
Seo Xiqin yang merasa kebingungan tiba-tiba melihat Burung Phoenix yang bersembunyi di balik lengan pakaiannya keluar.
“Nyonya Bos, apa yang kau pikirkan?” tanya Burung Phoenix dengan nada suara yang ceria sambil terbang kesana kemari di hadapan Seo Xiqin.
“Aku tidak memikirkan apapun!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang lembut dengan ekspresi wajah yang bahagia.
“Nyonya Bos tidak boleh berbohong karena aku bisa merasakannya!” ucap Burung Phoenix yang dengan cepat bergerak maju ke hapadan Seo Xiqin.
Seo Xiqin yang baru mengetahui pun menghela nafas panjang yang membuat Burung Phoenix turun ke atas pangkuan Seo Xiqin dan menyenderkan kepalanya ke perut Seo Xiqin.
Burung Phoenix yang menyadari ada kehidupan lain yang ada di dalam tubuh Seo Xiqin pun terbang kembali.
“Bos kecil! Bos kecil! Bos kecil!” teriak Burung beberapa kali dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang sangat antusias.
Seo Xiqin yang menyadari maksud perkataan Burung Phoenix pun mengambil tubuh Burung Phoenix dan meminta penjelasan darinya.
“Apa maksud perkataanmu, Que?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung dan terkejut di saat bersamaan.
“Apakah Nyonya Bos tidak menyadari bahwa ada Bos kecil di dalam tubuhmu!” ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang terdengar bingung.
Seo Xiqin yang sudah merasakan hal aneh pada tubuhnya sendiri pun menjadi sangat terkejut sekaligus bahagia saat mendengar kata-kata Burung Phoenix.
“Aku hamil! Aku sedang mengandung anak Chen gege!” ucap Seo Xiqin dalam hati sambil tersenyum dengan lembut sambil menyentuh perutnya dengan sangat hati-hati.
“Tunggu! Aku tidak bisa percaya hanya dari ucapan Burung Phoenix ataupun perkiraanku saja. Aku harus keluar dari Kediaman ini dan mencari Tabib untuk memeriksakan kondisiku! Aku harus mendengar sendiri dari Tabib mengenai kondisi tubuhku!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan tatapan mata yang tajam dengan tekad yang kuat terlihat di wajahnya.
Seo Xiqin yang telah memutuskan untuk menjaga tubuhnya dengan baik hingga dirinya berhasil mendapatkan kepastian dari Tabib pun melihat Burung Phoenix yang terbang bebas di dalam kamarnya dengan sangat riang.
“Que, kemarilah!” panggil Seo Xiqin dengan nada suara yang lembut sambil meregangkan tangannya meminta Burung Phoenix mendarat di tangannya.
“Que, aku adalah Hewan Kontrak yang sangat berharga milik Chen gege yang diserahkan padaku! Aku tidak bisa melihatmu dalam bahaya!” ucap Seo Xiqin dengan suara yang rendah dan lembut.
__ADS_1
“Que, Kau tidak bisa menunjukkan wujud aslimu disini karena aku sendiri tidak bisa melindungimu. Kau harus menyembunyikannya!” ucap Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang sedih.
“Jangan khawatir, Nyonya Bos! Aku akan melakukan seperti yang Nyonya Bos katakan! Aku akan mengubah wujudku menjadi Burung Pipi kembali dan tidak akan mengatakan apapun selama disini!” ucap Burung Phoenix dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
“Simpanlah Bulu Burung Phoenixku baik-baik, Nyonya Bos!” ucap Burung Phoenix setelah melepaskan satu buah bulunya yang berwarna merah.
“Asalkan Nyonya memiliki Buluku, Nyonya Bos bisa bicara denganku dengan telepati dan bisa memintaku datang kapanpun hanya dengan memanggil namaku sebanyak tiga kali!” ucap Burung Phoenix dengan suara yang tegas.
Seo Xiqin yang menyadari jika dirinya berada di tempat yang asing dan tak bisa mempercayai orang-orang yang memisahkannya dari Li Yuchen dan Ibunya pun memutuskan untuk mengambil Bulu yang diberikan Burung Phoenix kepadanya.
Burung Phoenix yang melihat Seo Xiqin telah menyimpan Bulunya pun dengan cepat mengubah wujudnya menjadi Burung Pipit dan bersikap layaknya Burung Pipit.
Seo Xiqin yang duduk di depan jendela pun melihat awan biru yang sangat cerah di atas langit pun mengingat beberapa momen bahagia saat dirinya bersama Li Yuchen.
“Chen gege!” gumam Seo Xiqin dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata kerinduan terpancar di kedua bola matanya.
“Aku senang karena Que datang kemari bersamaku. Meskipun aku dan Chen gege terpisah jarak yang jauh. Aku masih bisa merasakan kehangatan yang tulus dari Chen gege!” ucap Seo Xiqin dalam hati sambil tersenyum bahagia sambil menyimpan Bulu Burung Phoenix itu ke dalam cincin pemberian Ibunya.
“Hmmm, aku telah ada di sini. aku harus mencari keberadaan Ibu dan memastikan kondisinya. Aku harus mengetahui kenapa Ibu meninggalkanku saat itu!” ucap Seo Xiqin dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.
Sementara itu, Li Yuchen yang berencana kembali ke kamarnya pun memikirkan isi pembicaraannya dengan Ketua Lu Changlin.
“Jika yang dikatakan Ketua Lu benar, maka hanya dengan perintah dari Kaisar Su Yongkang aku bisa mengikuti Perlombaan itu dan pergi ke Daratan Yunzan!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang serius.
“Aku harus pergi ke Istana di Kota Kekaisaran dan menemui Kaisar serakah itu! Ini sungguh menyebalkan tapi aku tidak bisa berbuat banyak!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kesal sambil mengacak rambutnya yang rapi.
“Tapi sebelum itu, aku harus bertemu dengan Sui’er dan Luo’er, aku harus mengetahui latar belakang Qier sebenarnya barulah aku bisa mengetahui langkah yang harus aku buat selanjutnya!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang tajam dengan tekad yang kuat.
Li Yuchen yang baru saja kembali ke Ruangannya tiba-tiba mendengar suara pintu yang diketuk sangat kuat dari luar.
“Bos! Bos! Apa kau sudah kembali? Bos, buka pintunya! Izinkan aku masuk, Bos!” teriak Ye Zhin dengan sangat keras dengan nada suara yang terdengar terburu-buru.
__ADS_1
Li Yuchen yang hanya ingin diam saja dan mencoba mengabaikan Ye Zhin berharap Ye Zhin akan menyerah setelah diabaikan tapi ternyata Ye Zhin terus berteriak hingga membuat Li Yuchen merasa terganggu.
“Ada apa? Apa kau tidak bisa tenang?” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang kesal dengan tatapan mata yang malas.
“Itu salah Bos sendiri kenapa Bos tidak menjawab saat aku memanggil padahal Bos ada di dalam!” ucap Ye Zhin dengan tangan terlipat di dadanya.
Li Yuchen merasa berdebat dengan Ye Zhin adalah hal yang sangat melelahkan pun menepuk dahinya dengan sangat keras dan meminta penjelasan alasan kedatangan Ye Zhin menemuinya.
“Hentikan pembicaraan ini! Sekarang katakan padaku, apa yang membuatmu datang menemuiku sekarang?” tanya Li yuchen dengan ekspresi wajah yang malas dengan tatapan mata yang elang.
Ye Zhin yang mendengar pertanyaan Li Yuchen pun berdiri dengan tegap dan mengubah ekspresi wajahnya dengan serius lalu menatap Li Yuchen dengan tajam.
“Bawa aku bersamamu, Bos! Izinkan aku mengikuti Perlombaan Persahabatan di Daratan Yunzan!” ucap Ye Zhin dengan nada suara yang tegas.
“Kekuatanmu tidak cukup untuk pergi bersamaku!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mta yang tajam .
“Aku sangat mengetahui hal itu dan aku pasti akan berlatih keras lalu meningkatkan kekuatanku karena itu izinkan aku ikut bersamamu, Bos! Aku tidak akan menghalangimu ataupun menjadi bebanmu! Aku akan berusaha keras dan menjadi orang yang bisa kau andalkan, Bos!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang sungguh-sungguh.
Li Yuchen yang melihat ketulusan di mata Ye Zhin mengingatkannya akan persahabatannya di masa lalu yang hancur karena keserakahan.
“Hua Ping! Andai kau tidak terbutakan akan keserakahan dan kecemburuan. Sekarang kita tidak perlu menjadi musuh!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan ekspresi wajah yang sedikit sedih.
“Aku mengerti. Aku akan memberikanmu kesempatan. Kau akan ikut denganku ke Daratan Yunzan tapi sebagai Anggota Cadangan. Apa kau setuju?” tanya Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam.
“Aku akan bekerja keras, Bos! Terima kasih untuk kesempatannya!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang sangat lebar.
Ye Zhin yang telah mendapatkan yang diinginkannya pun kembali ke kamarnya dan mengirimkan surat tentang rencana kepergiannya kepada Putri Su Qingqing.
#Bersambung#
Apakah Seo Xiqin akan bertemu dengan Ibunya? Apakah Ibu Seo Xiqin benar-benar telah meninggal? Apakah informasi yang didapatkan oleh Li Yuchen dari Sui’er dan Luo’er? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..
__ADS_1