Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 151. Master Kong


__ADS_3

Li Yuchen yang tidak bisa menghentikan pikirannya tentang Seo Xiqin pun memutuskan untuk melakukan sesuatu. Li Yuchen yang dipandu oleh Wu Ruxin ke Ruang Pengujian diam-diam memanggil Ye Zhin untuk datang menemuinya.


"Temui aku di Ruang Pengujian Calon Master Formasi Sekarang!" perintah Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar dan sorot mata yang tajam.


“Aku harap Ye Zhin akan segera datang dan bisa berada di samping Istriku. Meskipun dirinya telah memasuki Ranah Kultivator tapi Levelnya masih terlalu lemah!” gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah hingga membuat Wu Ruxin yang berjalan di sampingnya ikut menoleh mencoba mencari tau yang dikatakan Li Yuchen.


“Tetua Yu, apakah kau mengatakan sesuatu?” tanya Wu Ruxin dengan nada suara yang hati-hati dengan ekspresi wajah yang penasaran.


“Tidak! Apakah masih jauh?” tanya Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dan sikap yang dingin dengan tatapan mata yang tajam.


“Agh! Tidak! Sebentar lagi kita akan sampai. Pintu yang ada di ujung koridor adalah tempat Ruang Pengujian.” Ucap Wu Ruxin dengan senyum yang canggung sambil tertawa kecil yang hambar.


“Hmmm, aku harus cepat menyelesaikan urusanku di sini dan menemui Qier. Aku merasa tidak nyaman karena tidak bisa menyapanya dengan normal karena urusan yang begitu banyak.” Ucap Li Yuchen yang seketika memasang wajah kecewa dan kembali ke ekspresi wajah yang dingin kembali dlaam sekejap mata.


Li Yuchen yang telah berada di dalam Ruang Pengujian menarik perhatian semua orang termasuk Calon Master Formasi Wanita. Semuanya langsung kehilangan konsentrasi mendengarkan perkataan Wu Peng saat melihat Li Yuchen datang.


“Ehem! Itu adalah syarat yang harus kalian penuhi untuk dapat menjadi Master Formasi dan beberapa Master Formasi ini yang akan mengawasi kalian semua!” ucap Wu Peng dengan senyum yang hangat yang langsung mengambil hati banyak wanita.


Wu Ruxin yang melihat Wu Peng telah selesai dengan urusannya pun segera menemuinya dan mengatakan tujuan kedatangannya bersama Tetua Yu.


“Kakak! Aku membawa Tetua Yu kemari karena katanya dia memiliki sesuatu yang ingin dibicarakan masalah Makam Kun.” Ucap Wu Ruxin dengan nada suara yang rendah agar tidak mengacaukan konsentrasi orang yang sedang mengikuti ujian.


“Aku mengerti. Aku akan menemui Tetua Yu segera tapi sebelum itu, kenapa kau masih ada di sini? Apakah kau telah melakukan tugas yang aku berikan?” tanya Wu Peng dengan tatapan mata yang curiga dengan ekspresi wajah yang tidak senang.


“Kakak tenang saja. Aku akan berhasil menguasai jurus itu sebelum Ekspedisi Makam Kuno dibuka.” Ucap Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang percaya diri dengan satu tangan di dada memberikan keyakinan kepada Wu Peng bahwa semua dalam kendalinya.

__ADS_1


“Baguslah kalau begitu. Sebaiknya kau kembali sekarang dan mulailah berlatih lagi. Melewati jadwal latihan itu tidak baik.” Ucap Wu Peng dengan nada suara yang tegas dan tatapan mata yang tidak ingin dibantah.


“Ta-tapi kak aku masih ingin disini. Aku masih ingin...” ucap Wu Ruxin yang tidak bisa mengatakan kata selanjutnya karena jika dirinya mengatakannya maka dirinya akan dalam masalah nantinya.


“Aku tidak tau apa alasanmu untuk tetap di sini tapi aku harap jika kau tidak melanggar janjimu padaku karena aku tidak akan bisa menolongmu dengan konsekuensi yang akan kau terima nantinya jika melanggarnya!” ucap Wu Peng dengan tatapan mata yang tajam dan dingin serta nada suara yang tidak mengenal kata ampun.


“Maafkan kakak. Kakak melakukan ini demi kebaikanmu sendiri. Kakak tidak mau kau mengalami penderitaan cinta bertepuk sebelah tangan karena pria yang kau sukai telah memiliki Istri dan tidak akan bisa berpindah ke lain hati!” ucap Wu Peng dalam hati yang meninggalkan Wu Ruxin sendiri dengan ekspresi wajah yang sedih.


Sementara itu, Li Yuchen yang ditinggal sendiri melihat lukisan yang sangat lebar yang terpajang di dalam ruangan dan tiba-tiba Ye Zhin yang ditunggu kehadirannya itu pun datang dengan cara mengagetkan Li Yuchen.


“Hai, Bos!” teriak Ye Zhin dengan sangat keras hingga membuat peserta yang lain ikut menoleh sebentar.


“Bugh!” suara pukulan di atas kepala Ye Zhin.


“Bos, kenapa kau memukulku? Aku sudah datang secepat mungkin saat mendengar panggilan darimu!” ucap Ye Zhin yang meringis kesakitan dengan ekspresi wajah yang seolah menjadi korban kekerasan.


“Ma-maaf Bos! Aku tidak sengaja!” ucap Ye Zhin yang langsung menyadari kesalahannya . yang langsung memasang wajah sedih dan iba dengan dua tangan yang memohon ampun.


“Hah! Sudahlah! Aku ingin kau ke lantai dan lindungi Istriku. Berikan apapun yang diinginkannya dan ingat kau harus melakukannya dengan sempurna jangan sampai ada yang curiga.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang rendah.


“Hmmm, tapi jika orang-orang yang ada di Menara Formasi ini mungkin bisa aku kelabui tapi jika itu Nyonya Bos. Aku takut aku tidak bisa mengelabuinya.” Ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang sangat berat dengan tatapan mata yang bingung.


“Jangan khawatir. Istriku telah mengetahui identitasku sebagai Tetua Yu jadi kau cukup memberinya kode dan dia pasti akan mengerti.” Ucap Li Yuchen dengann ekspresi wajah yang datar dengan sedikit senyuman di ujung sudut bibirnya


Ye Zhin yang melihatnya pun memasang wajah yang curiga tentang sejauh mana hubungan antara Li Yuchen dan Seo Xiqin setelah Pernikahan.

__ADS_1


“Hmmm, siap laksanakan Bos!” ucap Ye Zhin sambil memberi hormat dengan satu tangan di kepala lalu pergi menjauh setelah Wu Peng telah berjarak tidak jauh dari keduanya.


“Maaf telah membuat Tetua Yu menunggu lama. Di sini bukan waktu yang tepat untuk berbicara. Bisakah kita pindah ke tempat lain?” tanya Wu Peng dengan senyum yang lembut sambil mengajak Li Yuchen pergi dengan nada suara yang sangat sopan.


“Tentu saja, Ketua Wu.” Ucap Li Yuchen yang membalasnya dengan senyuman hangat lalu berjalan di belakang Wu Peng.


Wu Ruxin yang melihat keduanya pergi menjauh tidak bisa melakukan apapun dan hanya bisa meremas pakaiannya dengan sangat erat lalu menatap dengan tatapan menahan amarah.


Di saat yang sama, Master Kong yang merupakan Murid dari Tetua Ma datang menghampiri Wu Peng yang sedang berdiri sendiri.


“Adik Xin’er terlihat sangat kesal. Jika ada orang yang berani membuli Adik Xin’er, Adik Xin’er bisa mengatakannya pada Kakak Kong. Kakak Kong pasti akan membantu Adik Xin’er mendapatkan keadilan.” Ucap Master Kong yang merupakan Master Formasi bintang Dua dengan nada suara yang lembut dan tatapan mata yang penuh dengan perasaan yang mendalam.


“Terima kasih untuk perhatian Kakak Senior tapi ini bukanlah sesuatu yang bisa Kakak Senior campuri. Jika tidak ada lagi yang ingin Kakak Senior katakan. Adik mohon pamit.” Ucap Wu Ruxin dengan sangat formal dan sopan sambil membungkukkan kepala memberi hormat.


Master Kong yang mendapatkan penolakan lagi dari Wu Ruxin tidak bisa melampiaskan amarahnya dan hanya bisa menahannya.


“Saudara, kau sebaiknya melupakan Nona Wu. Dia tidak akan bisa menyukaimu.” Ucap seorang Pria Muda yang berjalan mendekati Master Kong dengan ekspresi wajah yang prihati.


“Apa maksud ucapanmu, Saudara? Apa kau ingin aku menyerah begitu saja? Tidak! Aku tidak akan menyerah semudah itu!” ucap Master Kong dengan tekad yang sangat kuat dengan tangan yang terkepal erat.


“Kau tidak akan menang karena sainganmu adalah Tetua Yu!” ucap Pria Muda itu yang juga ternyata adalah Seorang Master Formasi bintang Satu, Master Hu, Murid langsung dari Tetua Ye.


“Hah! Apa bagusnya Pria bertopeng itu? Aku yakin dia memakai topeng karena wajahnya snagatlah jelek, jika tidak mengapa dia harus memakai topeng seperti itu!” ucap Master Kong dengan ekspresi wajah yang mengejek dan nada suara yang sinis.


“Aku pasti akan bisa mendapatkan Nona Wu. Cepat atau lambat dia pasti akan bertekuk lutu di bawah celanaku! Dan untuk Tetua Yu, jika dia memiliki ketertarikan sedikit saja dengan Nona Wu maka jangan salahkan aku jika aku bersikap kasar padanya. Aku tidak perduli meskipun dia adalah Seorang Tetua Kehormatan atau apapun! Siapapun yang menghalangi jalanku harus aku musnahkan!” ucap Master Kong dengan ekspresi wajah yang menahan amarah dengan tatapan mata yang membunuh.

__ADS_1


#Bersambung#


Apa yang akan terjadi selanjutnya ya? Jawab di kolom komentar...


__ADS_2