Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 195. Selamanya Tetua


__ADS_3

Ye Zhin yang mendapatkan izin dan perintah khusus dari Li Yuchen pun segera menghilang dan pergi menuju Menara Formasi Shinzu.


“Ketua Wu, apakah aku boleh masuk?” tanya Ye Zhin sambil mengetuk pintu ruang ketua dengan nada suara yang sopan dan ekspresi wajah yang santai.


“Masuklah!” ucap Wu Peng dengan nada suara yang penuh semangat dengan ekspresi wajah dan tatapan mata yang penuh semangat.


“Bagaimana hasilnya? Apakah Tuan Muda Li setuju bertemu denganku dan Tetua Han?” tanya Wu Peng dengan terburu-buru dengan ekspresi wajah yang serius.


“Saya sudah menyampaikan tentang hukuman yang didapatkan Nona Wu dan juga Nona Ye dan Bos sangat puas dengan hal itu. Bos juga bilang kalau dirinya setuju untuk bertemu dengan Ketua dan Tetua Han di Kediamannya di malam hari secara diam-diam.” Ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang serius.


“Bagus sekali! Aku senang mendengarnya. Sesuai janjiku maka kau bisa memiliki dua gulungan ini!” ucap Wu Peng dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil tersenyum puas sambil menyerahkan dua buah gulungan jurus tingkat langit kepada Ye Zhin.


“Terima kasih! Jika tidak ada keperluan lagi. Saya mohon izin!” ucap Ye Zhin yang langsung menyimpan dua gulungan itu dengan terburu-buru.


Ye Zhin yang memiliki misi lain yaitu untuk meningkatkan kemampuannya dalam waktu singkat dan cepat lalu agar bisa lulus mengikuti Ujian Penerimaan Siswa Akademi Yunlong.


“Bos! Aku pasti akan menjadi kuat!” ucap Ye Zhin dengan tangan terkepal dengan ekspresi wajah yang penuh percaya diri dengan tatapan mata yang teguh dengan pendiriannya.


Sementara itu, Wu Peng yang memiliki berita yang baik pun langsung menghubungi Tetua Han melalui burung pengantar pesan yang dikirimkan menuju ke Kediaman Tetua Han.


Tetua Han yang menerima surat tersebut pun langsung memanggil Master Sun yang telah menjadi Ketua Paviliun Huanfu yang baru menggantikan Ye Rui.


“Tetua Han! Apakah anda memanggil saya?” tanya Master Sun dengan penuh hormat dengan ekspresi wajah yang patuh.


“Jangan terlalu formal Ketua Sun! Aku bukanlah Tetua lagi jadi Ketua tidak perlu bersikap seperti itu padaku!” ucap Tetua Han dengan ekspresi wajah yang lembut dan senyum yang hambar.


“Tidak! Bagiku anda tetaplah Tetua Paviliun Huanfu. Karena itulah, saya mohon kepada Tetua Han untuk mempertimbangkan kembali keputusan anda untuk mengundurkan diri! Ini semua demi Paviliun Huanfu!” ucap Master Sun dengan ekspresi wajah yang serius sambil membungkukkan kepalanya dengan sukarela.


“Angkatlah kepalamu! Kau adalah Seorang Ketua. Kau tidak boleh dengan mudah menundukkan kepala seperti itu!” saran Tetua Han dengan nada suara yang perhatian dan ekspresi wajah yang peduli.

__ADS_1


“Tetua Han!” ucap Master Sun dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang kecewa dan nada suara yang lirih.


Tetua Han yang memiliki tujuan dan alasan tertentu untuk memanggil Master Sun datang pun menjelaskan semuanya.


“Ketua Sun, Tuan Muda Li telah setuju untuk bertemu denganku dan Ketua Peng secara pribadi. Aku yang tidak memiliki jabatan apapun tidak berhak untuk menentukan keputusan karena itulah aku memanggil Ketua Sun kemari!” ucap Tetua Han sambil duduk di kursinya dan menghirup tehnya setelah menuangkan teh untuk Master Sun.


Master Sun yang mendengar perkataan Tetua Han pun mengajukan pertanyaan yang membuat Tetua Han termenung sesaat.


“Tetua Han, tidak hanya saya bahkan seluruh Master Alkemia yang lain tidak ada yang menyalahkan anda atas perbuatan Nona Ye yang melewati batas jadi saya mohon agar Tetua Han mempertimbangkan kembali keputusan anda.


“Jika Tetua Han setuju maka saat ini Posisi Tetua akan kembali kepada anda sekarang dan Tetua Han bisa melakukan seharusnya yang ingin dilakuakn Tetua Han demi kemajuan Paviliun Huanfu!” ucap Master Sun lagi dengan senyum yang lembut.


“Aku akan kembali ke Paviliun Huanfu jika Tuan Muda Li setuju untuk kembali menjadi Tetua Kehormatan!” ucap Tetua Han dengan tatapan mata yang menunjukkan telah membuat keputusan dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.


“Saya mengerti. Tetua Han dapat melakukan apapun karena saya memberikan semua hak istimewa kepada Tetua Han!” ucap Master Sun dengan percaya diri dengan tatapan mata yang tajam.


“Apakah itu termasuk dengan membagi penghasilan pertahun Paviliun Huanfu sebesar lima puluh persen selama beberapa tahun kepada Tuan Muda Li?” tanya Tetua Han yang mencoba menguji keputusan yang dibuat Master Sun.


“Baiklah. Aku paham. Aku akan melakukan yang terbaik agar Tuan Muda Li bersedia menjabat kembali sebagai Tetua Kehormatan dan memulihkan kembali reputasi Paviliun Huanfu Kota Jinlin di Daratan Danzong!” ucap Tetua Han dengan penuh percaya diri yang mendapatkan senyum lebar dari Master Sun yang bahagia.


Di malam hari, Li Yuchen yang mengetahui akan kedatangan tamu di Ruang Kerjanya pun pergi menemui Seo Xiqin terlebih dahulu.


“Nona! Tuan Muda Li datang mengunjungi anda!” ucap Sui’er dengan penuh semangat dan ekspresi wajah yang bahagia.


“Apa? Kita harus mendadani Nona agar terlihat cantik dan mempesona!” ucap Luo’er yang ikut bersemangat setelah mendengar cerita Seo Xiqin bahwa Li Yuchen telah memiliki Tanaman Obat untuk menekan Penyakitnya selama beberapa tahun.


Seo Xiqin yang mendengar perkataan kedua Pelayan Pribadinya pun langsung memasang wajah yang memerah karena malu karena saat ini Seo Xiqin dapat mengingat jelas kejadian panas yang terjadi di antara keduanya semalam.


“Ti-tidak! Jangan lakukan apapun! Ka-kalian berdua sebaiknya keluar dan siapkan makanan ringan dan teh hangat untuk menyambut kedatangan Chen gege!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara yang gagap dengan wajah yang malu dan suara yang terdengar buru-buru.

__ADS_1


Sui’er dan Luo’er yang mengerti maksud Seo Xiqin pun meninggalkan ruangan itu dan membiarkan Seo Xiqin duduk sendiri menunggu kedatang Li Yuchen.


“Qier! Apakah Chen gege boleh masuk?” tanya Li Yuchen yang bertanya dengan ekpsresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.


Seo Xiqin yang mendengar perubahan nada suara saat Li Yuchen meminta izin pun langsung mengikuti Li Yuchen dengan memasang wajah yang serius.


“Masuklah!” ucap Seo Xiqin yang berdiri di samping kursi menunggu kedatangan Li Yuchen.


“Qier tidak perlu berdiri. Duduklah! Bukankah pinggang Qier sakit?” tanya Li Yuchen dengan pandangan mata yang khawatir serta nada suara yang bergetar karena takut.


“Qier baik-baik saja. Berkat pijatan dan terapi akupuntur maka sakit pinggang dan sakit seluruh tubuh Qier telah menghilang!” jawab Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang bahagia.


Li Yuchen yang mendengar perkataan Seo Xiqin pun menimbulkan perasaan yang mengganjal di balik celana Li Yuchen.


“Kalau begitu, apakah Qier mau mengulangi adegan panas kita semalam?” ucap Li Yuchen yang telah berdiri di hadapan Seo Xiqin sambil menciumi beberapa helai rambut Seo Xiqin dengan senyum misterius dengan tatapan mata yang seperti predator menemukan mangsanya.


“A-apa? Chen gege!” teriak Seo Xiqin dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang memerah sambil mendorong Li Yuchen menjauh dengan pelan lalu berbalik arah dan memegang pipinya yang panas karena malu.


Li Yuchen yang tidak ingin memaksa Seo Xiqin dan juga Li Yuchen yang merasa sangat bersalah karena telah menyakiti Seo Xiqin pun memutuskan untuk akan menyetujui apapun keinginan Seo Xiqin jika Seo Xiqin menolak melayaninya.


“Hmmm, baiklah! Chen gege mengerti. Chen gege tidak akan memaksa Qier!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang terdengar menyerah dengan ekspresi wajah yang ikhlas.


Seo Xiqin yang mendengarnya pun menundukkan kepala dengan perasaan yang bersalah.


“Hah! Kenapa aku merasa sangat bersalah karena menolak Chen gege? Sebenarnya aku bukannya membenci itu justru aku merasa sangat menyukainya karena sepertinya Chen gege dan Aku menjadi satu yang membuatku yakin jika Chen gege hanya milikku!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan ekspresi wajah yang tiba-tiba bersedih.


“Chen gege.... A-aku...” ucap Seo Xiqin yang mencoba menjelaskan semuanya tapi terhenti karena Li Yuchen menghentikannya.


“Aku akan melakukan pertemua rahasia dengan Tetua Han dan Ketua Wu! Sepertinya keduanya ingin aku kembali. Apakah Qier setuju jika Chen gege kembali menjadi Tetua Kehormatan lagi di Menara Formasi Shinzuu dan Paviliun Huanfu?” tanya Li Yuchen dengan ekpsresi wajah yang serius yang membuat Seo Xiqin terdiam di tempatnya sesaat.

__ADS_1


#Bersambung#


Apakah Seo Xiqin akan memberikan izin atau tidak ya? Tebak dikolom komentar ya..


__ADS_2