
Li Yuchen yang meninggalkan Kamar Pengantin pun menemui tamu yang datang lalu menemani mereka minum hingga malam tiba.
Li Yuchen yang melihat Ye Zhin berdiri sendirian di atas pohon sambil menatap bulan pun merasa sedih.
"Jika kau merindukan Putri Su Qinqing dan ingin kembali ke Daratan Danzong maka aku akan membatumu!" ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah dan nada suara yang serius.
"Tidak, Bos! Aku tidak ingin kembali. Aku telah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan kembali setelah menjadi kuat dan menikah Putri Su Qingqing dengan percaya diri!" ucap Ye Zhin dengan tekad yang kuat.
"Aku menatap bulan bukan karena aku merindukan seseorang ataupun merindukan Daratan Danzong! Aku hanya merasa jika malam ini terlalu tenang dan damai seolah hal besar akan segera terjadi!" ucap Ye Zhin dengan perasaan yang tidak tenang.
"Apa yang kau pikirkan? Tidak akan ada hal buruk yang terjadi. Semuanya akan baik-baik saja!" ucap Li Yuchen dengan senyum menenangkan sambil menepuk pelan bahu Ye Zhin.
"Aku harap begitu. Semoga ini hanya perasaan aneh yang tak beralasan!" ucap Ye Zhin yang telah tenang dengan senyum kecil di sudut bibirnya.
Ye Zhin yang melukukan tugas penting saat Li Yuchen melamar dan mempersiapkan pernikahannya denga Seo Xiqin pun menyerahkan sebuah gulungan kepada Li Yuchen.
"Bos, ini adalah informasi mengenai Jurang Kematian yang kau katakan itu. Ada satu informasi yang mengejutkan karena ada yang mengatakan bahwa Jurang itu juga dkatakan sebagai Jurang Reinkarnasi!" ucap Ye Zhin yang membuat Li Yuchen membelalakkan kedua bola matanya karena terkejut.
"Semu orang mengatakan bahwa tidak akan ada seorangpun yang akan selamat setelah jatuh ke Jurang tersebut tapi kenyataannya ada seorang wanita yang ditemukan di ujung aliran sungai dari Jurang itu tapi wanita itu kehilangan ingatannya!" ucap Ye Zhin yang tiada hentinya membuat Li Yuchen terkejut.
Li Yuchen yang memiliki pikiran bahwa wanita itu bisa saja adalah Mu Hanqin membuat Li Yuchen memutuskan untuk mencari kebenaran informasi yang diberikan Ye Zhin.
Setelah berpamitan dengan Ye Zhin, Li Yuchen yang sudah sangat tidak sabar bertemu Seo Xiqin pun menghabiskan malam bersama sambil berpelukan.
"Chen gege, maaf!" ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bersalah sambil menundukkan kepalanya.
"Tak perlu mengatakan apapun. Chen gege mengerti dan Chen gege pun tak ingin hal buruk terjadi padanya!" ucap Li Yuchen dengan senyum lembut sambil mengelus perut Seo Xiqin dengan ekspresi wajah bahagia.
Keesokan paginya, Li Yuchen yang telah membuat keputusan untuk membantu Seo Xiqin mencari tau tentang ibunya pun memberi tau Seo Xiqin.
"Qier! Chen gege tau alasan Qier tidak bisa ikut Chen gege kembali karena ingin mencari keberadaan Ibumu yang hilang di Jurang itu!" ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang penuh perhatian.
__ADS_1
"Izinkan Chen gege pergi untuk mencarinya karena Chen gege tidak bisa membiarkan Qier pergi dalam kondisi seperti ini!" ucap Li Yuchen sambil memegang perut Seo Xiqin yang masih belum terlihat membesar.
Seo Xiqin yang mendengar perkataan Li Yuchen pun terdiam. Meskipun Seo Xiqin ingin sekali pergi mencari keberadaan Mu Hanqin menjadi tidak berdaya dengan kondisinya saat ini.
"Qier mengerti. Qier berharap semoga Chen gege berhasil dalam perjalanan nanti!" ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang sedih.
Li Yuchen yang sangat senang karena Seo Xiqin setuju dengan usulannya pun tersenyum lebar.
Keduanya yang memiliki satu kewajiban lagi setelah pernikahan dilaksanakan pun datang menemui Mu Hunyuan yang telah menggantikan posisi orangtua Seo Xiqin dan memberi hormat.
Tetua Xu dan Tetua Lei yang tidak ingin ketinggalan akan tradisi itu pun ikut datang dan menagih janji Li Yuchen.
"Kalian telah menikah secara resmi. Apakah sekarang kau ingin menarik ludahmu lagi?" tanya Tetua Lei dengan ekspresi wajah yang dingin dengan tatapan mata yang merendahkan.
"Apa maksud Tetua Lei mengatakan hal itu? Aku tidak pernah mengambil yang telah aku berikan. Semuanya telah ada di tangan Kepala Keluarga dan Tetua Lei bisa menanyakannya langsung padanya!" ucap Li Yuchen dengan senyum percaya diri.
Li Yuchen yang telah berencana membawa Seo Xiqin pergi meninggalkan Kediaman Mu menuju Kediaman yang telah disiapkannya sebelumnya ternyata telah berbicara empat mata kepada Mu Hunyuan sebelum menemui Seo Xiqin di Kamar Pengantin..
Mu Hunyuan yang tergoda dengan semua Harta itu pun menatap Hadiah tersebut satu per satu dengan tatapan mata yang mengagumi.
"Kepala Keluarga! Tujuan kedatangan kemari tidak hanya ingin menyerahkan ini tapi aku juga ingin meminta izin untuk membawa Seo Xiqin pergi dari sini!" ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam.
"Apakah kau ingin membawa Xiqin kembali ke Daratan Danzong?" tanya Mu Hunyuan dengan tatapan mata yang curiga yang secara tiba-tiba menghentikan pandangannya ke arah semua hadiah yang ada di depan matanya.
"Sebenarnya aku sangat ingin melakukan itu tapi sayangnya aku tidak bisa melakukan hal itu karena aku masih memiliki beberapa urusan yang harus diselesaikan disini terutama mengenai hilangnya mertuaku di Jurang!" ucap Li Yuchen dengan kata sindiran yang pedas dengan tatapan mata yang tajam.
"Baiklah. Aku mengerti. Aku hanya berharap agar kau bisa menjaga Xiqinku dengan baik dan memberikannya kebahagiaan!" ucap Mu Hunyuan sambil menarik nafas yang panjang dengan ekspresi wajah yang pasrah.
Li Yuchen dan Seo Xiqin yang telah berkemas bergegas pergi menuju Kediaman yang telah diminta Li Yuchen untuk carikan kepada Master Dumpoo.
Li Yuchen yang mengajak Seo Xiqin berkeliling pun menunjukkan beberapa tempat terbaik yang ada di Kediaman tersebut membuat Seo Xiqin merasa terkagum-kagum.
__ADS_1
"Wah! Tempat ini sangat indah, besar dan luas bahkan mungkin lebih luas dari Kediaman Keluarga Mu!" ucap Anping dengan mata yang terbuka lebar denga ekspresi wajah yang kagum.
"Hmmm, sepertinya seperti itu Anping!" ucap Seo Xiqn yang membenarkan perkataan Anping mengenai Kediaman yang akan ditempatinya itu.
Seo Xiqin yang merasa lelah setelah berkeliling pun beristirahat di dalam kamar lalu tiba-tiba Li Yuchen menunjukkan sesuatu kepada Seo Xiqin.
"Qier, apakah kau ingat dengan kucing ini?" tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil menunjukkan keberadaan Zuchen kepada Seo Xiqin yang langsung menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Ini adalah Zuchen. Zuchen bukanlah hewan biasa tapi dia adalah Hewan Suci Qilin!" ucap Li Yuchen yang dengan cepat memberikan kode kepada Zuchen untuk menunjukkan wujudnya kepada Seo Xiqin.
"Qi-Qilin? Bukankah Hewan Suci Qilin telah tidak ada lagi?" tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.
"Yang Qier katakan tidaklah salah karena Zuchen adalah spesies terakhir!" ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang sedih sambil menggenggam tangannya dengan erat seolah menahan emosinya.
Li Yuchen yang tak ingin Seo Xiqin menyadari ada yang salah pada dirinya dengan cepat mengalihkan pembicaraan.
"Zuchen akan tinggal disini bersamamu dan juga Que! Keduanya akan selalu ada di sisimu untuk melindungimu!" ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius.
"A-apa? Lalu bagaimana dengan Chen gege? Que sudah cukup untuk melindungiku!" ucap Seo Xiqin yang tak ingin Li Yuchen kekurangan orang yang akan melindunginya.
Li Yuchen yang teringat perkataan Ye Zhin semalam merasa hatinya sangat tidak tenang sehingga tidak punya pilihan lain memberikan Zuchen dan Que untuk berada di sisi Seo Xiqin.
"Jangan khawatir. Chen gege pasti akan baik-baik saja. Qier yang harus pergi jauh akan merasa tenang saat keduanya bersama Qier!" ucap Li Yuchen dengan senyum yang menenangkan.
Seo Xiqin yang tidak ingin membuat Li Yuchen yang pergi mencari Ibunya khawatir pun menyetujui perkataan Li Yuchen.
Li Yuchen yang tak ingin membuang waktunya pun meninggalkan Kediaman itu tepat setelah persiapannya selesai.
Di tempat yang berbeda, Istana Kekaisaran yang akan kedatangan Selir Kekaisaran Kehormatan ternyata menjadi sangat hidup namun saat Hua Ping datang melihat Pengantinnya suasana Istana Kekaisaran yang awalnya bahagia berubah drastis menjadi menakutkan.
#Bersambung#
__ADS_1
Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Hua Ping mengubah suasana Istana Kekaisaran menjadi menakutkan? Bagaimana nasib Mu Shushu yang datang ke Istana? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...