
Li Yuchen yang mendengar ada yang memanggilnya pun menoleh ke belakang tapi tidak berbalik tubuh dengan ekspresi wajah yang bingung.
"Hei! Agh! Iya kamu yang mengalahkan Badak Raksasa!" ucap Ji Shang dengan ekspresi wajah yang bingung dengan telinga yang memerah karena merasa sedikit malu.
"Jika kau mau memberikan Badak Raksasa itu kepadaku, aku akan memberimu Pil Penyembuh tingkat Empat ini kepadamu!" ucap Ji Shang sambil mengeluarkan sebotol Pil dari dalam Tas Penyimpanannya dan mengarahkannya ke arah Li Yuchen.
Li Yuchen yang merasa tidak pantas untuk melayani perkataan Ji Shang pun mengalihkan pandangannya dan berjalan lurus ke depan menuju Reruntuhan bersama Ye Zhin dan Shayuan.
Ji Shang yang diabaikan oleh Li Yuchen merasa sangat malu seolah harga dirinya terinjak-injak. Ji Shang yang tidak terima perlakuan Li Yuchen pun mengeluarkan tombaknya fan berniat menyerang Li Yuchen dari belakang.
Liao Hunyuan yang banya diam sajak awal hingga pertarungan berakhir pun maju ke depan dan merentangkan tangannya menghalangi Ji Shang semakin mempermalukan dirinya.
"Hentikan! Jangan bertindak gegabah ataupun ceroboh! Apakah kau tidak bisa merasakan hal yang aneh pada orang itu!" ucap Liao Hunyuan dengan tatapan mata yang menatap tajam ke arah punggung Li Yuchen.
Liao Fengyu yang mendengar perkataan saudaranya itu pun menjadi bingung terutama dengan sikap Liao Hunyuan yang biasanya cuek kini berubah menjadi tiba-tiba perhatian.
"Apa maksud Kakak? Apa yang kakak pikirkan tentang orang itu?" tanya Liao Fengyu dengan ekspresi wajah yang bingung serta tatapan merendahkan ke arah Li Yuchen dan yang lainnya.
"Orang tersebut tidak menunjukkan kekuatan aslinya. Aku yakin kekuatannya pasti lebih dari ini tapi dia sengaja menutupinya dan tidak menunjukkan semuanya sama seperti kalian yang hanya diam menonton serangan Badak Raksasa!” Sindir Bai Hongyu dengan nada suara yang sinis dan ekspresi wajah yang dingin.
“Yang dikatakan oleh Nona Bai sangat benar. Meskipun ini adalah Daratan Rendah tapi tidak berarti semua orang yang ada di sini adalah orang yang lemah!” ucap Liao Hunyuan dengan ekspresi wajah yang serius.
Setelah mendengar pernjelasan dari Liao Hunyuan dan Bai Hongyu, tiga anggota lainnya pun saling berpandangan dan menganggukkan kepala seolah mencapai kesepakatan tanpa berbicara.
Li Yuchen dan kelompoknya yang masuk terlebih dahulu ke dalam Reruntuhan Kuno lalu diikuti oleh Nanggong Ruan dan kelompoknya pun melihat sebuah lorong gelap tanpa pencahayaan sama sekali.
Ye Zhin yang sudah mengantisipasi hal itu telah membawa alat pencerahan di dalam tas penyimpanannya dan mengeluarkannya untuk menerangi jalan ketiganya.
“Bagaimana aku hebat bukan?” tanya Ye Zhin dengan nada suara yang sedikit tinggi dengan sikap yang sombong sambil membusungkan dadanya.
“Senior Ye, memang yang terbaik!” ucap Shanyuan yang memberi pujian dengan senyum yang tulus lalu berjalan di samping Ye Zhin dengan Li Yuchen memimpin jalan sambil memegang penerangan.
Di saat ketiganya berjalan ke depan tiba-tiba sebuah cahaya yang sangat terang terlihat di depan ketiganya dengan cepat ketiganya pun berlari menuju ke sumber cahaya.
__ADS_1
Lalu saat Li Yuchen dan yang lainnya melewati cahaya tersebut sebuah hamparan tumbuhan hijau terlihat sangat menyegarkan.
“I-ini... apakah kita masih ada di dalam Reruntuhan Kuno? Kenapa kita seperti berada di padang rumput yang hijau?” tanya Shanyuan dengan ekspresi wajah yang bingung dengan nada suara yang penasaran.
Sebelum Li Yuchen mengatakan sesuatu, Liao Hunyuan yang juga telah sampai di tempat itu memberikan penjelasan yang mengagetkan semuanya.
“Ini masih di dalam Reruntuhan Kuno tapi tempat yang kita pijaki saat ini sepertinya Dimensi lain yang dibuat oleh Seorang Master Formasi tingkat Enam!” ucap Liao Hunyuan dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata yang tajam.
Chen Zishan dan Zhou Hei yang berada satu Kelompok dengan Nanggong Ruan yang tidak bisa mempercayai perkataan orang-orang dari Daratan Yunzan pun menatap Li Yuchen seolah menunggu penjelasan.
“Tidak! Ini bukanlah Ruang Dimensi yang dibuat oleh Master Formasi tingkat Enam tapi Master Formasi tingkat Tujuh!” ucap Li Yuchen dengan ekpsresi wajah yang serius.
“Dan sepertinya Formasi ini telah aktif sejak kaki kita semua memasuki Makam Kuno dan satu-satunya cara untuk bisa keluar dari sini adalah dengan mendapatkan Warisan yang ada di dalam Reruntuhan Kuno ini!” ucap Li Yuchen lagi dengan nada suara yang tegas.
Shanyuan yang baru pertama kali mengalami hal ini pun menjadi sangat terkejut dan memasang ekspresi wajah takut.
“Jangan takut. Tidak akan terjadi apapun. Bos pasti akan melindungi kita!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang penuh keyakinan sambil menepuk pundak Shanyuan sambil tersenyum dengan lebar.
Shanyuan yang mendengar perkataan Ye Zhi pun menganggukkan kepala tanda mengerti dan dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya menjadi optimis.
Lalu saat semuanya berjalan maju untuk menjelajahi tempat tersebut beberapa kadal raksasa keluar dari rumput yang tinggi dan menyerang semua orang yang ada di sana.
Orang-orang Daratan Yunzan yang mencoba melarikan diri dengan naik ke atas tapi ternyata tidak bisa melakukan hal itu lagi karena udara telah tercemar dengan racun.
“Sial! Tidak punya pilihan lain. Kita harus bisa mengalahkan kadal-kadal ini!” gumam He Qingyu dengan ekspresi wajah yang kesal.
Nanggong Ruan dan kelompoknya yang melihat wajah kesal di wajah tiga orang dari Daratan Yunzan pun menjadi sangat senang.
“Lihatlah mereka! Sepertinya orang-orang ini tidak bisa bersembunyi lagi seperti pengecut!” sindir Chen Zishan dengan nada suara yang sarkastik dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Benar sekali! Sekarang kita bisa lihat sehebat apa orang-orang yang berasal dari Daratan Yunzan itu!” ucap Zhou Hei dengan tatapan mata yang merendahkan.
“Kita lihat saja apa yang bisa mereka lakukan!” ucap Nanggong Ruan dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
Kadal-kadal yang telah lama terkurung di dalam Reruntuhan Kuno selama puluhan atau ratusan tahun ternyata telah sangat lama tidak makan sehingga menjadi sangat agresif saat melihat adanya manusia.
“Shanyuan mundur! Serahkan ini padaku dan Ye Zhin! Kau jangan menyerang mereka secara langsung!” ucap Li Yuchen dengan suara yang lantang yang memberikan perintah kepada Shanyuan.
Shanyuan yang menyadari kemampuannya pun mundur dengan cepat tapi seorang kadal yang menyadari pergerakan Shanyuan ternyata mengikutinya dan maju menyerang Shanyuan.
Shanyuan yang kurang pengalaman dalam bertarung hanya bisa menggunakan racun miliknya untuk melindungi diri tapi ternyata sesuatu terjadi.
“Ba-bagaimana ini? Ke-kenapa kadal-kadal ini tidak terpengaruh dengan racunku?” tanya Shnayuan dengan ekspresi wajah terkejut dengan mata yang terbuka lebar.
Li Yuchen yang melihat Shanyuan dalam bahaya pun langsung membantu Shanyuan untuk membunuh kadal tersebut dan saat kadal tersebut mati kabut asap beracun keluar.
“Mundur! Kabut Asap ini beracun!” teriak Li Yuchen dengan suara yang lantang dan keras dengan cepat menarik tubuh Shanyuan mundur ke belakang.
Semua orang yang juga mengalami hal yang sama pun mundur jauh ke belakang hingga ke pohon yang sangat besar dan satu-satunya di dalam Rerumputan Hijau tersebut.
Ye Zhin yang melihat sebuah Pohon yang sangat besar dan rindang di antara yang yang lain pun menjadi penasaran dan berniat untuk menyentuhnya tapi dihentikan oleh Li Yuchen.
“Jangan sentuh pohon ini! Pohon ini beracun. Dari akar hingga ujung daunnya mengandung racun yang sangat kuat!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas.
“Apa? Bagaimana mungkin, Tuan Muda? Aku tidak pernah mendengar atau membaca Pohon yang seperti itu!” ucap Shanyuan dengan ekspresi wajah yang penasaran.
“Itu semua karena Jenis Pohon ini telah menghilang sejak ribuan tahun lalu makanya tidak ada catatan tentangnya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
Bai Hongyu yang mendengar perkataan Li Yuchen pun menjadi sangat kagum dengan kecerdasan dan kekuatan Li Yuchen.
“Tenyata Daratan Danzong ini masih memiliki orang yang kuat, cerdas dan berwawasan luas!” puji Bai Hongyu dengan senyum yang misterius dengan tatapan mata menyelidik.
Ji Shang yang memiliki perasaan kepada Bai Hongyu pun menjadi sangat kesal mendengarnya karena selama ini Bai Hongyu terkenal sebagai Putri Es karena sangat dingin kepada semua orang.
“Sial! Apa bagusnya orang dari Daratan Rendah itu? Itu hanya pengetahuan biasa yang pastinya ada di Daratan Yunzan!” sindir Ji Shang dengan suara yang sedikit tinggi dengan tatapan mata merendahkan ke arah Li Yuchen.
#Bersambung#
__ADS_1
Wah, Ji Shang mencari masalah dengan MC. Apakah Ji Shang harus diberi pelajaran? Pelajaran apa yang bagus didapatkan oleh Ji Shang? Jawab di kolom komentar ya!