengan Telur Burung Phoenix yang sedang aku tetaskan tidak bisa melakukan apapun karena khawatir akan terjadi serangan selama perjalanan” gumam Li Yuchen sambil menarik nafas panjang dengan ekspresi wajah yang lelah.


Li Yuchen yang berjalan memasuki Pagoda tidak menyangka jika ada Seekor Hewan Berbulu yang menyambut kedatangannya.


“Agh! Burung Phoenixnya telah menetas!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lebar.


Burung Phoenix Api yang memiliki tubuh berwarna merah darah yang sangat mengenali Li Yuchen karena Hubungan Kontrak diantara keduanya pun membuat Burung Phoenix Api menjadi semakin dekat.


“Hmmm, kau adalah Burung Phoenix yang sangat anggun dan mewah. Aku hanya ingin bertanya padamu. Apakah kau masih bersedia menjadi Hewan Kontrakku? Jika tidak maka aku akan menghapus hubungan Kontrak antara dirimu dan diriku!” ucap Li Yuchen kepada Burung Phoenix yang bertengger di lengan Li Yuchen.


Burung Phoenix yang sudah hafal dengan aroma tubuh dan semua yang ada pada Li Yuchen pun menolak untuk berpisah dari Li Yuchen.


Li Yuchen yang sangat senang dengan jawaban dari Burung Phoenix tersebut pun mengeluarkan dua botol yang berisi Pil Terobosan dan memberikannya kepada Burung Phoenix.


“Kau harus bisa tumbuh lebih besar dan mencapai wujud sempurnamu karena itu kau harus banyak Minum Pil Terobosan!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah yang membuat Li Yuchen semakin bahagia.


#Bersambung#

__ADS_1


__ADS_2