Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 65. Kekecewaan Wu Peng


__ADS_3

Setelah selesai melakukan Janji Kematian, Li Yuchen yang masih belum memiliki Energi yang banyak harus merasakan kelelahan hanya mengaktifkan Segel Formasi dan membuat Janji Kematian.


"Ternyata Level kultivasiku masih belum cukup untuk memakai Segel Formasi tingkat tinggi. Padahal hanya memakai Formasi tingkat Satu tapi sudah banyak sekali Energi yang terkuras." ucap Li Yuchen dalam hati sambil menggenggam satu tangannya dengan sangat erat.


"Aku tidak bisa kehabisan tenaga seperti di dalam Hutan karena menggunakan Formasi tingkat Tiga sehingga membuatku bisa terjebak dalam perangkap Rubah Ekor Tujuh. Sepertinya aku harus bisa menaikkan level kultivasiku lebih cepat agar aku dapat dengan leluasa menggunakan Segel Formasi yang aku inginkan tanpa harus memakai Kertas Segel." ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang tajam dan tekad yang telah bulat.


Li Yuchen yang melihat Wu Peng masih berdiri di depannya dengan posisi yang tidak berubah pun segera memberi kode kepada Wu Peng bahwa Janji Kematian telah berakhir.


"Kau bisa membuka matamu. Janji Kematian telah selesai dilakukan dan mulai hari ini aku akan menjadi bagian dari Menara Formasi Shinzu." ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang serius menatap mata Wu Peng.


"Selamat kepada Tuan Muda Li karena telah menjadi Tetua Kehormatan Yu di Menara Formasi Shinzu." ucap Wu Peng sambil menundukkan kepalanya sebentar sebagai penghormatan dengan ekspresi wajah yang sangat senang.


Li Yuchen yang kelelahan pun duduk kembali ke kursinya dan mengambil beberapa butir Pil Penyembuhan dari dalam Giok Naga Hijau Emasnya dan memakannya seperti memakan permen.


Wu Peng yang melihat tindakan Li Yuchen hanya terdiam dan berpura-pura tidak melihat apapun.


"Seorang Master Formasi dan Seorang Master Alkimia dengan tingkatan yang tinggi di usia yang sangat muda. Sungguh bakat yang sangat mengerikan." ucap Wu Peng dalam hati setelah mengetahui semua yang dilakukan Li Yuchen di Paviliun Huanfu.


Li Yuchen yang sedang duduk santai menikmati tehnya sambil melihat ke luar jendela dari lantai lima mengatahui bahwa Wu Ruxin telah selesai menstabilkan kenaikan tingkatnya.


"Aku sudah tidak merasakan luapan energi lagi sepertinya Nona Wu telah berhasil naik tingkat." ucap Li Yuchen dalam hati dengan wajah yang cuek.


Sementara, Wu Peng yang telah mengangkat Li Yuchen sebagai Tetua Kehormatan harus menyiapkan semua hal yang penting seperti Jubah Master Formasi, Lencana Tetua Kehormatan dan Kartu Hitam VVIP.

__ADS_1


"Tetua Yu, Jubah Master, Lencana dan Kartu Hitam anda sedang disiapkan. Harap Tetua Yu sabar menunggu." ucap Wu Peng dengan penuh pengomhormatan dan perasaan segan saat berbicara dan menatap Li Yuchen.


Li Yuchen yang mengetahui itu pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Baiklah. Tolong kau juga urus pembayaran Harta Karun yang telah aku tawar." ucap Li Yuchen dengan santai tapi di telinga Wu Peng terdengar seperti perintah yang harus dipatuhi.


"Segera dilaksanakn Tetua Yu." ucap Wu Peng dengan nada suara yang serius dan ekspresi wajah yang serius.


Li Yuchen yang menyadari ada seseorang yang sedang berdiri di depan pintu ruangan pun menoleh.


"Sepertinya Nona Wu telah benar-benar berhasil naik tingkat. Aku merasakan energinya telah berubah menjadi sedikit berbeda. Kukira itu akan memakan waktu lama ternyata tidak begitu." ucap Li Yuchen dalam hati sambil melihat ke arah pintu dengan wajah tanpa ekspresi.


Wu Peng yang melihat fokus Li Yuchen telah ke arah lain setelah Janji Kematian itu pun bertanya.


"Sepertinya ada seseorang yang sedang berdiri di luar pintu" ucap Li Yuchen yang tidak ingin menyebutkan nama orang yang ada di balik pintu dengan nada suara yang santai sambil duduk kembali ku kursinya lalu mengambil kembali cangkir tehnya.


Wu Peng yang dapat menebak orang yang sedang berdiri di depan pintu pun bergegas berjalan ke arah pintu lalu menatap tajam ke arah orang yang ada di luar.


"Apa yang kau lakukan di sini dan mengganggu pembicaraan antara Ketua Formasi dan Tetua Kehormatan Yu." ucap Wu Peng dengan tatapan mata yang mengintimidasi dan ekspresi wajah yang penuh dengan amarah.


"A-aku hanya ingin berterima kasih dengan Tuan Muda Yu, kak. Aku tidak bermaksud untuk mengganggu." ucap Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang ketakutan dan tatapan mata yang sedih yang siap menangis.


Wu Peng yang sangat lemah dengan air mata seorang wanita terutama adik satu-satunya itu pun tidak bisa mempertahankan wajah penuh amarahnya terlalu lama.

__ADS_1


"Hah! Kau sangat paham jika aku tidak bisa pernah bisa melihatmu dengan ekspresi wajah seperti itu dan kau menggunakannya untuk membuatku tidak jadi marah padamu tapi aku harap sikap kekanak-kanakanmu ini tidak akan menjadi bumerang untukmu dan Keluarga Wu di masa depan." ucap Wu Peng setelah menarik nafas yang panjang sambil menasehati Wu Ruxin dengan tatapan mata dan ekspresi wajah yang penuh kekecewaan sambil berjalan masuk ke dalam ruangannya tanpa menutup pintu kembali.


Wu Ruxin yang biasanya akan tertawa atau tersenyum jahil setelah menaklukan amarah Wu Peng tiba-tiba kehilangan senyum dan kebahagiaan yang ada di wajahnya setelah mendengar perkataan Wu Peng dan tatapan matanya yang penuh dengan kekecewaan.


"Kenapa? Kenapa kakak seperti ini? Apa yang telah aku lakukan? Aku tidak melakukan kesalahan apapun lalu kenapa kakak menatapku dengan tatapan seperti itu? Membuatku menjadi sangat tidak nyaman." ucap Wu Ruxin dalam hati sambil terus berdiri di luar pintu Ruangan Ketua Formasi yang terbuka lebar.


Wu Ruxin yang akhirnya tersadar dari lamunannya pun melihat pintu yang terbuka pun masuk ke dalam dengan perlahan dan mencari keberadaan Li Yuchen dan juga Wu Peng.


Li Yuchen yang sedang duduk santai menikmati tehnya sambil melihat ke luar jendela dari lantai lima mengatahui bahwa Wu Ruxin telah masuk ke dalam Ruangan.


Wu Peng yang melihat sikap tidak sopan adiknya tidak bisa mengatakan apapun lagi karena bagi Wu Peng, Wu Ruxin sudah cukup dewasa untuk menyadari konsekuensi dari perbuatannya.


"Aku sudah sering kali mengingatkannya dan memberikannya nasehat tapi jika semua itu hanya dijadikan angin lalu baginya semoga saja tidak akan ada konsekuensi yang berat menantinya." ucap Wu Peng dalam hati sambil mengalihkan kembali tatapannya dari Wu Ruxin ke pekerjaan yang sedang menunggu dirinya untuk selesaikan.


Wu Ruxin yang melihat Wu Peng sedang sibuk dengan beberapa lembar kertas yang ada di depannya tidak berani untuk menganggu.


"Kakak sepertinya sangat sibuk. Tadi kakak memanggil Tuan Muda Yu dengan Tetua Yu, sepertinya kakak telah berhasil membujuk Tuan Muda Yu untuk bergabung." ucap Wu Ruxin dalam hati yang terdiam melamun memikirkan perkataan Wu Peng padanya di depan pintu.


Wu Ruxin yang menoleh dan melihat Li Yuchen sedang duduk bersantai pun mulai memberanikan diri untuk mengatakan tujuan kedatangannya.


"Ah, itu Tuan Muda Yu. Tidak! Tidak! Tidak! Sekarang dia telah menjadi Tetua Kehormatan dan bagian dari Menara Formasi Shinzu jadi aku harus memanggilnya Tetua Yu sekarang dan aku tidak boleh takut lagi padanya karena Tetua Yu tidak akan melakukan apapun kepada bawahannya, bukan?" ucap Wu Ruxin dalam hati sambil menganggukkan kepalanya berulang kali dengan senyum optimis di wajahnya.


Satu hal rahasia yang tidak diketahui oleh Wu Ruxin dan yang lainnya bahwa Li Yuchen tidak akan membiarkan siapapun untuk menghianatinya lagi.

__ADS_1


#Bersambung#


__ADS_2