
"Hah! Mulutmu itu benar-benar tidak bisa diam sebentar saja." ucap Li Yuchen sambil memalingkan wajahnya ke arah lain sambil meletakkan tangannya ke dahinya dengan alis yang terangkat ke atas sambil menghembuskan nafas panjang lalu duduk kembali ke kursinya.
"Emangnya mulutku kenapa Bos? Aku tau bos kau menyukai Nona Seo Xiqin dan kesal karena Nona Seo Xiqin akan menikah dengan orang lain tapi kenapa kau marah padaku dan melampiaskan amarahmu padaku?" tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang mengambek dengan dua tangan tersilang di dadanya.
"Aku tidak melakukan kesalahan apapun. Aku hanya mengatakan yang sebenarnya lagipula aku mendengar gosip bahwa Tuan Muda Li dari Keluarga Li itu adalah seorang pecundang dan tidak bisa berkuktivasi. Lalu wajahnya juga sangat jelek dan tubuhnya sangat kurus seperti tengkorak saja. Hmmm." guman Ye Zhin dengan nada bicara yang jujur dengan ekspresi wajah yang sangat serius sambil menunjuk ke arah Li Yuchen yang hanya mendapatkan sorotan mata yang tajam dari Li Yuchen.
"Bos, apa kau tau, aku juga mendengar gosip bahwa Tuan Muda Li seorang impoten. Kau tau kan bos apa itu impoten. Impoten adalah pria yang bagian itunya tidak bisa hidup. Kasihan sekali bukan Nona Seo jika menikah dengannya? Aku juga mendengar bahwa Tuan Muda Li itu tidak menyukai wanita. Hmmm, bisa dibilang penyuka sesama jenis. Iihhh! Menakutkan sekali, aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib Nona Seo jika menikah dengan orang yang tidak memiliki masa depan seperti itu." ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah ketakutan sambil memeluk tubuhnya sendiri karena merinding.
definisi menghina di depan orangnya langsung đź¤đź¤đź¤
Li Yuchen yang masih bersabar menghadapi mulut Ye Zhin yang ternyata sama persis dengan ibu-ibu yang sedang bergosip pun memilih untuk menghardik Ye Zhin.
"Kau tidak mengetahui apapun jadi jaga mulutmu! Diam saja!" ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang sinis dan tatapan mata yang tajam dengan ekspresi wajah yan terlihat tidak senang.
"Kenapa kau membela orang itu? Apa kau mengenal orang itu Bos?" tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang penasaran dan bingung di saat bersamaan.
Li Yuchen yang malas melayani Ye Zhin pun berencana untuk memanggil Ji'er masuk tapi ternyata mulut Ye Zhin tidak bisa diberitau bahkan semakin menjadi membuat Li Yuchen menjadi geram.
"Bos, kenapa kau diam saja? Cepat katakan sesuatu Bos. Bagaimana aku bisa tau jika Bos tidak mau memberitauku." desak Ye Zhin sambil bersikap seperti anak kecil yang sedang meminta sesuatu kepada orangtuanya.
"Kau ini sangat kurang ajar sebagai seorang pelayan." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang pasrah sambil menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
Ye Zhin yang tidak ingin mendengarkan sindiran dari Li Yuchen pun memilih mengabaikannya sehingga membuat Li Yuchen menyerah dan memberitau Ye Zhin identitasnya.
"Apa kau memiliki potret Tuan Muda Li dari Keluarga Li di Kota Kunlun?" tanya Li Yuchen dengan eksepresi wajah yang datar dan serius dengan sorot mata yang sangat tajam.
"Aku memilkinya, tunggu sebentar bos!" ucap Ye Zhin sambil mengeluarkan sebuah gulungan tipis yang disimpannya ke dalam Qiankun Bag.
"Kalau begitu kau lihat baik-baik wajah asliku dan potret itu." ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil membuka topeng naga hijau emas miliknya secara perlahan.
Ye Zhin yang mengerti semua yang dikatakan Li Yuchen pun mulai memperhatikan dua wajah yaitu wajah Li Yuchen yang ada di dalam sebuah gulungan dan wajah Tuan Muda Yu yang sedang duduk bersantai.
Ye Zhin yang melihat potret yang ada di tangannya dan di depannya itu pun menjadi bingung dan ada sedikit perasaan tidak percaya saat dirinya berhasil mengambil sebuah keputusan.
"Apa yang telah terjadi? Kenapa wajahnya sama persis ya?” tanya Ye Zhin yang masih melihat wajah Li Yuchen yang duduk di depannya dan wajah Li Yuchen yang ada di dalam gulungan di tangannya dengan ekspresi wajah yang bingung dan tidak mengerti.
__ADS_1
“Apa kau sudah bisa mengambil kesimpulan dari semua yang telah kau lihat?” tanya Li Yuchen dengan santai sambil duduk meminum tehnya .
“Bos, kenapa wajahnya sangat mirip? Apakah mereka ini kembar?” tanya Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menggaruk-garuk kepalanya yang mulai pusing karena terlalu banyak bahagia.
“Mirip? Hmmm....” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah menahan tertawa setelah mendengar semua yang dikatakan Ye Zhin.
Ye Zhin yang masih belum mengerti ucapan Li Yuchen membuat Ye Zhin menjadi depresi dan memohon bantuan kepada Li Yuchen.
“Sudahlah bos jangan berteka-teki. Otakku tidak bisa sampai ke sana. Lihatlah otakku Bos. Otakku sudah mulai berasap karena kesulitan mengerti semua teka-tekimu. Kau membuatku pusing saja, Bos.” Ucap Ye Zhin yang sendiri karena merasa sangat pusing karena tidak memahami semua yang dikatakn Li Yuchen padanya.
“Hah! Orang yang kau hina dan kau bilang impoten adalah aku. Aku adalah Li Yuchen, Putra pertama dari istri sah mantan Kepala Keluarga Li.” Ucap Li Yuchen pada setiap kata dengan penekanan yang sangat tinggi karena merasa sangat emosi dengan semua ucapan Ye Zhin.
Ye Zhin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi sangat terkejut
“Apa! Bos adalah Li Yuche! Itu berarti aku tadi sudah ....” ucap Ye Zhin dengan wajah ketakutan dan kecemasan dengan nada bicara yang ketakutan.
“Benar sekali. Kau telah menghina Li Yuchen di depan orangya sendiri.” Ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang dingin dengan ekspresi wajah yang serius.
Ye Zhin yang akhirnya mengetahui salah satu rahasia Li Yuchen pun bersedia melakukan Segel Formasi Roh.
“Bos pasti sangat marah apalagi semua yang aku katakan ternyata sangat kejam dan sangat tidak berperikemanusiaan.” Ucap Ye Zhin dalam hati sambil berdoa untuk keselamatan nyawa serta hartanya yang sangat banak.
Li Yuchen yang tau jika dirinya tidak bisa menyalahkan Ye Zhin dengan semua yang dilakukannya pun mencoba menahan emosinya
“Hah! Kau sudah mengetahui semuanya bahkan identitasku pun kau tau tapi satu hal yang perlu kau tau juga jika aku tidak suka ada orang yang tau tentang identitasku. Siapapun yang tau harus mati agar tidak ada yang akan membocorkan rahasiaku.” Ucap Li Yuchen dengan nada mengancam sambil mengeluarkan hawa membunuh dari dalam tubuhnya dengan ekspresi wajah yang serius.
Ye Zhin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi sangat takut sehingga Ye Zhin pun terus bersujud dan memohon ampun kepada Li Yuchen dengan air mata yang terus mengalir.
“Jangan bunuh aku bos! Jangan siksa aku Bos! Aku tidak akan membocorkan rahasiamu! Aku berjanji Bos! Aku bersedia melakukan apapun agar kau percaya padaku dan tidak menyiksa dan mencabut nyawaku!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat jelek dengan air mata yang mengalir tanpa henti ke pipinya.
“Baiklah. Ini adalah yang terakhir dan tidak ada kesempatan lainnya. Aku ingin kau melakukan Segel Jiwa denganku, barulah aku yakin kau benar-benar tidak akan mengkhianatiku dan membocorkan rahasiaku.” Ucap Li Yuchen sambil menatap tajam ke arah Ye Zhin setelah memberikan pilihan padanya.
“Segel Jiwa? Apa itu Bos?” tanya Ye Zhin yang baru mendengar tentang Segel Jiwa dari mulut Li Yuchen.
“Segel Jiwa adalah Segel yang ditanam di dalam tubuh seseorang untuk mengikat jiwanya. Selama orang yang melakukan Segel Jiwa tidak melakukan hal yang salah atau buruk maka orang tersebut akan baik-baik saja tapi jika orang itu berani bertindak bodoh maka konsekuensinya adalah kematian yang menyakitkan.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil melihat ke arah matanya Ye Zhin.
__ADS_1
“Baiklah Bos, Segel Jiwa atau apalah itu aku bersedia melakukannya. Aku akan melakukan apapun asalkan Bos memaafkanku. Aku juga akan membantumu Bos untuk mendapatkan hati Nona Seo.” Ucap Ye Zhin dengan gaya yang cuek tapi masih bersikap seperti seorang anak kecil di hadapan Li Yuchen.
“Hah! Baiklah. Segel Formasi akan kita buat. Berdiri yang tegap dan pejamkan matamu.” Perintah Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang berubah menjadi sangat serius dengan nada bicara yang tegas sehingga membuat Ye Zhin menjadi terdiam.
Li Yuchen yang telah memakai Segel Pelindung sebelumnya ternyata telah menghabiskan banyak sekali energi sehingga membutuhkan banyak sekali energi tambahan jika ingin membuat Segel Jiwa juga.
Li Yuchen pun mengambil Pil Penyembuh yang ada di dalam Giok Naga Hijau Emasnya lalu meminumnya sebanyak lima butir pil sekaligus dan dalam waktu singkat energi Li Yuchen yang telah menghilang ternyata telah kembali seperti semua.
Li Yuchen pun membuat Segel Formasi Jiwa dan mengikat Jiwa Ye Zhin dengan rantai-rantai emas yang keluar dari dalam tanah lalu membuat segel budak di dahi Jiwa Ye Zhin.
Setelah Segel budak telah dipasang maka hidup dan mati Ye Zhin ada di tangan Li Yuchen sehingga Ye Zhin tidak akan memiliki kesempatan untuk mengkhianatinya.
“Aku tidak ingin merasakan yang namanya pengkhianatan lagi. Semua mungkin terdengar kejam tapi ini jauh lebih baik daripada harus mengalami kematian sebanyak dua kali. Aku juga bukan kucing yang memiliki sembilan nyawa.” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius dengan keringat yang mengalir ke pipinya.
Li Yuchen yang sangat lelah pun kembali ke tempat duduknya dan memerintahkan Ye Zhin untuk membuka matanya kembali.
“Proses Segel Jiwa telah berakhir dan kau telah menjadi Pelayanku yang seutuhnya. Ingat jangan kecewakan aku.” Ucap Li Yuchen sambil memberikan peringatan tegas kepada Ye Zhin dengan sorot mata yang tajam seperti elang.
“Tentu Bos, jangan khawatir, aku tidak akan membuatmu kecewa.” Ucap Ye Zhin dengan cepat sambil tersenyum bahagia seolah terlepas dari maut.
"Ambillah ini, kau bisa pelajari Segel Formasi ini." ucap Li Yuchen sambil melemparkan gulungan Segel Formasi Perlindungan tingkat Dua kepada Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang datar dan nada suara yang santai.
"Apa ini Bos?" tanya Ye Zhin yang tidak mengetahui apa yang telah diberikan Li Yuchen kepadanya.
"Itu adalah Segel Formasi Perlindungan tingkat Dua. Segel itu dapat digunakan untuk melindungi nyawamu saat kau dalam bahaya. Baca dan pelajarilah. Kau bisa bertanya padaku jika kau tidak mengerti." ucap Li Yuchen yang mengganti nada bicaranya lebih baik yang membuat Ye Zhin menjadi sangat terharu dan senang.
"Terima kasih banyak Bos. Aku pasti akan berusaha dengan sangat keras dan tidak akan membuatmu kecewa." ucap Ye Zhin dengan penuh semangat dan percaya diri dengan senyum yang sangat lebar.
Li Yuchen pun memerintahkan Ye Zhin untuk pergi dan akan memanggilnya saat membutuhkannya. Ye Zhin yang mengerti jika Li Yuchen memiliki urusan lain dengan Menara Formasi Shinzu pun memilih pergi.
"Aku masih ada urusan dengan Menara Formasi Shinzu. Kau bisa pergi untuk berlatih." ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang serius dan ekspresi wajah yang berubah menjadi tegas sambil memakai kembali topeng yang telah dilepasnya.
"Baik, bos!" ucap Ye Zhin dengan sangat semangat lalu berlari keluar Ruangan VVIP dengan wajah yang sumringah bahagia.
Setelah kepergian Ye Zhin, Li Yuchen pun melepaskan Segel Pelindung dan memanggil Ji'er masuk ke dalam karena memiliki satu masalah yang belum dituntaskan.
__ADS_1
Bersambung