
Li Yuchen yang tidak bisa membiarkan Luenli sendirian tanpa ada perlindungan pun meminta tolong kepada Yan Zhugo dan Ji Zheifeng untuk membantunya.
“Maafkan aku yang telah memanggil kalian berdua secara mendadak. Tujuanku memanggil kalian karena aku ingin kalian menjadi Guru dan juga Penasehat untuk Putra Mahkota Qi Luenli!” ucap Li Yuchen dengan nada suara yang tegas dan ekspresi wajah yang serius.
“Jika Tuan Muda Li yang mengatakannya maka aku akan bersedia mekukannya dengan senang hati!” ucap Yan Zhugo dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lembut.
“Maafkan aku, Tuan Muda Li tapi apakah ada alasan khusus bagi anda untuk memintaku melakukan ini karena untuk menjadi Penasehat dari Putra Mahkota yang akan menjadi Kaisar di masa depan adalah sebuah kehormatan bagi Keluarga Ji!” ucap Ji Zheifeng dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang penasaran.
“Aku tau jika ini terdengar sangat aneh tapi aku melihat Tuan Muda Ji adalah orang yang sangat cocok untuk ini mengingat ketelitian dan kedisiplinan yang dimiliki Tuan Muda Ji!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan senyum yang lembut.
“Sejujurnya aku tidak ingin Keluarga Liao mendapatkan kesempatan ini dan karena itula aku ingin Tuan Muda Ji yang mendapatkan posisi ini!” ucap Li Yuchen dengan tatapan mata yang tajam.
Mendengar perkataan Li Yuchen, Ji Zheifeng pun mengerti dan mengingat tentang hubungan buruk yang dimiliki Li Yuchen dengan Keluarga Liao terutama kepada Liao Hunyuan.
“Jika seperti itu maka aku bersedia. Aku akan melakukannya. Terima kasih untuk kepercayaannya, Tuan Muda Li!” ucap Ji Zheifeng dengan ekspresi wajah yang bahagia dan senyum yang lebar.
Beberapa hari berlalu, Li Yuchen yang telah berhasil menjadikan Yan Zhugo dan Ji Zheifeng sebagai orang kepercayaan Luenli pun memutuskan untuk segera fokus pada Lomba Judi Batu yang akan diadakan satu minggu lagi di Kota Wang.
“Bos, apakah kau akan pergi ke Kota Wang sendirian? Aku mohon Bos bawalah aku bersamamu! Aku tidak ingin kembali ke Daratan Danzong sendirian!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang serius dengan tekad yang sangat kuat.
“Apakah kau tidak merindukan Putri Su Qingqing jika kau pergi terlalu lama?” sindir Li Yuchen dengan senyum yang misterius.
“A-aku merindukannya tapi aku tidak bisa meninggalkanmu sendirian Bos. Kau adalah orang yang terus bersamaku dalam keadaan susah bagaimana mungkin aku bisa meninggalkanmu sendirian sementara aku bahagia bersama dengan Putri Su Qingqing?” ucap Ye Zhin dengan nada suara yang tegas.
“Aku mengerti. Kalau begitu, kau harus mengatakan itu kepada Master Qiang dan yang lainnya!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang pasrah karena tidak bisa menolak keinginan Ye Zhin yang tulus.
Ye Zhin yang telah membuat keputusan pun akhirnya membiarkan ketiga Anggota Timnya yang lain bersama Master Qiang kembali ke Daratan Danzong dan menitipkan sesuatu untuk Putri Su Qingqing.
__ADS_1
“Master Qiang, tolong sampaikan suratku ini kepada Putri Su Qingqing dan berikan juga ini kepadanya!” ucap Ye Zhin sambil menyerahkan sebuah kotak yang telah terikat Formasi yang hanya orang yang diinginkan bisa membukanya.
Setelah kepergian semua orang dan semua hal telah diselesaikan dengan sangat baik, Li Yuchen dan Ye Zhin yang akan segera pergi ke Kota Wang segera berpamitan dengan Yan Zhugo dan yang lainnya.
“Tuan Muda Li, aku tidak bisa pergi bersamamu untuk mewakili Rumah Judi Yan dalam Perlombaan Judi Batu tapi aku harap kau akan sampai dengan selamat dan tidak akan mendapatkan masalah apapun nantinya!” ucap Yan Zhugo yang dengan tulus mendoakan Li Yuchen.
“Jangan khawatir. tidak akan terjadi apapun. Aku tidak akan pergi sendiri. Aku pergi bersama dengan Ye Zhin.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang datar.
“Master, kau pasti akan menang karena aku yakin itu!” ucap Luenli dengan semangat yang membara dengan senyum yang lebar.
“Tentu saja. Belajar dan berlatihlah yang rajin! Aku ingin melihat perkembanganmu saat kita bertemu kembali! Jangan lupa pelajari Jurus yang aku berikan kepadamu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas.
“Pasti, master! Aku pasti akan menjadi lebih kuat dan menjadi Kaisar yang hebat nantinya!” ucap Luenli dengan ekspresi wajah yang percaya diri dan tekad yang kuat terlihat dengan jelas di sorot matanya.
“Baiklah. Aku pergi sekarang!” ucap Li Yuchen yang dengan cepat pergi meninggalkan tempat tersebut bersama Ye Zhin.
“Kita akan menginap disini! Aku rasa tempat ini cukup baik!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang puas melihat kamar yang akan ditempatinya bersama Ye Zhin.
Di saat keduanya telah mendapatkan tempat untuk beristirahat setelah bermalam di hutan selama berhari-hari tiba-tiba perasaan penasaran Li Yuchen bergejolak.
“Ye Zhin, aku akan pergi keluar untuk melihat-lihat. Apakah kau ingin ikut denganku?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar.
“Tidak! Aku sangat lelah, Bo. Aku ingin berbaring di tempat tidur seharian dan tidak ingin beranjak dari sini hingga besok pagi!” ucap Ye Zhin dengan ekspresi wajah yang malas sambil berbaring dengan santai di tempat tidur.
Li Yuchen yang berjalan-jalan di Kota Wang yang sangat ramai akhirnya melihat sebuah bangunan yang sangat besar dan sangat dipadati pengunjung.
“Apakah ini sebuah Restoran? Kenapa Restoran ini sangat ramai?” tanya Li Yuchen dengan suara yang rendah dengan alis yang mengkerut bingung.
__ADS_1
“Selamat datang, Tuan. Apakah anda pendatang baru?” tanya seorang Pelayan wanita yang menghampiri Li Yuchen dengan nada suara yang ramah dan senyum yang lembut.
“Benar dan aku ingin memesan makanan, apakah masih ada tempat yang kosong?” tanya Li Yuchen tanpa basa-basi dengan ekspresi wajah yang datar.
“Tentu saja ada. Silahkan ikuti saya!” ucap Pelayan tersebut dengan sangat sopan sehingga membuat Li Yuchen merasa nyaman.
“Tuan, apakah anda datang hanya ingin makan karena saat ini Restoran akan mengadakan Pertunjukan Musik jadi jika anda ingin menontonnya silahkan naik ke lantai dua atau tiga untuk tempat menonton yang bagus!” ucap Pelayan wanita itu dengan sangat sopan.
“Hmmm, kalau begitu aku ambil tempat di lantai dua dengan tempat yang bagus. Berapapun harganya tidak akan menjadi masalah.” Ucap Li Yuchen sambil mengeluarkan tiga buah tael emas dari dalam kantongnya dan menyerahkannya kepada Pelayan Wanita yang memandunya.
Pelayan Wanita itu menjadi sangat senang setelah mendapatkan bonus dari Li Yuchen dan dengan cepat meletakkan Li Yuchen di tempat yang sangat bagus.
“Aku tidak tau apapun tentang Kota Wang karena aku adalah orang baru jadi aku menyerahkan semuanya padamu. Tolong bawakan semua makanan terbaik di Restoran ini!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang ramah.
“Kalau begitu silahkan tunggu. Makanan akan segera disiapkan, Tuan!” ucap Pelayan tersebut dengan senyum yang lebar di wajahnya sambil bergerak dengan cepat meminta koki membuat makanan yang diinginkan Li Yuchen.
Di saat makanan sedang disiapkan tiba-tiba Li Yuchen mendengar suara petikan lagu dari senar Zitter yang dengan cepat mengalihkan mata Li Yuchen.
“Selir Yuwen!” ucap Li Yuchen dalam hati dengan mata yang terbuka lebar dengan alis yang mengkerut dengan ekspresi wajah yang tidak percaya.
Pelayan Wanita yang datang membawakan makanan tidak sengaja melihat Li Yuchen memandang orang yang sedang bermain Zitter tanpa berkedip pun memberikan informasi yang membuat Li Yuchen menjadi semakin penasaran.
“Agh! Tuan, apakah kau penasaran dengan wanita itu? Dia adalah Pemusik dan Penari terbaik kami di Restoran ini. Nona itu datang kemari beberapa tahun yang lalu meskipun Pemilik Restoran tidak tau asal usulnya dan Nona itu datang dengan tubuh yang penuh luka Pemilik Restoran tetap membantunya dan menyelamatkannya!” ucap Pelayan wanita itu dengan ekspresi wajah yang santai.
“Datang beberapa tahun yang lalu? Tubuh yang terluka? Apa yang terjadi?” tanya Li Yuchen pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bingung.
#Bersambung#
__ADS_1
Apakah ada yang masih mengingat siapa itu Selir Yuwen? Apakah ada yang bisa menebaknya apa yang sebenarnya terjadi pada Selir Yuwen? Tulis jawaban di kolom komentar ya...