
Seo Xiqin yang tidak menyangka jika dirinya akan bertemu dengan Burung Pipit yang dikirm oleh Li Yuchen dalam waktu yang singkat pun tiba-tiba merasakan ada firasat yang burung.
“Ada apa ini? Kenapa Burung Pipit ini ada di sini lagi tapi tak ada barang yang dikirimkan Chen gege untukku? Apakah Chen gege memiliki masalah?” tanya Seo Xiqin pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang penasaran.
Burung Phoenix yang juga tidak tau apapun hanya melakukan yang diperintahkan Li Yuchen padanya sehingga membuat Seo Xiqin berpikir dan menebak sendiri.
“Kau adalah Burung milik Chen gege bukan? Apakah kau tau alasan Chen gege mengirimmu padaku kembali?” tanya Seo Xiqin dengan nada suara yang lembut sambil mengelur-elus kepala Burung Phoenix.
“Bos adalah pemilikku tapi aku sungguh tidak tau alasannya!” ucap Burung Phoenix dengan mulut yang penuh dengan daging panggang yang disediakan oleh Seo Xiqin karena Seo Xiqin tau bahwa Burung Phoenix itu ternyata sangat menyukai Daging Panggang.
Namun saat tiba-tiba langit Akademi Yunlong berubah menjadi merah darah, Seo Xiqin pun merasakan firasat yang sangat buruk.
Seo Xiqin yang berniat keluar dan mencari tau yang terjadi ternyata terkurung di dalam dan tak bisa keluar sama sekali.
“Sial! Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku terkurung disini?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang penasaran.
“Guru! Guru! Guru! Buka gerbangnya!” teriak Seo Xiqin memanggil nama Tetua Xue Xiaochi dengan suara yang sangat keras sambil terus mengetuk gerbang yang tertutup rapat.
sEO Xiqin yang mencoba menghancurkan Gerbang itu dengan Kekuatan Es yang dimilikinya ternyata sia-sia membuat Seo Xiqin merasa frustasi.
“Kenapa aku tidak bisa menghancurkan Gerbang ini? Kenapa Gerbangnya tidak mau terbuka sama sekali?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang bingung.
Burung Phoenix yang tidak bisa melihat Seo Xiqin menangis setelah mendapatkan makanan lezat darinya pun mengubah wujudnya yang sebenarnya dan membantu Seo Xiqin untuk keluar dari Gunung Es itu.
“Nyonya Bos tidak akan bisa keluar dari sini jika mengandalkan Kekuatan Es untuk keluar. Hanya kekuatan Api yang bisa membantu Nyonya Bos keluar!” ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang datar sambil berubah ke wujud aslinya.
“Naiklah! Aku akan membawa Nyonya Bos keluar dari sini!” ucap Burung Phoenix yang telah berubah wujud menjadi sangat besar dengan bulu-bulu yang sangat tebal dan besar berwarna merah menyala seperti api.
Seo Xiqin yang tidak menyangka jika Burung Pipit yang selama ini dikirim oleh Li Yuchen untuk menyampaikan sesuatu kepadanya adalah Burung Phoenix membuat Seo Xiqin membutuhkan waktu beberapa menit untuk menyadarkan dirinya.
Seo Xiqin yang akhirnya tersadar pun tidak membuang waktu lagi dan langsung bergerak meninggalkan Gunung Es dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Li Yuchen.
Seo Xiqin yang akhirnya keluar dari Kediamannya tempat dimana Murid Inti dari Tetua dan Ketua Akademi Yunlong biasanya tinggal.
Seo Xiqin yang tidak menyangka jika telah terjadi sesuatu yang besar di Kota Yunlong pun menjadi sangat terkejut dengan pemandangan yang ada di depan matanya.
“A-apa ini? Apa yang telah terjadi? Kenapa semuanya berantakan? Lalu kenapa orang-orang ini ada disini?” tanya Seo Xiqin pada dirinya sendiri dengan ekspresi wajah yang terkejut.
__ADS_1
Namun keterkejutan yang dialami Seo Xiqin tidak sebanding saat melihat Li Yuchen yang sedang terbaring di tanah di luar Formasi sehingga membuat Li Yuchen menjadi incaran Hewan-hewan Buas yang kelaparan.
Naga Hitam yang tidak menyadari kedatangan Seo Xiqin pun menyerang Formasi yang dibuat Li Yuchen dengan pukulan yang sangat keras hingga membuat Ye Zhin tidak bisa bertahan lagi.
Tepat setelah Formasi Naga Api hancur, ye Zhin yang tidak memiliki kekuatan lagi pun terjatuh dan terjun bebas ke bawah.
Seo Xiqin yang datang tepat pada waktunya pun melompat turun dari Burung Phoenix dan mengeluarkan kekuatan Esnya dan membantu mengurangi kecepatan jatuhnya Ye Zhin.
Putri Su Qingqing yang sejak awal terus memperhatikan Ye Zhin langsung berlari ke arah Ye Zhin saat melihat Ye Zhin terjatuh.
“Tuan Muda Ye! Tuan Muda Ye! Tuan Muda Ye! Sadarlah!” ucap Putri Su Qingqing yang dengan cepat memeluk Ye Zhin dengan sangat erat dengan ekspresi wajah yang cemas.
Sementara itu, Seo Xiqin yang meletakkann Li Yuchen dalam prioritas utamanya pun langsung bergerak dengan cepat menuju ke arah Li Yuchen.
Seo Xiqin yang sangat marah dengan Hewan-hewan Buas yang mencoba memakan Li Yyuchen pun tanpa pikir panjang membekukan semuanya lalu menghancurkannya menjadi butiran-butiran salju dalam sekali gerakan lalu membawa tubuh Li Yuchen menjauh.
Namun sebelum Seo Xiqin memulai proses penyembuhan Li Yuchen, Seo Xiqin yang sangat marah pada Naga Hitam yang menjadi penyebab Li Yuchen terluka pun memberikan perintah kepada Burung Phoenix.
“Phoenix! Hajar Naga jelek itu! Jangan biarkan dia bebas dan menggangguku atau tidak ada lagi Daging Panggang di masa depan!“ ucap Seo Xiqin dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang marah dengan tatapan mata yang tajam dan sinis.
sEO Xiqin yang tidak ingin ada Hewan Buas juga yang mengganggunya pun meletakkan tubuh Li Yuchen ke tanah lalu berdiri kembali dengan tegak dan memusatkan kekuatannya di ujung kakinya dan sesuatu terjadi.
Seo Xiqin yang telah mengurusi semua penghalang pun mengalihkan pandangannya kembali ke Li Yuchen.
“Chen Gege! Sadarlah! Ini Qier!” panggil Seo Xiqin dengan suara yang lembut yang dengan cepat mengeluarkan semua botol Pil Penyembuh yang diberikan Li Yuchen padanya.
Seo Xiqin yang sangat khawatir dengan Li Yuchen pun memasukkan semua Pil itu ke dalam mulut Li Yuchen lalu dengan cepat menyalurkan Energi Yin miliknya ke tubuh Li Yuchen untuk mempercepat proses pemulihan Li Yuchen.
Li Yuchen yang menyadari adanya kekuatan yang sangat familiar masuk ke dalam tubuhnya pun membuat Li Yuchen merasa segar kembali dan perlahan membuka matanya.
Li Yuchen yang terkejut melihat Seo Xiqin ada di depan matanya membuat Li Yuchen berpikir jika dirinya telah meninggal.
“Qier! Kenapa kau ada disini? Apakah aku sudah meninggal?” gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah tapi hal itu cukup untuk membuat Seo Xiqin menjadi kesal.
“Apakah Chen gege pikir Qier tidak nyata? Buka mata Chen gege! Apakah Qier nyata atau tidak!” ucap Seo Xiqin dengan suara yang keras sambil menarik tangan Li Yuchen untuk menyentuh kulit Seo Xiqin.
Li Yuchen yang akhirnya bisa memastikan bahwa wanita yang ada didepan matanya adalah Seo Xiqin pun menjadi sangat senang dan tanpa sadar memeluk Seo Xiqin dengan sangat erat.
__ADS_1
Burung Phoenix yang kewalahan menghadapi Naga Hitam dan melihat Li Yuchen sedang bermesraan pun membuat Burung Phoenix menjadi kesal.
“Bos! Apakah Reuninya telah selesai? Tolong! Bos, tolong aku!” ucap Burung Phoenix dengan nada suara yang terdengar sangat sedih karena terus dihajar oleh Naga Hitam.
Seo Xiqin yang tidak tega melihat Burung Phoenix dipukuli terus menerus pun menatap Li Yuchen dan Li Yuchen yang menyadari maksud Seo Xiqin pun membuatnya tidak memiliki pilihan lain.
“Chen gege! Pergilah! Bantu Burung Phoenix! Aku tidak ingin serang Naga Jelek itu sampai menghancurkan bulu-bulunya yang cantik!” ucap Seo Xiqin dengan nada suara dan ekpsresi wajah yang sedih.
Li Yuchen yang sadar jika dirinya tidak boleh membiarkan Naga Hitam itu hidup dan pulih kembali pun memutuskan untuk menunjukkan kartu terakhirnya.
“Aaaarrggghhhh!” teriak Li Yuchen dengan sangat keras yang kemudian muncul dua buah sayap dan kedua lengan Li Yuchen pun berubah menjadi Cakar Naga yang sangat tajam.
Li Yuchen yang mengubah wujudnya menjadi setengah Naga pun terbang tinggi ke langit dan tanpa pikir panjang memukul Naga Hitam dengan seluruh kemampuannya.
Naga Hitam yang mendapatkan pukulan itu pun mundur beberapa langkah lalu tertawa dengan suara yang sangat kencang sehingga membuat Tembok Es yang dibuat oleh Seo Xiqin hancur berkeping-keping.
Tembok Es yang hancur pun membuat Hewan Buas yang terus menunggu di luar pun masuk kembali dan menyerang orang-orang.
Seo Xiqin yang tidak berniat menolong orang lain pun terbang ke atas dan membantu Li yuchen mengalahkan Naga Hitam.
Naga Hitam yang memiliki efektasi tinggi tentang kekuatan yang dimiliki oleh Li Yuchen karena telah menjadi Manusia terpilih pun membuat Naga Hitam memandang rendah ke arah Li Yuchen.
“Apakah kau pikir kekuatan kecilmu itu bisa mengahancurkanku? Kau salah! Kekuatanmu tidak akan pernah bisa mengalahkanku!” ucap Naga Hitam dengan tawa yang sangat keras dengan tatapan mata yang tajam.
Li Yuchen yang menyadari bahwa kekuatannya sendiri tidak akan cukup untuk mengalahkan Naga Hitam pun menatap Seo Xiqin dengann senyum misterius.
Seo Xiqin yang tidak tau apapun mengkerutkan alisnya dan menatap Li Yuchen dengan tatapan mata yang bingung.
“Qier! Chen gege membutuhkan kekuatanmu! Tolong pinjam kekuatanmu!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius yang membuat Seo Xiqin menjadi bingung.
“Qier pasti akan melakukan yang Chen gege minta tapi apa yang bisa Qier lakukan sebenarnya?” tanya Seo Xiqin dengan ekspresi wajah yang serius dengan kepercayaan diri yang tinggi.
“Bisakah Qier membekukan seluruh tubuh Naga Hitam itu hingga ke bagian-bagian tubuh bagian dalam dalam?” tanya Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang tegas.
Seo Xiqin yang mendengar permintaan Li Yuchen pun terdiam lalu tiba-tiba menundukkan kepalanya seolah sedang memikirkan sesuatu
#Bersambung#
__ADS_1
Apa jawaban yang akan diberikan Seo Xiqin nantinya? Apakah Li Yuchen dan Seo Xiqin bisa menang dalam pertempuran menghadapi Naga Hitam. Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..