Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 109. Gaun Pengantin


__ADS_3

Keesokan paginya, Hun Yin dan Seo Wan’er yang terbangun dari tidurnya pun memulai harinya seperti biasa dengan membersihkan dirinya.


“Siapkan aku air mawar yang hangat. Aku ingin bertemu dengan Kakak Ling!” ucap Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang datar dan tatapan mata yang menunjukkan kecemasan dan ketakutan di saat bersamaan.


“Aku ingin mandi air susu dan juga madu. Siapkan sekarang juga!” perintah Hun Yin dengan ekspresi wajah yang datar dan nada suara yang malas.


Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya pada Seo Wan’er dan Hun Yin kecuali Li Yuchen yang menjadi Pelaku dari semua yang akan terjadi.


Li Yuchen yang baru bangun tidur langsung duduk di meja yang ada di meja makan dengan ekspresi wajah yang gembira.


“Obat yang aku berikan semalam seharusnya akan segera berekasi sekarang. Aku jadi ingin lihat bagaimana reaksi Istriku saat mengetahuinya.” Ucap Li Yuchen dalam hati dengan senyum yang bahagia.


“Hah! Hari sudah pagi, ini adalah hari yang sangat baik. Tidak akan ada Lalat Pengganggu untuk beberapa hari ke depan.” Ucap Li Yuchen dengan senyum puas dan tawa kecil yang dilihat oleh Sui’er yang sedang meletakkan sarapan pagi untuk Li Yuchen di atas meja.


“Tuan Muda Li, ini adalah sarapan anda.” Ucap Sui’er dengan sikap yang sangat sopan dan penuh dengan rasa penasaran.


“Terima kasih. Aku akan mengirimkan Baju Pernikahan nanti untuk Nonamu secara pribadi.” Ucap Li Yuchen dengan senyum bahagia sambil menyuapi makanan ke dalam mulutnya.


Saat Li Yuchen sedang menikmati makanannya tiba-tiba Luo’er datang dengan tergesa-gesa dan meminta izin untuk kembali kepada Seo Xiqin karena ada sesuatu yang terjadi.


“Tu-Tuan Muda Li. Maafkan atas kelancangan saya yang telah mengganggu waktu sarapan anda tapi saat ini Nona sangat membutuhkan Sui’er. Jika Tuan Muda Li ...” ucap Luo’er yang terhenti karena Li Yuchen mengangkat tangannya.


“Pergilah. Aku bisa melakukannya sendiri. Layanilah Istriku dengan baik.” ucap Li Yuchen dengan cuek sambil melambaikan tangan memerintahkan kedua pelayan untuk itu untuk tidak membuang waktu sambil terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Li Yuchen yang sudah kenyang pun bergegas membersihkan dirinya dan pergi ke halaman Seo Xiqin untuk mencari tau yang telah terjadi.


"Aku malas jika melihat pasangan Ibu dan Anak yang munafik itu. Lebih baik aku pergi melihat Istriku dan mencari tau yang terjadi darinya." gumam Li Yuchen yang telah selesai berganti pakaian dengan perasaan bahagia sambil bersiul riang.

__ADS_1


Li Yuchen yang datang dan masuk ke dalam Halaman Seo Xiqin dengan santai seolah itu adalah halaman miliknya sendiri pun membuat Seo Xiqin menjadi canggung.


“Tu-tuan Muda Li! Apa yang kau lakukan disini?” tanya Seo Xiqin dengan nada suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang tekejut dengan wajah yang memerah karena masih mengingat ciuman sekilas yang dilakukan Li Yuchen pada pertemuan terakhir mereka.


“Aku datang untuk memberikan Baju Pernikahan untuk Istriku! Aku yakin, kau pasti akan sangat cantik memakai Gaun Pengantin ini!” ucap Li Yuchen dengan senyum yang lembut dan manis sambil menyerahkan Gaun Pernikahan kepada Luo’er yang telah berada di sampingnya.


“Terima kasih Tuan Muda Li.” Ucap Seo Xiqin dengan kaku sambil menunduk sopan kepada Li Yuchen dengan senyum yang lembut.


“Tidak perlu berterima kasih. Ini sudah menjadi tugasku untuk menyiapkan semua kebutuhan dan keperluan Istriku.” Ucap Li Yuchen dengan senyum lembut yang langsung duduk di kursi yang kosong di samping Seo Xiqin tanpa izin yang membuat Seo Xiqin jadi terkejut.


Seo Xiqin yang mengetahui dari Pelayannya bahwa telah terjadi sesuatu di Halaman Hun Yin dan Seo Wan’er pun tidak bisa menutupi perasaan curiga kepada Li Yuchen.


“Tuan Muda Li, apakah kau mengetahui jika telah terjadi sesuatu di Halaman Ibu Tiriku dan Saudari Tiriku?” tanya Seo Xiqin dengan pandangan mata yang curiga sambil terus memperharikan perubahan sikap Li Yuchen.


“Tidak tau. Apa yang terjadi pada keduanya?” ucap Li Yuchen dengan wajah yang polos sambil meminum tehnya dengan santai.


“Benarkah? Mungkin saja keduanya sedang mendapatkan karma dari perbuatan buruknya!” ucap Li Yuchen dengan nada bicara yang santai dan ekspresi wajah yang terkesan cuek.


Seo Xiqin yang tidak menemukan tanda apapun dari sikap Li Yuchen pun menarik nafas panjang dan memutuskan untuk bertanya langsung.


“Hah! Apakah Tuan Muda Li ada hubungannya dengan kejadian ini?” tanya Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang tegas.


“Kenapa kau berpikir begitu? Aku tidak memiliki masalah apapun pada keduanya.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang bingung dengan sikap seperti oran bodoh.


Seo Xiqin yang melihat sikap Li Yuchen yang tidak kooperatif pun menyerah dan memutuskan untuk tidak membicarakan hal ini lagi.


“Hah! Sepertinya Tuan Muda Li tidak ingin membicarakan masalah ini lagi. Lagipula apakah ini benar karma atau perbuatan seseorang, keduanya menjadi keuntungan bagiku yang tidak akan terganggu oleh keduanya bahkan saat Pernikahan dilaksanakan.” Ucap Seo Xiqin dalam hati sambil menarik nafas panjang dengan wajah yang pasrah.

__ADS_1


“Ngomong-ngomong, Istriku! Kita akan segera menikah dan kau masih saja memanggilku Tuan Muda Li, aku sangat sedih mendengarnya.” Ucap Li Yuchen yang berpura-pura sedih dengan bersikap sedih tapi malah terlihat sangat lucu di mata Seo Xiqin.


“Hahaha...” suara tawa kecil Seo Xiqin yang ditutup dengan sapu tangan.


“Apakah permintaanku ini sangat lucu, Istri?” tanya Li Yuchen sambil berpura-pura sedih dengan wajah yang bingung.


“Hahaha... Bu-bukan seperti itu, hanya saja... Aku tidak biasa memanggil dengan sebutan SUAMI tapi jika aku panggil Chen Gege, apakah tidak apa-apa?” tanya Seo Xiqin dengan wajah yang memerah karena malu sambil membuang wajahnya ke arah lain karena tidak bisa menatap wajah Li Yuchen secara langsung.


“Chen Gege juga tidak masalah!” teriak Li Yuchen dengan suara yang sangat keras dengan wajah yang bahagia dengan senyum yang cerah.


“Kalau begitu, aku akan memanggil Qier di depan umum dan Istriku saat kita berdua saja.” Ucap Li Yuchen dengan suara yang lantang dengan penuh semangat dengan ekspresi wajah yang cerah yang membuat Seo Wan’er menundukkan kepala karena malu.


“Qier! Apakah Istriku menyukai Gaun Pernikahan yang aku berikan?” tanya Li Yuchen dengan wajah yang bahagia dengan mata berbinar penuh harap.


Seo Xiqin yang mendengar pertanyaan Li Yuchen pun menyentuh Gaun Pernikahan yang diberikan Li Yuchen dengan tangannya sendiri dan melihat Lambang Burung Phoenix di ujung ekor gaunnya yang tersulam indah dengan benang emas berkualitas tinggi dengan bahan yang sangat halus dan lembut serta sangat nyaman dipakai.


“Aku sangat menyukainya! Ini sangat indah!” ucap Seo Xiqin dengan senyum yang tulus sambil menyentuh setiap helaian Gaun Pengantinnya itu.


Li Yuchen yang melihat raut wajah bahagia di wajah Seo Xiqin pun menjadi sangat puas dan teringat akan perintahnya kepada Nona Shu sebelum ini.


“Tuan Muda Li, ini adalah Gaun Pernikahan yang anda minta sesuai dengan ukuran tubuh Nona Seo seperti yang anda perintahkan.” Ucap Nona Shu dengan patuh dengan ekspresi wajah yang sedih karena cinta hanya bertepuk sebelah tangan.


“Terima kasih!” ucap Li Yuchen yang langsung mengambil Gaun Pernikahan dan berbalik pergi tanpa berkata apapun kepada Nona Shu.


“Aku telah memutuskan di kehidupan kali ini, aku hanya akan memiliki satu wanita di dalam hidupku dan aku tidak ingin memberikan harapan kepada siapapun jadi aku harus bersikap kejam dan keras kepada semua wanita yang memiliki perasaan berbeda padaku!” ucap Li Yuchen dalam hati saat pergi meninggalkan Nona Shu yang masih diam di tempatnya.


#Bersambung#

__ADS_1


Hmmm, apakah MC akan tetap pada Prinsipnya hanya akan memiliki satu pasangan untuk Seumur Hidup atau membuat Kerajaan Harem-nya sendiri? Hehehe Jawab di kolom komentar ya..


__ADS_2