Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 208. Rantai Pengikat Musnah


__ADS_3

Li Yuchen yang tidak ingin melepaskan Ma Ye Li yang sudah menjadi penyebab hubungannya dan Seo Xiqin menjadi renggang kemarin pun terpaksa harus mengalah saat Seo Xiqin memegang lengannya dengan tatapan mata yang membuat Li Yuchen menyerah.


“Chen gege! Apakah kita bisa pergi sekarang?” tanya Seo Xiqin dengan nada suara yang lembut dengan senyum yang cantik.


“Hah! Baiklah!” ucap Li Yuchen yang langsung menarik aura membunuhnya yang dikeluarkannya dan ditunjukkan ke arah Ma Ye Li yang sedang terduduk dengan ekspresi wajah yang sangat terkejut dan ketakutan.


Li Yuchen yang tidak ingin menunda apapun akhirnya menatap Ketua Qin. Ketua Qin yang tidak bisa memaksa Li Yuchen pun meninggal Walikota Ma Guo dan Jenderal Nanggong Tianyi yang sangat ingin berbicara dengan Li Yuchen.


“Silahkan ikuti saya, Tetua Li!” ucap Ketua Qin dengan ekspresi wajah yang bersahabat dengan senyum yang lembut.


Li Yuchen yang di antar menuju Ruangan Khusus oleh Ketua Qin pun mengetahui bahwa ruangan itu hampir sama dengan Ruangan yang ada di dalam Pagoda Lantai Satu yang ada di dalam Giok Naga Hijau Emas.


“Ruangan ini memang memiliki Aura Surga dan Neraka meski tidak sebesar di dalam Pagoda tapi ini jauh lebih baik daripada tidak sama sekali!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil melihat ke sekeliling ruangan yang dipenuhi dengan emas yang sangat tebal di setiap sudutnya.


“Tetua Li, anda dapat menggunakan ruangan ini selama yang anda inginkan. Saya akan meninggalkan anda sekarang!” ucap Ketua Qin dengan senyum yang ramah dengan ekspresi wajah yang gembira.


Li Yuchen telah melihat Ketua Qin yang telah berjalan menjauh pun berbalik arah dan melihat Seo Xiqin yang terus menatap dengan mata yang kagum bersama tiga Pelayannya.


“Baiklah. Tinggalkan ruangan ini sekarang dan berjagalah di luar. Jangan biarkan ada siapapun yang mencoba masuk dan mengganggu Proses ini!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang dingin.


“Baik, Tuan Besar!” jawab ketiganya secara bersamaan dengan ekspresi wajah yang patuh sambil menundukkan kepalanya lalu berjalan keluar Ruangan Khusus.


Setelah kepergian ketiganya, Li Yuchen pun mengeluarkan sebuah Bak Mandi dengan ukuran tiga kali lebih besar daripada ukuran biasanya lalu mengeluarkan Air yang berasal dari Sumber Kolam Ajaib yang ada di Makam Kuno keluar dan memenuhi Bak Mandi.


Li Yuchen yang masih memiliki kesempatan untuk mengambil air dari Sumber Kolam Ajaib setelah dirinya kembali dari Goa Burung Phoenix.


Setelah air tersebut telah terisi penuh pun menatap Seo Xiqin dan memintanya untuk melepaskan pakaian lalu berendam di dalamnya.


Seo Xiqin yang memasuki Bak Mandi pun merasakan banyak sekali energi yang masuk ke dalam tubuhnya setiap bagian tubuhnya menyentuh air tersebut pun menjadi semakin segar.


Li Yuchen yang memulai tahapan untuk menekan penyakit Seo Xiqin pun memberikan sebuah Pil kepada Seo Xiqin.


“Telanlah Pil ini lalu Qier harus bisa bertahan dari semua rasa dingin yang keluar dari dalam tubuh. Meskipun itu sangat sakit tapi Qier harus menahannya. Chen gege akan berjaga untuk melindungi Meridian dan kesadaran Qier. Jadi Qier harus bisa!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang cemas dengan nada suara yang khawatir.


“Jangan cemas Chen gege! Qier pasti akan berhasil!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang percaya diri dengan tekad yang kuat terpancar dari matanya.

__ADS_1


Seo Xiqin yang telah menelan Pil tersebut pun duduk bersilah dan menekan aura dingin yang keluar dari dalam tubuhnya.


Energi Surga dan Neraka yang terkandung di dalam ruangan itu membantu Seo Xiqin menyediakan Energi Qi yang dapat membantunya menekan Aura Dingin yang keluar.


Seo Xiqin yang terus berada di posisi tersebut pun menahan semua rasa sakit itu dengan seluruh kekuatannya hingga meneteskan keringat yang sangat banyak.


Seo Xiqin yang terus menekan Aura Dingin yang ada di tubuhnya pun merasakan jika tubuhnya semakin melemah dan kehabisan tenaga.


Li Yuchen yang menyadari masalah yang dihadapi oleh Seo Xiqin pun melakukan sesuatu. Li Yuchen pun langsung menekan titik akupuntur yang ada di dalam tubuh Seo Xiqin lalu memasukkan Pil Penyembuh ke dalamnya mulutnya terus menerus setiap kali Seo Xiqin kehabisan kekuatannya.


Di sisi lain, Permaisuri Ji yang tertidur di dalam Alam Bawah Sadar Seo Xiqin tiba-tiba terbangun karena kekuatan yang digunakannya untuk menarik paksa Seo Xiqin telah kembali.


Permaisuri Ji yang merasakan jika Aura Dingin yang selama ini mengikat tubuhnya dengan rantai yang sangat besar pun tiba-tiba melemah pun menyadari jika Reinkarnasi Ketiganya sedang mencoba menekan Aura Dingin yang ada di dalam tubuhnya.


“Hah! Tidak disangka jika aku akan bebas dan tidak akan terikat lagi dengan rantai ini!” ucap Permaisuri Ji dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan pikiran yang ingin menguasai tubuh Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang telah berhasil menekan sedikit demi sedikit Aura Dingin di dalam tubuhnya tidak menyadari jika Rantai yang mengikat Permaisuri Ji pun satu per satu hancur.


Lalu di saat Rantai Terakhir yang akan mengikat Permaisuri Ji hancur. Seo Xiqin pun kembali masuk ke dalam Alam Bawah Sadarnya dan mengetahui bahwa Permaisuri Ji telah terbebas sepenuhnya dari rantai yang mengikatnya.


“Rantaimu?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar dengan nada suara yang tidak percaya.


Li Yuchen yang melihat adanya perubahan ekspresi pada wajah Seo Xiqin pun menyadari jika telah terjadi sesuatu di dalam tubuh Seo Xiqin.


Li Yuchen pun menarik lengan Seo Xiqin dan membaca denyut nadinya lalu tidak menemukan apapun yang membahayakan nyawanya sehingga membuat Li Yuchen semakin cemas.


Li Yuchen yang mengingat akan adanya tubuh Permaisurinya yang terkurung di dalam Alam Bawah Sadar Seo Xiqin pun merasakan firasat buruk dan memasuki Alam Bawah Sadar.


Namun saat di dalam, Li Yuchen melihat Seo Xiqin sedang terbaring di dalam kondisi tidak sadarkan diri dan melihat Permaisuri Ji mencoba untuk mengurung Seo Xiqin.


Li Yuchen yang tidak ingin terjadi hal buruk pada Seo Xiqin pun mengurung Permaisuri Ji ke dalam Sebuah Formasi Perlindungan.


“Aktifkan!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang dingin dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam.


Li Yuchen yang tidak memperdulikan Permaisuri Ji pun langsung memeluk Seo Xiqin dan mencoba menyadarkannya tapi Seo Xiqin tidak sadar sama sekali.

__ADS_1


“Qier! Bangunlah Qier!” panggil Li Yuchen dengan nada suara yang cemas dengan ekspresi wajah yang khawatir dengan tubuh yang bergetar takut.


Permaisuri Ji yang tidak mempercayai penglihatannya saat melihat Li Yuchen berlari memeluk Seo Xiqin dan mengurung dirinya ke dalam Sebuah Formasi.


“Yang Mulia! Kenapa? Kenapa kau melakukan ini padaku? Kenapa kau mengurungku?” tanya Permaisuri Ji dengan ekspresi wajah yang tidak percaya dengan nada suara yang tinggi menolak akan kenyataan.


“Yang Mulia!” teriak Permaisur Ji lagi dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal dengan air mata yang mengalir ke pipinya.


Li Yuchen yang sangat marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga orang Seo Xiqin pun menatap tajam ke arah Permaisuri Ji.


“Diam!” teriak Li Yuchen dengan suara yang sangat tinggi dengan ekpsresi wajah yang marah dan tatapan mata yang tajam.


“Yang Mulia? Siapa Yang Mulia? Aku adalah Li Yuchen!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dengan nada suara yang tinggi.


Li Yuchen yang menyadari jika wanita yang ada di depannya adalah Permaisurinya di Kehidupannya yang lalu pun menjadi semakin kesal setelah mendengar Permaisuri Ji memanggilnya Yang Mulia.


“Kenapa? Kenapa kau meninggalkanku? Kenapa kau membiarkan ketiga wanita itu masuk ke dalam Pernikahan kita sehingga membuatku mempercayai ketiganya lalu meninggal di tangan mereka!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.


“Jika tidak ada Giok Naga Hijau Emas mungkin saat ini aku tidak akan ada di sini. Aku tidak mungkin terlahir kembali!” ucap Li Yuchen dalam hati sambil menyalahkan semua yang terjadi padanya di masa lalu pada Permaisuri Ji.


Permaisuri Ji yang menolak jika Li Yuchen melupakannya pun mencoba menjelaskan semuanya.


“Tidak! Kau adalah Yang Mulia Kaisar Legenda Daratan Wuzhou dan aku adalah Permaisurimu, Permaisuri Ji! Kita adalah sepasang kekasih, Yang Mulia!” ucap Permaisuri Ji yang mencoba meyakinkan Li Yuchen dengan air mata yang terus mengalir.


“Jika yang kau katakan itu benar maka kenapa aku tidak mengingatmu sama sekali? Lalu jika kau adalah Istriku, kenapa kau dan aku terpisah?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang curiga.


“I-itu karena kau telah terlahir kembali dan itu lah sebabnya kau tidak mengingatku!” ucap Permaisuri Ji dengan nada suara yang keras dan tatapan mata yang takut serta khawatir di saat bersamaan.


“Hah! Jika aku terlahir kembali berarti aku sudah pernah meninggal satu kali. Kau yang mengatakan jika kita adalah Seorang Pasangan Kekasih lalu dimana dirimu saat aku meninggal?” tanya Li Yuchen dengan ekpsresi wajah yang sinis dengan tatapan mata yang tajam.


Permaisuri Ji yang tidak bisa mengatakan jika rasa cemburu dan egois yang memenuhi hatinya yang membuatnya pergi meninggalkan Li Yuchen pun hanya terdiam yang membuat kemarahan Li Yuchen memuncak.


Li Yuchen yang kesal pun membuat Segel Pengikat Roh dan membuat kuncinya di lengan Seo Xiqin sehingga memungkinkan Permaisuri Ji menjadi budak Seo Xiqin selamanya.


“Wanita yang meninggalkan suaminya! Tidak pantas disebut Istri lagi!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin.

__ADS_1


#Bersambung#


Hmmm, apakah Permaisuri Ji akan menyerah dengan mudah? Akankah Seo Xiqin sadar kembali? Baca Bab selanjutnya ya...


__ADS_2