Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
68. Dua Macan Betina


__ADS_3

Ye Rui yang melihat Li Yuchen tidak tertarik dengan permintaan maafnya atau apapun itu membuat Ye Rui tidak ingin menyerah dengan mudah.


"Aku tidak bisa kehilangan kesempatan emas ini. Aku harus bisa membuat Tuan Muda Yu memaafkanku dan mau bergabung dengan Paviliun Huanfu!" ucap Ye Rui dalam hati dengan tekad yang membara dengan dua tangan yang terkepal dengan sangat erat.


"Tuan Muda Yu, tunggu!" teiak Ye Rui dengan terburu-buru sambil berlari mendahului Li Yuchen hingga akhirnya berhasil berdiri di depan Li Yuchen dan menghalangi kepergiannya.


"Saya minta maaf untuk sikap yang tidak sopan ini, Tuan Muda Yu. Ta-tapi saya ..." ucap Ye Rui dengan terburu-buru dengan nafas yang terengah-engah karena mengejar Li Yuchen.


"Jika Nona Ye tau jika ini adalah sikap yang tidak sopan, kenapa Nona Ye masih melakukannya? Apakah Nona Ye tidak berfikir jika aku yang diam saja ini tidak bisa melakukan apapun padamu hanya karena kau seorang wanita?" tanya Li Yuchen dengan nada bicara yang sinis dan sorot mata yang tajam dengan aura membunuh yang sangat pekat keluar dari tubuhnya tanpa disadari karena perasaan kesal dihentikan oleh orang yang tidak penting menurutnya.


Ye Rui yang mendengar nada suara yang penuh dengan sindiran pedas dan amarah membuat nyali Ye Rui menciut tapi Ye Rui yang tidak bisa berhenti di tengah-tengah hanya bisa menebalkan wajahnya untuk bertahan dari mulut pedas Li Yuchen.


"Tahan! Tahan! Tahan! Kau harus bisa menahan ini, Rui'er! Kau tidak boleh menyerah begitu saja. Kau harus bisa membuat pria sombong yang ada di depanmu ini bertekuk lutut di hadapanmu!" ucap Ye Rui dalam hati sambil mengepalkan tangannya dengan sangat erat.


"Maafkan saya Tuan Muda Yu, saya datang kemari bukan untuk membuat anda semakin marah tapi saya kemari karena ingin membuat kesepakatan dengan anda dan saya yakin Tuan Muda Yu pasti akan sangat diuntungkan dengan kesepakatan ini." ucap Ye Rui dengan senyum yang cerah dan penuh percaya diri sambil melihat mata Li Yuchen.


"Tidak tertarik!" ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang cuek dan tidak perduli sambil berjalan meninggalkan Ye Rui yang masih bediri termenung karena penolakan Li Yuchen.


"Saya mohon dengarkan dulu apa yang ingin saya katakan Tuan Muda Yu! Saya jamin anda tidak akan merasa dirugikan dengan kesepakatan ini." ucap Ye Rui dengan senyum lembut meski telah diabaikan berulang kali oleh Li Yuchen.

__ADS_1


Li Yuchen yang melihat sikap pantang menyerah di wajah Ye Rui menjadi semakin kesal karena merasa privasi dan pendapatnya diabaikan.


"Gadis ini membuatku sangat kesal. Apakah dia tidak tau perbedaan antara keras kepala dan pantang menyerah!" ucap Li Yuchen dalam hati sambil memejamkan matanya karena kesal sambil mengatur nafasnya yang telah tidak beraturan.


Di sisi lain, Wu Ruxin yang melihat Ye Rui yang terus membuntuti Li Yuchen memberikan perasaan tidak senang dan perasaan tersaingi sehingga membuat Wu Ruxin memicingkan matanya dengan tatapan sinis ker arah Ye Rui.


Wu Ruxin yang tidak ingin melihat Ye Rui berhasil mendekati Li Yuchen pun membuat langkah untuk menjadi orang ketiga antara Li Yuchen dan Ye Rui.


"Nona Ye ternyata sangat tidak tau malu. Tetua Yu sudah bilang tertarik dengan semua kerjasama yang anda tawarkan tapi Nona Ye terus saja mendesak dan mengganggu Tetua Yu. Apakah Nona Ye benar-benar datang dengan niat yang baik atau sebaliknya?" tanya Wu Ruxin dengan nada bicara yang sinis dan tatapan mata yang merendahkan saat melihat Ye Rui berdiri di depannya.


"Nona Wu, tolong jangan ikut campur! Ini bukan urusan anda!" ucap Ye Rui dengan nada bicara yang tinggi dan ekspresi wajah yang tidak menyenangkan.


"Kata siapa ini bukan urusanku? Tetua Yu adalah Tetua Kehormatan dari Menara Formasi Shinzu kami dan kau datang mengganggu kenyamanan Tetua Yu. Aku sebagai bagian dari Menara Formasi Shinzu tidak akan membiarkanmu melakukan sesuatu sesuka hatimu." ucap Wu Ruxin dengan nada bicara yang sinis dan ekspresi wajah yang penuh dengan sorot mata yang tidak mau kalah.


Li Yuchen yang melihat kedatangan Wu Ruxin dengan nada bicara yang memancing pertengkaran dengan Ye Rui membuat kepala Li Yuchen bedenyut karena sakit.


"Apa lagi yang dilakuakan oleh wanita ini di sini? Kenapa mereka bedua berubah seperti dua ekor kucing betina yang bertengkar mempertahankan wilayahnya?" ucap Li Yuchen dalam hati dengan tatapan mata yang penuh dengan amarah dan ekspresi wajah yang kesal.


Wu Ruxin yang tidak ingin kalah dari Ye Rui pun menjawab dengan nada bicara yang tidak kalah tinggi dan nada yang sinis.

__ADS_1


"Tetua Yu adalah Tetua Kehormatan di Menara Formasi Shinzu kami dan kau sekarang sedang mengganggu Tetua Yu yang ingin beristirahat!” ucap Wu Ruxin dengan nada bicara yang sinis dan ekspresi wajah yang penuh dengan sorot mata yang tidak mau kalah.


“Kau hanya Anggota di Menara Formasi Shinzu. Apa hakmu mengatur-ngatur Tuan Muda Yu untuk bertemu denganku?” tanya Ye Rui dengan nada yang sinis dengan tangan yang diletakkan bersilang di dada.


Li Yuchen yang melihat Wu Ruxin dan Ye Rui mulai berdebat di depannya membuat Li Yuchen menjadi sangat kesal sehingga memilih untuk pergi meninggalkan keduanya.


Li Yuchen pun mengeluarkan Segel Formasi Teleportasi dengan membuat Segel di atas selembar Kertas Formasi berwarna putih dalam sekejap mata dan mengaktifkan Segel itu saat itu juga.


Wu Ruxin dan Ye Rui yang bertengkar karena tidak ingin membiarkan salah satu di antara mereka dekat Li Yuchen pun menjadi sangat terkejut saat melihat Li Yuchen telah menghilang di hadapan mereka.


"Tu-Tuan Muda Yu!" teriak Ye Rui dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan bola mata yang terbuka lebar dengan mulut yang ternganga karena terkejut.


"Tetua Yu! Kemana perginya Tetua Yu?" tanya Wu Ruxin dengan ekspresi wajah yang bingung dan nada suara yang terdengar terkejut sambil menaikkan alisnya ke atas karena penasaran.


"Apakah Tetua Yu melarikan diri dengan menggunakan Segel Formasi Teleportasi?" tanya Wu Ruxin lagi pada dirinya sendiri dengan nada bicara yang bingung sambil menatap mata Ye Rui yang juga melihat ke arahnya dengan tatapan bingung.


Li Yuchen yang telah kembali ke Penginapannya pun langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan satu tangan di letakkan di atas matanya.


“Hah! Akhirnya aku bisa menjauh juga dua dari dua macan betina itu! Menghadapi dua orang wanita yang sedang bertengkar lebih sulit daripada menghadapi musuh yang kuat!” ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang rendah dengan ekspresi wajah yang lelah.

__ADS_1


Li Yuchen yang tidak ingin diganggu siapapun segera bangkit dari tempat tidurnya dan membuat Segel Formasi Perlindungan di dalam Ruangan Penginapannya.


“Aku harus membuat Segel Perlindungan terlebih dahulu. Aku tidak ingin kedua wanita gila itu datang kemari dan menggangguku yang sedang menghasilkan cuan!” ucap Li Yuchen dengan tubuh yang merinding mengingat pertengkaran antara Ye Rui dan Wu Ruxin di hadapannya.


__ADS_2