
Li Yuchen yang telah terbiasa menghisap Inti Kristal Hewan Buas dan Kristal dengan Energi yang besar memungkin Li Yuchen untuk menyerap Energi dari Kristal Pelangi lebih cepat.
Li Yuchen yang mengambil Energi Surga dan Neraka yang Murni dari Kristal Pelangi membuat kekuatannya meningkat tajam.
“Aaaarrrggghhhh!” teriak Li Yuchen sangat keras dengan Energi yang meluap keluar dari dalam tubuhnya dengan sangat banyak.
Li Yuchen yang tak bisa membendung semua Kekuatan yang didapatkannya menjadikan Li Yuchen naik tingkat secara drastis hingga tiga tingkat.
“Hah! Akhirnya aku berhasil! Aku telah mencapai Level Legenda tingkat Lima dan satu langkah lagi mencapai Level Abadi!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Aku harus segera pergi dari sini dan menemukan Ibu Mertuaku!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan tekad yang kuat.
Griffin yang terus berjaga di dekat Li Yuchen pun menampakkan diri setelah Li Yuchen berhasil naik tingkat.
“Selamat untuk Kekuatan barumu, Tuan!” ucap Griffin dengan nada suara yang ceria dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Terima kasih. Ini semua karenamu. Jika kau tidak membawaku kemari maka aku pasti membutuhkan waktu yang lama untuk bisa mencapai Level ini!” ucap Li Yuchen sambil mengelus kepala Griffin dengan sangat lembut.
Griffin yang sangat senang mendengar perkataan Li Yuchen pun menarik pakaian Li Yuchen untuk meminta Li Yuchen mengikutinya.
Li Yuchen yang tidak bisa menolak setelah semua hal bagus yang diberikan kepadanya pun menurut hingga akhirnya Li Yuchen melihat sesuatu yang sangat familiar.
“Telur! Apakah kau ingin aku membawa telur ini bersamaku?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung sambil menyentuh telur yang ada di depannya dengan lembut.
“Benar! Ini adalah telur dari keturunanku. Aku ingin dia mengabdi kepadamu, Tuan! Tolong, jaga dan bimbing dia, Tuan!” ucap Griffin sambil menundukkan kepalanya memohon kepada Li Yuchen.
“Kau tak perlu melakukan sampai seperti itu. Aku mengerti. Aku akan membawanya bersamaku. Aku akan menjadikannya teman anakku!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang lebar saat memikirkan Seekor Griffin kecil keluar dari dalam telur yang sedang bermain dengan Seorang Anak Laki-laki.
Li Yuchen yang tak menunggu lama pun memasukkan telur tersebut ke dalam Giok Naga Hijau Emas dan menyimpannya.
“Aku harus kembali sekarang dan menemukan Ibu Mertuaku jika tidak aku akan dalam masalah nantinya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
“Jangan khawatir, Tuan. Aku akan mengantarmu kembali!” ucap Griffin dengan nada suara yang sopan sambil menundukkan tubuh dan kepalanya meminta Li Yuchen untuk naik ke atas punggungnya.
__ADS_1
Li Yuchen yang mengerti maksud dari Griffin pun melakukan seperti yang diinginkannya hingga akhirnya Griffin membawa Li Yuchen terbang melewati lorong gelap yang ada di dalam Goa hingga akhirnya keluar ke Jurang Kematian.
Li Yuchen yang terbang bersama Griffin dengan kecepatan yang tinggi akhirnya bisa keluar dari Jurang Kematian dalam waktu yang singkat hingga akhirnya melewati hutan yang ada di sepanjang aliran sungai.
Griffin yang membawa Li Yuchen kembali ke rumah kecil tempat tinggal Xi Feng dan neneknya dalam waktu singkat membuat Li Yuchen dapat melihat seorang wanita dengan wajah yang mirip dengan Seo Xiqin berdiri bersama Xi Feng.
“Tu-Tuan Muda Li! Kau sudah kembali! Kau bahkan menaiki kuda yang sangat besar!” teriak Xi Feng dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia.
“Ini bukan kuda besar. Ini adalah Griffin. Maafkan aku memintamu kembali!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang menyesal.
“Anda tidak perlu meminta maaf, Tuan Muda Li. Itu adalah keinginanku sendiri yang ingin pergi karena sangat takut melihatnya.” Ucap Xi Feng dengan nada suara yang terdengar sangat ceria.
“Agh! Apakah sekarang kau masih takut?” tanya Li Yuchen yang mendekatkan Griffin kepada Xi Feng yang memiliki sorot mata penasaran dan ketakutan di saat bersamaan.
“Ti-Tidak! Aku tidak takut lagi! Griffin ternyata sanngat hebat dan keren!” ucap Xi Feng dengan nada suara yang tinggi dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Kau bisa menyentuhnya karena dia telah jinak tapi kau tidak boleh menyentuh Hewan Buas manapun nantinya dengan sangat mudah jika kau tak ingin kehilangan nyawamu!” ucap Li Yuchen yang memberikan ancaman kepada Xi Feng demi keselamatan dirinya sendiri.
“Anak memberi hormat kepada Ibu!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang lembut dengan sikap yang sopan.
“Ti-Tidak! Ja-Jangan seperti ini! Kau tidak boleh berlutut seperti ini kepadaku!” ucap Mu Hanqin dengan ekspresi wajah yang gugup dengan nada suara yang terdengar canggung sambil membantu Li Yuchen yang ingin berlutut di hadapannya berdiri kembali.
“Apakah kau mengenalku? Seperti yang kau lihat aku kehilangan ingatanku!” ucap Mu Hanqin dengan nada suara yang seperti orang kebingungan dengan ekspresi wajah yang penasaran.
“Tentu saja. Kau adalah Ibu Mertuaku dan aku datang kemari karena ingin membawamu kembali kepada Putrimu!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang lembut yang membuat Mu Hanqin menghilangkan kewaspadaannya.
Li Yuchen yang membawa potret Seo Xiqin bersamanya pun mengeluarkannya dan menunjukkannya kepada Mu Hanqin.
“Ini adalah wajah Putrimu saat kau pergi meninggalkannya di Daratan Danzong.” Ucap Li Yuchen dengan nada suara yang lembut.
Mu Hanqin yang penasaran pun memuka gulungan yang diberikan kepadanya dan gambar anak perempuan yang ada di dalamnya membuat kepala Mu Hanqin sakit dan kepingan-kepingan ingatan yang hilang perlahan muncul.
“Aaaarrgghhh! Aaarrgghh! Aaaarrgghh!” teriak Mu Hanqin dengan sangat keras hingga akhirnya kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
Li Yuchen yang khawatir dengan cepat menangkap tubuh Mu Hanqin dan membawanya masuk ke dalam lalu memeriksa tubuhnya.
“Hah! Dia baik-baik saja hanya merasa terkejut dengan kepingan ingatan yang perlahan muncul di kepalanya!” ucap Li Yuchen kepada Xi Feng dan neneknya yang ikut khawatir dengan keadaan Mu Hanqin.
Mu Hanqin yang sadar kembali setelah Li Yuchen memberikannya obat pahit yang ternyata adalah sup yang sangat bagus untuk stamina.
“Kau memanggilku Ibu Mertua, apakah kau Suami Putriku Xiqin?” tanya Mu Hanqin yang telah sadar sambil duduk di atas tempat tidur.
“Anda telah sadar sepertinya dan telah mendapatkan kembali ingatanmu. Semua yang anda katakan itu benar dan aku akan memperkenalkan diriku lagi secara formal.” Ucap Li Yuchen yang berdiri di hadapan Mu Hanqin.
“Namaku Li Yuchen dari Keluarga Li di Daratan Danzong dan aku adalah Suami Putrimu, Seo Xiqin, yang sah!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas sambil berdiri tegap di hadapan Mu Hanqin.
Mu Hanqin yang mengingat tentang Perjodohan yang pernah dilakukannya untuk Seo Xiqin saat Seo Xiqi kecil dan melihat Pria yang berdiri di depannya pun menjadi sangat senang.
“Sepertinya keputusanku di masa lalu untuk menyetujui Perjodohan ini adalah benar karena melihatmu sampai datang kemari untuk membawaku kembali menemui Putriku adalah buktinya!” ucap Mu Hanqin dengan ekspresi wajah yang bahagia tanpa sadar meneteskan air mata bahagia.
“Kebahagiaan ini masih terlalu dini karena anda masih harus bertemu dengan Putrimu dan menunggu beberapa bulan lagi untuk melihat Cucu Laki-lakimu lahir!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang rendah dan lembut.
“Apakah Xiqin ada di sini? Apakah dia juga datang ke Daratan Wuzhou mencariku?” tanya Mu Hanqin dengan ekspresi wajah yang penasaran.
“Tidak! Dia dijemput paksa oleh orang dari Keluarga Mu ke Daratan Wuzhou dan aku sendiri yang datang kemari untuk membawanya kembali!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas sambil melihat wajah khawatir dan cemas di wajah Mu Hanqin.
“Jangan khawatir. Dia tidak sedang bersama Keluarga Mu lagi. Saat ini, aku telah membawanya pergi meninggalkan Kediaman Keluarga Mu sebagai Istriku yang sah. Aku telah menikahinya kembali dan menjadi Menantu Keluarga Mu!” ucap Li Yuchen dengan percaya diri.
Mu Hanqin yang mendengar perkataan Li Yuchen menjadi sangat senang dan bahagia dan tanpa sadar memegang kedua tangan Li Yuchen lalu mengatakan sesuatu.
“Terima kasih untuk cinta tulus yang kau berikan untuk Xiqin-ku!” ucap Mu Hanqin dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lembut karena Mu Hanqin telah melihat cinta yang sangat besar dan tulus untuk Seo Xiqin di dalam bola mata Li Yuchen.
Di saat reuni membahagiakan itu sedang menyebar ke semua orang tiba-tiba Seekor Burung Raksasa berwarna merah muncul dan membuat Griffin berteriak dengan sangat keras.
#Bersambung#
Hewan apa yang muncul itu ya? Bagaimana reaksi Li Yuchen saat mengetahui cerita sebenarnya yang telah terjadi pada Seo Xiqin? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..
__ADS_1