Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 308. Keluarga Mu Daratan Wuzhou


__ADS_3

Di saat Li Yuchen bahagia karena telah berhasil bebas dari mata licik Kaisar Su Yongkang yang ingin mengikatnya dengan Putri Su Qingqing tidak menyadari bahwa sesuatu yang besar sedang terjadi di Akademi Yunlong.


Seo Xiqin yang terpaksa menggunakan kekuatan Es-nya secara berlebihan demi melindungi Li Yuchen dan orang-orang yang ada di Akademi Yunlong saat Naga Hitam menyerang tidak menyangka jika akibat yang ditimbulkan akan datang sangat cepat.


“Argh! Kenapa? Kenapa aku bisa merasakan hal ini lagi?” gumam Seo Xiqin dengan suara yang rendah dengan tubuh yang sangat dingin dengan Que (Burung Phoenix) terus berada di sampingnya untuk menghangatkan tubuh Seo Xiqin.


Seo Xiqin yang seharusnya tidak perlu merasakan Hawa Dingin lagi selama tiga tahun dikarenakan Pil yang diberikan oleh Li Yuchen tidak menyangka jika efek Pil tersebut telah menghilang.


Que yang menyadari bahwa Seo Xiqin adalah pemilik tubuh yang spesial tidak menyangka jika telah terjadi hal yang sangat buruk.


“Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Aku sudah mengeluarkan Api Phoenix untuk membuat tubuh Nyonya Bos tetap hangat tapi ternyata hal itu tidak berhasil!” gumam Que dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang kebingungan.


“Bos! Kemana kau? Cepatlah kembali!” ucap Que dengan suara yang penuh harap dengan tatapan mata yang khawatir dan cemas di saat bersamaan.


Di sisi lain, di Daratan Wuzhou tempat tinggal Klan Es telah terjadi sesuatu yang besar dimana Patung Dewi Es tiba-tiba bercahaya dengan sangat terang.


Patung Dewi Es adalah Patung yang ditemukan oleh Leluhur Klan Es di dalam Kutub Gunung Es di bagian terdalam, tergelap dan terdingin.


Patung Dewi Es hanya akan bercahaya saat seorang Keturunan Klan Es dengan kekuatan Es terbesar muncul dan ditakdirkan akan menjadi Kepala Keluarga Klan Es selanjutnya.


Seorang Wanita Muda yang menjadi Kepala Keluarga Mu, Mu Hanyuan, duduk di posisi teratas memanggil semua Tetua dan Senior Klan Es untuk melaksanakan Rapat Darurat.


“Bagaimana bisa Patung Dewi Es bercahaya saat tidak ada yang terjadi pada Anggota Klan Es? Apakah ada Anggota Klan Es lain yang tidak diketahui?” tanya Mu Hanyuan dengan paras yang sangat cantik dengan suara yang tegas dan tatapan mata yang tajam seperti elang.


“Tunggu! Anggota Klan Es yang lain? Bagaimana bisa? Bukankah sudah tidak ada lagi Anggota Klan Es yang meninggalkan Daratan Wuzhou!” ucap seorang Tetua Ang dengan ekspresi wajah yang bingung.


Semua orang yang ada di dalam Ruang Rapat pun mulai berdebat tentang Patung Dewi Es yang bercahaya dan Anak Klan Es yang ada di luar Daratan Wuzhou.


Mu Hanyuan yang tidak tahan dengan suara perdebatan yang tiada akhirnya pun menjadi sangat kesal hingga akhirnya memukul meja Rapat dengan sangat keras lalu meninggalkan Ruang Rapat tersebut

__ADS_1


Mu Hanyuan yang telah menjadi Kepala Keluarga Mu dan memimpin Klan Es selama puluhan tahun sejak kepergian kakaknya, Mu Hanqin, merasakan sedikit perasaan yang janggal di dalam hatinya.


“Panggil dua saudara kembar Dao dan Wu kemari, sekarang!” ucap Mu Hanyuan dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang serius.


Mu Hanyuan yang ingat jika sepuluh tahun yang lalu dirinya pernah mengirim Dao dan Wu untuk ke Daratan Danzong untuk menjemput Mu Hanqin kembali pun merasa sedikit curiga.


“Aku harus memastikan kebenarannya. Apakah benar Kakakku meninggalkan seorang anak di Daratan Rendah itu?” gumam Mu Hanyuan dengan suara yang rendah dengan tatapan mata yang cemas.


“Jika memang benar anak itu ada maka anak itu harus segera dibawa kembali ke Klan Naga. Anak itu tidak akan mungkin bisa mengendalikan Kekuatan Es yang begitu besar tanpa panduan!” ucap Mu Hanyuan dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.


Tak lama setelah pemanggilan itu, Dua Saudara Kembar Dao dan Wu pun datang menemui Mu Hanyuan dengan ekspresi wajah yang penasaran.


“Salam kepada Kepala Keluarga. Ada urusan apa Kepala Keluarga memanggil kami berdua?” tanya Mu Dao dan Mu Wu secara bergantian dengan kepala yang tertunduk dengan ekspresi wajah yang bingung dan sedikit nada penasaran.


Mu Hanyuan yang tidak ingin melihat Mu Dao dan Mu Wu menjadi sangat tegang karena panggilannya pun meminta keduanya untuk duduk lalu memerintahkan pelayan menuangkan teh untuk keduanya dan kemudia memerintahkan semuanya pergi yang hanya menyisahkan ketiganya dalam ruangan itu.


Mu Dao dan Mu Wu yang merasa sangat penasaran dengan perubahan sikap Mu Hanyuan pun menjadi curiga.


“Kepala Keluarga, katakan saja yang sebenarnya, ada apa ini sebenarnya?” tanya Mu Dao dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang curiga.


“Benar. Jika ada yang ingin Kepala Keluarga tanyakan maka lebih baik tanyakanlah sekarang dan jangan jangan seperti ini!” ucap Mu Wu dengan ekspresi wajah yang curiga.


Mu Hanyuan yang sebenarnya ingin bertanya dengan perlahan akhirnya tak punya pilihan lain selain mengatakan yang sebenarnya.


“Baiklah. Aku akan mengatakan yang sebenarnya. Aku memanggil kalian kemari karena ini ada hubungannya dengan Patung Dewi Es yang tiba-tiba bercahaya!” ucap Mu Hanyuan dengan nada suara yang berubah datar dan ekspresi wajah yang serius.


“Apa? Patung Dewi Es bercahaya?” teriak Mu Dao dan Mu Wu secara bersamaan dengan suara yang sangat keras dan lantang serta ekspresi wajah yang terkejut dengan mata yang terbuka lebar.


“Benar. Patung Dewi Es bercahaya tapi tidak ada yang terjadi pada anak-anak Klan Es saat itu dan itu membuat semua Tetua dan Senior Klan Es menjadi ribut!” ucap Mu Hanyuan dengan ekspresi wajah yang perlahan mengendur lalu mengalihkan pandangannya ke arah Mu Dao dan Mu Hao.

__ADS_1


“Aku ingin bertanya. Apakah saat kalian membawa Kakakku, Mu Hanqin kembali ke Daratan Wuzhou ada seorang anak kecil yang ada di dekatnya?” tanya Mu Hanyuan dengan nada suara yang hati-hati dan ekspresi wajah yang penasaran.


Mu Dao dan Mu Wu yang mendengar pertanyaan Mu Hanyuan pun terdiam sesaat dan mencoba mengingat kembali kenangan yang telah lama terlupakan.


“Saat itu, Nona Hanqin keluar sendiri saat kami mencoba membuatnya keluar dari Rumah yang sangat jelek itu dan saat itu saya tidak melihat Nona Hanqin membawa anak!” gumam Mu Wu dengan suara yang rendah tapi masih dapat didengar jelas oleh Mu Hanyuan dengan ekspresi wajah yang santai.


Lalu tiba-tiba Mu Dao yang mengingat sesuatu sesaat dirinya mengangkat Mu Hanqin terbang ke langit dan pergi menjauh dari Kediaman Seo.


“Tunggu! Aku ingat! Ada seorang anak wanita yang tiba-tiba keluar dan mengejar Nona Hanqin saat kami membawanya pergi!” ucap Mu Dao dengan alis yang mengkerut dengan suara yang sedikit tinggi.


“Hmmm, benar! Aku ingat! Anak itu memanggil Nona Hanqin dengan Ibu!” ucap Mu Wu dengan suara yang keras dengan mata yang terbuka lebar dengan ekspresi wajah yang percaya diri.


Mu Hanyuan yang mendengar pernyataan yang telah ditunggu-tunggunya pun langsung berdiri dan memberikan perintah khusus kepada Mu Dao dan Mu Wu.


“Kalian berdua! Kembalilah ke Daratan Danzong dan bawa kembali Putri Kakakku kembali! Aku tidak bisa membiarkannya sendirian dan menderita disana!” ucap Mu Hanyuan dengan nada suara yang tegas dengan ekspresi wajah yang serius.


Mu Dao dan Mu Wu yang telah mengalami kesulitan saat menjemput Mu Hanqin beberapa tahun yang lalu tidak merasakan pengalaman yang sama untuk kedua kalinya.


“Tunggu, Kepala Keluarga! Bagaimana jika Putri Nona Hanqin menolak untuk ikut ke Daratan Wuzhou? Apakah kami diperbolehkan melakukan kekerasan?” tanya Mu Dao dengan ekspresi wajah yang serius.


“Kalian boleh melakukan apapun dan aku sebagai Kepala Keluarga Mu yang akan bertanggung jawab semuanya karena yang terpenting saat ini Penerus Keluarga Mu harus segera kembali ke tempat asalnya!” ucap Mu Hanyuan dengan suara yang tegas dengan tatapan mata yang tajam.


“Serahkan semuanya pada kami, Kepala Keluarga!” teriak Mu Dao dan Mu Wu secara bersamaan dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang percaya diri lalu dengan cepat pergi meninggalkan ruangan yang hanya menyisahkan Mu Hanyuan sendirian.


“Kakak! Meskipun kau telah tiada, jangan khawatir Kak, aku pasti akan melindungi dan menjaga Putrimu. Aku akan menjadikannya Putriku dan membuatnya Kepala Keluarga Mu menggantikan aku!” ucap Mu Hanyuan dalam hati dengan tatapan mata yang pilu dan ekspresi wajah yang sedih mengingat kematian Mu Hanqin beberapa tahun yang lalu.


#Bersambung#


Apakah Saudara Kembar Wu dan Dao akan berhasil membawa Seo Xiqin kembali ke Daratan Wuzhou? Tebak di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2