Kelahiran Kembali Kaisar Legenda

Kelahiran Kembali Kaisar Legenda
BAB 358. Kekalahan Nanggong Ruan


__ADS_3

Semua Peserta yang awalnya menganggap rendah Daratan Danzong pun mulai kalah satu per satu tapi saat pertandingan ke tujuh dimulai Liao Hunyuan yang menjadi lawan Nanggong Ruan pun tak melakukan kesalahan yang sama.


“Pertandingan Ketujuh, Pertandingan antara Liao Hunyuan dari Daratan Yunzan dan Nanggong Ruan dari Daratan Danzong dimulai!” teriak Nan Luo dengan suara yang lantang dan penuh semangat dengan ekspresi wajah yang ceria.


“Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama dengan meremehkan kalian karenanya aku tidak akan pernah memberikan kalian kesempatan untuk menang!” ucap Liao Hunyuan dengan ekspresi wajah yang serius.


“Aku akan membuatmu tidak akan bisa bergerak lagi dan menyesali keputusanmu hari ini yang ingin maju melawan Daratan Yunzan!” ucap Liao Hunyuan dengan suara yang keras hingga dapat didengar dengan jelas oleh Li Yuchen dan yang lainnya.


Yun Tianxing dan Han Mouyun yang telah lebih dulu memenangkan pertandingan setelah mengerahkan semua kemampuannya pun menjadi marah.


“Apa maksud ucapannya? Apakah dia lupa bahwa tak ada siapapun lagi dari Peserta yang berasal dari Daratan Yunzan yang lolos dalam Babak Penyisihan ini?” sindir Yun Tianxing dengan ekspresi wajah yang marah.


“Benar sekali! Selain Nona cantik dari Daratan Yunzan semua prianya kalah di tangan Peserta Daratan Wuzhou dan kita!” ucap Han Mouyun dengan tatapan mata merendahkan dengan ekspresi wajah yang menghina.


Liao Hunyuan yang mendengar perkataan Yun Tianxing dan Han Mouyun pun menjadi sangat marah dan kesal.


“Kalian berpikir jika memenangkan Pertandingan di Babak Penyisihan dengan segala kemampuan yang ada sudah sangat hebat maka lihatlah ini! Aku akan menghancurkan mimpi kalian semua!” ucap Liao Hunyuan dengan senyum yang jahat dengan ekspresi wajah yang bahagia.


Liao Hunyuan yang kesal pun mulai mengeluarkan Energinya dan menghajar Nanggong Ruan tanpa henti.


“Bagaimana rasanya hanya bisa menerima pukulanku tanpa bisa membalasnya? Hahahaha....” ucap Liao Hunyuan dengan suara yang lantang dengan tawa yang sangat kuat dnegan ekspresi wajah yang gembira.


Nanggong Ruan yang tak memiliki kesempatan untuk membalas hanya bisa mengubah posisinya menjadi posisi bertahan.


“Sial! Aku tidak bisa terus seperti ini. Aku harus bisa membalasnya.” Ucap Nanggong Ruan dengan suara yang rendah dengan ekpsresi wajah yang kesakitan.


Nanggong Ruan yang tak ingin diam saja pun mundur dengan langkah yang sangat jauh hingga hampir menuju ke perbatasan Arena.


Nanggong Ruan yang ingin membalaskan dendamnya pada orang-orang Daratan Yunzan yang telah membunuh temannya dan mencelakai wanitanya pun mengeluarkan senjatanya lalu mengerahkan semua Kekuatannya untuk menyerang Liao Hunyuan.


“Aku tidak akan kalah darimu. Aku akan menang dan mengalahkan Peserta yang lain lalu mempersembahkan kemenangan ini untuk Zishan’er!” ucap Nanggong Ruan dengan tekad yang kuat.


“Tombak Petir Cakrawala!” teriak Nanggong Ruan dengan sangat keras sambil mengarahkan Tombaknya yang sangat panjang ke arah Liao Hunyuan.

__ADS_1


Liao Hunyuan yang mendapatkan serangan balik dari Nanggong Ruan tidak merasakan adanya tantangan apapun dan dapat dengan mudah menghancurkan serangan Nanggong Ruan.


Liao Hunyuan yang telah menghancurkan serangan Nanggong Ruan pun bergerak dengan cepat hingga akhirnya berdiri di hadapan Nanggong Ruan.


Liao Hunyuan yang ingin menghancurkan semangat Peserta yang berasal dari Daratan Danzong dan memberikan mereka peringatan untuk tidak perlu sombong pun memutuskan untuk menyiksa Nanggong Ruan.


“Apakah kau pikir kekuatanmu sudah cukup untuk mengalahkanku? Apakah kau masih belum sadar akan kekuatanmu sendiri? Jika tidak maka aku akan menunjukkannya padamu!” ucap Liao Hunyuan dengan senyum yang jahat.


Liao Hunyuan yang telah menyembunyikan Kekuatannya pun menunjukkan bahwa dirnya berada di Level Surgawi tingkat Enam.


Liao Hunyuan yang mengerahkan setengah kekuatannya pun mengarahkan tinjunya ke perut Nanggong Ruan hingga akhirnya Nanggong Ruan memuntahkan darah segar.


Tak sampai disana saja Liao Hunyuan yang melihat Nanggong Ruan yang berniat mengambil Tombaknya yang terlepas dari tangannya pun membuat Liao Hunyuan menginjak tangan Nanggong Ruan dengan sangat keras.


“Aaarrgghhhh!” teriak Nanggong Ruan dengan suara yang sangat keras hingga terdengar suara tulang - tulang yang patah.


Liao Hunyuan yang ingin menghilangkan semangat hidup Nanggong Ruan pun mengambil Tombak milik Nanggong Ruan yang tergeletak di Arena.


Nanggong Ruan yang tidak menyangka jika Tombak yang telah menemaninya dan selalu membantu dalam setiap pertandingan ataupun mengalahkan musuh akan hancur di hadapannya.


Nanggong Ruan yang tidak terima dengan perbuatan Liao Hunyuan pun menjadi marah dan kesal lalu mengerahkan semua Energinya hingga akhirnya membuat Liao Hunyuan menyingkirkan kakinya dari tangan Nanggong Ruan.


“Beraninya kau menghancurkan Tombakku! Aku tidak akan memaafkanmu!” teriak Nanggong Ruang dengan mata yang terbuka lebar dan ekspresi wajah yang marah.


Liao Hunyuan yang melihat sikap dan keberanian Nanggong Ruan yang tak tau darimana asalnya itu pun tertawa dengan sangat keras.


Lalu dalam waktu yang sangat singkat, Liao Hunyuan menghilang dari pandangan dan muncul di belakang Nanggong Ruan dan menghajarnya kembali.


“Apakah dengan berteriak dan melototiku bisa membuatku takut padamu?” sindir Liao Hunyuan dengan tatapan mata merendahkan.


“Dasar Idiot! Kau tidak akan pernah bisa mengalahkanku!” ucap Liao Hunyuan dengan sangat keras dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil menikmati setiap menit dirinya mengarahkan pukulan ke tubuh Nanggong Ruan.


Yun Tianxing yang tak tega dengan ekspresi wajah Nanggong Ruan yang sudah tidak berbentuk lagi karena pukulan Liao Hunyuan hanya bisa mengalihkan pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


Han Mouyun dan Ye Zhin yang tidak terima Nanggong Ruan diperlakukan dengan sangat kejam seperti itu sangat ingin maju dan menghajar Liao Hunyuan.


“Sial! Apakah dia tidak punya rasa simpati sama sekali? Kenapa dia harus menghajar Nanggong Ruan hingga seperti itu?” tanya Ye Zhin dengan suara yang rendah dengan mata yang melotot tajam.


“Aku pun berpikiran sama Tuan Muda Ye dan aku sangat ingin menghajarnya di atas sana untuk semua yang dilakukannya pada Tuan Muda Nanggong!” ucap Han Mouyun dengan ekspresi wajah yang sangat marah.


Master Qiang yang sangat hapal tentang peraturan dalam Pertandingan Persahabatan Tiga Daratan dan pikiran orang-orang yang ada di dalam Stadion itu pun hanya bisa mengepalkan tangannya menahan amarahnya dan mencoba menenangkan Ye Zhin dan Han Mouyun yang tersulut emosi.


“Tuan Muda Ye dan Tuan Muda Han tidak bisa melakukan apapun dan tidak bisa naik ke atas lalu mengganggu jalannya pertandingan karena itu akan membuat kita semua dalam masalah nantinya!” ucap Master Qiang dengan mata yang tajam dan ekspresi wajah yang kesal karena tak bisa melakukan apapun.


“Kita hanya bisa diam di sini dan melihat pertandingan dari sini sambil berharap Tuan Muda Nanggong akan mengaku kalah dengan sendirinya!” ucap Master Qiang lagi dengan suara yang tegas.


Li Yuchen yang mendengarkan penjelasan Master Qiang pun menatap Nanggong Ruan yang masih menjadi boneka tinju hidup oleh Liao Hunyuan.


Tepat sesaat Liao Hunyuan akan melayangkan serangan terakhirnya ke perut Nanggong Ruan untuk menghancurkan pusat meridiannya, Nanggong Ruan mengaku kalah.


“A-aku mengaku kalah!” ucap Nanggong Ruan dengan suara yang terbata-bata dengan ekspresi wajah yang sangat lelah sambil menahan semua rasa sakit tubuhnya.


Namun, pengakuan kalah yang diucapkan Nanggong Ruan ternyata tidak diperdulikan oleh Liao Hunyuan hingga pukulan terakhir itu pun mendarat dengan sempurna di perut Nanggong Ruan.


Nanggong Ruan yang terkena pukulan pun terlempar ke belakang sangat jauh lalu terjatuh di atas Arena Pertandingan dengan darah yang keluar dari mulutnya.


Nanggong Ruan yang tak bisa menahan sakit saat semua Meridiannya hancur pun kehilangan kesadarannya di atas Arena.


Liao Hunyuan yang tidak puas hanya dengan menghancurkan semua Meridian Nanggong Ruan dan tidak bisa menjadi Kultivator lagi pun berniat untuk menghancurkan tangan dan kaki Nanggong Ruan.


“Manusia rendah dan lemah sepertimu tidak pantas menginjakkan kaki di Daratan Yunzan!” teriak Liao Hunyuan dengan suara yang sangat keras dengan ekspresi wajah yang bahagia.


Namun, tepat sebelum niat buruk itu terjadi, seseorang berdiri di atas Arena dan menghentikan kekejaman yang akan dilakukan Liao Hunyuan.


#Bersambung#


Siapakah orang yang berdiri di atas Arena Pertandingan tersebut? Lalu bagaimana nasib Nanggong Ruan selanjutnya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya...

__ADS_1


__ADS_2