
Li Yuchen yang telah membuat rencana untuk mengacaukan Istana Kerajaan Hua Ping menggunakan Dua Hewan Suci dan Dua Hewan Raksasa.
Que yang merupakan Burung Phoenix menggunakan Api Phoenix membakar dan menghanguskan Istana Kerajaan dari sisi utara bersama orang-orang dari Rumah Lelang Huang Liyen.
"Kami mengandalkan anda, Burung Phoenix!" ucap Master Dumpoo dengan ekspresi wajah yang serius yang membuat Que yang berwujud Burung Pipit menjadi Burung Phoenix yang sangat besar.
Zuchen yang merupakan Hewan Suci Qilin yang telah bermutasi sehingga Zuchen berkepala Naga dan bertubuh Harimau dengan cakar yang kuat menyerang Istana Kerajaan dari sisi Barat bersama Mu Gecheng yang telah naik tingkat menjadi Level Legenda dengan bantuan Li Yuchen.
"Tuan Zuchen! Mohon kerjasama anda!" ucap Mu Gecheng yang berdiri di samping Zuchen yang berwujud manusia dan dalam hitungan detik berubah menjadi Hewan Suci Qilin.
Shen adalah Hewan Kontrak Ye Zhin yang menghilang setelah Zuchen terluka karena kehabisan waktu untuk bertahan disebkan Ye Zhin yang kehilangan kesadarannya akhirya ikut bergabung menyerang Istana Kerajaan dari sisi Timur bersama Ye Zhin.
"Jangan sampai kita kalah lagi. Hari ini kita harus menang dan membawa Nyonya Bos kembali! Kita hancurkan Istana ini Shen!" teriak Ye Zhin dengan semangat yang membara.
"Ya, Tuan!" teriak Shen yang berwujud ular kecil yang kemudian mengubah wujudnya menjadi Ular Phiton Raksasa yang siap menelan dan membelir musuhnya hingga mati.
Griffin yang berada di Hutan di dekat Gunung Ming Hao pun memutuskan untuk pergi membantu Li Yuchen setelah mengetahui bahwa Tuan Kontrak masa depan anaknya sedang ditawan di Istana Kerajaan.
Griffin yang pergi menemui Li Yuchen bersama Xi Feng dan Neneknya pun menawarkan diri membantu menyelamatkan Seo Xiqin bersama Xi Feng yang ternyata telah mencapai Level Langit tingkat Lima dalam semalam.
Griffin yang menyerang Istana Kerajaan dari sisi Selatan bagian udara bersama Xi Feng menjadi musuh yang tanggung bagi Kesatria Hua Ping.
"Ayo, kita maju, Master Griffin!" teriak Xi Feng dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang fokus ke depan.
Hua Ping yang sedang merespon surat peringatan dan kecaman atas aksinya mengambil Seo Xiqin menjadi sangat terkejut saat seorang Kesatria datang melapor kepadanya.
"Yang Mulia! Gawat! Saat ini Istana Kerajaan sedang di serang musuh bersama Hewan Raksasa dari segala sisi secara brutal!" ucap Kesatria itu dengan suara yang panik dengan ekspresi wajah ketakutan.
__ADS_1
"Apa? Diserang?" teriak Hua Ping yang langsung berdiri sambil memukul meja dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah tak percaya.
Hua Ping yang tak menduga bahwa Istananya yang menurutnya sangat kokoh akan diserang menjadi sangat marah sehingga tanpa pikir panjang berlari keluar menuju Istana Seo Xiqin berada.
"Sial! Apa yang sebenarnya terjadi? Aku tidak bisa diam saja, aku harus melakukan sesuatu!" gumam Hua Ping dengan ekspresi wajah yang marah dengan tangan terkepal erat.
Semakin Hua Ping diam dan tak membantu dan lebih memilih menemui Seo Xiqin suara ledakanp bangunan yang hancur dan teriakan kesakitan Kesatria yang terluka semakin jelas sehingga membuat Hua Ping tak bisa diam saja.
"Aaarrrgghhh! Beraninya kalian mengacaukan Istanaku! Aku akan memenggal kepala kalian semua dan menggantungnya di depan Gerbang Istana Kerajaan!" ucap Hua Ping dengan mata yang melotot tajam.
Hua Ping yang menunjukkan kemampuan dan Kekautannya pun menyerang orang-orang dari Rumah Lelang Huang Liyen yang bergerak menuju Istana Seo Xiqin.
Namun sebelum Hua Ping bisa menyentuh satu dari orang-orang itu Li Yuchen ternyata sudah menghentikannya dengan menyeranh Hua Ping dari belakang.
"Jangan coba-coba mengganggu Penghianat busuk!" teriak Li Yuchen dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang marah sambil melemparkan beberapa jarum perak beracun ke arah Hua Ping.
"Dasar serangga pengganggu! Beraninya kalian membuat kekacauan di Istanaku! Aku tak akan mengampuni kalian!" teriak Hua Ping dengan ekspresi wajah yang kesal karena orang-orang dari Rumah Lelang Huang Liyen telah menghilang dari pandangannya.
"Jenderal Zu Ming! Jangan biarkan orang-orang ini membawa Permaisuriku pergi!" teriak Hua Ping dengan suara yang lantang dengan mata yang terbuka lebar sambil memberikan perintah menuju ke arah perginya orang-orang dari Rumah Lelang Huang Liyen.
Namun sebelum Jenderal Zu Ming ingin melangkah lebih jauh masuk ke dalam Que dan Zuchen telah muncul di hadapan Jenderal Zu Ming dan menghentikannya.
"Permaisurimu? Jangan membuatku tertawa Penghianat busuk! Wanita yang kau sebut Permaisurimu itu adalah Nyonyaku baik di kehidupan ini ataupu kehidupan yang lalu!" teriak Zuchen dengan ekspresi wajah yang marah sambil berteriak dengan sangat keras hingga membuat Jenderal Zu Ming harus menutup telinganya.
"Majulah kalian! Kali ini tak akan aku biarkan siapapun hidup jika berani mengganggu penyelamatan Nyonyaku! Akan aku bakar kalian semua dengan Api Phoenix-ku hingga menjadi abu!" ucap Que dengan suara yang lantang sambil mengeluarkan Api Phoenix yang sangat besar hingga membakar semua bangunan yang ada di sekitarnya dan menyebabkan Kesatria Hua Ping mundur ke belakang.
Hua Ping yang melihat Jenderal Zu Ming tak bisa bergerak melawan kedua Hewan Suci itu pun menjadi sangat kesal.
__ADS_1
"Sial! Dasar orang-orang tak berguna!" ucap Hua Ping dengan ekspresi wajah yang kesal dengan mata yang tajam dan berniat bergerak menyerang Zuchen dan Que untuk membuka jalan Jenderal Zu Ming agar bisa menghentikan orang-orang dari Rumah Lelang Huang Liyen.
"Mau kemana kau? Lawanmu bukan disana tapi disini! Kalahkan aku jika kau bisa!" ucap Li Yuchen dengan nada suara yang menghina dengan ekspresi wajah yang merendahkan dengan senyum kecil di sudut bibirnya.
Hua Ping yang sadar jika dirinya tak akan bisa mempertahankan Seo Xiqin di sisinya sebelum mengalahkan Li Yuchen pun dengan cepat mengeluarkan kekuatannya untuk menghanjar Li Yuchen.
"Kau yang meminta ini maka terimalah! Pukulan Seratus Dewa Kematian!" teriak Hua Ping sambil mengeluarkan energi pukulan yang sangat keras dalam jumlah yang sangat banyak.
Li Yuchen yang berada di tingkatan yang sama dengan Hua Ping pun bergerak menahan serangan Hua Ping dengan Formasi Perlindungan sehingga membuat semua serangan yang dikeluarkan Hua Ping tertahan dan hilang tak berbekas.
"Apa hanya ini yang kau miliki?" sindir Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang merendahkan dengan tatapan mata yang tajam.
Hua Ping yang melihat Li Yuchen dapat dengan mudahnya mengeluarkan Formasi tingkat tinggi pun menyadari bahwa Li Yuchen adalah Suami dari Seo Xiqin.
"Hahaha.... Ternyata kau adalah Pria yang wanitanya telah aku ambil!" ucap Hua Ping dengan senyum yang licik dengan ekspresi wajah yang dingin.
"Kau pasti datang kemari karena ingin menyelamatkannya tapi sayang saat ini dirinya telah menyukai statusnya sebagai Permaisuriku!" ucap Hua Ping dengan ekspresi wajah yang dingin dengan tatapan mata yang tajam.
Li Yuchen yang telah bersama Seo Xiqin dalam waktu yang lama sangat tau jika Seo Xiqin tak akan pernah melakukan semua hal yang dikatakan Hua Ping.
"Benarkah? Tapi kenapa terlihat wajah khawatir dan ketakutan pada wajah itu?" sindir Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dengan tatapan mata yang tajam.
Hua Ping yang mendengar perkataan Li Yuchen menjadi sangat kesal hingga akhirnya meluapkan amarah itu dengan terus menerus menghajar Li Yuchen tapi tak satu pun serangan mengenai tubuh Li Yuchen.
"Aaarrrggghhhh!" teriak Hua Ping dengan ekspresi wajah yang kesal dengan mata yang melotot tajam dengan suara yang sangat keras.
#Bersambung#
__ADS_1
Bagaimana hasil dari serangan empat arah itu? Apakah Seo Xiqin dapat diselamatkan ataukah ada bala bantuan untuk Hua Ping? Tebak jawabannya di BAB selanjutnya ya..