
Seo Wan’er yang merasa jika ini adalah kesempatan yang bagus untuk menjalankan rencananya pun memberikan kode kepada Jin Ling untuk segera bergerak mengambil Bunga Api Merah.
“Kakak Ling ini saatnya!” ucap Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
“Baik! Aku akan mengambil Bunga Api Merah dan kau urus Nona Ye!” ucap Jin Ling sambil menatap Seo Wan’er dengan seksama.
“Kakak Ling jangan khawatir serahkan saja dia padaku. Dengan kekuatan yang telah berkurang saat melawan Ular Phiton Raksasa. Aku pasti bisa mengurusnya.” Ucap Seo Wan’er dengan penuh percaya diri dengan tatapan mata yang penuh keyakinan.
Jin Ling yag mendengar kepercayaan pada kata Seo Wan’er pun mengangguk kepalanya dan bergerak maju dengan sangat cepat dengan ilmu meringankan tubuhnya.
Seo Wan’er yang tidak ingin Ye Rui lolos dengan mudah pun langsung menumpahkan botol yang berisikan cairan warna hijau ke pedang miliknya.
“Terima ini wanita j****g! Kali ini kau tidak akan selamat!” ucap Seo Wan’er dengan nada suara yang rendah dengan ekspresi wajah bahagia dengan pikiran yang jahat.
Ye Rui yang hanya memiliki Energi sebesar lima puluh persen di dalam tubuhnya pun tidak bisa menghindari serangan dari Seo Wan’er secara mendadak dengan sempurna.
Pedang yang bergerak sangat cepat dan lurus ke depan pun langsung mengubah posisi menyerangnya hingga membuat Ye Rui terluka di bagian lengan dan dadanya.
Seo Wan'er yang berhasil menyerang Ye Rui hingga terluka menjadi sangat senang sehingga tanpa basa basi langsung menampakkan dirinya.
"Bagaimana rasanya? Apakah sakit sekali?" ucap Seo Wan'er dengan tawa penuh kemenangan sambil berjalan dengan elegan ke arah Ye Rui yang sedang terduduk dalam posisi bertahan.
"Ka-kau! Dasar Pengecut! Beraninya kau menyerang secara diam-diam!" umpat Ye Rui dengan sangat keras dengan kat-kata yang kasar dengan mata yang penuh dengan amarah.
"Terserah kau mau bicara apa karena yang terpenting adalah hasilnya. Bunga Api Merah akan menjadi milikku dan Kakak Ling dan kau akan mati di sini!" ucap Seo Wan'er sambil berbisik di hadapan Ye Rui dengan senyum bahagia.
"Jangan harap aku akan menyerah begitu saja! Rasakan ini!" ucap Ye Rui dengan sangat keras dengan tekad yang membara sambil mengayunkan cambuknya ke arah Seo Wan'er dengan sangat keras.
Seo Wan'er yang melihat cambuk Ye Rui mencoba mengenai wajahnya pun menjadi sangat kesal hingga membuat Seo Wan'er mengalirkan energi ke pedangnya lalu memotong tali cambuk Ye Rui.
"Ti-tidak! Cambukku!" teriak Ye Rui dengan sangat keras setelah melihat cambuk kesayangannya telah terpotong-potong di depan matanya dengan ekspresi wajah yang sedih dan marah yang bercampur menjadi satu.
__ADS_1
Seo Wan'er yang sangat membenci Ye Rui karena telah mencoba mengambil perhatian semua orang darinya dan bahkan mencoba menggoda Pria yang disukainya pun ingin sekali membuat Ye Rui menderita.
"Cambukmu itu tidak akan berpengaruh padaku sama sekali karena tubuhmu telah aku racuni sehingga kau tidak akan bisa mengalirkan energi sama sekali!" ucap Seo Wan'er dengan ekspresi wajah yang memendam kebencian sambil memijak cambuk milik Ye Rui.
"Kau tidak akan bisa keluar dan selamat dari sini. Kau akan tinggal dan membusuk di sini selamanya!" ucap Seo Wan'er dengan wajah penuh kemenangan sambil membungkukkan tubuhnya mengambil tas qiankun milik Ye Rui lalu menendang perut Ye Rui hingga mundur kebelakang lalu terjatuh ke tanah.
Di saat yang sama, Jin Ling yang bertugas mengambil Bunga Api Merah itu berhenti sejenak di depan Ular Phiton Raksasa yang telah mati.
"Ular Phiton Raksasa ini pasti telah berumur ratusan bahkan ribuan tahun di dalam Makam Kuno ini." ucap Jin Ling sambil berdiri di depan Ular Phiton Raksasa yang telah kehilangan nyawanya dengan senyum yang sinis.
Jin Ling yang ingin mengambil semua Harta Karun yang ada di Makam Kuno pun mengambil Inti Kristal Hewan Buas dari Ular Phiton Raksasa lalu menyimpan tubuhnya ke dalam tas qiankunnya.
“Tak disangka ternyata Ular Phiton Raksasa ini menyimpan Inti Kristal berwarna Cyan. Untunglah aku tidak meninggalkan mayat Ular Phiton Raksasa ini di sini.” Ucap Jin Ling dengan ekspresi wajah yang sangat bahagia sambil menggenggam Inti Kristal di tangannya lalu segera menyimpannya.
“Aku tidak bisa meninggalkan mayat Ular Phiton Raksasa ini di sini. Aku masih bisa memanfaatkan kulit dan dagingnya. Aku akan menyimpannya dan membawanya pulang.” Ucap Jin Ling dengan senyum yang penuh dengan berbagai macam rencana di otaknya sambil bergerak menyimpan semuanya ke dalam Tas Qiankunnya.
“Sekarang waktunya menyimpan Harta Karun yang paling berharga di sini. Bunga Api Merah!” ucap Jin Ling yang telah berada di depan Bunga Api Merah lalu memetiknya dengan sangat cepat lalu menyimpannya ke dalam Kotak kayu yang sengaja dipersiapkan olehnya sebelum memasuki Makam Kuno.
Jin Ling yang tidak memiliki urusan lain pun segera menemui SeoWan’er yang ternyata telah mengalahkan Ye Rui.
“Tidak di sangka ternyata Wan’er dapat benar-benar mengatari Rui’er sendirian!” gumam Jin Ling yang bergerak melihat Ye Rui terbaring di tanah.
Seo Wan’er yang melihat kedatangan Jin Ling pun langsung memasang wajah ceria dan menyambutnya dengan senyuman yang hangat
“Kakak Ling! Bagaimana? Apakah semuanya sudah selesai?” tanya Seo Wan’er dengan ekspresi wajah yang bahagia dengan senyum yang lebar dan nada suara yang ceria.
“Tentu saja. Aku sudah menyimpannya di tempat yang aman. Aku tidak menyangka jika kau benar-benar bisa membuat Nona Ye terbaring seperti itu.” Ucap Jin Ling dengan senyum bahagia karena perasaannya telah meningkat dengan drastis.
Ye Rui yang melihat kedatangan Jin Ling dan kebersamaannya dengan Seo Wan’er membuatnya menjadi semakin marah dan kasal.
“Cih! Dasar pasangan pengecut! Beraninya menyerang dari belakang dan mengambil barang milik orang lain!” ucap Ye Rui dengan nada suara yang tinggi dengan kata-kata yang kasar dan tatapan mata yang penuh dengan kebencian.
__ADS_1
“Tutup mulutmu!” ucap Jin Ling dengan ekspresi wajah yang marah sambil menampar mulut Ye Rui dengan tangannya sendiri dengan sangat keras hingga membuat bibir Ye Rui mengeluarkan darah segar.
“Orang yang lemah tidak pantas berkomentar!” ucap Jin Ling dengan ekspresi wajah yang kesal dengan wajah yang memerah dengan tatapan mata yang dingin yang membuat Ye Rui langsung merinding.
Jin Ling yang sebenarnya ingin menjadikan Ye Rui sebagai salah satu wanitanya menjadi kehilangan selera setelah Ye Rui mengabaikan dirinya beberapa kali setelah kejadian di Paviliun Huanfu bersama Li Yuchen.
“Ayo kita pergi dari sini, Wan’er! Masih banyak tempat yang bisa kita jelajahi di Makam Kuno ini!” ucap Jin Ling dengan nada suara yang datar sambil berbalik arah sambil menoleh sebenatar ke belakang lalu berjalan merangkul Seo Wan’er ke pelukannya.
Jin Ling dan Seo Wan’er yang tidak ingin berada di tempat itu lebih lama pun segera pergi menjauh hingga akhirnya keduanya menemukan sebuah Segel Formasi yang sama seperti yang sebelumnya mereka lihat.
“Kakak Ling, lihat Segel Formasi itu! Sepertinya itu adalah kunci agar kita bisa berpindah dari tempat ini!” ucap Seo Wan’er sambil menunjuk ke sebuh Segel Formasi yang ada di atas dahan pohon.
“Kau benar! Ayo kita masuk Segel Formasi itu!” ucap Jin Ling dengan terburu-buru sambil bergerak dengan irama yang sama dengan Seo Wan’er memasuki Segel Formasi Teleportasi.
Sementara itu, Li Yuchen yang masih menjelajahi Makam Kuno sendirian ternyata berada di sebuah lorong yang tidak terlihat ujungnya.
“ Sepertinya pemilik Makam ini juga adalah Seorang Master Formasi! Dia tidak hanya memiliki Pil yang berharga tapi juga memasang Segel Formasi bintang Lima!” ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil menatap lorong yang kosong di depannya.
“Jika aku bukan Master Formasi, akan sangat sulit untuk bisa terbebas dari tepat ini. Aku akan sama seperti mereka yang terjebak di dalam Formasi Ilusi ini!” ucap Li Yuchen yang melihat orang-orang yang ada di belakangnya dan berjalan mendahuluinya dengan ekspresi wajah yang prihatin.
“Untunglah Makam Kuno ini telah ada sejak lama dan energi yang mengingat Pola Segel Formasi ini pasti telah berkurang jauh. Sepertinya dengan kekuatanku sekarang aku bisa mematahkan Segel Formasi ini dengan mudah.” Ucap Li Yuchen dengan ekspresi wajah yang serius sambil memfokuskan pikirannya dan menghancurkan Segel Formasi Ilusi yang ada.
Dalam sekejap mata, Segel Formasi yang memberikan Ilusi akan lorong panjang tanpa ujung itu pun seakan retak dan pecah. Li Yuchen yang merasakan silau pun menutup matanya dengan tangannya dan saat membuka mata Li Yuchen menemukan sesuatu yang sangat bagus.
“Wah! Tidak di sangka ternyata Makam Kuno ini juga memiliki tempat yang seperti ini. Aku tidak menyangka jika menghancurkan Segel Formasi Ilusi itu akan mengantarkanku pada tempat ini. Aku memang Pria yang sangat beruntung!” gumam Li Yuchen dengan suara yang rendah sambil melihat tumpukan perhiasan emas dan perak serta tumpukan batu berharga seperti berlian merah, batu ruby dan kristal.
“Aku kaya!” ucap Li Yuchen dengan sangat keras dengan wajah yang sangat bahagia sambil menguras habis tumpukan benda berharga itu ke dalam Giok Naga Hijau Emas.
#Bersambung#
Kira-kira bagaimana nasib Ye Rui ya? Apakah dia akan selamat atau mati di dalam Makam Kuno? Bagaimana kelanjutan perjalan Li Yuchen di Makam Kuno selanjutnya ya? Jawab di kolom komentar ya...
__ADS_1